
Bagaimana keadaan putri ku dok " Ujar Zelly duduk ditepi ranjang
Putri nyonya " Ujar Dokter itu terkejut karena yang iya tau Zelly tidak memiliki anak perempuan
Dia Istri Zaffran dokter Desi " Ujar Zen
Zaffran sudah menikah sejak kapan " Tanya Dokter Desi bingung
Kemarin tapi memang kami tidak Mempublikasikan nya dulu, Saya harap anda juga bisa merahasiakan nya " Ujar Zen tajam
Diangguki oleh dokter itu,
Baiklah kalau begitu saya " Ujar Dokter itu terpotong oleh beberapa orang yang masuk kekamar
Apa yang terjadi Zeo " Ujar Liana baru masuk dan berjalan kearah ranjang
Zeo tak menjawab ia masih menatap sang istri dengan raut wajah khawatir
Des bagaimana keadaan Anak perempuan ku " Ujar Yozzi
Dia tidak apa apa zi, hanya kelelahan saja, " Ujar Desi
Baik lah, saya akan menelpon Ratih " Ujar Yozzi namun Syaci yang baru saja sadar langsung menolak
Jangan bi, Syaci baik baik saja kok " Ujar Syaci lirih
Tapi sayang " Ujar Liana
Ami, Syaci baik baik saja, mungkin efek kecapean nanti insyaallah sembuh " Ujar Syaci meyakinkan
Baiklah baba akan memundurkan jadwal penerbangan kalian sampai kondisi Syaci lebih baik " Ujar Zen
tidak perlu Ba, tak perlu di cancel , Syaci istrahat beberapa jam sudah lebih baik " Ujar Syaci
Tapi sayang kondisimu belum fit banget, " Ujar Zaffran
Mas, gak papa nanti aku minum vitamin insyaallah Setelah istrahat yang cukup tubuhku lebih baik, " Ujar Syaci meyakinkan sang suami
Setelah perdebatan Mereka pun menyetujui jika nanti setelah acara pesta Syaci dan Zaffran akan pergi ke Swiss
Setidaknya hubungan ini benar adanya mas, bukan hanya Kau ingin memenuhi amanah bang Leon " Batin Syaci
Flashback
__ADS_1
Apa benar dia mencintai mu sya, bukan sekedar amanah dari bang Leon " Ujar Seseorang perempuan bercadar duduk disampingnya
Bukan maksudku untuk membuat mu ragu, tapi aku hanya khawatir ntah di kamu atau di dirinya apa tujuan kalian menikah " Ujar perempuan itu lagi
Jika tujuanmu, untuk melindungi nya dan tujuannya untuk sekedar memenuhi amanah, terus Pahala apa yang akan kalian Ambil apa pernikahan itu pemaksaan , Cukup tubuhmu dan fisikmu yang sakit dan terluka tapi jangan hati mu " Ujar Perempuan itu dan berlalu pergi
Topik
Kenapa sayang, apa yang kamu fikirkan " Ujar Zaffran dengan lembut mengusap pipi sang istri
Apa kau menikahi ku karena amanah " Ujar Syaci lirih
Sejak awal aku bertemu dengan mu dan sejak saat itu aku bertekad bahwa kau akan menjadi gadisku wanitaku dan ratuku , Bukan sekedar hanya amanah tapi juga karena ke inginan ku apa kau ragu " Ujar Zaffran diangguki oleh Syaci
Zaffran tersenyum manis iya tau keraguan dari sang istri nya
Rasakan saja rasa ini, bagaimana memperlakukan dirimu sayang " Ujar Zaffran mengecup kening sang istri dengan lembut
Syaci tersipu ia menunduk kepala
tring bunyi hp Zaffran
Bentar ya mas Angkat telpon dulu " ujar Zaffran ia mengangkat telpon nya namun dia masih duduk dengan memeluk istrinya
waAlaikum salam zaf kau tidak salah Wattsap, kau tidak bisa hadir, hey bro ini ulang tahun perusahaan yang benar saja kau tidak datang " Ujar orang disebrang sana
ada hal yang lebih penting dari itu, sudah aku matikan assalamualaikum " Ujar Zaffran mematikan telponnya sepihak
Kenapa mas gak datang " tanya Syaci
Sayang kan lagi gak enak badan, mas gak mungkin dong mau ningglin istri mas ini " Ujar Zaffran mencium kening sang istri
