
Yulia merangkul Jeni, meletakkan kepala gadis itu di pangkuannya, Yulia mengelusnya dengan lembut.
"Kalau itu terjadi Nak Alex pasti ada solusinya, dia kan pemilik sekolah tersebut, kamu pasti aman, dan tidak akan di Do sayang." Yulia meyakinkan kalau suaminya pasti akan mengatasinya.
" Tapi teman teman, pasti mengolok olok Jeni, dan mengira hamil di luar nikah bun!" takut Jeni.
"Semua itu belum terjadi nak, kamu jangan mendahului takdir Allah, dan bunda yakin semua pasti ada jalan keluarnya, yang oenting sekarang, kamu mantapkan hati kamu, tenangkan fikiran kamu, yakin lah pada dirimu, kalau Jeni yang kuat dan tangguh ini bisa menjalani semuanya dengan baik." hibur Yulia.
"Bun, penggemar om Alex itu kan banyak banget, bahkan salah satunya kakak Jeni si Jesika, dia pasti punya banyak akal bulus untuk mendapatkan om Al, trus ada lagi seorang super model, ada juga putri pengusaha, semuanya cantik dan seksi, bunda tahu bagaimana cara menyingkirkan bibit bibit pelakor itu bun?" tanya Jeni lagi.
"Itu tadi nak kuncinya, buat suamimu betah di rumah, jangan kasih celah untuk adanya perselingkuhan dan Stop para pelakor itu dengan caramu sendiri, asal Alex tidak merespon mereka dan puas dengan servis kita, maka pelakor manapun tidak akan bisa masuk, seperti contohnya papa dan mama, kenapa bunda bisa masuk diantara mereka, ini bukan salah bunda 100% yang menjadi pelakor, tapi kita harus tengok juga bagaimana gambar rumah tangga kita, kalau harmonis, saling terbuka, pengertian nyaman, damai bunda tidak mungkin ada ,dan masuk diantara mereka, kalau setiap hari bertengkar, mempertahankan ego masing masing, maka akan timbul ketidak puasan, dan akan muncul pelakor pelakor itu, entah seperti apa bentuknya." Yulia menasehati Jeni, bahkan menjadikan dirinya sendiri sebagai contohnya.
"Iya bun, terima kasih atas nasehatnya, Jeni akan berusaha dan selalu mengingat nasehat bunda."
"Satu lagi nak pesan bunda, kalau ada masalah dalam rumah tangga, janganlah kau lari dari rumahmu, itu adalah sifat jelek istri, atau kau ceritakan ke orang lain, selesaikan dulu berdua, cari tahu yang sebenar benarnya, contohnya kamu mendapat kabar kalau Alex selingkuh, bahkan dikirim foto atau vidio mesum contohnya, jangan langsung percaya, bicarakan dulu dengan kepala dingin dan cari tahu kebenarannya, banyak di luar sana yang tidak suka melihat kita bahagia, dan melakukan berbagai macam cara untuk mengganggu kita, penyesalan itu datangnya belakangan sayang, jangan sampai kamu menyesal kemudian hari, hanya kerena sebuah fitnah."
Yulia seperti seorang ibu kandung yang akan melepas putrinya untuk menikah, dia sangat berwibawa dan sangat lembut, bahkan dia sudah pengalaman dalam berumah tangga, jadi dia bisa menasehati Jeni, sebelum puteinya itu menempuh hidup yang baru yang lebih komplek, dan juga rumit. Karena faktor usia Jeni yang masih kecil juga, Dia usianya yang masih labil dan masih butuh bersenang senang, jalan jalan,menikmati masa mudanya dia dipaksa untuk dewasa.
"Terima kasih bun, nasehat bunda adalah sebuah ilmu yang sangat luar biasa, Jeni yang masih awam ini, sedikit sedikit bisa tahu dan mengerti bun, dan suatu saat, Jika Jeni butuh pangkuan Bunda apa bund siap?" Jeni memperhatikan wajah sederhana dan ayu itu.
__ADS_1
"Tentu sayang, sebelum bunda tahu kamu adalah anak Mas Joshua bunda sudah menganggap mu seperti putri bunda sendiri sayang."
