GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 57


__ADS_3

Alex juga sudah menyiapkan rumah yang sudah lengkap dengan maid dan segala fasilitasnya. Rencananya setelah pameran di London, dia akan mengajak Jeni tinggal disana.


Malam berubah menjadi pagi, burung berkicau membuat musik yang indah. pagi itu Yulia segera membangunkan Jeni untuk melaksanakan kewajiban sebagai muslim dan akan di rias, karena sebentar lagi MUA akan datang.


"Jeni sayang, bangun nak, sholat subuh dan kamu juga harus segera di dandani, MUA nya juga hampir sampai." Yulia dengan lembut membangunkan Jeni.


"Ngantuk bun, lima menit lagi ya." Jeni kembali membenamkan wajahnya di bantal empuk itu.


"Tapi sayang, hari ini kamu akan menikah, ayo mandi dulu air hangat, supaya ngantuk nya hilang, bunda tahu tadi malam kamu pasti tidak bisa tidur." kembali Yulia membangunkan Jenifer.


Jeni mengucek matanya perlahan dan membentangkan tangannya ke atas, dia mencoba membuka matanya yang masih lengket, setelah kesadarannya terkumpul dia menuju ke kamar mandi, dan menuruti kata kata Yulia, mandi air hangat dengan aroma terapi, perlahan kantuknya sudah berkurang, setelahnya dia membentangkan sajadahnya dan menghadap Allah, berdoa agar semua di beri kelancaran.


Jeni di dandani oleh MUA kiriman dari Aleena, dan di sulap menjadi bidadari, semua akan pangling melihat Jenifer yang sekarang.


Joshua sendiri yang menyetir mobil,mengantar putrinya ke pelaminan, dia juga tidak mengabari Yolanda, nanti malah akan membuat hancur acara, cukup dirinya, bi Surti dan Yulia yang mengantarkan Jenifer ke rumah mertuanya untuk ijab qabul dan menyerahkan tanggung jawabnya kepada Alex sang suami Jeni.


Mereka di sambut dengan baik oleh Keluarga Alexander, penghulu juga baru saja datang, tidak selang lama dengan rombongan Pengantin putri.


akad nikah itu akan dilaksanakan di taman belakang, acara di buat outdoor.


__ADS_1


Walaupun cuma akad nikah, moment itu tidak boleh cuma asal saja, Aleena sudah menyulap taman belakang menjadi tempat ijab qabul yang Instagramable, sebagai bukti acara sakral tersebut dan kenang kenangan Ronald nanti yang akan menjadi juru kameranya, beberapa saksi juga sudah datang.


Jeni di dudukkan berdampingan dengan Alex, Alex menoleh ke arah bidadari di sampingnya, Matanya terpaku oleh pemandangan indah tersebut, mata Alex sungguh tidak berkedip melihat calon istri kecilnya yang berubah menjadi sangat cantik dan imut, tidak ada kesan bar bar dan tomboy sama sekali.


Penghulu berdehem, membuyarkan lamunan Alex.


"Baiklah, saya akan memeriksa kembali kelengkapan data mempelai, apa masih ada yang perlu di perbaiki atau tidak.


nama mempelai pria Daniel Alexander, Umar 28 tahun,warga negara indonesia, agama islam, sudah pernah menikah sebelumnya?" tanya penghulu.


"Belum." jawab Alex.


"Tidak ada pak." jawab Jeni. penghulu mengangguk, dan melanjutkan pemeriksaannya.


