GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 52


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Alex tiba di butik yang di tunjuk Aleena. Mereka masuk ke dalam dan di sambut oleh Aleena dan tante Maudy pemilik butik tersebut.


"Ayo sayang, mama sudah menunggu kalian sejak tadi lho!" Aleena menggandeng tangan Jeni dan meninggalkan Alex di belakang.


"Mana yang anaknya nih, main ditinggal saja." ucap Alex sambil menggelengkan kepalanya. melihat kedua wanita yang dia sayangi itu.


Aleena menunjukkan beberapa kebaya yang sudah di pilihnya.


"Sayang, kamu coba beberapa kebaya ini ya, tadi mama sudah memilih beberapa!" Aleena menunjuk ke 4 buah kebaya uang sudah di pilih tadi, sementara Alex duduk di sofa , melihat interaksi keduanya.


" I iya tante." jawab Jeni gugup.


"Kok tante sih, mama dong , mulai hari ini kamu panggilnya mama, bukan tante lagi faham!" ucap Aleena.


"Iya tan, eh ma." Jeni mengambil salah satu kebaya untuk di cobanya, dia masuk ke ruang ganti. dan mencoba kebaya tersebut. Jeni nampak cantik dan anggun dengan kebaya kebaya yang di pilih Aleena, Alex sampai tak sadar jika matanya terus tertuju pada gadis belia yang ada di hadapannya itu, pilihan Alex jatuh pada model ketiga yang pas di badan Jeni."Ternyata dia sangat cantik, dengan penampilan feminim, cuma selama ini kecantikannya tersembunyi di balik gaya fashion yang tomboy." batin Alex.


"Wah sayang, kamu cantik sekali dengan kebaya kebaya ini, mama jadi bingung, mau pilih yang mana, bagaimana Al?" Aleena meminta pendapat putranya.


"Yang ke tiga ma." jawab Alex.


Dan Aleena setuju, memang model no 3 pas di tubuh Jeni.


"Bagaiman sayang, kamu setuju dengan pilihan Alex?" tanya Aleena ke Jeni


" Iya ma, ukurannya lebih pas dan nyaman." jawab Jeni yang memang nyaman dengan kebaya pilihan Alex.



Sekarang Giliran Alex yang mencoba tuksedo putih senada dengan kebaya Jeni.


Mereka nampak sangat serasi. Aleena dan Maudy mengambil gambar keduanya.


Aleena jug memulihkan sandal kepada Jeni.


"Ma, Jeni belum pernah pakai heels, jangan yang tinggi tinggi ya! " pinta Jeni.

__ADS_1


" Iya sayang, dan kamu juga harus belajar, bagaimana nanti kalau Alex membawamu ke pesta, belajar ya!" pinta Aleena dan mengusap kepala Jeni.


Tak terasa air mata jatuh ke pipi Jeni, tes.


"Kamu kenapa, apa ada kata kata mama yang menyakiti?" cemas Aleena. Jeni menggelengkan kepalanya.


"Enggak ma, cuma baru pertama kali ini saya diperhatikan seperti ini, setelah bu Yulia." jawab Jeni.


"Ya sudah Ayo kita pilih sepatu untuk kamu."


ponsel Alex bergetar, ada panggilan masuk dari Ronald kalau tuan Rianto sudah hampir sampai di kantor.


"Ma, Jen. Ronald menelpon, aku harus kembali ke kantor, sudah ditunggu klien. Jeni kamu nanti supaya diantar sopir mama ya!" pamit Alex pada keduanya.


"Ya sudah pergi kerja sana, biar Jeni sama mama saja, sayang habis ini kita jalan jalan yuk, biarkan para lelaki bekerja, kita yang menghabiskan uangnya." jawab Aleena.


Alex menyerahkan sebuah kartu pada Aleena, untuk membayar semuanya dengan kartunya.


Alex bergegas meninggalkan butik tersebut.


Aleena memilihkan sebuah sepatu yang tidak terlalu tinggi, dia juga mengajarinya.


Mereka berdua bergandengan tangan masuk ke toko berlian ternama di jakarta, toko tersebut milik perusahaan Alex.


