Gadis KecilKu Misterius

Gadis KecilKu Misterius
Part12


__ADS_3

...6 Tahun Kemudian...


...----------------...


Di Sebuah Mansion Besar nan Megah


Seorang Wanita berhijab Sedang berkeliling Mencari Seseorang


Maaf Nona, Nona mencari siapa " Ujar Salah satu Pelayan yang melihat Majikannya seperti Mencari Seseorang


Syaci Mir Apa dia belum juga kembali dari memancing Nya " Tanya wanita itu


Sepertinya belum Nona, " Ujar Pelayan itu


Anak itu jika sudah dengan Hobbynya lupa waktu, Saya minta tolong Jemput dia Mir, Katakan padanya Bahwa Ayahnya Akan segera kembali untuk makan Siang " Ujar Nana


Baik Non, " Ujar Mirna


Marko kau antarkan Mirna agar lebih cepat " Perintah Nana saat melihat Marko yang sedang duduk di kursi Teras


Baik Nona " Ujar Marko mengangguk, mereka berdua pun pergi keluar


Tak lama sang suami pun datang menghampiri Nya Memeluk dia dari belakang


Sayang, " Ujar Ronald lembut


Kamu sudah kembali mas, " ujar Nana yang masih berdiri


Iya, dimana Anak anak " Tanya Ronald ketika Melihat Rumah sepi


Raffa dan Novan sedang Latihan , Raffi dia sedang Nonton, sedangkan Syaci sedang melancarkan Hobbynya " Ujar Nana kesal pasalnya Hobby Sang Suaminya menurun kepada sang putri


Ronald yang mendengar perkataan sang istri terkekeh


Biarlah sayang tak masalah juga jika dia hobby Memancing dari pada dia merengek ingin ikut Latihan Raffa, aku tak setuju " Ujar Ronald tersenyum masih dengan posisi memeluk sang istri


Iya, kau memang sangat memanjakan nya mas, tapi Kau harus ingat juga jika suatu saat Nanti putrimu itu Akan tumbuh dewasa dan tak selamanya dia bersama Kita dan selalu dengan penjagaan kita mas, Aku tak Ingin Anak anakku terkekang dengan semua aturan Kita terlebih putrimu itu dia sekarang tak ingin Dikawal,. " Ujar Nana


Dia masih kecil sayang, Aku tak ingin dia terluka sejak Dini " Ujar Ronald melepaskan pelukannya berdiri di samping sang istri


Jika kau berfikir seperti itu seterusnya kau akan seperti itu mas " Ujar Nana masuk ke dalam


Sebisa mungkin aku tak kan membiarkan dia terluka Sedikitpun, aku akan selalu menjaganya " Gumam Ronald


...****************...


...Sedangkan di tempat berbeda...


Sebaiknya Aku kembali, toh ini sudah lumayan apalagi Ini sudah siang pastinya ayah sudah pulang " Gumam Gadis kecil itu ia pun membereskan semua Perlengkapan nya dan pergi dari tempat itu menyusuri jalan


Namun saat di perjalanan ia melihat Ada segerombolan anak jalanan yang mendekati nya dan mengganggu dia


Äh, da ist ein kleines Mädchen, bring was mit, hier sehe ich "


(Eh ada gadis kecil, bawa apa kau, sini saya lihat) " Ujar Lelaki botak itu ingin mengambil plastik berisi ikan


Syaci dengan cepat menepis tangan itu dan memutar Tangan lelaki itu kebelakang dan menendangnya


Teman teman Anak jalanan pun langsung mendekati Gadis itu ingin menampar nya namun suara teriakan Dari arah belakang mereka membuat mereka semua semua berbalik menghadap nya


Lass den kleinen Jungen los., "


(Lepaskan Anak kecil itu,.) " Ujar Anak laki laki yang berteriak Tadi


Wer bist du, huh, misch dich nicht ein, Junge,."


(Siapa Kau hah, jangan ikut Campur bocah )" Ujar salah satu Anak jalanan yang ingin menampar pipi Syaci

__ADS_1


Ich bin der Sohn der Familie Abizhar Nugraha."


