GADIS BADUNG DAN CEO KILLER

GADIS BADUNG DAN CEO KILLER
BAB 93


__ADS_3

kita tengok juga Twins D beserta Rendi dan Sofyan, mobil Twins D mogok, Dina pulang bersama Rendi, dan Sofyan dengan senang hati menawarkan tumpangan pada Dona.


" Barang gue saja, dan mobilnya diambil bengkel, kita titipkan saja kunci mobilnya ke satpam." Usul Sofyan. Dona menyetujui usul Sofyan, mereka masuk ke Fortuner Sofyan.


Didalam, jantung keduanya tiba tiba berdebar debar, Dona juga merasakan hal itu, beda saat di sekolah.


Sofyan mengajak Dona jalan jalan sore.


" Mau ikut nggak, ada pasar malam yang baru di buka lho, kayaknya seru!" ajak Sofyan.


" Wah mau mau." Jawab Dona berseri, matanya berbinar mendengar kata pasar malam. Sofyan tersenyum bahagia, karena punya kesempatan bagus untuk mendekati Dona, si tomboy judes itu, tapi kalau sudah kenal dengannya, dia anak yang asyk dan baik.


Sofyan melajukan mobilnya ke pasar malam yang tadi dia bicarakan, mereka segera membeli dua tiket masuk, Sofyan memilih tiket terusan, jadi nanti di dalam mereka tidak akan membayar lagi, kalau mau naik wahana apapun.


Tanpa sadar Dona menarik tangan Sofyan dan mengajaknya mencoba banyak wahana. Dona sangat bahagia dan tertawa lepas. Selama ini dia jarang ketempat seperti ini, karena Dina takut, jadi orang tuanya melarang dia ke pasar malam tanpa Dina.


"Sof, mau gula kapas!" Rengek Dona sambil menunjuk ke penjual gula kapas karakter, di situ mereka bisa request bentuknya sesuai dengan keinginan mereka. Dona mau gambar kelinci karena sangat suka dengan kelinci, sementara Sofyan memesan gambar love.


"Haha, masak cowok pesan Love, seperti cewek saja." ledek Dona.


"Bukan untuk gue tapi untuk orang paling spesial dalam hidup gue." jawab sofyan. Tapi entah kenapa, hati Dona terasa sakit mendengar kalau permen kapas itu untuk orang yang spesial, senyum yang tadi mengembang kini berubah lesu.


"Beruntung sekali yang menjadi orang spesial itu Sof sedangkan gue, jangankan spesial, mendekat saja tidak ada." Batin Dona.


" Gue tunggu di bangku itu ya, capek gue." Dona melangkah meninggalkan Sofyan sendirian menunggu pesanan mereka.

__ADS_1


"Selama ini gue selalu memastikan diri kalau gue sukanya pada asisten Ron, tapi kenapa saat bertemu dengannya, tidak ada rasa yang aneh, berbeda kalau dekat dengan bocah itu, dadaku berdebar debar dan timbul rasa nyaman, dia selalu bisa membuat aku tertawa dan senang, hah." Dona mendesah panjang, dia bersandar pada kursi taman serta memejamkan matanya.


"Tuan putri ini gula kapas tuan putri." Sofyan menyerahkan gula kapas berbentuk Kelinci itu pada Dona. Dona mendesah lagi, membayangkan kalau bentuk love yang akan dia terima.


"Hah, terima kasih." ucap Dona.


"Lho mana punyamu tadi?" tanya Dona heran karena Sofyan hanya membawa satu gula kapas miliknya.


" tengoklah ke arah Arah kanan!" Sofyan meminta Dona menengok ke kanan, disana ada permen kapas love tadi di tancapkan di pinggir bangku taman, tapi di bawahnya ada sebuah tulisan yang membuat Dona kaget,


I LOVE U DONA


"A apa ini Sof?" tanya Dona.


"Tadi sudah aku katakan padamu, kalau permen gula kapas itu untuk orang yang spesial, dan kamu adalah orangnya, sudah lama aku menyimpan perasaan ini, tapi aku tidak bisa mengatakannya, lidahku terasa berat dan kelu, tapi hari ini dengan memberanikan diri aku mau bilang I Love u Don, tapi semua berbalik padamu, aku ikhlas kalau kamu menolak ku, tapi satu yang ku pinta darimu, janganlah kau menyuruhku menjauh, aku tidak bisa." Ucap Sofyan lirih, dia menundukkan wajahnya ,takut kalau Dona menolak.


Dona menghambur ke arah Sofyan, memeluk pemuda di depannya itu.


"Love u too Sof." jawab Dona dengan lantang. Sofyan membalas pelukan Dona dengan erat, mereka akhirnya menyampaikan isi hati masing masing malam itu.


"Jadi kita jadian?" tanya Sofyan memastikan kalau semua ini adalah nyata dan bukan mimpi.


Dona mengangguk pasti, dan mereka kembali berpelukan, lalu meneruskan naik wahana seru lainnya, sambil memakan gula kapas tersebut.


Dona memberikan gula kapas gambar kelinci itu pada seorang anak kecil yang menangis karena minta mainan, tapi anak kecil itu langsung tersenyum bahagia mendapatkan permen kapas lucu bergambar kelinci tersebut.

__ADS_1


"Terima kasih nona semoga kalian mendapat rizki yang melimpah dan segera menikah." doa ibu dari anak tersebut.


Dona dan Sofyan tertawa ngakak mengingat doa ibu ibu yang mereka anggap lucu tadi.


Di lain tempat, tepatnya di rumah Penyekapan Yola dan Jesika. Malam itu Jesika demam, dia mungkin masuk angin karena dari kemaren kedinginan, tidak mandi ataupun berganti pakaian, bahkan makanpun tak berselera.


"Ma, dingin." Jesika menggigil kedinginan. Yola menempelkan tangannya di dahi Jesika, panas dia rasakan.


"Jesi, yang kuat nak, ayo kita keluar dari sini, dan menuntut balas atas semuanya." Yola mengguncang tubuh Jesika, tapi gadis itu tetap menggigil bahkan sudah mengigau.


" Jesi nyerah ma, Jesi may hidup dengan normal, Jesi sudah tidak kuat lagi." Racau Jesika.


"Penjaga tolong anak saya!" Yolanda menggedor gedor pintu kamar tersebut.


Di luar nampak pengawal menelpon David.


" Tuan, tawanan sakit, apa yang harus kami lakukan?" Tanya pengawal pada David, mereka juga mengirim Video tentang keadaan jesika di sana. Wajahnya sangat pucat.


" Oke bawa dia ke rumah sakit terdekat, tapi tinggalkan ibunya disana, karena dialah iblis yang sebenarnya." jawab David.


Setelah mendapat perintah dari David, pengawal tersebut menuju ke kamar Jesika dan ibunya di sekap. dua orang masuk, yang satu mengangkat tubuh Jesika, yang satu lagi berjaga jaga.


salah satu pengawal segera menggendong tubuh Jesika karena memang sangat panas. Yola dengan pedenya mengikuti pengawal tersebut, tapi segera di tahan oleh pengawal yang satunya, Pengawal tersebut mendorong tubuh Yolanda hingga jatuh, kemudian mengunci kembali pintu kamar itu.


"Lepaskan aku, aku ingin bersama anakku, brengsek, sial." Yolanda berteriak teriak, tetapi tidak ada yang peduli padanya.

__ADS_1


Dua orang pengawal memakaikan jaket untuk menutupi tubuh Jesika, karena pakaiannya terlalu mini lalu berangkat me rumah sakit.


Jesika akan mendapat perawatan secara intensif disana.


__ADS_2