"WNI, agama Islam," ucap penghulu


"Oke nak Daneil dan nak Jenifer, sebelum kita mulai akad ada sedikit yang akan saya sampaikan pada kalian berdua, apakah itu pernikahan, pernikahan bukan hanya pertemuan antara dua manusia yang saling mencintai dan hidup bersama, tidak hanya itu, pernikahan adalah pertemuan antara dua individu yang berbeda, karakter, beda budaya serta beda kebiasaan. Tujuan pernikahan itu  bukanlah untuk mengubah karakter atau pribadi salah satu menjadi seperti yang lainnya. Akan tetapi, masing-masing dituntut untuk bisa menerima perbedaan yang ada sehingga kebahagiaan dan ketentraman bisa terwujud. jadi jika suatu saat dalam pernikahan itu ada selisih, cek cok, pertengkaran kecil itu wajar. jika nanti suatu saat itu terjadi, janganlah kalian bawa masalah keluarga kalian ke publik, di luar sana antara yang suka dan tidak suka pada kita, banyak yang tidak suka, bahkan mereka suka menabur garam di atas luka serta menyalakan api di atas kompor, selesaikan dulu berdua, tentunya dengan kepala dingin.


Dan janganlah kalian membicarakan kejelekan dan kekurangan pasangan kita ke orang lain, tutuplah aib pasangan kalian maka, akan mendapat pahala dan perlindungan dari Allah. Jaman sekarang banyak sosial media seperti facebook, Ig, Twitter, mereka bahkan ada yang mengumbar aib pasangan disana, saya ingatkan, jangan pernah ya nak, apapun itu dia adalah pasangan yang harus di hormati serta kita jaga, kehidupan keluarga kita kelak mau di bawa kemana juga itu kita sendiri yang harus menentukannya ya." Penghulu memberi beberapa wejangan pada calon mempelai.


"Untuk wali mempelai wanita silahkan!" penghulu mempersilahkan Joshua untuk menjadi wali dan menikahkan putrinya.

__ADS_1


Joshua bersiap diri dan memulainya, dia menjabat tangan Alex dengan erat dan mulai mengucapkan akad


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Daniel alexander bin David Alexander dengan putriku Jenifer silviana martin, binti Joshua martin dengan maskawin seperangkat alat sholat, emas murni seberat seratus gram serta uang sebesar dua puluh delapan juta dua puluh dua ribu dua puluh tiga rupiah di bayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Jenifer silviana Martin binti Joshua martin dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Alex melafalkan ijab qabul tersebut dengan fasih dan lantang.


"Sah, sah." ucap para Saksi yang hadir.


"Alhamdulillah wasyukurilah." penghulu sekaligus seorang kyai itu kemudian melafalkan doa untuk mendoakan kedua mempelai supaya rumah tangganya berkah, sakinah, mawadah, warohmah, banyak rezeki dan di karuniai anak yang sholeh dan sholehah.


Acara selanjutnya pemasangan cincin pernikahan, di lanjutkan Alex mendoakan istrinya yang baik baik di atas ubun ubun Jeni, lalu mengecup ubun ubun tersebut. kemudian Jeni mencium punggung tangan Alex sebagai bakti pertama seorang istri pada suaminya.


Terakhir penanda tanganan buku nikah mereka, baru sesi foto bersama keluarga dan jamuan makan.


Saat sungkem dengan Joshua serta Yulia Jeni menangis, terasa ada yang kurang di acara itu, ibu kandungnya tidak ada dan bahkan tidak mengetahui kalau anak bungsunya sudah menikah duluan di banding kedua kakaknya.


"Sabar ya sayang, bunda yakin suatu saat mama Yola, pasti akan memanggilmu dengan anaknya dan bangga memiliki permata sepertimu, dan jangan pernah membenci ya ya!" nasehat Yulia yang selalu bisa Jeni terima dengan baik.


Setelah semua rentetan acara selesai, Aleena mengantar Jeni ke kamar Alex untuk istirahat karena nanti sore mereka akan langsung terbang ke London, untuk pembukaan acara pameran Berlian Alex.


"Sayang ini kamar Alex dan akan jadi kamar kamu juga, semua kebutuhan dan pakaian untuk kamu sudah di siapkan di walk in closet, kamu istirahat ya, karena nanti masih akan menempuh perjalanan yang jauh!" Aleena meminta Jeni untuk istirahat.

__ADS_1


__ADS_2