GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 90


__ADS_3

Berita kejadian di tusuknya Jeni, sudah menjadi viral di sekolah, apalagi gadis tomboy itu di selamatkan oleh dua pemuda tampan yang famous di sekolah mereka.


Twins D menjadi sasaran kepo nya anak anak SMA Garuda.


" Bagaimana keadaan Jeni dan siapa Cowok ganteng itu Din?" kepo para siswi yang belum pernah melihat wajah Alex.


" Sudah baik, kemaren sudah di operasi, kalau cowok kemaren itu Mr Daniel Alexander." Jawab Dina.


Mereka malah teriak histeris tidak percaya dengan apa yang mereka lihat kemaren dan kaget dengan sosok asli Mr Alexander.


" What, itu mr Daniel pemilik sekolah kita, aaa ganteng banget, tapi apa hubungannya dengan Jeni?" heran mereka.


" Mau tahu atau mau tahu banget?" Dina menggoda mereka, supaya lebih penasaran lagi.


" Banget." kompak mereka.


"Om Alexander itu ummm. apa ya!" Dina mengulur waktu.


" Ayolah Din." bahkan mereka sampai ada yang menggoyangkan bahu Dina.


" Dia tunangan Jeni." jawab Dina yang menutupi status Jeni sebenarnya.


" Aaaa, aduh beruntung sekali ya dia, dan lihat so sweet banget mr Alexander."


" Berarti yang kemaren semobil dengan Jeni itu, mr Alexander dong, bukan sugar daddy Jeni seperti yang di sebut mangga palsu." ucap yang lain.

__ADS_1


Berita tentang Alex dan Jeni adalah tunangan segera menyebar seantero SMU Garuda. bahkan di sela sela ujian praktek juga masih membicarakan hal yang sama.


Sementara 4 sahabat Jeni cuma mengiyakan kata kata mereka.


Berita tersebut terdengar di telinga mona


" Sial, kenapa bisa preman itu menjadi tunangan Mr Daniel, seharusnya dia menjadi kakak ipar gue, kakak gue model terkenal, mana mungkin, Mr Daniel berpindah haluan." kesal Mona.


" Lo telpon kak Bella saja, biar dia membuat perhitungan pada pelakor itu, tapi sekarang dia di rawat dimana ya?" heran lala temen mona.


"Ide bagus, gue akan menelpon kak Bella dulu, supaya bisa membuat rencana bagus, kalau perlu buat dia koit atau cacat, seumur hidup supaya Mr Daniel ilfil dengan preman itu." Mona menyetujui usul lala dan segera menelpon Bella yang saat ini berada di Singapura.


" Halo kak, gue ada berita buruk buat lo." ucap Mona.


" apa, cepat katakan, gue sibuk nih."


" lo kirim fotonya, ke gue." 📲


" ya oke, gue kirim foto dia." jawab Mona.


Kita tengok dua orang tawanan Alex, keadaannya sudah memprihatinkan, tadi malam cuma tidur beralaskan tikar saja, baju tipis membuat mereka kedinginan, belum lagi luka luka akibat gigitan tikus dan kecoa, membuat tubuh mereka ruam ruam merah, serta perih bahkan mereka juga tidak di beri obat sama sekali, cuma makanan sederhana yang datang, bahkan cuma tempe dan tahu goreng lauknya serta lodeh.


" Ma, makanan apa ini, ini sih makanan ayam bukan manusia ma." Jesika mengeluh dengan apa yang dia dapat sekarang, dia tidak tahu dan mengerti kalau di luar sana makanan yang mereka dapat sekarang adalah menu yang istimewa, bahkan susah untuk di dapatkan.


"Makan saja, daripada kita kelaparan." ucap yolanda. dia meraih bungkusan miliknya dan mulai memakan tersebut. Tapi Jesika merasa jijik dan seperti melihat sampah saja.

__ADS_1


" Ayo makan, mau mati lo sebelum balas dendam." ucap yolanda dengan kasar.


" Ma, jesslin dan Jason kira kira mencari kita tidak ya ma?" penasaran Jesika.


" Sudah pasti, kita sudah sehari semalam disini, pasti mereka sangat khawatir dan mencari kita." jawab Yola. mereka tidak tahu saja bahkan kedua orang tersebut bahkan sedikitpun tidak memcari, Jesslin menginap di rumah Yulia, dia sangat menyesal dan akan memperbaiki diri serta minta maaf pada Jeni, sebenarnya Jesslin anak yang baik, bahkan sering diam diam membantu Jeni.


Sedangkan Jason, bersenang senang dengan Lida, wanita yang di bayar Alex untuk menghancurkan Jason.


Hari ini Jesslin sepulang dari kampus datang ke Rumah sakit untuk menengoknya, dan meminta maaf atas semua kesalahan yang di lakukannya selama ini.


Jesslin masuk ke ruangan tersebut Saat Alex menyuapi makan siang untuk Jeni.


" Siang, Jen, tuan Daniel." sapa Jesslin dengan kikuk dan canggung.


"Kak, jesslin sini." Jeni meminta Jesslin masuk ke dalam dengan lambaian tangannya.


Alex menyudahi acara menyuapi Jeni, dan memberi kesempatan untuk kakak dan adik tersebut meluapkan dan menyelesaikan masalah mereka, tapi dia tetap menaruh pengawal di sekitar Jeni tanpa sepengetahuan istri kecilnya.


" Jeni, maafkan aku, selama ini aku sudah kahat kepadamu, aku sadar semuanya setelah kepergian kamu waktu itu, ternyata menjadi anak yang tidak di pedulikan itu sangat tidak enak, meski mereka tidak membuly diriku, tapi dengan di cuekin bahkan mereka sering berbisik bisik membicarakan ku dari belakang, mulai dari itu aku sadar kalau selama ini kamu pasti sangat menderita." ucap Lirih Jesslin.


Jeni meraih tangan kakaknya, dan mengelusnya.


"Syukurlah kakak sudah sadar, dan terima kasih sudah mau mengakui kesalahan kakak, dan bahkan kakak tepat waktu menemui Om Alex dan menceritakan semua rencana mereka, bagaimana kakak tahu kalau mama dan kak Jesi akan membunuhku?" tanya Jeni dengan penasaran.


"Awalnya ,aku mendengar kak Jesi yang marah besar karena sudah di pecat tuan Daniel, lalu mereka bicara akan membuat perhitungan padamu, tapi saat aku masuk rumah, obrolan mereka seketika berhenti, malam harinya aku mendengar mama menelpon seseorang untuk bertemu, dengan nekad aku mengikuti mereka dan merekam semuanya lalu datang ke kantor tuan Daniel, aku ingin menebus semua dosa dosaku Jen, setidaknya menjadi orang yang berguna, untuk saudaraku." Jesslin menjelaskan semua, kejadian dan usahanya untuk menolong Jeni.

__ADS_1


"Aku juga tidak habis fikir kalau ternyata papa Joshua adalah bukan papa kandungku, dan lelaki brengsek itu ternyata ayah kandungku, bahkan dia pernah merayuku, aku takut Sekali padanya Jen." Ucap Jesslin lagi.


"Kakak tenang saja, orang itu nanti pasti mendapat balasannya, dia sudah terlalu sombong, bahkan menjadikan papa kambing hitam atas hubungannya dengan mama. kakak tinggal saja sama papa dan Bunda Yulia, dia perempuan yang baik kak, semoga papa mendapat kebahagiaan dengan bunda." ucap Jeni.


__ADS_2