"Permisi mbak, saya mau ambil cincin pesanan tuan Daniel!" Kata mama Aleena pada salah satu pelayan seksi. Sepertinya pelayan toko itu belum pernah melihat Aleena, dia cuma cuek dan tidak menghiraukan kedatangan Aleena, pelayan itu malah mendekati pengunjung dengan penampilan glamour yang baru datang.


"Mbak, begini ya pelayanan toko berlian disini, mana managernya."Geram Aleena.


"Halah, sok kenal tuan Daniel, lihat saja penampilan kalian, memang mana buktinya kalau mau ambil cincin tuan Daniel, huh." pelayan itu melengos laly memanggil temannya untuk melayani mereka.


"Hei kamu santi, layani tamu itu, katanya mau ambil cincin tuan Daniel, memang tuan Daniel mau menikah dengan anaknya kali." sombong dia


Pelayan yang bernama Sinta datang mendekat.


"Ada yang bisa saya bantu nyonya, nona?" tanya Santi dengan sopan.

__ADS_1


"Saya cuma mau mengambil cincin pesanan atas nama Daniel Alexander." ucap Aleena.


"Ada bukti surat pesanannya nyonya, maaf bukan apa apa, itu memang prosedur toko ini, takutnya ada penipuan, jadi kami harus waspada." jawab Santi sopan dan ramah.


"Oke, kamu sudah bekerja dengan baik nak, pertahankan kinerja seperti ini kalau masih mau bekerja di sini." jawab Aleena dengan melirik pelayan seksi yang melayani pembeli kaya.


"Panggilkan Saja satriya manager toko ini, dia akan faham siapa kami!" ucap Aleena dan meminta di panggilkan Satria saja .


"Baik nyonya, saya akan panggilkan pak Satria, sebaiknya nyonya menunggu dulu di ruang tunggu, mari saya antar!" Santi mengantar keduanya ke ruang tunggu, Santi yakin kalau nyonya ini bukan orang sembarangan, karena sudah mengenal Satria dan juga tuan Daniel.


"Eh mau dibawa kemana mereka, mau lo di pecat sudah lancang menyuruh sembarangan orang masuk, disana cuma tempat orang orang Vip."Ketus Pelayan seksi yang bernama Renata itu.


"Maaf, nyonya ini Ingin bertemu dengan pak Satria, lebih baik mbak layani saja pelanggan mbak." jawab Santi agak kesal.


Santi tetap meminta Aleena ke dalam, Ke ruang tamu vip.


"Nyonya, nona, silahkan tunggu disini saja, lebih nyaman, saya akan panggilkan pak satria dulu." kata Santi.


Santi masuk lagi ke dalam ke ruangan Satria.


"Pak Ada ibu ibu ingin bertemu dengan bapak, katanya mau mengambil cincin milik tuan Daniel Alexander, saya minta bukti pemesanan, ibu itu minta langsung di panggilkan pak Satria saja." ucap Santi gugup, takut kalau tindakannya salah.


" Dimana orangnya dan seperti apa dia?" tanya Satria.


"Orangnya cantik dan sederhana." santi menoleh ke arah kanan Satria dan foto Aleena di pajang disana bersama David dan Alex. Santi menunjuk ke pigura tersebut.


"Itu pak orangnya yang datang." kata Santi.


"Satria menoleh dan kaget, ternyata nyonya besar yang datang, dimana dia?" tanya Satria.


"Saya memintanya masuk dan menunggu di ruang tamu, saya yakin dia bukan orang sembarangan." jawab Santi.


"Good job, dia itu nyonya Aleena ibu tuan Daniel, kalau kamu memperlakukan beliau dengan buruk, tamat riwayatmu." kata Satria.


Pemuda itu mengambil sepasang cincin pernikahan yang terukir nama Alex dan Jeni.

__ADS_1


"Sebenarnya tadi mbak Renata yang di tanya, tapi dia malah mengabaikan beliau dan lebih memilih melayani pengunjung dengan penampilan yang wau." kata Santi.


"Biarkan saja, biar nanti nyonya sendiri yang menangani perempuan sombong itu, mentang mentang dia adik Direktur, tapi itu tidak berlaku bagi nyonya dan tuan, ayo kita ke sana, kamu bawa ini, cincin pesanan tuan Daniel.


__ADS_2