GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAb 64


__ADS_3

Cintya menangis pilu, layaknya seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya.


"Aku diusir karena menggunakan perasaanku dalam menjalankan misi ayah dan ibuku, hik hik.Tapi aku tetap mempertahankan dia, sebagai tanda buah hati kita, aku sangat menyayanginya walau dia cacat sekalipun, tapi dia sudah mulai mengerti, dan terus menanyakan tentang kamu Niel, tidak kah kau ingin memeluknya, memanggil dia sebagai putrimu hik hik." Cintya masih meracau dan menangis meratapi nasibnya.


"Kenapa kamu tidak datang saat itu, kenapa baru sekarang?" tanya Alex masih dengan mode dingin.


"Aku takut, kalian pasti tidak akan percaya, dan aku juga sadar diri apa yang telah kami lakukan padamu, sebenarnya aku cuma di jadikan alat saja Niel, aku benar benar mencintaimu, bahkan sampai sekarang cinta itu masih berakar kuat dan tidak berubah sama sekali." Cintya kembali menjelaskan semuanya.


"Oke kita lakukan tes DNA untuk lebih jelasnya!" tegas Alex.


"Baiklah, aku akan memanggil dokter yang selama ini menanganinya, dan menanyakan prosedurnya." Jawab Cintya.


"Hemm" jawab Alex singkat.


Buru buru Cintya keluar untuk menemui John, teman kencannya sekaligus dokter Bulan.


"John, tolong aku!" mohon Cintya.


"Ada apa sayang? apa yang harus aku lakukan?" tanya John.


"Tolong buatkan hasil DNA palsu untuk Bulan dan seorang pria dari Indonesia." Pinta Cintya.


"Waduh, ini berat, dan susah menyalahi kode etik sebagai dokter, aku bisa di hukum." jawab John.


" Ini rahasia kita berdua, tidak akan ada sang tahu kecuali diantara kita ada yang membocorkannya." Cintya meyakinkan John.


John menimbang nimbangnya sebentar, dia dilema , harus setuju atau menolaknya, kalau dia tolak dia tidak tega dengan Cintya, wanita yang sudah mencuri hatinya.


"Siapa pria itu?" heran John.


"Dia mantanku, dan aku ingin kembali padanya John, aku bilang padanya kalau Bulan adalah putrinya." jawab Cintya terus terang.


"Lalu aku bagaimana? aku mencintaimu, aku bisa terima Bulan dan mengobati kakinya." jawab John.

__ADS_1


"Tapi aku maunya Daniel John, dan kita bosa seperti biasanya, please, aku akan turuti semua kemauan kamu, jika bisa kembali pada Daniel, dia itu impian setiap wanita, aku tidak mau menyia nyiakan kesempatan ini, please John."Cintya memohon dan memelas pada John. Pria itu tidak bisa berkutik kalau Cintya sudah seperti itu, sama seperti Alex dulu. Wanita ini selalu bisa membuat lawan jenisnya menuruti kemauan dia dengan ketidak berdayaan nya.


"Oke baiklah, tapi hanya kali ini, kamu memintaku berbuat curang, ini tidak baik Cintya, karirku akan terancam." jawab John.


"Iya, cukup sekali ini saja, dan aku janji akan menyimpan rahasia ini, dan tidak akan pernah melupakan kebaikan kamu." Cintya meraih tangan john dan mengecupnya bahkan dia berani mencium John.


Tanpa mereka sadari, Nisa sudah merekam semua percakapan mereka sekaligus mem vidio semuanya.


Cintya dan John menuju ke ruangan Bulan.


Sementara setelah Kepergian Cintya, Jeni kembali mendekati bocah tersebut.


" Hai Bulan kenalkan nama kakak Jeni, kakak dari Indonesia, apa kamu sudah pernah ke sana?" tanya Jeni. Bulan hanya menggelengkan kepalanya.


"Bulan sakit apa, kenapa sampai di rawat disini, apa bulan tidak ingin sembuh dan bermain main bersama teman teman?" tanya Jeni lagi.


