
...5 Tahun Berlalu...
...----------------...
Pakek bahasa Jerman ye
...----------------...
Seorang Gadis keluar dari dalam mobilnya berjalan Masuk kedalam Sebuah perusahaan yang cukup besar
Permisi , Apa Tuan Arfan Ada di ruangan nya " Tanya Gadis itu pada salah satu Resepsionis
Tuan Arfan Ada diruangan nya Nona " Ujar Resepsionis itu Menunduk
Jika denganku naikan kepalamu Aku lebih muda dari mu, Dan Lagi pula Aku manusia sama seperti mu Bukan Monster yang Harus kau takuti " Ujar Gadis itu berlalu pergi melewati Resepsionis itu yang terkejut dengan perkataan Sang cucu dari pemilik perusahaan Ia berkerja
Buah tak jatuh dari pohonnya, Perkataan Nona Sama Persis dengan perkataan Nyonya Nana " Gumam Resepsionis itu yang salut dengan didikan Nana
Gadis itu masuk kedalam lift menuju lantai 10 Ruangan Orang yang ingin ia temui
Sesaat kemudian ia sudah sampai dan berjalan kearah Ruangan itu Namun saat ia Sudah sampai Di depan pintu ia mendengar percakapan Antara Debanya Dengan pria paruh baya lain Yang sangat ia kenal
Aku datang kesini Untuk membahas permintaan terakhir Leon dulu Fan " Ujar Laki laki paruh baya itu
Permintaan, permintaan apa " Ujar Arfan bingung
Menikahkan Syaci dengan Adiknya Leon " Ujar Laki laki itu tegas
Apa kau sedang lelucon Zhar " Ujar Arfan menatap Abizhar tak percaya
Sama sekali tidak, Sebelum Alm meninggalkan Alm Meminta ku dan Yozzi untuk menikahkan Mereka " Ujar Laki laki itu
Ronald dan Nathan pasti tidak akan setuju akan hal ini, " ujar Arfan yang yakin jika Anak dan menantu nya itu tak kan setuju
Bukankah biasanya kau yang memutuskan, dan mereka akan setuju " Ujar Abizhar
Aku tak mau mengambil keputusan secara sepihak Zhar, apalagi masalah masa depan Syaci, Aku tak ingin memaksanya, Kau tau Cucu ku satu itu Akan Sulit menerima pemaksaan seperti ini, Terlebih Dia Adalah putri satu-satunya " Ujar Deba
Terus, Kau mengabaikan Permintaan alm Cucuku Fan, " Ujar Laki laki paruh baya itu yang tak lain adalah Abizhar
Kau tak lupa bukan, Jika Dia Yang menjaga melindungi Syaci, bahkan Nyawanya pun menjadi Taruhannya Agar Syaci Baik baik saja " Ujar Abizhar menatap Arfan tajam
Aku sama sekali tak lupa Zhar, Aku tau hal itu, Tapi Tidak dengan Meminta nya untuk Menikah Dengan Adiknya Leon " Ujar Arfan
Itu permintaan nya terakhir nya Fan, Jika bukan Karena Permintaan nya Aku pun tak kan Mau karena syaci sudah seperti cucuku sendiri, Aku tak mau dia kecewa / terluka " Ujar Abizhar mereka berdua masih bersetegang membahas permintaan Terakhir Leon
Sedangkan di luar Sang gadis Yang mendengar percakapan itu diam mematung
Sampai pada akhirnya Ada orang yang menepuk bahu nya membuat ia Menoleh
Pak Tegar" Lirih Syaci menutup pintu Ruangan itu Dan menatap Laki laki yang menepuk pundak nya
Nona, nona kenapa " Ujar Laki laki itu yang tak lain sekertaris pribadi sang deba
Saya tak papa, pak, tadi Saya ingin masuk keruangan Deba, Tapi sepertinya deba sedang ada tamu, Jadi saya bingung mau masuk apa tidak " Ujar Syaci beralasan
Oalah, Ya Nona, Ada Tuan Abizhar didalam ia Baru saja datang " Ujar Tegar
Iya, sudah nanti saja , " Ujar Syaci Diangguki oleh Tegar
Pak, Jangan beri tahu Deba jika saya datang, Biar nanti saya kerumah saja menemui deba " Ujar Syaci
__ADS_1
Baik Nona " Ujar Tegar mengangguk
Syaci pun berbalik badan nya Saat itu dia berpas Pasan dengan Laki laki yang seperti nya ingin menuju keruangan Sang Deba
Saat Syaci sudah masuk lift Laki laki yang berpas Pasan dengan Nya pun bertanya dengan Tegar
Dia siapa " Tanya laki laki itu
Oh itu, Namanya Nona Ziva Cucu perempuan Satu-satunya dari kel Tuan salammon " Ujar Tegar dibalas anggukan
Tak lama Abizhar keluar dari ruangan itu
Aji, Ayo kita pergi " Ujar Abizhar diangguki oleh laki laki itu
Pikirkan baik baik, " Ujar Abizhar menatap Arfan tajam
dan berlalu pergi
Tuan , Tadi saat tuan dan Tuan Arfan, didalam Cucu Perempuan Tuan Arfan Datang Dia berdiri di depan pintu " Ujar Aji
Dia Datang, apa dia mendengar percakapan kami" gumam Abizhar yang dapat dijelaskan oleh Sekertaris nya
Saya Kurang tau tuan, Tapi bisa jadi dia mendengar nya karena Saya lihat dia hanya diam Didepan pintu, Ia juga mengatakan kepada Sekertaris Tuan Arfan untuk tak mengatakan pada tuan Arfan jika ia datang Ke kantor " Ujar Aji
Abizhar hanya mengangguk tersenyum
Kita ke Kantor Yozzi dulu , ji " Ujar Abizhar
Baik tuan, " Ujar Aji
Jika syaci mendengar percakapan nya Pasti ia akan langsung Bertanya kepada Yozzi " Batin Abizhar
Tak butuh waktu lama Mobil yang di naiki Abizhar Sudah Sampai Di depan kantor
Kita kembali saja ke Bandara, " Ujar Abizhar tersenyum ketika melihat Mobil Syaci terparkir di perusahaan Yozzi
Sedangkan di Dalam perusahaan
Tuan Yozzi, Ada didalam " Tanya Syaci kepada Resepsionis yang berada di sana
Ada Nona, " Ujar Resepsionis itu yang sudah tau siapa Gadis Yang ada dihadapan nya itu
Syaci pun masuk kedalam dan menuju keruangan Yozzi
Saat ia ingin masuk ia berpapasan dengan Sekertaris Yozzi yang baru saja keluar dari ruangan Yozzi..
