GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 94


__ADS_3

Setelah Keadaan Jeni membaik, dia dan Alex menuju ke ruang dr kandungan untuk USG kandungan Jeni, mengetahui umur dan kesehatan si buah hati mereka.


"Nyonya muda, silahkan!" dokter yang bernama Diana itu meminta Jeni berbaring di ranjang, seorang suster menyigap sedikit pakaian Jeni dan mengoleskan Gel ke perut Jeni. Dr Diana menggerak gerakkan sebuah alat di perut Geni, hingga nampak sebuah bulatan kecil seperti biji kacang polong di sana. Dr Juga memeriksa detak jantung dedek bayi barulah Dr Diana menjelaskan semua yang ada di layar 3 dimensi di depan mereka.


"Tuan muda, nyonya muda, itu adalah gambar calon bayi kalian, menurut perkiraan, usianya baru 2 minggu, jadi akan tampak sangat kecil seperti segumpal daging, tapi jantungnya sudah terbentuk, panjang janin masih sepanjang 0,01–0,02 sentimeter yang terdiri dari dua lapisan sel, yaitu ektoderm dan endoterm yang akan menjadi cikal bakal organ tubuh, dalam usia ini, kesehatan ibu dan janin harus ekstra diperhatikan, karena masih sangat rentan."Dr Diana menjelaskan semuanya pada calon mama dan papa itu.


Mereka mendengarkan dengan seksama penjelasan Dr Diana.


" Dok, ini kan anak pertama kami, dan usia istri saya masih sangat muda, apa ada tips khusus untuk ibu dan anak?" Tanya Alex.


" Tidak ada tuan, biasanya di usia nyonya muda, moodnya yang harus sering di kontrol, serta menjaga asupan gizi untuk ibu, supaya janinnya kuat, kalian bisa lihat lihat di Google, tentang kehamilan, mulai dari tri semester pertama sampai ke tiga, pantangan serta hal hal yang boleh dan yang tidak bagi ibu hamil, kalau ada yang tidak di mengerti bisa bertanya kepada saya nanti, nomer saya selalu aktif dan anda adalah prioritas utama bagi kami, tim dokter nyonya." ucap Dr Mila.


"Terima kasih dok, saya akan mengingat dan mempraktekan semua saran dokter." jawab jeni.


"Ada yang masih di tanyakan tuan, nyonya mengenai kehamilan?" kata Dr Diana.


"Ada dok, apa selama istri saya hamil, kami masih bisa melakukan hubungan badan?" tanya Alex.


"Boleh tuan Asal, asal di kurangi porsinya, cari posisi yang nyaman untuk ibu dan anak, dan di lakukan dengan lembut dan perlahan." jawab Dr Mila, sementara Jeni mencubit Perut Alex.


" Au, tidak apa apa sayang, ini penting untuk ditanyakan, bisa bisa suamimu akan puasa selama 9 bulan plus waktu nifas, bisa mengkerut Arjunanya sayang." jawab Alex. Dr Diana tersenyum geli sambil menggelengkan kepalanya.


" Bagaimana kondisi luka nyonya muda?" tanya Jeni.

__ADS_1


" Dok, jangan panggil nyonya ya, kayaknya kurang nyaman di dengar, panggil Jeni saja, supaya kita lebih akrab." Jawab Jeni.


"Tapi." Dr Diana ragu, dia menoleh ke arah Alex untuk mencari jawaban.


" Dokter turuti saja kemauan istri saya, anda bisa panggil dia Jeni atau non, supaya kesannya tidak terlalu tua, kalau nyonya kan identik dengan ibu ibu paruh baya." jawab Alex.


" Baiklah, saya akan memanggil nona Jeni saja kalau begitu." ,dr Diana setuju dan dia manggil Jeni tidak nyonya lagi seperti tadi.


Setelah urusan dengan Dr Mila selesai, mereka kembali ke ruangan Jeni, bersiap siap untuk pulang ke rumah, disana sudah ada Aleena yang menunggu, karena selama hamil dan melahirkan, Mereka akan tinggal lagi di mansion Alexander.


