
Joni mengetuk pintu ruangan Alex dengan perlahan. " tok tok tok"
"Masuk saja pak Jon, kmi di dalam, bawa saja makanannya kemari!" pinta Jeni. Dia tidak bisa bangun dari tempatnya karena posisi Alex yang seperti itu. masih mendusel di perut Jeni.
Joni masuk membawa nampan berisi dua mangkok satu sup iga dan satu lagi pentol pedas, Joni juga membawakan jus jeruk teh jasmine hangat. Sekretaris itu baru pertama kali melihat atasannya yang manja dengan istri kecilnya itu, Joni tersenyum canggung melihat kemesraan mereka.
"Terima kasih ya pak, sampean bisa istirahat, biar bayi besar ini saya yang ngurus" Jeni memerintahkan Joni untuk istirahat saja.
"Sayang, kok bayi besar sih." kesal Alex dengan suara lucunya.
Joni segera keluar, tidak mau mengganggu si bos yang lagi asyik bermesraan itu.
"Ternyata nona Jeni yang berhasil menakhlukkan harimau sumatra itu, syukurlah, paling tidak dia sudah jarang marah marah seperti dulu lagi." gumam Joni yang masih tersenyum bahagia.
Jeni menyuapi Alex dengan telaten, tapi Alex tergiur dengan pentol pedas di dekat Jeni.
"Sayang mau itu sepertinya enak." Mata Alex berbinar melihat tampilan merah menggoda pentol tersebut.
" Tapi ini pedas by, kamu masih sakit itu." Jeni memperingati Alex untuk tidak makan pedas.
Tapi Alex yang memang sudah tergiur tidak peduli dengan peringatan Jeni, dia mengambil garpu dan mengambil sebuah pentol pedas yang mantul. Mata Alex berbinar merasakan sensasi yang luar biasa di mulutnya. Alex mengambil lagi dan lagi.
Jeni yang tidak terima Alex mengambil makanannya, jadi. ikut makan sekalian, tidak ada acara menyuapi Alex lagi, tapi sekarang mereka malah merebut pentol tersebut seperti anak kecil.
" Haha, sayang aku seperti remaja seusia kamu saja, berebut pentol, haha tapi seru ya." Alex tertawa bahagia, melupakan kalau saat ini dia sakit.
Jeni sampai sore di kantor itu, menemani Alex bekerja. tapi bukannya menemani dia malah mengganggunya, Jeni tiduran di sofa de depan meja Alex, membuat Alex tidak fokus, malah memperhatikan tingkah istrinya yang lucu.
__ADS_1
" Sayang, aku kok tidak fokus kerja ya, melihat kamu disana, pengennya tak makan sekarang." Gemes Alex.
"Oh ya, yang bener. apa tidak mau coba sensasi baru hubby, bercinta di ruang kerja." Jeni ingin mengerjai Alex, dia yakin Alex tidak akan melakukanya. Dengan nakal Isti kecilnya itu malah mendekatinya, dan duduk di meja kerja Alex. meraba dada Alex yang hanya terbalut kemeja itu saja.
Kucing mana coba yang tidak tergoda kalau ada tikus di depan mata. Alex menarik tubuh Jeni hingga jatuh di pangkuannya.
"Ah, au." Alex yang sudah tergoda itu langsung menyambar bibir polos yang sudah menjadi candunya, Jeni membalasnya dan mengalungkan tangannya di leher Alex, tangan satunya meremas rambut hitam Alex.
Alex segera menekan tombol kunci pintu dengan remote, serta mengaktifkan mode kedap suara di ruangan tersebut. tangan Alex mulai nakal, membuka kancing kemeja seragam Jeni. lalu mengangkat istrinya di meja kerja tersebut.
menyingkirkan kertas kertas yang ada. Dengan segera dia membuang kemeja itu serta menarik kaca mata merah menantang dan membuangnya ke asal tempat, Alex mulai menyusu dan meremas bukit kembar itu.
"Sayang, ini makin besar, padat dan berisi, aku suka." Tapi Jeni malah memejamkan matanya dan sudah mengeluarkan suara merdunya.
Sore itu Alex menuruti ide sang istri yang menginginkan sensasi bercinta di kantor.
