GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 72


__ADS_3

"By nanti aku turun agak jauh saja ya, jangan di depan gerbang pas." Jeni mengingatkan kalau mereka berhenti agak jauh saja.


Alex menuruti kata kata Jeni, dia menghentikan mobilnya agak jauh dari pintu gerbang.


"By, aku berangkat sekolah dulu biar pinter, masak istri CEO tidak lulus sekolah kan lucu." Jeni berpamitan mau menuntut ilmu dulu. Alex mengulurkan tangannya untuk di cium layaknya suami yang berangkat kerja. Jeni mencium punggung tangan Alex dengan takzim kemudian giliran Alex mengecup kening gadisnya tersebut.


Kini ganti Jeni yang mengulurkan tangannya.


"Apalagi sayang?" heran Alex.


"Uang saku!" pinta Jeni.


"Kan kemaren sudah aku beri kartu hitam ke kamu, dan bisa diambil untuk uang saku." jawab Alex


"Kan belum sempat ambil duit di ATM by jadi minta uang cash ya, selembar merah saja deh!" melas Jeni.


Alex merogoh sakunya, mengambil dompet dia. mengambil 5 lembar uang seratusan untuk Jeni.


"Satu saja papa, buat jajan ke kantin." ucap Jeni yang meminta selembar saja.


"Sudah diambil saja, buat jajan seminggu nak!" kata Alex menirukan gaya Jeni yang memanggilnya papa, jadi dia menjawab dengan panggilan nak , serta mengacak rambut Jeni.


Jeni menerima dengan senang hati uang tersebut.


"By jangan nyesel ya kalau uangnya habis." Ancam Jeni.


"Habiskan saja kalau bisa." Tantang Alex


"Oke uang hubby akan ku buat mentraktir seluruh cowok di sekolah, haha." Jeni menggoda Alex.


"Sebelum itu terjadi aku akan mengurung kamu di kamar, hanya boleh melihat wajahku seorang." Kesal Alex


"Haha, ngambek dia." Tawa Jeni. kemudian Jeni keluar dari mobil Alex dan berjalan menuju ke gerbang sekolah. Alex meluncur ke Kantornya mengadakan rapat produksi serta membagikan bonus pda para pegawainya yang sudah berjuang keras dalam mempersiapkan pameran tersebut.


Saat sampai di pintu gerbang suara klakson mobil Twins D menggema di belakang Jeni.


"Jeni sayang menghilang kemana saja lo?" teriak Dina dari dalam mobil. Dina keluar dari mobil sementara Dona segera memarkirkan mobilnya.


"Jahat, kemana saja sih, sepi tahu tanpa kamu." celoteh Dina .

__ADS_1


"Peluk dulu dong cayangku." Jeni melebarkan kedua tangannya dan mereka saling berpelukan dan berjingkrak ria, seperti sudah setahun tidak berjumpa, di tampah satu lagi si Dona yang langsung menubruk mereka berdua, sampai akhirnya ketiga remaja tersebut jatuh di lantai tempat parkir.


"Haha, kita seperti Teletubbies saja, berpelukan."Sindir Jeni.


" Bhahaha." mereka malah tertawa ngakak. pemandangan itu tak luput dari pandangan sang primadona sekolah, yang sekarang memiliki julukan baru di mangga palsu.


" Prok prok prok, bagus, si biang onar ternyata sudah masuk sekolah, keasyikan di boking sugar Daddy, masih ingat sekolah ternyata." Sindir Mona.


"Wau, sudah pulih lagi ternyata mangganya, di suntik dimana, korea? tahu gitu minta tanda tangan ya kim soo hyun gue." Jawab Jeni


" Kalau aku Jungkook, kamu don?" tanya Dina ikutan saja.


" Jadi sugar baby saja bangga, lihat gue, wajah gue sudah terpampang di majalah." bangga Mona.


"Oh, majalah dewasa itu to, selamat ya." Jeni malah memberi selamat pada Mona.


"Tidak perlu mengalihkan perhatian, lo barusan diantar sugar daddy lo kan?" ledek Mona.


