
Alex mengaku, kalau jalan nya memang lambat dan kalah dengan Jeni.
"Oke Sayang kita ke spesialis Genetika, aku ada kenalan disana, dan dia ada di rumah sakit ini juga." Alex dengan semangat mengajak Jeni ke ruangan dr Gio ahli Genetika dan kepala rumah sakit Royal.
"Tok tok tok" Alex mengetuk pintu besar tersebut.
"Masuk!" suara berat terdengar dari dalam.
"Selamat pagi Dr Gio, bagaimana kabarnya?" Alex Menyapa sahabat lamanya tersebut.
Dr Gio mendongak dan langsung berdiri melihat Alex yang datang.
"Halo bos berlian, apa kabar?" mereka saling mendekat dan berpelukan ala teman lama yang baru berjumpa.
"Woi, kabarnya kamu mengadakan pameran disini, mana tidak ada undangan untuk Dr kecil ini." goda Gio.
"Sori Bro, semuanya serba mendadak." jawab Alex.
"Wih siapa nih, daun muda?"tanya Gio masih bercanda.
"Kenalkan, Jenifer Istriku!" Alex memperkenalkan Jeni pada Gio.
"Gila ,ternyata Daniel Alexander seorang pedofil, haha." Dia mengulurkan tangannya ke Jeni.
"Gio"
"Jeni." Jeni menyambut uluran Dr muda tersebut, kira kira seumuran dengan Alex, tapi dia bule.
"Dik, normal kan dia?" Tanya Gio bercanda
"Maksudnya?" heran Jeni.
"Terongnya bisa berdiri kan?" goda Gio.
"Sialan, gue normal lah, cuma dia yang bisa membangunkannya, sampai, senggol sedikit saja, langsung berdiri tegak." Jawab Alex semangat.
Jeni mencubit pinggang Alex yang arah pembicaraan mereka sudah melantur.
"Au." Alex mengaduh.
"Bro kami kesini minta bantuan kamu?" Alex memulai percakapan.
"Apa?" heran Gio.
"Lakukan tes DNA antara gue dan Bulan, Cintya mengklaim kalau anak itu anak gue." Jawab Alex.
__ADS_1
"Cintya yang itu?" heran Gio.
"Iya, ternyata dia ada di sini dan menemui kami, mengaku punya anak dari ku. Sebenarnya tadi kami sepakat melakukan tes DNA padanya, tapi kami perlu waspada juga, siapa tahu dia menipu dan memalsukan data.
"Ucap Alex terus terang
"DR siapa yang akan melakukannya, merry, morgan atau Thomas, disini selain saya mereka yang boleh melakukan prosedur tes tersebut." jawab Gio.
"Bukan, namanya Dr Jhon, dia katanya Dr yang selama ini merawat bunga, dan membantu proses nya." jawab Alex.
"Dr Jhon itu dokter ortopedi, bukan spesialis genetika., kalian bawa, sample darah ank itu atau yang lainnya?" tanya Gio.
"Ada dok." jawab Jeni, di mengeluarkan sendok yang ada bekas air liur Bulan, Rambut bulan, dan sisa darah bulan, sewaktu diambil sampelnya tadi.
"Oke ini sudah cukup, dan Kau aku butuh darah kau mr Daniel?" Dr Gio mengambil sedikit darah Alex dan akan dia periksa sendiri.
"Oke, aku sendiri yang akan mengerjakannya, jadi kalian tenang saja." Ucap Dr Gio.
"Kapan hasilnya keluar?" tanya Alex.
"Nanti malam bisa diambil, dan aku akan antar sendiri ke tempat kalian." jawab Gio.
Pasangan itu segera pamit, dengan perasaan lega.
Sementara Jhon bingung, apa yang harus dia lakukan selanjutnya.
" Aku bukan ahli genetika, tapi dokter tulang, aku takut." John meremas tangannya sendiri.
"Cepat lakukan saja, ketik saja kalau 99.9 % mereka ayah dan anak." jawab Cintya.
" Tidak segampang itu, kita harus mendapatkan kertas khusus, tidak hanya asal ketik saja."jawab Jhon.
"Dimana kita bisa mendapatkan kertasnya, atau stempel Rumah sakit.!" Cintya geram, dengan Jhon yang mulai takut.
