GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 40


__ADS_3

Muka Alex juga memerah,menahan sesuatu yang mulai bangun dan mengembang di bawah sana, celananya seakan menyempit.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Alex


Jeni yang merasakan sesuatu yang bergerak dan mengeras, dia belum berani bergerak, dan merasakannya dengan nafas yang berat, suara Jeni berat dan terbata, wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Sit ini benar benar sial." batin Jeni.


dia mengangkat wajahnya dari tempat aneh tersebut , dia benar benar dejavu. Jeni segera membenahi posisi tubuhnya, jantungnya bergetar sangat hebat, dia membayangkan tentang aoa tadi yang bergerak di balik celana itu, kenapa bisa begitu keras.


Hal yang sama Alex alami, jantungnya dag dig dug tak karuan, dia tahu kalau kejadian tadi memang tidak di sengaja, Alex heran kenapa si terong Belanda itu terbangun tegak, disaat yang tidak tepat, dia sungguh merasa malu. Alex mengalihkan pandangannya ke depan, menghindari bertemu muka dengan Jeni.


"Kenapa lo bisa bangun tegak seperti ini, dia cuma anak kecil lek." batin Alex, kepalanya pusing menahan gejolak di dalam hatinya.


"Suasana menjadi canggung, tapi untung mereka segera sampai, Alex menghentikan pick up tersebut tidak jauh dari Villa.


"Berhenti bang, sudah sampai." Ucap Alex.


Meraka segera turun, Alex menghampiri Sopir mengucapkan terima kasih serta merogoh sakunya, Alex menemukan selembar uang merah di dalamnya.


"Terima kasih bang, dan ini untuk kalian, untuk sarapan." Alex menyodorkan uang tersebut kepada sopir tapi di tolak.


"Tidak perlu bang, saya ikhlas." jawab sopir.


"Tidak apa apa, anggap saja Rizki kalian, terima saja dan tidak bagus menolak sesuatu. ucap Alex meyakinkan. akhirnya, sopir tersebut menerima uang tersebut dengan senang. Alex menoleh ke belakang, dia melihat Jeni sudah duluan berjalan ke Villa.


Alex tersenyum pada dirinya sendiri dan melangkah di belakang Jeni.


Teman teman jeni menyambut bocah itu.


"Cie cie yang habis jalan jalan, tidak ajak ajak, ternyata," lirik Dina ke arah Alex.


"Tadi kami tersesat, tak terasa berlari cukup jauh." jawab Jeni.

__ADS_1


"Owh." jawab Dina.


"Mandi sana, kita sudah nunggu kalian nih untuk sarapan." ucap Dona, menyuruh Jeni mandi dan sarapan.


"iya sana, tadi bu Aleena mau mengajak kita ke kebun bunga milik mereka disini, kita bisa selfie selfie ,pasti teman teman iri!" ucap Dina yang sudah tidak sabar lagi mau foto selfie.


"Gue mau upload di instagram gue, pasti pada iri." ucap Dina dengan narsis.


Jeni kembali ke kamar dan segera mandi, demikian juga dengan Alex, dia segera mendinginkan dirinya serta mendinginkan Terong Belanda nya yang masih belum tidur juga.


"Dasar kau juna, bisa bisanya lo bangun tidak mau tidur tidur, dia itu masih kecil, lihat yang seksi seksi saja lo malah tidur nyenyak."gumam Alex sambil menyentil terongnya.


"Auh." Alex mengaduh sedikit akibat ulahnya sendiri.


Setalah selesai mandi semua sarapan bersama.


"Hari ini tante akan ajak ke kebun bunga tante, disana kalian bisa belajar, berfoto, juga bisa membuat rangkaian bunga untuk orang terkasih." kata Aleena.


"Untuk motor Jeni, biar di urus Ronald dan langsung di kirim ke bengkel kamu!" ucap Alex pada Jeni.


"Iya om." Jeni mengangguk pasrah.


