
Alex memarkirkan mobilnya di parkiran khusus, dewan direksi dan jajarannya, dia langsung menuju ke ruangannya, sementara Jeni dan Aleena mempersiapkan Kejutan untuk karyawan kantor Alex.
Sekitar Jam 9 pagi, Jeni sudah memanggil Alex ke aula, setelah itu Ronald mengumpulkan semua karyawan melalui interkom.
"Selamat pagi untuk semua karyawan dan karyawati Alexander grup, diharapkan berkumpul di aula, karena akan ada sebuah hiburan dari presdir sekaligus CEO kita, tuan Daniel alexander, beliau akan menyanyikan lagu untuk kita semua, menuruti sang istri yang sedang ngidam." Kata Kata Ronald menggema di gedung itu.
Seperti mendapatkan door price saja, khususnya para karyawati, mereka segera berlarian menuju ke Aula, tidak mau ketinggalan menyaksikan performa seorang Daniel Alexander yang terkenal killer itu, akan menyanyi di hadapan mereka. Dan akan berterima kasih pada nyonya Daniel, karena ngidamnya yang aneh aneh, jadi mereka bisa menikmati suara Alex pagi ini.
Alex menyanyikan sebuah lagu yang lagi hits di tahun ini, serta sebuah lagu duet dengan Jeni, dia tidak mau sendirian di atas sini dengan rasa canggung.
Sungguh sajian yang menjadi mood buster semuanya, tidak di sangka suara bos mereka sangat merdu, apalagi saat berduet, mengalahkan penyanyi aslinya.
"Ma, sepertinya anakku bakal jadi orang terkenal, dan jahit seperti mamanya." Ucap Alex pada Aleena.
"Tidak apa apa sayang, kamu turuti saja kemauan calon anak kalian itu, kamu mau nanti dia lahir ileran?" goda Aleena.
" Ih amit amit, ya tidaklah ma, masak Ayahnya keren begini anaknya ileran." Jawab Alex.
"Makanya sekali kita bisa lakukan permintaannya, dan jangan lupa selalu berdoa yang terbaik untuknya." Aleena menasehati Alex untuk selalu mendoakan Anaknya yang baik.
💗💗💗
Pada Saat wisuda Jeni, seluruh keluarga hadir, papa, bunda kedua kakak Jeni, mertua serta suami tercinta juga hadir. Hari itu Jeni juga meraih juara ke 3, meski bukan yang pertama, mereka cukup bangga pada prestasi bocah tersebut, dia termasuk murid baru dan sering absen.
Seminggu setelah wisuda, Alex menggelar pernikahannya dan mempublikasikan kalau mereka sudah sold out.
Hari berganti begitu cepat, tanpa mereka sadari, Jeni sudah mau melahirkan, malam itu dia tidak bisa tidur, cuma bolak balik ke kamar mandi membuat hati Alex cemas. Alex memutuskan untuk membawa Jeni ke rumah sakit, daripada nanti sudah waktunya dan mereka tidak tahu, lebih baik mengantisipasi lebih dulu.
Ternyata Jeni sudah mengalami pembukaan 2 ketika sampai disana, jadi dokter menyarankan Saya Jeni menginap disana.
__ADS_1
" By sakit." ucap Jeni memegangi perutnya, seperti ada yang mendorongnya dari dalam.
"Enggh, by." Alex jadi panik melihat istrinya sudah kesakitan dan segera memanggil dr Diana. Setelah di periksa, ternyata dia sudah pembukaan ke 8, jadi dengan sigap, dr Diana menyiapkan semuanya dan membawa Jeni me ruang bersalin.
"Tuan anda bisa menemani nyonya Jeni ke dalam dia butuh anda tuan." Dr Diana mengijinkan Alex untuk menemani istri kecilnya itu. Dia terus menyemangati Jeni dan menerima cakaran bahkan jambakan dari wanitanya, penampilan Alex sudah tidak serapi tadi, tapi dia bangga ketika suara tangis Menggema di ruangan tersebut, terasa sangat merdu.
