
Jeni keluar kamar mandi dengan canggung. Dia sangat cantik dengan dress yang di kenakan nya, wajahnya polos tanpa polesan apapun, wajah alami yang mengesankan untuk Alex, pemuda yang baru saja meneguk madu surga itu, memandangnya tak berkedip, tapi Alex dengan segera bisa menetralkan hatinya, dia mengalihkan pembicaraan, supaya tidak canggung.
"Ini mukena untukmu, kau sholat saja dulu di sini." ucap Alex.
Jeni menerima mukena itu, dan segera menjalankan kewajibannya sebagai muslim. Alex terus memperhatikan calon istrinya itu dengan inten, Alex sungguh tidak menyangka kalau dia berubah menjadi bidadari, cuma dengan berganti pakaian saja.
Setelah selesai mereka keluar dari kamar hotel tersebut.
Di bawah, Josh, Yulia dan bi Surti juga sudah sampai hotel, meraka segera keluar dari mobi dan berjalan menuju ke ruang informasi, tapi sebelum sampai disana ketiganya di kejutkan oleh pemandangan yang sungguh luar biasa di luat pintu hotel Golden. Terpampang jelas wajah, bukan wajah saja tpi seluruh anggota badan mantan istri Joshua dan selingkuhannya diikat dalam keadaan polos sempurna di sana.
"Astagfirullah" ucap Yulia dan bi Surti secara bersamaan, dua perempuan itu segera memindahkan arah pandang mereka, sungguh sangat menjijikkan.
Joshua awalnya kaget, tpi kemudian berubah menjadi jijik dan muak, dalam hati dia mengucap terima kasih kepada siapapun yang melakukan ini.
"Pa, tolong pa, mama di jebak pa, anak perempuan mu telah menjebak ku hik hik." Yola menangis dan meronta.
Joshua mendekat, seperti ingin menolongnya tapi ternyata sebuah tamparan mendarat di pipi putih yang kini sudah bengkak, darah mengalir di sudut bibir Yolanda.
Pelaak. suaranya sungguh memilukan.
"Dimana putriku?" bentak Joshua
"Aku tidak tahu pa, kenapa kau tega melakukan semua ini padaku huhuu.Tangis Yola.
"Simpan saja air mata buaya mu itu, katakan dimana Jeni?" Josh sudah geram, dia yakin kalau wanita itu sudah berbuat sesuatu pada putrinya.
__ADS_1
Yolanda juga geram pada josh dan ikut nyolot.
"Aku sudah menjualnya,pada om om hidung belang, pasti dia sedang bersenang senang di salah satu kamar disini kamu puas!"Yola meninggikan suaranya, usahanya gatol alias gagal total. Josh kembali mendaratkan sebuah tamparan padanya.
" Brengsek, wanita jalank, murah han, kau sudah tidak pantas lagi menyandang nama ibu, kau sudah mencoreng keagungan nama tersebut, dimana otakmu kau simpan ha, tega teganya kau menjual putri kandungmu sendiri, bahkan kau melahirkannya dengan menaruhkan nyawamu sendiri, tapi kenapa kau menghancurkannya!" Joshua sangat geram.
"Memang itu keinginanku, melihat dia hancur, baru aku puas hahaha." Yolanda tertawa seperti orang gila.
Alex dan Jeni juga sudah sampai beberapa saat lalu, dia syok mendengar semuanya, Yolanda mengakui semua di hadapan Joshua. Jeni menitikkan kembali air matanya di dekapan Alex.
"Non Jeni!" panggil bi Surti yang pertama melihatnya. Wanita tua itu segera berlari arah anak asuhnya tersebut.
"Bi Surti!" balas Jeni, dia juga antusias menyambut pengasuhnya itu lalu mereka berpelukan. Sungguh pagi yang syahdu dan penuh dengan drama dan konflik di Hotel Golden.
Joshua juga segera menoleh dan mendapati putrinya sedang di peluk bi Surti dan Yulia, Joshua melangkahkan kakinya dengan gontai, kakinya lemas bagaikan tak bertulang.
