GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 46


__ADS_3

Monika yang sudah marah, tidak mau mendengarkan penjelasan dari mereka yang terus meronta memohon ampun. Wanita itu mengambil semua fasilitas dari Jason, mulai ponsel, uang, kartu kredit, kartu debet, kunci mobil, bahkan sampai pakaian pun monika sita. Monika bari tahu kalau selama ini dia di selingkuhi bahkan suaminya punya dua anak dengan selingkuhannya, bahkan dengan uangnya Jason menghidupi mereka, bahkan tertutup dengan Rapi.


Monica mencekal dagu Jason, muka nya merah aura gelap menyelimuti wajah wanita tua tersebut.


"Lo sudah berani mempermainkan gue dan pernikahan kita, kurang apa gue ha, semua yang lo inginkan sudah terpenuhi, dan gue paling benci penghianatan!" Suara berat dan mengerikan terdengar di telinga Jason.


"Semua barang barang ini milik gue, jadi gue ambil semuanya." ucap Monika sambil berjalan keluar.


"Mulai hari ini juga, lo tidak berhak atas semua milik gue, dan rumah gue juga najis untuk diinjak sampah masyarakat seperti lo, surat gugatan cerai akan segera dikirim, jadi tunggu saja kedatangannya, jangan sampai tidak menandatanganinya.," Monika meninggalkan kamar hotel tersebut dengan langkah pasti, tidak peduli apa yang dikatakan Jason padanya. Pengawalnya menyeret mereka keluar, bahkan para penghuni kamar lain pada keluar mendengar ribut ribut di luar, dan menyaksikan drama tragis tersebut.


mereka bahkan ikut menggiring dua sejoli yang sama sama telanjang tersebut.


Sungguh kejam dan tanpa ampun bagi mereka. Dua sejoli itu diikat di sebuah tiang besar di depan hotel. bahkan tubuh dua orang itu terpampang jelas tanpa di tutupi sepotong kain pun.


Jesika dan Jesslin yang masih disana berlari ke arah ibunya, mereka segera menutupi tubuh polos mama mereka dengan tubuh mereka.


"Apa yang sudah mama saya lakukan nyonya, kenapa diikat seperti binatang disini." tangis Jesslin.


"Kak hubungi papa supaya menyelamatkan mama, ini pasti salah faham, bukannya harusnya Jeni yang tidur dengannya kenapa mama yang di ikat dan di telanjangi." teriak jesslin.


"Siapa itu Jeni, tidak ada yang namanya Jenin Di Sana, yang ada kedua tua bangka yang sedang main kuda kudaan. Wahai kaum hawa, jangan biarkan suami suami kalian tergoda oleh wanita model model mereka ini." Suara Monika menggelegar, dan juga jangan percaya dengan laki laki modelan seperti ini. lihat itu contoh nyata, pria sok kaya sok tampan itu sebenarnya tidak punya apa apa, dia cuma ke re yang gue pungut, dan gue rawat, bahkan gue nikahi, semua yang aku miliki dia bebas menggunakannya,dan dengan gayanya yang perlente, dia berani beraninya menikung gue dari belakang, dan lihat hasil hubungan gelap mereka. Wanita mana yang terima diperlakukan seperti ini ha." kata Monika lantang.


Para pengunjung hotel mulai geram dan melempari mereka dengan apa yang mereka pegang saat itu.

__ADS_1


Monika sudah mendapat laporan kalau ternyata dari hasil hubungan gelap itu lahir dua anak wanita yang sudah beranjak dewasa dan penampilannya sangat seksi, seperti ibunya.


"Lihat dua gadis seksi itu, mereka itulah hasil dari hubungan gelap mereka dan mengkambinghitamkan pemuda polos dan bodoh untuk menutupi skandal mereka, katakan apa yang harus saya lakukan untuk membalas sakit hati saya ini."


"Di sunat habis saja." ada yang bilang seperti itu .


" Di rajam saja"


Dan lainnya. Jesika dan jesslin syok mendengar kata kata wanita tersebut kalau ternyata mereka adalah hasil hubungan gelap ibu dan pria tersebut.