"Sayang bagaimana, perkembangan janinnya?, maaf ya tadi mama terlambat datangnya jadi tidak tahu deh perkembangan calon cucu mama." kata Aleena dengan melas.


"Alhamdulillah sehat ma, semua bagus." jawab Jeni.


" Mama sudah bereskan semuanya, dan kita bisa pulang hari ini sayang." Ucap Aleena.


" kak Jesslin mendapat musibah, dia akan diperkosa Ayah kandungnya sendiri Jason, ketika pulang ambil baju." jawab Alex.


"Apa, kok bisa bukanya dia diantar pulang pak Ron, dan kesana cuma ambil baju doang?" Cemas Jeni.


"Jesslin meminta Ronald pulang, tidak enak katanya, tapi untunglah, ponsel Jesslin jatuh di mobil Ronald, membuat di kembali ke rumah itu, dan menolong Jesslin."


"Alhamdulillah, berarti misi bejat Jason gagalkan, trus orang itu harusnya diapakan sekarang, geram aku kelakuannya sudah di luar batas." (jeni).

__ADS_1


Alex menceritakan semua kejadian sore tadi sambil berjalan ke tempat parkir sementara Jeni berjalan bergandengan tangan dengan Aleena.


" Ronald menghajarnya hingga babak belur lalu di bawa pengawal ke kantor polisi, sekarang proses interogasi dan pernyataan keterangan Saksi, jadi papa dan Ronald menemaninya, Jesslin masih depresi dengan kejadian itu." (Alex)


"Heran mama, pasangan itu memang lebih buruk dari binatang, ayah mau memperkosa anak tiri serta anak kandung, ibu kandung juga nau membunuh anak kandungnya sendiri demi sebuah obsesi." (Aleena sangat heran dengan keluarga Yolanda.


" Sayang, untung kamu sudah keluar dari sana, dan mama akan menyayangimu layaknya anak kandung mama sendiri, jadi kita akan mengulang masa masa dimana kamu tidak mereka pedulikan, dan mama yang akan menebus semuanya." ucap Aleena dengan lembut.


"Terima kasih ma, mama its the best pokoknya." Jeni memeluk Aleena dan mencium pipi Aleena. Pemandangan itu membuat Hati Alex adem, ibu dan istrinya sangat akur, bahkan sudah seperti ibu dan anak kandung saja.


"begini kah rasanya menjadi pengawal, di suruh bawa banyak barang, bahkan di cuekin oleh nyonya dan nona Alexander." Sindir alex.


Tapi kedua perempuan beda genre itu malah menertawakan serta menggoda Alex.


" Oh kasihan." jawab mereka kompak.


"Haha." Aleena dan Jeni tertawa bareng, sambil mengejek Alex yang memang Sudah seperti pengawal saja.


"Yah malah di tertawakan, di sukurin lagi." cemberut Alex. sebenarnya Alex tidak marah dan mengeluh, dia cuma menggoda dua wanita yang paling dia sayangi dan cintai, mama Aleena adalah cinta pertama Alex sedangkan Jeni adalah cinta terakhirnya.


Sampai di tempat parkir, Alex membukakan pintu mobil bagian belakang untuk mereka, sedangkan dia memasukkan barang barang Jeni ke bagasi. Alex menggelengkan kepalanya sambil tersenyum bahagia, walau dia harus menjadi pengawal serta sopir pribadi keduanya.


"Haha gue rela jika harus jadi sopir pribadi mereka." gumam Alex.

__ADS_1


Alex mengemudikan mobilnya dengan santai, dia masih ingin menikmati moment indah itu, dia melihat mama Aleena begitu bahagia dan tertawa lepas saat bersama Jeni.


"By belikan es krim rasa stroberi dong, pengen banget!" pinta Jeni, dengan imutnya. Alex tidak bisa menolaknya, dia memarkirkan mobilnya di depan kedai es krim terkenal, menuruti permintaan istri dan calon bayinya.


__ADS_2