"Di lab genetika, hari ini dr Thomas yang bertugas, kamu alihkan perhatiannya biar aku yang ambil kertas, dan sampelnya.'Ucap Jhon
" Oke, dr Thomas ya, yang agak lebay itukan, serahkan padaku, kita juga harus menghindari cctv di sana." Jhon mengingatkan Cintya.
Setelah merancang langkah matang, mereka menuju ke lab.
"Tok tok tok, tolong dokter, tolong saya." panggil Cintya dari luar.
Thomas keluar ruangan, masih dengan jas labnya.
"Ada apa nyonya?" heran Thomas.
__ADS_1
"Saya mau melakukan Tes DNA pada anak saya, tapi ayah nya menolak, apa yang barus saya lakukan dokter?" Cintya mengalihkan perhatian dan mereka sedikit menjauh dari pintu lab, dr Jhon segera menyelinap masuk, di harus hati hati dan menghindari cctv ruangan. Setelah mendapat Kertas yang sudah di stempel, Dr Jhon segera keluar, memberi kode pada Cintya kalau misinya sudah berhasil.
Di luar Cintya masih mendengarkan pengarahan dari Dr Thomas yang mendetail.
"Bagaimana nyonya, apa sudah mengerti? tanya Thomas.
"Sudah dokter, saya sudah faham." jawab Cintya dan segera berlalu. Cintya tak sengaja berpapasan dengan Gio di lorong.
"Gio, Gio kan?" panggil Cintya.
"Cintya Kan, pacar Daniel, apa kabar kamu?" tanya Gio yang sudah mengenal Cintya.
"Baik, kamu bekerja di sini Gio?" tanya Cintya penasaran, karena baru bertemu dengan nya.
"Iya, kamu sendiri ngapain di sini, dan bagaimana kabar Daniel, pasti kalian sudah menikah. Jahat sekali kalian, sekedar undangan saja tidak dikirim di tempatku." Gio pura pura belum pernah bertemu Alex.
"Aku kesasar, mau keruang anakku tapi malah kemari, tempat apa ini kok sepi sekali ya." jaeab Cintya mencari alasan
"Ini area laboratorium, kalau ke ruang rawat lewat, sana. Mana Daniel dan anak kalian fi rawat dimana?
" itu, anak kami kecelakaan di rawat di rawat di kamar no 61." jawab Cintya.
"Memang sudah bangkrut apa dia, masak untuk merawat anak sendiri pilih kamar paling murah." geram Gio. Dia penasaran dengan anak Cintya yang di katakan Alex tadi.
"Kami sendiri disini, rencananya mau liburan, tapi Bulan putri kami kecelakaan, nanti kalau Daniel sudah datang, dia pasti akan memindahkannya di ruang vip." jawab Cintya rada kesal, Cintya risih dengan pertanyaan Dr Gio yang beruntun.
"Oke Cin, karena aku masih ada tugas penting, aku pergi dulu, salam untuk Daniel dan putrimu." Gio berlalu meninggalkan Cintya yang sudah merasa tidak nyaman.
Cintya menghembuskan nafas kasar dan segera berlalu dari sana sebelum ketahuan.
Gio pergi ke lab, melakukan tes DNA sahabatnya itu sendiri.
"Prof, kenapa anda sendiri yang menganalisisnya, masih ada kami yang siap membantu anda.? Thomas bertanya heran.
"Ini milik sahabatku Dok, saya sendiri yang harus menjaga dan melindungi hasilnya nanti, oh ya tadi di luar saya melihat ada seorang wanita siapa dia?" heran Gio.
"Oh tadi katanya mau tanya prosedur tes DNA." jawab Thomas.
"Tapi saya tanya katanya tersesat, mana yang betul ,aneh. Dr Thomas coba kamu cek cctv ada yang aneh tidak!" perintah Gio.
"Baik prof." thomas segera mengecek cctv lab, tidak ada yang aneh, cuma ada beberapa saat gambarnya gelap.
"Prof, tidak ada yang aneh cuma beberapa menit doang gambarnya gelap, seperti di tutupi." Jawab Thomas tanpa curiga.
"Oke, lanjutkan saja pekerjaan kamu."
__ADS_1
Gio mengerti kenapa istri Alex tidak mempercayai tes DNA yang dilakukan Cintya, ternyata ini alasannya.