"Tidak, ini tidak mungkin, aku bukan anak laki laki itu nama ayahku joshua." Teriak Jesika yang tidak terima dengan kenyataan sesungguhnya itu.


"Bagaimana kalau kita biarkan mereka di sana sampai besok, bisa sebagai contoh yang tidak baik, bagi semuanya, kalau kita rajam atau potong terongnya, dia bisa mati, kalau begini kan mereka akan sangat malu dan menyesal, bahkan untuk hidup pun enggan rasanya. dan biarkan polisi yang melepaskan mereka" kata Monika lagi.


Yolanda juga memanggil manggil nama kedua putrinya.


tapi Jesika dan Jesslin yang masih belum percaya atas kebenaran yang mereka dengar langsung pergi meninggalkan hotel, mereka pulang kerumah dengan perasaan campur aduk jadi satu.


"Kak, bagaimana mungkin kalau papa kita ternyata bukan papa kandung kita, hik hik, trus apa benar orang yang tadi papa kandung kita, tidak gue anak papa kak hik hik."


"Gue juga bingung, diam dulu kenapa sih, lgi mikir nih, mana papa josh sudah beberapa hari tidak pulang lagi, di telpon juga tidak bisa, lalu bagaimana bisa Jeni yang kita kirim ke kamar orang itu, kok malah jadi mama yang tidur disana, bukannya tadi mama sama kita!" Heran Jesika, dari tadi dia berfikir tapi tidak nemu jawabannya.


"Entahlah, mungkin ada yang menukar tubuh mereka." jawab Jesslin malas.

__ADS_1


"Lalu dimana bocah itu?" heran Jesika.


"Tahu." jawan jesslin mengangakat bahunya.


Sementara Alex puas, sudah mendapat kabar yang sesuai keinginannya, bahkan hukuman Jason dan Yolanda sangat tragis, jauh dari ekspektasinya. Alex memakai pakaiannya dan tidur di sebelah Jeni, dia siap kalau ketika Jeni bangun nanti gadis itu bakal marah dan membencinya.


Pagi sebelum subuh, Jeni membuka matanya perlahan, dia merasakan seluruh tubuhnya sakit semua, bahkan di area intinya juga sangat perih, Jeni menggeliat tangannya menyentuh muka Alex yang berada di sampingnya, gadis itu spontan berteriak keras, dan untung kamar hotel tersebut kedap suara.


"Aaaaaa" Jeni bangun dan terduduk, dia mendapati tubuh atasnya yang polos, dan dibukanya selimut itu, Jeni lebih syok lagi ketika melihat dirinya tanpa busana sehelai pun.


Alex juga terbangun ketika mendengar teriakan Jeni, dan duduk menghadap ke gadisnya.


"Apa yang om lakukan ke gue?" teriak Jeni.


"Maafkan aku, aku terpaksa melakukannya, aku sudah berusaha mencegahnya tapi semua terlambat." Alex mencoba menjelaskan.


"Katakan apa yang om sudah lakukan ha, hik hik hik."


"Maaf yang seharusnya tidak terjadi sudah terjadi pada kita, kamu tadi malam dalam pengaruh obat perangsang, Yolanda memasukkan obat itu ke minuman kamu, dan mengirim mu ke seorang laki laki paruh baya, aku mencoba menolongmu, dan memberimu obat penawar tapi pelayan hotel memberi obat yang salah, kamu semakin terpengaruh obat itu dan menyerang ku, sebagai lelaki normal, maaf aku tidak bisa untuk menahan lebih lama lagi, aku janji akan bertanggung jawab, kita akan menikah hmm." ucap Alex perlahan berharap Jeni bisa tabah.


"Hik hik hik, gue kotor, gue najis dan hina, hik hik." Jeni memukuli Alex dengan tangannya. Alex segera merengkuh tubuh gadis kecil yang baru saja di perawaninya.Alex mendekapnya erat, membiarkan Jeni menumpahkan segalanya di dadanya.


" Hik hik hik, gue kotor om, mengapa semua ini terjadi, hik hik."Jeni menangis sesenggukan di dada pria dewasa itu, Alex mengelus kepalanya bahkan sesekali mengecup rambut Jeni.

__ADS_1


__ADS_2