
Jesika yang di larikan ke rumah sakit segera di tangani dokter, dia mengalami depresi, serta kurang cairan dan Gizi, karena selama di dalam kamar, dia tidak memakan makanan yang di berikan pengawal, lambungnya belum terbiasa dengan makanan rakyat kecil, dia langsung muntah ketika melihat makanan yang rasanya cuma asin doang.
Setelah mendapat pertolongan pertama Jesi di pindahkan ke kamar inap kelas 3, satu kamar diisi 10 orang dan hanya di batasi oleh korden atau kelambu saja. Pengawal tersebut memang sengaja menaruh Jesika disana, itu juga atas perintah David dan Alex, supaya dia sadar, segala yang dia mau belum tentu bisa di dapatkan, dan mengajarinya untuk mempelajari gaya hidup orang miskin, supaya lebih menghargai orang lain.
Mereka hanya ingin membuat Jesika sadar, mengingat dia juga adalah saudara Jeni, jadi sebisa mungkin tidak menyakiti fisiknya secara kasar, kecuali untuk yolanda dan Jason, merekalah sumber penderitaan untuk ketiga putrinya tersebut.
Di dalam tidurnya Jesika bermimpi buruk, di sana dia melihat dirinya di cambuk dengan cambuk api bahkan lidahnya di potong, tapi tumbuh lagi, dan begitu seterusnya.
Mimpi Jesika.
" Ampun ampun, kenapa aku disiksa."
" kamu fikir kamu orang yang baik, kamu setiap hari berbohong, mengadu domba, memfitnah orang, mencibir, iri , dengki, semua ada dalam dirimu, siksaan ini akan terus berlanjut selamanya, dan masih banyak lagi yang akan kamu dapatkan disini."
" Ampun, apa tidak bisa aku memperbaiki semuanya, aku tidak mau disiksa terus, hik hik."
" Hanya di dunia kamu bisa memperbaiki semuanya, tidak di sini, semua sudah terlambat, karena hanya balasan yang kamu dapatkan disini, kalau kamu baik, rajin beribadah serta bertaubat, kamu bisa memiliki kesempatan menempati tempat yang di atas itu."
.End.
Jesika baru sadar ketika waktu menjelang malam, dia membuka matanya dan berteriak histeris.
" Aaaaarghh tidaaaaak." Tubuh Jesika masih lemah dia memperhatikan sekelilingnya, atap putih, jarum infus, ranjang rumah sakit dan di sekelilingnya di tutup kelambu.
" Apakah gue sudah berada di neraka, hik hik, selama ini ternyata apa yang gue lakukan adalah dosa, tidak mau sholat, iri, dengki, memfitnah, bohong, bahkan merencanakan pembunuhan, hik hik, Gue akan berubah, gue tidak mau di cambuk, di masukkan kedalam api neraka, apa yang harus gue lakukan." gumam Jesika
__ADS_1
salah seorang pengawal mendekati Jesika, dia mendengarkan teriakan Jesika dan masuk kesana.
" Pak pengawal, ampun, maafkan aku, tolong jangan lagi anda memasukkan saya di sana lagi, aku tobat pak, hik hik, aku orang paling jahat sedunia ini, bahkan mau membunuh adikku sendiri, pak sampaikan pada Jeni, aku akan bertanggung jawab atas semua yang sudah saya lakukan padanya, bawa saja saya ke penjara pak." Jesika berkata sungguh sungguh, air matanya luruh tak dapat di bendung lagi. Dia benar benar menyesal.
" Jangan mencoba menipu kami lagi nona, simpan saja drama anda itu." ucap sinis pengawal.
" Sumpah pak, saya tidak bohong, sekarang juga bawa saya ke penjara, tapi dengan satu syarat, jangan masukkan saya di penjara yang berbeda dengan mama saya, supaya saya bisa fokus bertobat pak." Mohon Jesika dengan sungguh sungguh.
" Oke saya akan menghubungi tuan Alex, hanya beliau dan tuan David yang berhak memutuskan semuanya." jawab Pengawal.