(Saya putra dari Keluarga Abizhar Nugraha,.) " Ujar Anak Itu dingin


Membuat Para Anak jalanan itu diam karena ia Tau Siapa Keluarga Abizhar Nugraha yang tak lain Adalah Pemilik Area itu


Warum die Stille, muss ich mein Volk rufen, um euch alle zu verprügeln? "


(Kenapa diam, Apa saya harus memanggil Orang OrangKu untuk menghajar kalian semua) " Ujar Bocah Itu lagi membuat Para Anak jalanan itu berlari Terbirit-birit


Bist du in Ordnung "


(Apa kau tidak apa-apa )" Ujarnya menghampiri Anak Perempuan Kecil itu


Verwenden Sie Ihren Nachnamen zumindest nicht, um sich zu schützen oder einen Schild für sich selbst zu bauen,"


(Setidaknya jangan Gunakan nama keluarga Mu untuk Melindungi dirimu Atau menjadikan tameng untuk dirimu, ) " Ujar Gadis itu dingin menghiraukan ucapan Anak laki-laki itu


Bereits geholfen sollte denen dankbar sein, die Ihnen geholfen haben "


(Sudah di tolong seharusnya berterimakasih kepada orang Yang menolong mu )" Ujar Bocah itu tak terima Dengan perkataan Gadis itu


Ich bitte Sie nicht um Hilfe oder Hilfe, denn ich bin kein Feigling, der sich hinter den Nachnamen meiner Familie flüchtet, sowieso brauche ich Sie nicht um Hilfe zu bitten, weil diejenigen, die nur prahlen, die Leibwächter befehlen"


(Saya tak meminta bantuan atau pun pertolongan Kepadamu, Karena saya bukan pengecut yang Berlindung dibalik Marga keluargaku, toh saya tak Perlu meminta pertolongan kau karena yang hanya berkoar koar memerintahkan pengawal,) " Ujar Gadis itu Dingin berjalan melewatinya


Denn es könnte sein, dass eines Tages der Feind der Familie Sie angreift, ohne dass Sie es wissen. Wegen Ihrer arroganten Arroganz, wie groß und wie einflussreich wird sie für Sie sein, Scheitern Sie nicht unter der Achsel Ihrer eigenen Familie "


(Karena bisa saja suatu saat nanti musuh keluarga itu Yang menyerang dirimu tanpa kau sendiri sadari Karena keangkuhan mu yang menyombongkan Seberapa besar dan pengaruh nya keluar mu itu, Jangan Jadi pecundang dibawah Ketiak Keluargamu Sendiri) " Ujar Syaci


Ayo Anty, uncle kita pulang, " Ujar Syaci Berbicara Kepada Lelaki dan wanita yang sedari tadi berdiri di Belakang Bocah itu


Baik Nona " Ujar mereka berdua mengangguk terkejut


Mereka berdua kaget karena baru pertama kalinya melihat Nona mudanya berbicara Dingin karena Selama ini Syaci adalah yang periang Nan ramah Apalagi Dengan gerakan saat dia menghajar Anak jalanan Serta perkataan Yang selama ini mereka tak pernah Dengar


Ngapain kamu bengong disini Zeo " Ujar Anak laki Laki yang tak beda jauh dari nya


Ah, Tidak bang, Abang sudah pulang latihan " Ujar Anak itu


Iya, baru saja selesai, Ayoo pulang, Umma mencari mu " Ujar Anak laki laki tadi


Baiklah Ayo " Ujar Anak itu


...****************...


... Dikediaman Adelard...


Syaci masuk tak lupa mengucapkan salam


Assalamualaikum warahmatullahi wa barra katu " Ujar Syaci teriak


Syaci bunda sudah sering kali menasehati mu untuk Tidak berteriak didalam rumah " Ujar Bunda nya menatap wajah Sang putri


Maaf Bunda, Syaci sering kali kelepasan " Ujarnya melepaskan sepatu nya tak lupa mencuci tangan nya Setelah itu menghampiri Orang tuanya


Dapat banyak dek " Ujar Anak laki laki seumuran nya


Alhamdulillah lumayan ko, Dàgē udah pulang " Ujar Syaci


Iya baru saja " Ujar Raffa tersenyum


Ya sudah segera lah bersihkan tubuh kalian setelah itu Kita shalat berjamaah dulu sesudahnya kita Makan siang " Ujar Ronald berkata kepada Anak anaknya


Siap Ayah " Ujar Syaci dan Raffi serentak mereka pun Tersenyum mengangguk


Sepergi anak anak Marko masuk

__ADS_1


Assalamualaikum tuan nyonya Maaf menganggu, saya Ingin melapor " Ujar Marko


Silahkan Marko " Ujar Ronald


Saya ingin melapor tentang Nona muda Tuan " Ujar Marko


Ada apa dengan putriku Marko " Ujar Ronald Menatap tajam kearah Marko


Eghem " Ujar Marko gugup


Mas, tenang " Ujar Nana mengelus Bahu sang suami


Kemarin saat saya menjemput Nona sekolah, Nona berlari ke arah Saya bertepatan dengan itu ada Mobil Yang lewat dengan kencang Tuan " Ujar Marko