"Bun, mau tahu sesuatu?" tanya Jeni.
"Bunda adalah pelakor terbaik yang pernah Jeni tahu, bahkan Jeni mendukung pelakor satu ini. hehehe."
"hus pamali, jangan asal ngomong kamu." Yulia menggelitik Perut Jeni, dan mereka cekikikan di ruang keluarga.
Keesokan harinya seperti biasa Jeni, ke sekolah dengan si merah. hari ini akan ada pertandingan basket antar sekolah, SMU Garuda akan melawan SMU Wijaya, yang di katakan sekolah Jeni belum pernah menang melawan sekolah tersebut, terutama tim putri. Sudah beberapa hari latihan keras, dan membuat beberapa strategi yang bagus tim putri siap menghadapi tim basket dari SMU Wijaya. tim Garuda akan di wakili oleh Jeni sebagai kapten, twins D Sari , paula anak kelas 11, serta Rima dan Rosa sebagai cadangan. Jeni memarkirkan motornya di tempat biasa. Ponselnya berdering ada vidio call dari Alex.
"Pagi ol Al, ih pagi pagi sudah kangen saja sama calon bini!" Jeni mulai menggoda.
"Iya dong, sarapan pagi ini sebagai penyemangat, bagaimana sudah sampai di sekolah?" 📲
"Tunggu, tadi bilang apa, coba ulangi lagi! 📲
"Yang mana? doakan jeni ya om supaya menang." jawab Jeni, yang lupa kalau dia sudang mengatakan kata sayang.
"Bukan, tapi diantara om dan supaya menang." ulang Alex📲
__ADS_1
"Yang mana sih, memang Sudah ngomong apa coba?" Jeni jadi bingung.
" itu yang ngomong om sayang, ayo ulangi lagi!" pinta Alex sambil menggoda Jeni yang mukanya sudah merah📲
"Apaan sih, mana ada, udah deh, om kerja dulu sana, itu ada twins D kemari, bisa ketahuan kita om." Jeni mulai mengelak, dan salah tingkah.
"Pokoknya bilang sayang dulu baru aku tutup telponnya." Alex merajuk.📲
"Oke Sa sayang, sudah dulu ya, ini sudah mau mulai pertandingannya muah. Jeni mematikan sambungan telpon tersebut sebelum twins D kepo.
Di ujung sana, Alex juga tersenyum gembira, ternyata menyenangkan, menggoda calon istrinya tersebut.
"Dia memang lucu dan polos, sepertinya aku memang mulai menyukainya, semoga kamu memang beda dari yang lain, dan yang terbaik untukku, Jeniku, my little wife." Batin Alex sambil melangkah ke mobilnya dengan perasaan yang berbunga bunga.
Semua itu tak luput dari pandangan Aleena, wanita setengah baya itu, ikut gembira melihat putranya sudah kembali seperti dulu lagi, dan membuka pintu hatinya untuk seorang gadis badung yang polos dan apa adanya.
"Semoga ini adalah awal kebahagiaanmu Lex, sudah cukup lama kamu menderita karena ulah wanita, kini saatnya kau berbahagia karena seorang wanita pula,Jeni mama akan mendukungmu untuk mendapatkan hati putra mama itu." gumam Aleena.
"Kenapa sih ma, sepertinya senang sekali?" tanya David yang mengagetkan Aleena saja.
__ADS_1
"Ih papa ngagetin mama saja, itu loh ma, mama lihat Alex senyum senyum sendiri dengan telpon, dan dia berangkat ke kantor dengan bersenandung, mama sangat senang, semoga gadis itu bisa mengembalikan Alex kita yang dulu, yang ceria dan penuh kasih sayang." jawab Aleena.
"Iya ma, semoga saja, tapi wanita serakah itu akhirnya mati sesuai dengan kejahatannya, bahkan Perusahaan papa, yang diambilnya juga terbakar menjadi abu bersama mereka semua. serta Roni sang ayah tiri itu gila dan bahkan kedua kakinya juga patah." David mengingat kakak tirinya yang menjadi dalang dari peristiwa masa lalu itu.