"Kalau iya kenapa, ngiri lo, apalagi kalau lo tahu siapa dia, nangis kejer lo. dan siapkan tisu yang banyak oke, da Mona."Jeni meninggalkan Mona dan gengnya menuju ke kelas mereka. Disusul Twins D.


"Jen, lo kemana saja sih, pergi tidak pamit pamit, mana lama tidak masuk, 5 hari serasa sebulan tahu tidak?" tanya Dona.


"Hehe gue ke London bareng sugar Daddy gue, ikut pameran berlian." Jawab Jeni jujur.


"Tidak panas Din." ucap Dona.


Dina malah memukul kepala Jeni dengan map yang ada di tangannya.


"Aduh, bisa bego gue di pukul pukul, kdrt nih." jawab Jeni sambil mengelus kepalanya sendiri.


"Makanya ngomong yang bener, viral lagi tahu rasa lo!" kesal Dina.


"Gue jujur bestie, nih ada oleh oleh khusus dari london kalau kalian tidak percaya." jawab Jeni santai sambil melangkah ke dalam kelas.


Twins D langsung berlari memburu Jeni yang sudah duduk di bangku dia. ada Empat kotak dia keluarkan dari dalam tas, masing masing kotak sudah tertera nama Dona, Dina, Rendi, sofyan.


"Beneran lo baru dari London, sama siapa?" tanya Dona lagi yang masih kepo dengan Jawaban Jeni tadi.


"Om Alex, hasil desain berlianku lulus dan di pamerkan di london sana, jadi sebagai desainernya gue di ajak, tuh oleh buat kalian, langsung dari sono." Jawab Jeni.

__ADS_1


"Wih keren Din, si badung sudah sampai london, keren apalagi sama om Al, eh om Ron ada juga tidak?" kepo Dona.


"Ada dong, dimana ada om Al om Ron pasti ngintilin, nempel kaya perangko" Jawab Jeni.


Dina malah asyik membuka kotak hadiahnya.


"Wah don, ada coklat, permen, trus ini harry potter, bagus banget, thank ya bestie." Mata Dina berbinar saat membuka kotak kadonya, dia juga memanggil Rendi dan Sofyan yang baru saja masuk ke dalam kelas.


"Honey, sini ada oleh oleh buat kalian juga." panggil Dina.


Kedua cowok itu juga langsung nimbrung dan mengambil masing masing satu kotak.


"Siapa yang ulang tahun nih?" tanya Sofyan.


"Nih bestie kita baru dapat proyek besar, kecipratan kita." jawab Dona, daripada mulut kembarannya keceplosan dari mana asal usul semua itu, kalau teman kelas yang lain, bisa cepat Viral.


"Iya gambarannya laku keras, baru pameran dia." tambahnya lagi.


Dua remaja laku laki manggut manggut dan membuka isinya.


"Wow keren, ini pasti mahal bro, thank ya beb!" ucap Sofyan.


"Bebek apa bab beb aja." jawab Jeni.


"Hehe bebek cantik mah gak masalah." Sofyan nyengir saja.


"Eh ngomong ngomong kok pada bawa map? map apaan sih?" heran Jeni.


"Oh ini, hari selasa kemaren ada kakak mahasiswa dan mahasiswi dateng kemari presentasi kampus, itu lo di Alexander university, mereka membuka pendaftaran cama baru, nih kalau mau lihat, nanti kita antar ke kantor mengambil formulirnya." Jawab Dina.


"Si Jesslin juga ada, dia mencari lo!" ucap Dona.


Jeni heran ngapain Jesslin mencari dia, biasanya juga mengekor terus kakak dan induknya.


" Kalian beri tahu tidak gue dimana?"


"Ya enggak lah, lha kita saja tidak ada yang tahu, datang ke rumah om josh, lo tidak ada, kata bi surti kamu nya ada fi luar kota, ada urusan penting."jawab Dina.


"Paling hari ini datang lagi mereka, mengambil hasilnya." tambah Dona.

__ADS_1


"Kalian nanti akan kuliah di sana?" Kepo Jeni.


"Ya iyalah, secara di sana itu sudah setara internasional, daripada kuliah di luar negeri di negara kita saja ada yang bagus buat apa lagi." jawab Dina dengan semangat.


__ADS_2