
"Ma, kenapa barang barang papa di keluarkan semua, dan siapa dia mau tinggal disini?" Teriak jesslin
"Asal kalian tahu, dia ini papa kalian dan asal kalian tahu kalau bukan karena dia laki laki bodoh yang kalian panggil papa itu, tidak akan bisa bangkit lagi seperti ini, dan kita semua akan hidup miskin selamanya." jawab Yolanda sambil meninggikan suaranya.
"Tapi dimana papa Joshua sekarang?" tanya Jesslin lagi.
"Cari saja di rumah selingkuhannya, kalian pikir dia suci, diam diam dia juga selingkuh." jawab Yolanda, dia kesal dengan kedua putrinya yang bodoh itu.
"Kalian tahu siapa yang sudah menolong bocah itu dan menjebak mama, dia mr Daniel Alexander, tadi dia menemui mama, mama fikir kamu sudah berhasil mendekati bos kamu itu, eh malah dia datang karena bocah itu." Kata Yola dengan keras.
"Apa Mr Daniel yang menolong Jeni, ini tidak bisa di biarkan ma, mr Daniel harus jadi milikku, kemaren saja dengan susah payah Jesi menyingkirkan si model ulat bulu itu, sekarang ada lagi, si gadis Badung, apasih yang dilihat darinya ma, atau mr Daniel yang punya kelainan, lihat dia, cantik enggak, apalagi seksi, tampilannya saja urakan , mirip seperti preman itu." ucap Jesika.
"Kita harus bisa menjebaknya, kalau begini terus, kapan kita kayanya, istri Jason sudah membuangnya, tambang uang kita sudah berkurang Monika dan Joshua, tapi kalau joshua dia juga tidak pernah muncul di perusahaan." Ide Yolanda.
Teruslah berusaha mama Yola karena usahamu tidak akan berhasil 😁😁
Surat cerai untuk Yolanda sudah di kirim ke rumah tersebut dan akan mulai sidang hari kamis besok, sementara persiapan pernikahan Alex dan Jeni sudah disiapkan semuanya oleh pihak keluarga mempelai Pria, untuk makanannya akan dikirim dari restoran Yulia nanti, Jeni sengaja tidak memberi tahu kedua temannya, karena ini masih di rahasiakan, namanya juga manusia pasti ada khilaf, Jeni takut kalau salah satu dari twins D akan bocor mulutnya dan mengakibatkan fitnah untuknya, kalau Alex mengikuti saja apa yang terbaik untuk Jeni, lagi pula, dia juga tidak mau nyawa Jeni akan terancam, melihat dari beberapa wanita yang terobsesi padanya, Alex takut mereka akan nekad melukai Jeni kalau tahu dia itu istrinya, terutama Soraya dan Bella, dua ular itu tidak akan tinggal diam begitu saja.
kamis setelah pulang sekolah Alex sendiri menjemput Jeni di rumahnya untuk fitting baju. Hari ini juga merupakan sidang pertama perceraian Joshua dan Yolanda.
Alex menunggu Jeni di ruang tamu rumah sederhana itu, sementara Jenifer masih mandi dan ganti pakaian.
"Maaf ya om nunggu lama,bingung mau pakai baju apa, hehe maklum tidak punya dress."Jeni minta maaf, karena dia hanya memakai kemeja seperti biasa tapi kali ini dia tidak memakai celana jeans.
__ADS_1
"Ayo, keburu sore nanti, aku masih ada satu meeting lagi sore ini!" ajak Alex. mereka segera menuju ke mobil, tidak lupa Alex membukakan pintu mobil untuk Jeni.
"Saya bisa kok om, buka sendiri pintunya." Ucap Jeni canggung.
"Kamu ini, merusak suasana saja, ayo masuk!" pinta Alex.
"Thank om." jawab Jeni, dia masuk ke dalam mobil penuh kenangan itu, Jeni tersenyum mengingat waktu pertama mereka bertemu, ya di mobil Ferrari merah ini.
Mobil mulai melaju ke butik pilihan mama Aleena, beliau juga di sana saat ini.