Suster membawa bayi tampan Alex di dekapan Jeni supaya merasakan sentuhan pertama sang ibu, dan melatih kepekaan bayi, membiarkan bayi merah tersebut mencari susu ibunya.
"Isst." ****** itu terasa perih, ketika anaknya mulai menghisapnya, terasa kasar dan geli.
"Tidak apa apa nyonya, Lidah bayi yang pertama memang kasar, tapi nanti akan normal, Anda teruskan menyusuinya biarpun belum keluar karena asi pertama akan sangat bagus untuk bayi kalian." dr Diana menjelaskan semuanya, sementara suster membersihkan dirinya, Alex memperhatikan dengan seksama putra mereka menghisap kuat ****** merah muda tersebut.
"Sayang, mulai sekarang aku punya saingan baru hehe." cengir Alex.
Setelah baby selasai menyusu, dia di beri pakaian dan di bedong, barulah di serahkan pada Alex untuk di adzani.
Alex menitikkan air matanya ketika melantunkan adzan dan Iqamah, dia masih seperti bermimpi saja, saat ini dia menjadi laki laki yang sempurna dan paling bahagia, lengkap sudah kebahagiaan pemuda tampan itu.
Di luar sudah banyak orang yang menanti Bayi tampan tersebut, mulai dari opa, oma, tante J, twins D sofyan Rendy, yang tidak ada cuma Yulia dan Yolanda, Yulia juga baru saja melahirkan, sedangkan Yolanda masih dalam tahap penyembuhan di Rumah sakit kejiwaan.
Aleena segera mendekati cucu pertamanya itu.
"Ah, gantengnya cucu eyang, persis seperti dirimu waktu bayi dulu lek." Aleena segera mengambil bayi tersebut dan menimang nimangnya dengan gemas para tante juga ikut mengerumuni bayi tampan itu, sesekali dia mengeluarkan suara suara yang lucu, membuat mereka gemes dan ingin mencubitnya
"Om anakmu ganteng banget, jadi kepengen menggigit nya." ucap Dina.
"Enak saja, buat sendiri sana." sewot Alex.
__ADS_1
"Eh om Al, lihat penampilan Om, acak acakan begitu baru ngapain?" Goda Sofyan.
"Sialan lo." jawab Alex.
"Tapi meskipun seperti ini kadar ketampanan om Ale tidak perlu di pertanyakan lagi." Imbuh Rendy.
Joshua mendekati menantunya tersebut dan memberi ucapan selamat.
"Selamat ya nak, dan siapa nama si tampan ini?" tanya Joshua.
"Axelio Alexandra martin, Jeni menginginkan nama martin tersemat di nama putra pertama kami." jawab Alex.
"Axel." panggil Twins D heboh sendiri.
Setelah beberapa menit mereka semua boleh masuk ke dalam untuk menemui Jeni.
Mereka semua heboh menanyakan ini, itu terkait dengan Bayi Jeni yang tampan itu.
"Mau tahu Resepnya?" goda Jeni
" Mau mau." jawab mereka serempak.
"Lihat itu bapaknya, makanya cari suami yang bening seperti Dia, untuk memperbaiki keturunan, haha." jawab Jeni asal.
" Iya sih, ini mah namanya kecelakaan membawa berkah." jawab Dina.
Mereka malah tertawa cekikikan, sementara Alex masih sibuk dengan buah hatinya yang sangat menggemaskan, dia memainkan tangan mungil tersebut dengan lembut. bahkan bayi itu tertidur dan tidak terganggu dengan suara mama dan cewek cewek heboh tersebut.
Dua hari, Jeni di rawat di rumah sakit, hingga akhirnya dia bisa pulang ke rumah dengan perasaan sangat bahagia.
__ADS_1
"by, terima kasih sudah memberiku kasih sayang yang melimpah, dan terima kasih sudah menjadi suami dan papa siaga, i love u."
"To Honey, aku juga sangat berterima kasih padamu, kau adalah wanita paling hebat kedua setelah mamaku, aku bangga padamu, di usiamu yang masih muda ini, kamu berjuang dan ikhlas hidup bersamaku, memberi warna dalam kehidupanku. Love you so much my litle wife."