"Hik hik pa." jeni tidak bisa berkata apa apa lagi, lidahnya kelu dan kaku, dia hanya bisa menangis dan memeluk erat papanya.
Alex mendekati Ayah dan anak itu.
"Om, mari kita bicara baik baik, saya ada tempat bagus untuk kita bicara, saya akan menjelaskan semuanya!" pinta Alex
"Tu tuan Daniel?" Alex juga heran bagaimana pemuda sukses itu juga berada di sana.
"Mari tuan, biarkan polisi saja yang mengurus pasangan mesum itu, anak buah saya sudah menelpon polisi." ucap Alex kemudian. Akhirnya Joshua menyetujui saran Alex, dan mengangguk.
__ADS_1
Mereka mengikuti Alex, sementara Jeni masih berada di dekapan Papa ya. Alex sampai di sebuah ruangan, mirip dengan ruang tamu yang cukup mewah.
"Silahkan duduk!" Alex penuh wibawa dan jiwa kepemimpinannya meminta duduk keluarga Josh.
"Tuan Joshua, sebelumnya saya minta maaf, bila nanti dalam keterangan saya, ada yang membuat tuan Josh tidak terima, tuan bisa memukul saya, atau bahkan menghajar saya.'' Ucap Alex. Joshua mengangguk setuju, barulah Alex menceritakan semuanya dari awal dia melihat sampai akhir, tidak ada yang di tambah dan di tutupi.
Joshua, Yulia serta bi Surti Syok mendengar penuturan Alex.
"Maafkan saya om, ini sungguh di luar kendali saya, dan saya berjanji akan bertanggung jawab dan menikahi putri om ini. Saya juga sudah menghubungi keluarga saya untuk kemari.
Joshua kaget, cemas, khawatir, geram serta bahagia mendengar pernyataan Alex. Joshua menggenggam erat tangan Jeni.
"Nak eh tuan sa...! Alex memotong kata kata Joshua sebentar.
" panggil saja Alex." Alex mengoreksi panggilan calon mertuanya untuknya itu.
" Baiklah, nak Alex, saya sebagai seorang ayah juga marah dan kesal pada bak Alex, tapi sekaligus saya juga berterima kasih pada nak Alex, mungkin kalau tadi malam tidak ada nak Alex, bagaimana nasib putri saya Jeni. Nasi sudah menjadi bubur, biar bagaimanapun semua sudah terjadi, dan cuma satu permintaan saya pada anda, tolong bahagiakan putri saya, dia sudah cukup lama menderita, dia terlihat begitu kuat, tapi sepertinya hatinya rapuh, saya diam diam sering melihatnya menangis dalam kesendiriannya, itu semua karena saya sudah lalai dalam menjaga dan merawat putri saya ini nak." Joshua menangis, lelaki itu menitikkan air matanya, kali ini air mata bahagia, karena putrinya akan di sunting seorang Alexander, Josh yakin pemuda ini akan bertanggung jawab pada keluarganya, dilihat dari sepak terjangnya selama ini.
" iya om, tidak berani berjanji tapi akan berusaha untuk membahagiakannya." jawab Alex dengan pasti.
Saat itu David dan Aleena datang ke ruangan tersebut bersama Ronald.
"Ada apa ini Lex, apa yang sudah kamu lakukan nak?" Aleena me dekati putra semata wayangnya tersebut disusul oleh David.
"Kami sudah mendengar semuanya dari Ronald, dan selaku orang tua kami minta maaf pada kalian semua Terutama pada nak Jeni." Ucap Alex penuh wibawa.
__ADS_1
"Bagaimana sayang, mau kan menikah dengan putra tante ini?" tanya Aleena lembut pada Jeni.
"Saya mau tante, tapi tolong pernikahan ini di rahasiakan terlebih dahulu, Jeni masih sekolah, jeni takut akan ada pemberitaan heboh, dan takut di DO, kurang empat bulan lagi, saya lulus tante." Jeni mengajukan syarat kalau pernikahan itu di rahasiakan dulu dari publik, cukup ijab Qabul dulu, dan yang oenting sah menurut agama dan negara.