" Iya pak, terima kasih banyak." Jesika bernafas lega, setidaknya dia masih punya kesempatan untuk hidup, minta maaf pada adiknya dan memperbaiki semuanya.
Pengawal segera menghubungi Alex.
"Oke baiklah, bilang padanya nanti setelah makan malam, aku dan Jeni akan kesana." jawab Alex.
"Baik tuan akan saya sampaikan."
Telpon terputus, Alex membicarakan semua itu pada Jeni, di taman, dia sedang menikmati Es krim yang baru di belinya saat perjalanan pulang dari rumah sakit.
"Sayang, maukah kamu menemui Jesika?" tanya Alex dengan lembut.
"Kak Jesi, dimana dia, katakan padanya, kenapa sih dia tega melakukan semua ini, apa salahku padanya by." ucap Jeni sendu.
"Dia berada di rumah sakit, katanya mau minta maaf pada kamu sayang, tapi semua kembali pada kamu, apa mau memaafkannya atau tidak, Dia juga sudah mengakui semua kesalahannya, dan akan di bawa ke kantor polisi." jawab Alex.
__ADS_1
" Iya by, aku akan menemuinya, tapi temenin aku ya." pinta Jeni.
" Iya Sayang aku akan menemanimu, aku juga khawatir, takutnya dia cuma bersandiwara supaya bisa keluar dengan selamat." ucap Alex.
"Keluar darimana?" heran Jeni yang tidak tahu apa apa.
" Setelah kejadian penusukan itu, anak buah papa menyekap mama dan kakakmu itu, berharap mereka sadar, hingga akhirnya jesi sakit." Alex menjawab pertanyaan Jeni dengan Jujur, dia tidak mau istrinya marah karena merahasiakan semuanya.
" Ayo kita tengok kak Jesi by!" ajak Jeni.
"Nanti setelah makan malam, aku tidak mau ku telat makan, dan kesehatan kalian terganggu."ucap Alex.
Setelah makan malam mereka baru berangkat ke rumah sakit dimana Jesika di rawat, Tubuh Jesi masih pucat dan kurus, ruang rawat yang jauh dari kata mewah, bahkan pakaian ya juga sangat sederhana, itu juga pengawal yang membelikannya saat berangkat ke rumah sakit, bahkan tidak ada polesan sedikitpun di wajahnya.
Jeni dan Alex masuk ke sana, Jeni merasa iba dan kasihan dengan kondisi Jesi sekarang.
"Kak Jesi." panggil Jeni.
Jesika yang tadinya memejamkan matanya segera bangun, dia perlahan duduk dari tempatnya, meski pusing dan lemah, Jesi tetap berusaha.
" Jeni, maafkan aku, aku kakak yang kejam, jahat, iri, dengki, dan suka memfitnah kamu, hik hik, ampuni Aku Jen, besok aku akan di bawa ke penjara, dan aku siap mempertanggung jawabkan semua kesalahanku padamu, tapi sebelum itu maafkan aku, hik hik." Jesika meraih tangan Jeni dan hendak di ciumnya, tapi Jeni menolak dia memeluk kakak pertamanya dengan Erat.
"Maafkan aku juga kak, selama ini kita tiga. bersaudara tapi tidak pernah akur, Aku merindukan moment moment seperti ini, kita bertiga saling mencintai, merangkul dan saling melindungi. aku rindu kak" Jeni Juga menangis di pelukan kakaknya, mereka saling tergugu, Jesika tidak menyangka kalau Jeni akan memaafkannya, karena semua yang dia lakukan selama ini sungguh kejam, dan tidak berperi kemanusiaan, sebagai kakak pertama dia hanya mau menang sendiri dan tidak mau mengalah untuk kedua adiknya.
" Kamu tahu dimana Jesslin, aku juga punya banyak salah padanya, hik hik." Jesi juga ingat adik keduanya yang selalu dia kompori untuk membenci Jeni
__ADS_1