Terus, " Ujar Ronald berusaha tenang


Nona Syaci dengan cepat menghindar dari mobil itu tuan , padahal jika anak se usia Nona Pasti Akan terkejut dan menangis tuan" Ujar Marko


Dan baru saja tadi Nona Di ganggu oleh Para anak Jalanan " Ujar Marko


Apa, Apa kalian tak menjaga putri ku sampai dia diganggu oleh mereka " Ujar Ronald marah


Mas, jangan menyalahkan mereka bukan sudah ku Katakan bahwa putri mu tak mau dikawal, Lanjutkan Marko " Ujar Nana


Nona,bisa melawan Salah satu dari mereka tuan, dan Ada anak laki laki dari keluarga Abizhar Nugraha Yang Kebetulan membantunya " Ujar Marko gugup


Anak Dari Keluarga Abizhar Nugraha " Ujar Ronald mengulang perkataan Marko


Iya, Tuan, Nona bermain di daerah mereka, Aku dan Mirna Tadi sempat mencarinya di Danau Yang Biasanya Ia kunjungi tapi Nona tak ada kami pun Menyusuri jalan dan melihat Nona ada di daerah Sana " Ujar Marko


Ronald hanya menghela nafasnya panjang nya


Apa kau tau jika dia keluar dari area kita sayang " Ujar Ronald menatap sang istri yang biasa saja


Iya, Dia bilang dia bosan, " Ujar Nana


Sayang diluar bahaya untuk anak anak kita Apalagi Syaci, " Ujar Ronald tak abis fikir dengan sang istri nya


Marko yang tau jika suasana tidak baik baik saja Ia pun pamit pergi dibalas anggukan oleh mereka berdua


Sudah ku katakan, Aku tak ingin mengekang anak Anakku mas " Ujar Nana lembut


Tapi tidak seperti itu membiarkan putri kita Keluar Tanpa pengawasan , " Ujar Ronald


Aku Bunda nya, aku tau tentang putri ku mas, aku juga Tak mungkin melepaskan dia begitu saja, Jika mas Berfikir seperti itu terus menerus dengan putrimu Kamu salah mas, Kamu hanya memanjakan nya tapi Kasih sayang mu dan cintamu tak sepenuhnya untuk Anak Anak apalagi syaci " Ujar Nana dan pergi meninggalkan Ronald


Sedangkan syaci mendengar berdebatan tentang kedua orangtuanya menghampiri sang ayah


Ayah " panggil Syafi dengan lembut dan berkaca-kaca


Baby " Ujar Ronald lirih merentangkan tangannya namun Syafi enggan untuk memeluk sang ayah


Ayah, Ayah adalah cinta pertama syaci, syaci tau ayah Tak ingin syaci terluka tapi apa ayah tau jika syaci Ingin Bebas seperti Dàgē dan Koko, ingin melakukan Apa yang syaci inginkan ayah, Ayah melarang syaci Untuk sekolah di Yaman Syaci mengerti karena Ayah tak ingin Jauh dari Syaci , Ayah pun Melarang Syafi untuk Berlatih Syaci pun mengerti karena Ayah tak Ingin Syafi terluka, Ayah Melarang Syaci ke Indonesia untuk mengunjungi Omammy dan Deba pun Syaci mengerti karena Ayah tak ingin syaci bertemu dengan Papa Ali kan Yah, Syaci berusaha untuk mengerti yah, Karena Syaci tau Ayah sangat menyayangi syaci kan Yah, Ayah jangan kaget yah, dari mana Syaci tau Tentang papa Ali yah, Syaci tau semuanya tentang Ayah dan bunda dulu sebelum Kalian bersama " Ujar syaci meletakkan plasdisk di meja yang ada di depan Ronald membuat Ronald bungkam


Yah, Ada Dàgē dan Koko " Ujar Syaci memeluk sang Ayahnya agar Para abang tak curiga


Lah kok ayah sama Dede malah pelukan bukannya siap siap " Ujar Koko


Dede lagi kangen ko sama ayah, " Ujar Syaci yang mengendus-endus di dada sang ayah agar tak curiga karena iya menangis tadi


Ya sudah kalau gitu Ayo kita Sholat Syaci ngambil air wudhu dulu dengan Ayah " Ujar suara serak ayah dan berjalan menggendong sang putri


Raffa yang melihat adik dan ayahnya pun curiga


Suara Ayah serak sedangkan Syaci dia seperti menghindar dari tatapan Ku dan Raffi " Batin Raffa


Fi kamu, duluan ke mushola saja " perintah Raffa diangguki oleh Raffi

__ADS_1


Raffa Melihat Ada Plasdisk di depan meja ia pun dengan cepat mengambil nya dan menyimpan nya disaku


__ADS_2