"Om ingat tidak, mobil ini adalah mobil yang om kendarai waktu kita pertama kali bertemu, lucu ya om." Senyum mengembang di bibir Gadis pujaan Alex, lega rasanya hati Alex bisa mengembalikan senyuman itu.
"Kamu benar, bocah sinting yang membuat darahku naik, dan juga gadis pertama yang duduk di kursi penumpang itu, dan akan jadi yang terakhir." Alex ikut mengingat moment waktu itu.
"Iya kamu benar, tingkahnya yang aneh itu membuat diriku ikut larut, apalagi dia juga memiliki kelebihan tersendiri yang tidak di miliki wanita lain." Alex keceplosan menceritakan kelebihan Jeni.
"Cie cie, om mulai ada rasa nih ya?" goda Jeni.
"Eh, ada tapi masih belum seratus persen, bantu aku ya supaya bisa seratus persen mencintaimu, atau memang waktu pertemuan kita ini yang terlalu singkat ya." jawab Alex.
"Dan bagaiman denganmu, apa sudah ada perasaan padaku?" tnya Alex.
"Entahlah om, aku tidak tahu dan belum mengenal apa itu cinta, tapi memang Jeni nyaman berinteraksi dengan om, om bisa menyesuaikan dengan siapa om bersama, saya harap pernikahan kita nanti adalah pernikahan sekali seumur hidup, walaupun proses awal kita menikah adalah salah." kata Jeni yang mengharapkan pernikahan mereka adalah yang pertama dan terakhir.
__ADS_1
"Iya, dan tolong ajari aku untuk mencintaimu, terlanjur hati ini sudah beku untuk yang namanya cinta, sudah dua kali aku gagal menikah, mereka hanya menginginkan hartaku, yang pertama bahkan sudah mencuri data data perusahaan papa, dan mengganti atas namanya, waktu itu aku masih polos dan mudah untuk di tipu, yang kedua dengan si Bella model ulat keket itu, dia putri sahabat papa dan mama, tapi dia memilih mengejar karirnya ke luar negeri, bahkan mau diajak naik ke ranjang produsernya. Dan yang paling menyakitkan adalah Viola, dia cinta pertamaku, kami pacaran semenjak di bangku kuliah, dan dia ku jadikan asistenku di kantor, ternyata dia sekongkol dengan ayah tirinya yang mau menghancurkan bisnis ayahku, usahanya berhasil dan wanita itu sempat mengandung, tapi maaf bukan aku ayah dari bayi itu, kamu lah yang mengambil keperjakaanku gadis badungku." Goda Alex sambil tersenyum misterius.
"Om, aku kan tidak tahu, bahkan lupa bagaimana rasanya." jawab Jeni kesal.
"Mau di ulang lagi, di jamin kamu pasti akan mengingatnya terus." Alex menggoda calon istrinya itu.
"Ih Om Al, jangan bercanda deh, mesum, malu tahu, sempat kita mau ngetes sebenarnya om Al normal apa tidak, ini malah sudah nyuri saja." sewot Jeni.
"Hahaha, apa tadi kamu bilang, ngetes normal apa tidak, memang apanya yang normal?" tanya Alex sambil tertawa ngakak, bisa bisanya para bocil itu mau mengetes dia normal atau tidak.
'Trus trus, bagaimana caranya kalian mau ngetesnya?" tanya Alex kemudian.
"Tahu, paling gue yang di suruh, mana gue tidak tahu lagi caranya bagaimana." jawab Jeni sewot.
"Tapi sekarang sudah tahukan, Kalau Alex ini normal atau nggak?" Alex semakin ingin menggoda bocah polos ini. Jeni spontan mencubit pinggang Alex.
"Aduh aduh, ma, calon menantumu sudah berani kdrt ma, udah Jen geli, ini mas Alex lagi nyetir dek." ucap Alex narsis.
"Mas, ih gak pantes dipanggil mas." jawab Jeni.
"Lalu siapa dong, sayang, hubby. boleh juga tuh." jawab Alex asal. Jeni memanyunkan bibirnya sambil melengos kearah luar jendela.
Maaf ya kak, hari ini cuma bisa up sedikit, masih ngurus anak yang lagi sakit, mohon doa'ya supaya lekas sembuh🙏🙏
__ADS_1