
"Hari ini kita free, tidak ada pelajaran bagaimana kalau kita ngemall saja, lama tidak jalan bareng." Ajak Dona.
"Oke, tapi gue tidak bawa motor nebeng kalian ya." ucap Jeni.
"Oke seyengku, setelah ngumpulin formulir kita jalan, oh ya lo mau kuliah dimana, sama ya supaya kita bisa sama sama lagi?", tanya Dona.
" Gue mah cari suami kaya saja deh, ndak perlu mikir kuliah, tinggal ngabisin uangnya saja, haha." Jawab asal Jeni tapi benar.
"Sialan lo, kalau ngomong suka benar." celoteh Dona.
Bel masuk berbunyi, para siswa dan siswi kelas tiga di kumpulkan di Aula sekolah, untuk mengumpulkan formulir dan ada presentasi lagi dari kampus lain.
Dan mengumumkan kalau mulai hari senin kelas 12 akan mulai ujian, mulai ujian semester dan seterusnya sampai UN nantinya, jadi mulai sekarang mereka tidak boleh bersantai ria, dan menambah jam belajarnya, tapi hari ini khusus kelas 12 akan pulang pagi.
"Kantin yuk, kalian sudah positif di Alexander universitas kan atau jalan jalan sekarang, gue yang traktir, mumpung banyak duit bambang!" Ajak Jeni.
Begitu mendengar mau di traktir, twins D langsung semangat 45. mereka diam diam keluar dari sekolah dan cabut ke Mall. Tiga gadis itu kalau ke Mall paling cuma muter muter entah apa yang mau di beli ujung ujungnya makanan dan ke time zone.
"Guys bagaimana kalau kita coba lihat lihat skin care, ya secara kita sudah hampir lulus dan mau kuliah, biar lebih bening lagi lah." ucap Dina.
"Ayo, siapa tahu pak Ronald mau sama gue, hehe." Narsis Dona.
"Ngarep." jawab Dina.
"Beneran lo suka pak Ronald Don?" kepo Jeni.
"Hehe iya, dia dewasa dan aku suka gayanya yang cold seperti om Alex, mereka sama sama tipe Cowok idaman banget."Jawab dona.
__ADS_1
"Kalau lo sungguh sungguh gue bisa bantu lo, kenalan dengan pak Ronald, dia pernah disakiti perempuan dan masih sulit membuka hatinya, dan umurnya sudah 29 tahun, apa lo masih mau?" Jeni memastikan apa Dona benar benar suka dengan Ronald atau sebatas ngefans saja.
"Iya, gue kayaknya jatuh cinta pada pandangan pertama, dan gue memang lebih suka yang matang, bukan yang labil seperti kita, rasanya kita akan aman dan dilindungi gitu." ungkap Dona, kenapa lebih suka Ronald dari pada teman teman sebayanya.
" Oke itu mah gampang kalau sama gue, yuk coba deh, mau coba apa itu skin care biar om Alex makin cintrong ke gua haha." Kelakar Jeni pada mereka yang tidak tahu saja hub Jeni dan Alex.
"Ih penasaran gue, emang kalian jadian, ih cerita dong, bagaimana perjalanan ke London kemaren trus bagaimana, apa om Alex nembak lo, jadi pengen tahu bagaimana cara om killer nembak anak badung, sinting pula ini?" kepa Dina. Bahkan sampai menarik narik seragam Jeni saking penasarannya.
"Mau tahu apa mau tahu banget?" Tanya Jeni.
"Banget" jawab keduanya.
"Tapi kalian jangan marah ya, kalau gue cerita semuanya ke kalian, dan please jangan pernah ceritakan ke siapapun juga." Jeni akan menceritakan pada mereka kalai mereka janji tidak akan membocorkan rahasia ini.
Twins D saling memandang dan mereka mengangguk bersama.