"Mau, tapi mama bilang, aku tidak akan sembuh kalau tidak di operasi, tapi uang operasi bulan dipakai mama, katanya penting, jadi operasi bulan di tunda, memang berapa biaya operasi itu kak, apa mahal, padahal Bulan dan mbak mona sudah membantu mama cari uang tapi belum cukup juga." Jawab polos bulan.


" Bulan dan mbak mona datang ke kantor kantor meminta sumbangan untuk operasi kak ,atau ke sekolah, membawa kotak yang ada tulisannya, lalu mereka memberi uang pada Bulan." jawab polos Bulan.


"Astaghfirullah", jwab Jeni dan Alex serempak.


"Mama bilang akan datang papa Bulan katanya namanya Daniel, dia akan menyembuhkan Bulan, apa itu benar kak, apa om itu papa bulan?" tanya bulan.


"Apa bulan belum pernah bertemu dengan papa Bulan?" tanya Jeni lagi sambil mengupaskan buah yang tadi dia bawa, menyuapi gadis kecil itu.


"Ada bapak bapak juga yang mengaku sebagai papa Bulan, namanya Robert, tapi mama marah padanya, karena dia sering minta uang pada mama bahkan memukul mama." jawab bulan lagi.


"Tapi sekarang dia tidak datang lagi setelah kami pindah, tapi ada om dokter yang baik pada Bulan, sering memberi obat dan makanan Bulan." cerita gadis kecil itu pada Jeni.


Obrolan mereka terhenti karena Mona sudah datang membawa sarapan Bulan, lalu tak lama lagi Datanglah, Cintya bersama Dr John.


"Ini Dokter John, dr yang selama ini menangani Bulan, beliau yang akan membantu proses Tes DNA Bulan dan Daniel." Cintya mengenalkan John pada Daniel.

__ADS_1


" Tuan, anda dan Bulan akan diambil sample darahnya, untuk dilakukan tes." kata John.


Dia mengambil peralatan mengambil darah Alex dan juga Bulan.


Kesempatan itu juga dilakukan Jeni, dia diam diam mengambil darah yang masih menetes di jari Bulan, dengan alasan mau membersihkan darah tersebut.


"Kapan hasilnya keluar?" tanya Alex dengan datar.


"Dalam waktu 24 jam sudah keluar hasilnya tuan." jawab John.


"Oke kalau begitu, besok saya ambil hasilnya." ucap Alex, yang kemudian keluar dari sana diikuti Jeni dan juga Nisa yang sudah nempel ke Jeni.


Di perjalanan Jeni meminta Alex untuk bertemu dokter lain.


"By, sebaiknya kita juga melakukan tes DNA sendiri, untuk jaga jaga, kalau hasilnya tidak sesuai." kata Jeni mengemukakan idenya.


"Makannya?" heran Alex.


"By, kamu curiga tidak, dengan Cintya, kamu bilang kalau tidak bernah melakukan anu pada Cintya, kok bisa punya ank dari kamu, dan dari cerita Bulan tadi sepertinya dia sudah merencanakan sesuatu padamu." jawab Jeni.


Alex mencubit pipi Jeni gemas, kenapa tidak kepikiran olehnya, apa yang dikatakan Jeni tadi.


"Pinter sekali sih istriku, kenapa tidak kepikiran ya dari tadi." jawab Alex.


"Memang yang kamu fikirkan kan pertemuan dengan mantan pacar.", cemberut Jeni.


"Sayang."


"By, bukannya tidak sembarang dokter yang bisa melakukan tes DNA, bukannya ada dr khusus ya dan itu adalah spesialis genetika, bukan dr umum atau dr anak?"


"Kamu benar sayang, tapi kita tidak memiliki sesuatu untuk bisa kita jadikan sebagai syarat, misal darah, rambut dll." jawab Alex


"Memang istrimu tadi ngapain saja di dalam, hubby, istri genius mu ini sudah bergerak cepat, tadi sudah ambil rambut bahkan darah Bulan, wlek." Jawab Jeni sambil menjulurkan lidahnya mengejek Alex yang kurang gercep.

__ADS_1


__ADS_2