GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 42


__ADS_3

Yolanda mencari Joshua sampai di luar, tapi calon mantan suaminya itu lenyap bak ditelan bumi.


"Arhhh, bagaimana bisa dia tiba tiba ada disana, dan mengacaukan semuanya, brengsek, siaal." Yolanda menutup mukanya dengan kedua tangannya, dan tubuhnya limbung di lantai tempat parkir family restoran.


"Jason, bagaimana ini, joshua sudah tahu dan akan menceraikan ku, lalu aku harus apa, bagaimana dengan kita, kalau istrimu tahu akan tambah lebih gawat lagi." ucap Yolanda dengan cemas.


"Kamu juga menceritakan semua pada mantan pacarnya, bagaimana kalau mereka punya hubungan, dan wanita tadi merekamnya." ucap Jason.


"Kita harus melakukan sesuatu, supaya mereka tidak bocor, apalagi hubungan kita terekspos." usul Yolanda.


Oke, sekarang kita pulang dulu, sementara waktu kita tidak usah bertemu dulu, aku akan menyuruh orang untuk melenyapkan bukti bukti itu.


"Oke, aku akan menggunakan si badung itu sebagai umpan dan tameng, tapi beri aku uang dulu untuk membantumu melenyapkan bukti bukti itu." Yolanda masih mementingkan uang, sementara nasib pernikahannya sudah di ujung tanduk .


Jeni dan temannya puas dengan liburan kali ini, mereka semua sangat menikmati dan berterima kasih kepada mr David sekeluarga yang sudah menyambut dan menjamu anak anak nakal tersebut layaknya keluarga sendiri.


"Tante terima kasih banyak atas semua yang sudah om dan tante lakukan pada kami, disini kami hanya merepotkan dan bikin rusuh." ucap jeni sambil berpamitan pada Aleena dan David.


"Iya sayang, tante dan om sangat senang, tempat ini jadi ramai dengan kehadiran kalian. Kalian bisa lihat kan punya satu anak saja orangnya dingin ,nanti nex waktu kita agendakan lagi acara kumpul-kumpul ya, kita barbeque an." Aleena merasa berat melepas anak anak yang menyenangkan dan smart itu.


Kali ini Jeni bergabung dengan rombongan twins D.


Di sepanjang jalan ada saja keseruan mereka, menyanyi mengobrol, bahkan sempat sempatnya mereka meminta pak sopir untuk berhenti hanya untuk foto selfie di tempat tempat yang bagus. Malam hari rombongan itu baru sampai di Rumah twins D, Rendi dan sofyan, pulang dengan mobil masing masing, sementara Jeni menulis pesan untuk Joshua.


("Pa jemput Jeni dong di rumah Dona!")

__ADS_1


Joshua yang sedang duduk melamun di teras rumah Yulia, segera berangkat menjemput putrinya.


"Sayang, mas jemput Jeni dulu, dia sudah kembali dari bogor!" pamit Joshua .


" iya hati hati, dan jangan langsung memberitahukan dia ya ,pelan pelan bicaranya, anak itu baru saja menempuh perjalanan jauh, tingkat emosinya tinggi." Yulia mengingatkan itu pada Josh.


Joshua mengangguk, Yulia juga menyalami suaminya dengan takzim.


joshua menjemput Jeni dan mengajak putrinya tersebut makan malam di rumah makan seafood, karena seafood makanan favorit Jeni, persis seperti dirinya.


Jeni berbunga bunga, begitu membaca nama restoran itu.


"Papa tahu saja, kesukaan jeni." gadis itu memeluk josh dan menggandeng tangan pria itu dengan semangat.


Jeni memesan beberapa menu kesukaannya, terutama udang. Sambil menunggu pesanan datang, Jeni memandangi raut wajah ayahnya yang suram dan sendu, seperti sedang menanggung beban yang sangat berat.


"Tidak nak, ini semua bukan karena mu, kamu adalah sumber kebahagiaan papa, bukan kamu saja yang akan pergi, itu makanan kita sudah datang ayo makan dulu baru cerita." Joshua mengalihkan pembicaraan mereka, pas dengan datang nya pesanan mereka.