Akhirnya Alex dan Ronald benar benar pulang kembali sedang yang lain siap siap mau ke taman. Saat ini ponsel Jeni berdering


tut tut tut 📲 papa calling. Tertera nama papa disana. Jeni segera menjawab panggilan dari ayahnya.


"Halo pa, maaf kemaren lupa mengabari papa, kalau jeni beserta teman teman ,harus ke bogor, ini ada tugas mengumpulkan beberapa jenis spesies bunga.'


"Tapi kamu baik baik saja kan nak, kemaren siapa yang mengantarkan kamu pulang hingga mama mu marah besar."📲


"Jeni di antar pak Ronald pa, kebetulan.motor jeni bermasalah dan bertemu pak Ronald di sekolah, beliau menawarkan diri mengantar Jeni pulang, dan Jeni sudah minta di turunkan ke jalan saja, tapi pak Ronald malah mengantar sampai di depan rumah, katanya mau bertanggung jawab kalau ad pertanyaan dari orang tua Jeni!" menjelaskan masalah siapa yang mengantarkannya tapi dia dia tidak jujur dengan acara balapan itu.


"Siapa itu pal Ronald?" 📲

__ADS_1


"Asisten Pak Alexander." jawab Jeni.


"Hari ini pulang kan?" 📲


"Iya pa, ini masih mengerjakan tugas, ini ada Dona, Dina dan bu Aleena Alexander selaku pemilik perkebunan bunga, papa mau bicara dengan beliau?" tawar Jeni.


"Tidak perlu nak, papa malu. yang penting kamu baik baik saja dan jaga diri baik baik." 📲


"Oke pa, love u" jawab Jeni. Dia mematikan sambungan telponnya dan kembali bergabung dengan yang lain.


Di rumah joshua, Yolanda merasa bingung kenapa suaminya juga tidak pulang, kemaren dia sudah senang bukan main, kalau josh bisa marah dengan anaknya itu.


"Jesi, jesslin. Kenapa papa kalian malah tidak ikut pulang juga, apa yang sudah di katakan anak itu untuk mengibulinya, pasti dia sudah bilang yang tidak tidak, sehingga papa kalian percaya begitu saja, kalau seperti itu percuma dong mama mengadu domba mereka." kesal Yolanda.


"Tidak usah di fikirkan ma, biarin saja. Lebih baik kita ke mall saja yuk, kemaren kan papa sudah isi AtM kita. Jadi kita bersenang senang saja."kata Jesika.


Akhirnya tiga wanita beda genre itu berangkat ke mall, tapi di tengah jalan yolanda mendapat chat dari seseorang, dan minta di turunkan di depan sebuah restoran.


"Turunkan mama, di depan restoran Family saja, mama ada pertemuan arisan di sana!"kata yola.


Jesika menghentikan mobilnya di restoran yang Yolanda sebut tadi. lalu tinggal jesi dan jesslin yan berangkat ke mall.


Tak lama setelah kepergian mobil anaknya, ada sebuah mobil mewah berhenti di depan Yola.


Wanita itu langsung masuk ke dalam mobil dan bercumbu dengan pria paruh baya seusia dengan joshua, mereka bahkan tidak malu dengan sopir di depan mereka.


"Ke restoran family pak!" perintah pria paruh baya tersebut, dia bernama jason.


Kekasih Yolanda.lelaki inilah pacar Yola selama ini, tapi jason tidak mau menikahi Yola, karena sudah punya istri konglomerat, tapi Yolanda Lah yang bisa memuaskannya di ranjang panasnya.


"Sayang aku mau berlian terbaru ya, kabarnya, Alexander grub mau meluncurkan model baru, jadi aku harus punya." manja Yola.


Kepada Jason Lah Yola mendapatkan barang barang yang begitu mewah, sebenarnya walau joshua bangkrut dulu dia tidak pernah kekurangan uang, dan Jason pula yang menyuntikkan dana ke perusahaan joshua supaya bisa bangkit, dan hubungannya dengan yolanda tidak akan terendus joshua.

__ADS_1


__ADS_2