Apa Abi ada didalam , pak " Tanya Syaci
Ada Nona, Silahkan saja masuk, Tuan baru saja selesai Meeting dengan staff " Ujar Sekertaris itu diangguki oleh Syaci
Syaci pun mengetuk pintu dan mengucap Salam
Assalamualaikum " Ujarnya
WaAlaikum salam, Syaci , " Ujar Yozzi menengok kearah Pintu yang terbuka
Apa Syaci mengganggu Bi " Tanya Syaci saat melihat Para karyawan yang ada didalam
Tidak, nak, ini sudah selesai, Ada apa kau kemari " Tanya Yozzi yang tak biasanya putri dari sahabat nya itu datang tiba tiba
Ada yang ingin ku bicarakan Bi " Ujar Syaci
__ADS_1
Yozzi mengangguk
Tunggu Abi didalam, Abi akan menyusul " Ujar Yozzi diangguki oleh Syaci ia pun berjalan menuju keruangan Kerja Yozzi
Kalian bisa pergi sekarang" Ujar Yozzi meminta kepada karyawan nya Utuk keluar
Desi, Katakan pada Firman untuk membuat kan Lemon tea untuk Ziva " Perintah Yozzi
Baik pak " Ujar Wanita itu
Yozzi pun masuk Ia melihat syaci yang Duduk di sofa nya dengan Mata terpejam
Ada Apa dengan Anak ini,. apa dia ada masalah " Batin Yozzi
Dia masih diam menatap putri Dari sahabatnya itu sampai ketika Ruangan itu diketuk membuat syaci membuka matanya dan menatap Kearah Yozzi dengan pandangan yang berbeda
Maaf tuan nona, saya mengantar minum untuk nona " Ujar Sekertaris Yozzi
Yozzi mengangguk ia pun duduk di depan Syaci dengan mata yang masih menatap Syaci
Minum lah dulu " Ujar Yozzi
Syaci mengangguk dan meminum Lemon tea itu
Apa yang ingin kau bicarakan Sya" Tanya Yozzi menatap wajah syaci
Aku ingin bertanya dengan Abi tapi tolong jawab dengan jujur "pinta Syaci
Diangguki oleh Yozzi
Apa benar Almarhum Bang Leon pernah meminta ku Untuk menikah dengan Adiknya " Ujar Syaci menatap Abi dari sahabat nya itu
Dari mana kau tau " tanya Yozzi terkejut
Kakek Abizhar tadi menemui Deba dan membicarakan tentang itu, Jawab pertanyaan Syaci abi " Ujar Syaci
Huft memang benar, Alm pernah meminta mu untuk menikah dengan adiknya, Tapi Abi tidak setuju akan hal itu " Ujar Yozzi
Kenapa Abi tak setuju, itu amanah dari Almarhum " Ujar Syaci
Ya memang itu amanah tapi Abi tak mau memaksakan nak, Selain itu pula kamu putri Abi, Abi tak mungkin rela jika kau terluka karena musuh musuh mereka, Kami selalu melindungi kalian agar kalian tak menjadi sasaran dari mereka, jika kamu masuk kedalam Keluarga mereka Musuh akan mengincar mu Apalagi dalang yang sebenarnya belum kita ketahui" Ujar Yozzi
Syaci menatap Yozzi ia mengangguk atas apa yang dikatakan oleh Yozzi
Tapi aku tak kan tau dimana orang itu jika aku tak masuk dikeluarga mereka " Batin Syaci
Ya sudah kalau begitu Aku pamit pulang dulu Bi, Lagi pula Yora sudah datang aku tak mau ia menjadi curiga nantinya " Ujar Syaci tatkala melihat keluar ada mobil Sahabatnya yang terparkir di depan perusahaan
Syaci pun pamit kepada Yozzi dan pergi dari ruangan itu saat Ia sudah masuk lift Yora keluar dari lift sebelah dan masuk ke dalam ruangan sang Abi
Assalamualaikum " Ujar Yora masuk kedalam ruangan Sang Abi
WaAlaikum salam, " Ujar Yozzi tersenyum menatap sang putri nya
Dimana syaci bi aku melihat mobilnya terparkir di depan tadi " Tanya Yora
Dia sudah pergi baru saja " Ujar Yozzi
Tumben, ngapain dia kesini tanpa memberi tahu ku " Ujar Yora
Dia hanya sebentar, Menanyakan tentang Proyek pembangunan nya setelah itu ia pergi " Ujar Yozzi berbohong
__ADS_1
hanya itu saja " Tanya Yora memincingkan matanya dengan curiga
Ya, memang apa lagi, jika dia datang kesini pasti hanya menanyakan hal itu bukan" Ujar Yozzi kembali fokus dengan laptopnya agar sang putri percaya