"Oke kami janji tidak akan marah dan tidak akan membocorkan rahasia pada siapapun juga, hanya kita bertiga yang tahu." ucap keduanya kompak.
" baiklah setelah ini kita ke kafe di sana, gue akan ceritakan semuanya, dan ada hubungan apa antara gue dan Om Alex." Jeni berjanji setelah belanja dia akan bercerita semuanya, karena Jeni merasa tidak enak kalau terus berbohong, karena dari kecil hanya twins D yang menjadi sahabat dia baik dalam susah maupun senang.
Setelah melihat lihat skin care yang bagus, mereka mencoba satu merek yang sudah famous, dan tingkat kepercayaan masyarakat sudah tinggi, mereka membelinya.Barulah mencari sebuah kafe yang nyaman.
Mereka mencari tempat yang agak menjauh, supaya lebih leluasa bercerita.
"Sekarang lo cerita, sambil ngemil!" pinta Dona.
" Gue dan om Alex sudah married hari minggu kemaren." Jeni mulai angkat bicara.
__ADS_1
"What!" Twins D kaget dan reflek berteriak mendengar pengakuan Jeni.
"Maaf, tidak mengundang kalian, gue takut kalian tidak akan mau berteman dengan gue lagi."Ucap Jeni lirih.
"Serius lo dan om Alex sudah menikah ,gila ini berita yang sangat mengejutkan trus ?" kepo Dona.
"Pernikahan kami masih di rahasiakan karena gue takut di keluarkan dari sekolah." jawab Jeni.
" Ya nggak mungkin lah kalau lo dia keluarin, secara sekolah ini milik mertua lo." Dona memukul bahu Jeni.
"Ya kan waktu itu gue tidak kepikiran sampai sana, gue yang meminta untuk dirahasiakan saja, yang hadir cuma keluarga terdekat , bahkan mama Yola, Jesika serta Jesslin tidak ada yang tahu, gue khawatir mereka akan mengacaukan acara ijab qabulnya, kan selama ini Jesika sangat menyukai Om Alex."
Jeni menyeruput jus Jeruk tersebut dan kembali bercerita lgi.
" Bagaimana ceritanya lo tiba tiba sudah nikah saja dengan om Alex, kapan pacarannya?" heran Dina.
" Menikah itu tidak hanya kerena cinta, ada membuatkan kue sekaligus.
"Iya benar, bahkan pertemuanku dengan om Alex bisa dihitung dengan jari tangan kita, kalian ingat waktu papa mencari gue tapi tidak ada di tempat kalian, lalu setelah itu gue sakit, disanalah awal kejadiannya. Setelah dari puncak, gue di jemput papa di rumah kalian, dan di bawa pulang di rumah Bunda Yulia, papa menjelaskan semuanya."
"Iya lo sudah cerita waktu itu." jawab Dina.
"Keesokan harinya gue pulang ke rumah untuk mengambil pakaian dan membawa bi Surti, saat itu gue di hadang oleh nyokap, dia meminta maaf dan mengajak gue ketemuan di Star hotel. katanya mereka akan meminta maaf, dan mau menerima gue sebagai bagian dari mereka. Tanpa curiga gue berang met me hotel yang mereka sebutkan malam itu. Tapi mereka ternyata sangat licik, minuman gue mereka beri obat perangsang, dan akan menyerahkan gue pada Si Jason."
"What obat perangsang dan lo mau di serahkan ke Jason, siapa jason, dan apa yang terjadi selanjutnya Jen?" Tanya dona.
"Jason itu selingkuhan mama yang pernah gue ceritakan ke elo waktu itu, Mereka meminta orang untuk membawa gue ke kamar Jason, tapi untunglah om Alex dan om Ronald ada di sana, mereka hanis meeting, dan menyaksikan sendiri memasukkan. sesuatu me minuman tersebut." Jeni mengambil nafas dalam dan buang perlahan,lau kembali dia meneguk jus miliknya.
__ADS_1