
Indonesia, akhirnya pasangan uwu itu kembali pulang ke tanah Air, tapi Alex tidak mengajak Jeni ke rumah orang tuanya, dia membawa Istri kecilnya itu Di rumah baru mereka, rumah yang sudah disiapkan Alex beberapa hari sebelum mereka menikah.
"Selamat datang di hunian baru kita tuan putri." Alex membukakan pintu lebar untuk Jeni.
"Ini Benar rumah kita sendiri By?" tanya Jeni dengan mata berbinar. Rumah yang disiapkan Alex sangat dia banget, semua karakter mereka ada disini, terkesan dingin tapi sangat nyaman.
"Keren, horang kaya mah bebas mau beli rumah, beli apa, tinggal beli saja, by kamu bisa saja memilih semua ini, lihat aku suka banget, ini adalah impian aku banget by." Jeni bersorak gembira dia berlarian kesana kemari , memeriksa setiap sudut ruangan. sementara Alex hanya mengikutinya dari belakang. Ronald juga sudah balik ke rumah utama, karena david juga yang meminta Ronald tinggal di rumahnya, mereka sudah menganggap Ronald seperti putra mereka sendiri dan Kakak Alex.
"Bagaimana hem suka?" tanya Alex sambil memeluknya dari belakang.
"Banget, banget pokoknya." Jawab Jeni antusias.
"Kamu boleh merubah semua yang ada di rumah ini sesuai dengan keinginan kamu, sesuai dengan selera kamu, hmm!" ucap Alex .
"Kamar kita dimana?" heran Jeni.
"Ada di atas, tempat pribadi kita semua ada di atas, kamu lihat saja nanti, pasti akan lebih menyukainya." bisik Alex
"Oh ya." Jeni segera naik ke lantai atas tanpa mempedulikan Alex, dia sudah sangat penasaran dengan lantai atas yang Alex bilang akan membuat Jeni lebih menyukainya.
"Om Aaaleeek, hubby kereen abis." Teriak Jeni dari atas. Alex dengan santainya menapaki tangga rumahnya satu persatu.
Hunian om Alex dan Jeni.
"Bagaimana, suka kan?" tanya Alex.
Jeni langsung menghambur memeluk suami tercintanya, karena tahu banget dengan kesukaan Istrinya.
"Muah muah muah, Lope lope pol deh pokoknya." Jeni menciumi semua wajah Alex hingga basah.
"Haha basah semua." tawa Jeni riang seperti anak kecil saja.
__ADS_1
Alex tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Alex mengangkat tubu Jeni menggendongnya ala kanguru dan selanjutnya yang terjadi gitu deh.
🍁🍁🍁
Pagi ini dengan semangat Jeni di bantu koki rumah menyiapkan sarapan nasi goreng spesial untuk Alex dan tidak lupa juga Udang sebagai makanan favorid dia.
setelah siap, Jeni kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian sekolah serta menyiapkan pakaian kerja untuk sang suami untuk pertama kalinya.
"Kemeja sudah, celana sudah, pakaian dalam sudah, dasi, kaos kaki, sepatu, apalagi ya." Jeni bergumam sendiri dan masih bisa di dengarkan Alex yang keluar dari kamar mandi. Alex membiarkan istri kecilnya itu belajar melayani dia.
"Ehm." Alex berdehem dan mendekati Jeni yang masih bingung apalagi yang perlu dia siapkan.
"Sudah cukup, tapi sekarang istriku harua membantu suami memakai semua ini." Alex tersenyum menyeringai mengerjai Jeni.
" Nggak, om hubby pakai dulu di dalam sana, dan nanti aku yang akan memakaikan dasinya." ucap Jeni ngeles.
"Memang bisa memakaikan dasi, lha sekolah saja dasi cuma dipakai kalung doang, lihat saja itu." Alex mencebikkan mulutnya menunjuk ke arah dasi Jeni yang memang cuma nangkring doang di leher.
Alex keluar dari arah kamar ganti menenteng dasinya dan menganggukkan kepala tanda setuju dengan usul Jeni.
"Iya ,asal jangan di jual untuk beli bakso" Alex menyodorkan Dasinya pada Jeni untuk di pasangkan.
"By, tadi aku udah masak nasi goreng seafood spesial untuk suami." Jeni menunjukkan menu sarapan mereka.
"Memang bisa masak?" tanya Alex menggoda.
"Jangan meledek, meski badung begini jago masak by, bi Surti yang mengajari, dan ternyata memasak itu seru dan menyenangkan, apalagi kalau pas waktu belajar, dapur di rumah hampir gosong, untung mama Yola tidak tahu kalau dapurnya hampir hangus terbakar." ucap Jeni bercerita keseruannya memasak, tapi tiba tiba wajahnya menjadi sendu.
Alex yang peka akan hal tersebut, memeluk dan mengelus rambut Jeni dengan lembut.
"Sudah yang lalu biarlah berlalu, semoga papa dan mama bahagia dengan pilihan masing masing." Alex menghibur Jeni supaya tidak bersedih lagi.
"Ayo kita coba bagaimana cita rasa masakan nyonya Alexander." Alex mengajak Jeni ke bawah, tak lupa mereka mengambil tas masing masing di ruang kerja Alex.
__ADS_1
Mata Alex berbinar melihat tampilan Nasi goreng di meja makan tersebut
"hmm, aromanya sungguh harum dan menggoda." Alex duduk di meja makan, membiarkan Jeni yang mengambilkan sarapan tersebut di piringnya
Alex memasukkan sesuap nasi goreng spesial itu ke mulutnya, matanya kembali berbinar, tidak menyangka kalau masakan istrinya sangat cocok di lidahnya.
"em, enak sekali sayang, ini sangat pas di lidah ku." puji Alex serius.
Setelah selasai makan mereka menuju ke tempat parkir, tapi tidak menemukan si merah disana, yang ada berderet mobil mewah alex dan motor Alex juga.
"Sori, si merah belum diantar sama Rio, jadi hari ini kita berangkat bareng saja, atau kamu pilih mobil yang kamu suka." Alex menawarkan Pada Jeni, boleh memilih mobil mana saja.
"Bareng saja deh, kalau Aku bawa mobil Hubby, yang ada anak anak pada heboh semua, dan jdi Sugar baby tersukses tahun ini." kelakar Jeni.
Akhirnya mereka berangkat bersama, Alex lebih suka memakai ferrari merahnya, dia akan selalu mengingat momen pertemuan mereka kalau mengendarai mobil tersebut.
Mobil melaju dengan Cepat, seperti biasa Jeni tidak akan bisa diam kalau di dalam mobil dia menyalakan lagu jes kesukaannya dengan bergoyang dangdut.
" Masih sama seperti yang dulu ketika aku menemukannya di pinggir jalan." celoteh Alex.
"Siapa bilang sama, ada yang beda by." elak Jeni.
"Apa yang beda?" heran Jeni
"Kamu, ingat tidak si om yang Killer, barangnya di senggol sedikit saja sudah pasang muka garang, hem."
Alex hanya tersenyum kecut mendengar sindiran Jeni yang seratus persen benar.
"Hehe, ternyata om killer itu pawangnya adalah gadis badung yang agak sinting, tapi sangat hebat apalagi menakhlukkan hati om Killer." jawab Alex.
Mobil terus melaju tanpa hambatan ke SMU Garuda.
__ADS_1