Dua sejoli itu bermandikan peluh keringat di sana.
" Ah sayang, kenapa semakin hari rasanya semakin nagih, auh ah ah.sayang sempit ." Alex terus menggoyangkan pinggulnya di depan Jeni, dia dalam posisi berdiri dan istrinya duduk di tepi meja.
" Wau luar bisa, aku keluar sayang." Alex mengeluarkan semuanya di rahim Jeni.
remaja yang sudah menjadi perempuan seutuhnya itu sudah jangan di tanya lagi, dari tadi dia sudah meracau.
Alex Mengecup bibir dan kening Jeni lalu menggendongnya ke kamar istirahat.
Alex membereskan kekacauan yang dia sebabkan tadi dan menelpon Ronald, yang sudah kembali sejam yang lalu.
__ADS_1
"Ron pesankan pakaian untuk Jeni,kasihan bajunya lusuh karena menjagaku! " pinta Alex.
"Iya, menjaga tapi plus plus." jawab Ronald sambil berjalan keluar menuruti permintaan atasannya.
Di bawah, Banyak karyawan yang sudah menyelesaikan pekerjaannya dan menggosip, terutama yang hari ini sedang viral.
Ronald yang mendengarnya, langsung mendekati departemen yang kebetulan dia lewati.
"Maaf semuanya, ini jam kantor, tidak baik kalian membicarakan bos kalian, apalagi yang tidak benar, asal kalian tahu, mr Daniel sudah menikah jadi wajar saja kalau istri beliau kesini, karena mr Daniel sedang sakit. disini tidak ada sugar baby atau sugar dady, mengerti. mr Daniel memang menikah dengan gadis belia, tapi asal kalian tahu saja, dia memang pantas menjadi istri tuan Daniel. kalau masih ada yang membicarakan mereka lebih baik angkat kaki dari sini." ucap tugas Ronald.
"Satu lagi, berlian yang kita pamerkan di London tempo hari adalah hasil karya nona bos, kalau kalian masih bergosip lagi, coba tengok apa kalian sudah lebih baik dari nona Jenifer, camkan itu." Ronald langsung pergi dari sana menuju butik tepat di seberang jalan.
Para Karyawan yang tadi antusias membicarakan pasangan suami istri atasan mereka langsung cikep. Bungkam tak bersuara, mereka kembali ke bilik masing masing dan mengerjakan pekerjaan yang tersisa sambil menunggu jam pulang.
Kepala departemen juga sudah membagikan vidio pernyataan Ronald ke departemen lainnya supaya mereka tidak termakan omongan dan gosip murahan itu.
Mager personalia juga mengusut darimana sumber gosip beredar. sampai akhirnya tertuju ke satu nama yaitu Jesika anak magang dari universitas Alexander. manager memanggil Jesika ke ruangannya.
" Apa Maksud kamu membuat gosip miring tentang tuan Daniel?" tanya manager dengan geram.
" maaf pak, saya tidak membuat gosip tapi saya melihat sendiri tuan Daniel masuk ke lift sambil memeluk Gadis remaja anak SMA pula." jawab Jesika membela diri .
" Apa yang aneh dengan hal itu, banyak karyawan yang saling berpelukan dengan pacarnya bahkan saya sering memergoki mereka malah berciuman di lorong, tapi tidak menjadi viral seperti ini." marah manager
"Tapi beliau atasan dan umur mereka terpaut jauh,perempuan itu baru 18 tahun." bela Jesika lagi.
" Karena kamu sudah mencemarkan nama CEO sekaligus pemilik perusahaan ini, saya akan memberhentikan magang kamu tanpa ada nilai." Geram Manager, karena dari tadi Jesika tidak mau minta maaf, tapi malah ngeyel.
__ADS_1
" Pak tidak bisa begitu, bapak tidak boleh mencabut magang saya, nanti akan saya laporkan ke om David, asal bapak tahu saya ini calon istri Daniel, dan calon istri mana yang terima kalau di selingkuhi dengan wanita lain, bahkan masih sekolah hik hik hik." Jesika mencari alasan yang tepat, bahkan berbohong kalau dia calon istri Alex.