
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 Sore
Maaf Tante om, Opa Oma, Saya pamit dulu " Ujar Zaffran ketika melihat Jam di tangannya sudah menunjukkan jam 4
Loh nak kok buru buru " tanya Sisi
Iya Tante, kebetulan Zaffran mau jemput Umma Dan Baba " Ujar Zaffran
Mereka Sudah pulang memangnya, Bukannya Masih beberapa hari lagi Nak " Ujar Ali
Baba, mempercepat Urusannya om ketika aku mengabari jika Om di serang kemari " Ujar Zaffran
Seharusnya tak perlu zaff, toh sekarang om sudah baik baik saja " Ujar Ali
Ya om, namanya juga sahabat baba pasti ke fikiran, Ya sudah om Tante opa Oma Zaffran pamit dulu ya Assalamualaikum " Ujar Zaffran dengan menyalami mereka para orang tua
Hati hati Bro " Ujar Diego menepuk bahu Zaffran
dibalas anggukan setelah itu ia keluar dari ruangan
Dan bertepatan saat Zaffran keluar dari ruangan Ada beberapa orang yang baru saja keluar dari lift dan menuju kearah ruangan itu dengan memakai Masker topi
Selamat Datang Tuan Nona " Ujar Para bodyguard yang berjaga di sana, Hanya dibalas anggukan oleh mereka
Siapa mereka " Batin Zaffran, ketika berpapasan saat berjalan
Zaffran menatap mereka saat sudah masuk kedalam lift
Serasa tak asing " Gumam Zaffran tatkala melihat 2 orang yang berada dibelakang rombongan itu
...----------------...
Didalam ruangan
Assalamualaikum " Ujar serentak mereka semua dan masuk kedalam Ruang Rawat Ali
waAlaikum salam " Ujar Mereka yang berada di dalam
Bagaimana keadaan Ompa, Apa sudah lebih baik " Ujar Seorang laki laki yang masuk pertama, ia melepaskan Masker serta Topinya
Alhamdulillah , Ra.. Ffa" Ujar Ali terkejut melihat Laki laki yang bertanya tadi adalah Raffa
Ya OmPa ini Raffa " Ujar Raffa tersenyum lembut menatap Ali ia pun menghampiri Ali dan menyalami tangan Nya
Kau sudah besar, dan tangguh " Ujar Ali tersenyum
Hahaha ya Ompa, Ayah mengajar kan aku supaya tangguh agar bisa menjaga Gadis kecil Ompa " Ujar Raffa terkekeh menatap sang adik yang tidur meringkuk memeluk Ali
Hahaha terimakasih Nak, sudah menjadi Garda terdepan Untuk dia " Ujar Ali tersenyum,Ia dia sudah mendengar semua cerita dari sang istri dan putranya tentang Raffa dan yang lainnya saat Ali Diserang sampai dibawa ke RS
Sudah tugas Raffa Ompa, Bukan kah dulu Raffa Pernah berjanji pada Ompa Jika Raffa punya adik Dari Ompa Dan Bunda Akan Raffa jaga dia " Ujar Raffa
Ali mengangguk mengiyakan ucapan Raffa
ya, kau menepati janji itu " Ujar Ali tersenyum
Raffa menatap kearah Ari dan istrinya
ia pun berjalan menuju mereka berdua dan menyalami tangan mereka bergantian
Apa dia sudah tidur sejak tadi " Tanya seseorang laki laki yang menatap Syaci sejak tadi
Ya, Adikmu itu sudah Hampir 2 Jam Tidur " Ujar Raffi menjawab pertanyaan laki laki itu
Sebaiknya bangun kan Jho, ini sudah waktunya Ashar juga " Ujar Gadis Berhijab Crem
Baiklah " Ujar laki laki itu
Maaf, om Aku harus membangun kan nya " Ujar Laki laki itu
__ADS_1
Ali mengangguk mengiyakan
Ce, Cece, Bangun dek, udah Waktunya Ashar loh " Ujar Laki laki itu lembut mengelus kepala sang adik
Egh.. "
Ajho.. " Lirih Syaci
Ya bangun lah, sudah waktunya shalat, Cece belum sholat loh " Ujar Laki laki itu yang tak lain adalah Novan
Syaci mengangguk pelan matanya iya buka perlahan lahan menata sekeliling ruangan
Kalian sudah datang " Tanya Syaci dengan suara serak khas Baru bangun tidur
Sudah, kita Sholat dulu yuk, Setelah itu Dàgē Ajho Koko dan yang lain harus kembali ke Jerman " Ujar Raffa
Kalian kembali ke Jerman " tanya sisi
Ya Ma, Urusan kita sudah selesai, " Ujar Raffa tersenyum
kak ziva, juga ikut pulang Dàgē " Cicit Diega
Tidak, Kakak mu tetap dsini, Agar dia bisa menjaga dan mengawasi mu Karena itu tugasnya sebagai kakak " Ujar Raffi mengelus pucuk kepala Diega
Diega menatap Raffi iya tersenyum lembut dan memeluk Raffi
Terimakasih Koko, " Ujar Diega
Sama sama princess, satu pinta Koko turuti apapun perkataan kakak mu, Karena ia ingin yang terbaik untukmu " Ujar Raffi diangguki semangat oleh Diega
Pinter, Koko harap jika kita bertemu lagi adik Koko ini sudah berubah " Ujar Raffi mengacak rambut Diega
Yuk kita sholat " Ujar Raffi berdiri
Papa gak papa dsini Sendiri " Tanya Syaci kepada ali
Pergilah Papa gak papa " Ujar Ali
mereka pun pergi meninggalkan Ali dan Alia menuju musolah
20 menit Mereka semua sudah selesai sholat dan sekarang berada didalam ruangan Ali
