GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 85


__ADS_3

Sofyan dan Rendi mulai mencoba salah satu tombol hijau. Terdengar suara mesin.


" Halo selamat datang, semoga perjalanan anda menyenangkan, tekan tombol on untuk menyalakan mesin, kemudian tekan tombol hijau supaya kemudi mobil bisa di aktifkan, lalu tekan 1 untuk mode manual, tekan 2 untuk mode otomatis, selamat mencoba."


" Wah keren Sof, mobilnya bahkan bisa bicara. " Rendi masih terkagum kagum dengan interior mobil.


" Deg degan Gue, oh ya kita pakai kemudi manual saja ya, takut salah." ucap Sofyan.


" Iya lo benar, kalau rusak, kita bisa bayar pakai apa, kerja rodi seumur hidup juga tidak akan cukup menggantinya." Rendi menyuruh sofyan menekan tombol 1 supaya bisa di kemudikan secara manual.


Setelah Sofyan menekan tombol 1 maka sofyan bisa mengendarainya. Di dalam mobil dua pemuda itu heboh sendiri tentu saja mengomentari mobil yang mereka naiki, Sofyan juga tidak sengaja membuka atap Mobil Jadi mereka bisa menggoda cewek cewek di jalanan.


"Ren, kita harus mendekati om Alex, lihat dia kaya raya, rumah mewah, mobil keren, tipe cowok setia, dan orang killer, dingin seperti om Alex ternyata lembut dan penuh perhatian, lo lihat tadi dia bucin banget sama Jeni, sampai nangis begitu." kata Sofyan.


"Iya ya, so sweet banget, tapi lo denger tidak tadi kalau Jeni hamil, berarti Om Alex bener sugar dady Jeni?" heran Rendy.


"Dasar dodol, lo tidak denger tadi kalau Jeni istrinya, mana tuan dan nyonya besar juga perhatian banget padanya, beruntung ya nasib tu bocah." jawab Sofyan.


"Iya lo bener, kata Dina, Jeni tuh sudah tidak mendapat perhatian dari ibunya, bahkan sering di bully dan saudara yang lain." imbuh Rendy.


Sementara Ambulan sudah sampai di Rumah sakit keluarga Alexander, dan langsung di tempatkan di ruang Vvip, ruang khusus untuk petinggi serta pemegang saham.


Sementara di lain tempat, Jesika dan ibunya mengira kalau pembunuh bayaran itu berhasil.


" Ma, bagaimana ya kalau si bocah sial itu mampus, pasti papa Josh akan sangat bersedih, anak satu satunya telah duluan mati, dan bagaimana dengan Mr Daniel ya, pasti dia sedih banget tu, kacihan." Jesika membayangkan kalau Alex pasti sedih banget dengan kepergian Jeni.

__ADS_1


"Lalu kamu harus bergerak cepat, dekati dua orang itu sekaligus, kamu harus bisa menarik simpati mr Daniel dan juga Joshua." jawab Yola. Ibu dan anak itu berbincang di ruang keluarga rumahnya, mereka tidak akan keluar rumah sebelum mendengar kabar tentang kematian Jeni. Tapi tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumah mereka.


Di luar anak buah David sedang menunggu.


" Siapa ma yang datang?" heran Jesika.


"Tahu, sana lihat!" perintah Yolanda sambil sibuk membenahi kutek kukunya.


Jesika menuju ke depan, membukakan pintu, dia penasaran dan juga ketakutan melihat tiga orang tinggi besar di depan rumahnya.


" Cari siapa ya?" heran Jesika.


" Apa betul ini rumah nona Jesika martin?" tanya Salah satu dari mereka.


"Ada perlu apa ya?" penasaran Jesi.


" Pesan apa ya?" Heran Jesi.


"Kami hanya akan menyampaikannya pada nona Jesika sendiri." jawab dia.


"Jesi siapa yang datang?" tanya mama Yola yang merasa heran dengan kedatangan orang orang itu.


" Ini ma, mereka orang suruhan mr Daniel, mau menyampaikan pesan dari dia." jawab Jesi.


"Kenapa tidak di suruh masuk sih, ayo tuan tuan, kita masuk ke dalam, supaya lebih enak ngobrolnya." Yola, meminta mereka masuk ke dalam.

__ADS_1


" Tidak perlu nyonya, kami disini saja, kalau benar ini rumah nona Jesika, kami cuma mau menyampaikan pesan beliau, untuk mengundang nona Jesika bertemu, beliau bilang mau minta maaf atas ke salah pahaman kemaren, itu pesan beliau, dan meminta kami untuk mengantar anda langsung ke tempat beliau." jawab pengawal itu dengan sopan.


Mata Jesika berbinar mendengar kata kata orang itu.


"Ma, mr Daniel mengundangku, dan mau minta maaf." kata Jesi pada mamanya dengan ceria.


"Sebentar ya pak, saya akan bersiap dulu. " Jesika langsung menyetujui perkataan pengawal.


"Tunggu, tuan tuan, saya harus ikut putri saya, saya tidak ingin terjadi apa apa dengan anak saya, karena kemaren Mr Daniel sudah marah marah pada putri saya dan main pecat orang saja." Tegas Yola yang agak curiga.


" Silahkan Nyonya itu hak anda." jawab pengawal.


"Oh ya satu lagi, tunjukkan ke saya kalau kalian benar benar orang suruhan tuan Daniel! Yola meminta tanda pengenal mereka.


"Ma." rengek Jesika yang tidak suka kalau mamanya terlalu mengintimidasi pengawal itu.


Orang tadi menunjukkan pin di dada kirinya dengan logi AXDR.


" Ini nona tanda pengenal kami, setiap pengawal dan bodyguard Keluarga Alexander memiliki pin dengan logo seperti ini." ucap Orang tadi.


"Oke baiklah, kalian tunggu saja di situ, kami akan berdandan yang cantik, malu kan kalau bertemu orang besar dengan pakaian seperti ini." kata Yola lagi. dia menunjuk ke kursi yang ada di teras.


" Silahkan, tapi jangan lama lama, mr Daniel tidak suka menunggu terlalu lama." jawab tegas pengawal tadi.


Yolanda mengajak Jesika masuk ke dalam, mereka segera mengganti baju serta berdandan menor.

__ADS_1


catatan: maaf ya kak baru up, kemaren dalam perjalanan jauh, tidak konsen buat nulis, malah pusing jadinya 🙏💗💗💗


__ADS_2