Jeni membenarkan ucapan ayahnya, lebih baik kita makan dulu, daripada nanti nafsu makan bisa hilang.


Jeni dan joshua menikmati makan malam mereka dengan hangat. Setelah selesai makan, Jeni mulai membuka suaranya menanyakan masalah yang papanya hadapi.


"Papa menalak mamamu tadi siang." jawab josh jujur.


"Talak, papa yakin, perbuatan itu sangat di benci Allah pa, walaupun halal hukumnya, papa jangan memutuskan sesuatu karena Emosi. Jangan hanya karena Jeni, papa menalak mama." Jeni menasehati papanya untuk tidak buru buru.

__ADS_1


"Tidak nak, keputusan papa sudah bulat, dan bukan karena kamu papa menalak mama."


joshua membuka Vidio cctv percakapan Yolanda di restoran tadi siang.


Jeni melihat rekaman cctv itu dengan seksama, gadis itu syok melihat kenyataan baru yang baru saja mereka ketahui, semua di tutup rapat oleh Yolanda.


"Jadi, Jeni dan kedua kakak, saudara seibu dan beda ayah, dan mama menjadikan papa kambing hitam dan tumbal mereka." Jeni tidak habis fikir kalau mamanya itu ternyata seorang iblis, dulu dia sangat berharap akan kasih sayangnya, tapi melihat semua kenyataannya, dia jadi ilfil dengan wanita itu.


"Lalu sekarang papa tinggal dimana?" tanya jeni.


"Maafkan papa, papa juga bersalah, dalam waktu sebulan ini papa menikah dengan mantan papa, dan kebetulan kejadian itu tepat berada fi restoran Yulia, istri kedua papa, dan papa ada disana waktu itu." jelas josh dengan rasa cemas, kalau Jeni akan marah padanya.


"Kalau itu yang terbaik, Jeni ikut apa yang papa putuskan, semoga dia bisa membahagiakan papa." jawab Jeni.


"Tidak papa saja nak, tapi kita berdua, papa yakin Yulia akan menyayangimu seperti putrinya sendiri." Joshua mengusap kepala putrinya lembut.


"Jeni akan ikut kemana papa akan pergi dengan satu syarat, bi surti juga harus ikut, dia yang selama ini mengasuh dan merawat jeni dengan baik, kalau bi surti tidak boleh ikut, lebih baik Jeni membawanya ke bengkel, atau rumah singgah, kami akan tinggal di sana." Jeni akan mengikuti papa josh pokoknya bi surti juga harus ikut serta.


"Iya sayang, papa juga sudah menganggap bi surti sebagai kakak papa sendiri, dia malah yang lebih mengerti apa yang papa butuhkan daripada mama kamu, papa sayang padamu nak." Josh memeluk putrinya, lalu mereka pulang ke tempat Yulia.


Yulia menyambut kedatangan suami dan anak tirinya, mereka kaget dengan apa yang di lihat.


" bu Yuli." panggil Jeni pada donatur rumah singgahnya, bu yuli sering mengirimkan bahan bahan makanan serta mengajak anak anak jalanan makan di restorannya, bu Yuli adalah sosok yang di banggakan oleh Jeni.


"Jenifer, ya Allah, jadi putri mas josh yang bernama Jeni itu kamu nak!" Yulia sangat senang mengetahui kenyataan, bahwa gadis remaja yang sering di ceritakannya itu adalah anak dari joshua.

__ADS_1


Yulia memeluk jeni erat, ternyata di balik ketangguhan gadis itu, memiliki nasib yang menyedihkan.


"Ya Allah nak." dia mengusap wajah Jeni dan mencium keningnya layaknya seperti seorang ibu kepada putrinya, lalu menggiring Jeni masuk ke rumah mini malis itu, bahkan tidak menghiraukan keberadaan joshua disana. Josh hanya geleng geleng kepala dan merasa bahagia ternyata keduanya sudah saling kenal.


__ADS_2