Raffa mendekati Ali ia menggenggam tangan adiknya
Ompa, Raffa mewakili Ayah Ronald mengantarkan AzivaAlisya Angelicia Zayna kepada Ompa dan keluarga , Tolong jaga sayangi dia seperti kami menjaga dan menyayangi nya " Ujar Raffa tegas menatap Ali
Iya Nak, Ompa dan sekeluarga Akan menjaga dan menyayangi adikmu semana kalian menjaga dan menyayangi nya " Ujar Ali tersenyum lembut menatap sang putri
Raffa tersenyum, dan menatap kearah adiknya
Dàgē sudah mengantarkan mu kepada papamu, patuhi perkataan nya hormati dia dan keluarga mu Ingat pesan Bunda dan Ayah Cece " Ujar Raffa mengelus pucuk kepala Syaci yang tertutup oleh hijab
Iya Dàgē, terimakasih " Ujar Syaci memeluk Abang tirinya itu
Jangan berterimakasih itu sudah tugas Dàgē , Jaga dirimu baik-baik, Kami akan terus mengawasi mu " Ujar Raffa diangguki oleh Syaci
Sya" Lirih mereka Bertiga
Syaci melepaskan pelukannya dari sang Abang dan merentangkan tangannya untuk memeluk Para sahabatnya
Hiks hiks " Isak Salah satu dari mereka
Kau kenapa nangis Vi " Tanya mereka bingung
Ke inget momen pas Syaci pergi ke Yaman " Ujar Selvi dengan isakan nya
Ealah, Selvi kau merusak suasana banget sih, kita kan juga nanti bakal balik lagi " Ujar Thea Kesal dengan Selvi
Tau, Selvi ini kumat nangis Alaynya " Ujar Yora
__ADS_1
Yeee, Bocah kita kan biasanya sama sama Ini kita berpisah Ya wajar lah kalau aku nangis " Ujar Selvi membela dirinya
ya tapikan nanti kalian bakal balik lagi kesini Agnesia Selvi Kusuma , kau juga kan jadi asisten ku jadi pastinya kau akan bersamaku nanti , " Ujar Syaci
hehe iya sih" Ujar Selvia nyengir
Terus ngapain kita berpelukan bertiga gini " Ujar Selvi bingung
lah Syaci merentangkan tangannya yang berarti minta dipeluk ., " Ujar Thea
lah kok aku, kalian sendiri kenapa kalian manggil aku pakek Nada melow begitu " Ujar Syaci yang tak ingin disalahkan Yora ingin membalas perkataan Syaci namun di potong oleh Yozza
Stop Ladies, jika kalian seperti ini terus tidak akan kelar sampai besok, Kita sudah mau berangkat Pesawat sudah menunggu " Ujar Yozza menengahi perdebatan antar gadis
Ya benar kata bang Yozza, jadi berhentilah kalian berdebat ,. " Ujar Raffi , para gadis pun diam dan mengangguk
ya sudah sebaiknya kita berangkat sekarang,.
Ompa Ma, Oma Opa Go ga, kami pamit " Ujar Raffa berpamitan kepada mereka
kami juga " Ujar Mereka ber 5
Bolehkah Mama mengantarkan kalian ke bandara nak " Ujar Sisi
Dengan senang hati mama " Ujar Raffi tersenyum dan langsung memeluk Sisi
Raffi " Tegur Raffa
Biarlah, fa, mama suka kok kalian kan anak mama, Yasudah ayo go, kita antar Saudara mu " Ujar Sisi mengajak putra nya
Ega Ikut ya ma " Ujar Diega
Lah terus yang jagain Papa Siapa, " Ujar Diego
Biar Ziva saja " Ujar Syaci
Kamu tak ikut mengantar para Abang dan sahabat mu nak " Tanya Alia kepada sang cucu
Tak deh, Oma,Ziva disini saja jagain papa, Lagian juga Sebentar lagi papa Harus di priksa jadi kalian saja yang pergi " Ujar Syaci
Kamu yakin dek " Tanya Diego memastikan
Iya yakin Bang " Ujar Syaci mengagguk
Ya Sudah kami kembali ya Ce kalau ada apa-apa langsung kabari " Ujar Raffa diangguki oleh Syaci
Asiap " Ujar Syaci dengan mengangkat 2 jempolnya
mereka pun mengangguk dan berjalan menuju keluar ruangan
Syaci menoleh kearah papanya
Nak boleh buka niqab nya tidak, Papa ingin melihat wajah putri papa " Ujar Ali Diangguki oleh Syaci ia melepaskan niqabnya membuat Ali terkejut melihat wajah putrinya yang cantik
Masya Allah, Cantik sekali putri Papa ini " Ujar Ali terpesona melihat wajah sang putri
Papa, jangan terlalu memuji Ini kan ciptaan dan titipan pencipta " Ujar Syaci
Iya nak, kamu benar, jadi tetaplah kamu jaga kamu tutup ya sayang jangan ada laki laki lain selain Suami dan keluarga mu yang melihat " Ujar Ali
Baik papa, " Ujar Syaci tersenyum
ya sudah pakai lah kembali niqabnya " Ujar Ali
Syaci pun memakai nya kembali
Pa Syaci periksa papa dulu ya terus Syaci bantuin papa untuk bersih bersih, setelah itu papa minum obat dan istrahat Agar pas Mau magrib papa Sudah lebih segar " Ujar Syaci diangguki oleh Ali dengan wajah yang tetap tersenyum menatap sang putri nya
Ya Allah terimakasih kau berikan aku putri yang Sholehah, Ronald Nana Terimakasih kau mengajarkan dan mendidik Dia dengan sangat baik " Batin Ali
__ADS_1