Mas gak papa mas pergi aja, cia juga kan udah agak mendingan nih ( Sambil mengangkat Tangan Zaffran ditempel kan di kening nya) udah mending kan demamnya " Ujar Syaci
Zaffran menggelengkan kepalanya
Gak, sayang mas mau disini mau sama istri mas, " Ujar Zaffran kekeh
Kalau gitu Dia yang datang kesana kan cia pemegang sahamnya " Ujar Syaci menatap sang suami
Eh no no, kamu masih sakit, kamu harus istirahat ya, tadi kamu udah kekeh bener Malam ini ke Swiss ini mau pergi juga no, mas gak izinin ya, walaupun kamu pemilik nya sekali pun mas gak iziniin " Ujar Zaffran menatap manik Wajah sang istri
Mas, mah, mas gak enak lah sama karyawan mas sama rekan bisnis mas sama para investor juga mas harus profesional geh , Apalagi disana pasti ada Ajho, Dàgē Koko sama Abang, nanti kalau mas gak Dateng gimana cia juga kalau gak Dateng gimana nanti mereka curiga, cia gak mau buat mereka khawatir loh boleh ya,. pliss " Ujar Syaci dengan muka gemasnya
__ADS_1
Zaffran menghela nafasnya
Oke baiklah tapi gak boleh kecapean ya, jangan banyak berdiri duduk aja, kalau ada apa apa bilang " Ujar Zaffran
Siap bos, nantinya Syaci duduk aja, gak kemana mana, " Ujar Syaci tersenyum manis
Zaffran tersenyum gemas melihat sang istri nya itu
Sedangkan di Mansion Ali Syarief
mbak Nana kenapa mbk " Ujar sisi berdiri disampingnya
Ah tidak si, hanya saja masih gak percaya aja, Bayi perempuan kecil itu sudah menikah dan menentukan hidupnya sekarang, ah rasanya baru kemarin aku memperjuangkan dia lahir kedunia ini tapi kok terasa cepat ya " Ujar Nana dengan mata yang berkaca-kaca
benar kata mbk, baru kemarin aku bertemu dia berkenalan dengannya sekarang malah sudah jadi istri " Ujar sisi
Dari arah belakang tangan kekar Memeluk tubuh Nana dan sisi secara bersamaan
Sayang, dia sudah dewasa jadi biarlah dia menentukan pilihan nya serta hidupnya lagi pula kita akan selalu berada di belakang nya untuk suport apapun itu " Ujar Ronald
Benar itu lagi pula kan, dia tetap akan menjadi putri kita " Ujar Nana tersenyum dengan mengelus kepala sang suami yang berada di bahunya
cup
Sudah jangan terlalu khawatir sekarang Putri kota sudah ada yang jagain , walaupun nanti dia dan Suaminya LDR, Zaffran pasti akan memantau istrinya terus " Ujar Ronald melepaskan pelukannya dan memutar balikan tubuh sang istri
apa yang dibilang oleh ayah itu benar bunda, setidaknya Syaci akan selalu berfikir terlebih dahulu dan meminta izin kepada Zaffran yang notabene nya sekarang adalah suaminya " Ujar Raffa
Tak perlu bunda khawatir kan putri bunda itu, yang Sekarang bunda fikirkan adalah putra bunda yang satu itu bagaimana udah lama loh anak orang digantung gak dinikah nikahi " ujar Raffi menyindir Abangnya itu yang berdiri di samping nya
kau nyindir Dàgē " Ujar Raffa menatap tajam kearah Raffi, membuat Raffi menelan Selvianya dengan susah payaj
eh, tidak kan putra bunda bukan hanya Dàgē saja ada Ajho Novan ada Yozzi dan masih banyak lagi " Ujar Raffi gugup
Ronald dan Nana hanya tersenyum dengan menggelengkan kepalanya
Ya Dàgē , gak baik loh menunda nunda terus, apalagi ini udah beberapa tahun lah nak " Ujar Nana menatap sang putra pertama nya
Raffa menghela nafasnya panjang
Coba bunda tanyakan Yora bunda, Dàgē mah terserah dengan yoranya , " Ujar Raffa
baiklah akan bunda tanyakan " Ujar Nana tersenyum lembut
__ADS_1