
Keesokan Harinya mereka pun kembali ke Indonesia Karena keadaan Syaci yang sudah membaik
Di Pesawat
Sya, sebaiknya kamu istrahat dulu, Jangan dipaksakan, " Ujar Zoya menasehati Syaci
Sebentar lagi kak, setelah ini aku akan istrahat " Ujar Syaci masih fokus ke Laptopnya
Cece istrahat lah, biar Dàgē yang akan melanjutkan " Ujar Raffa mendekati sang adiknya
Ini sebentar lagi selesai kok Dàgē " Ujar Syaci
Raffa meletakkan telapak tangannya ke kening atas Syaci
Tubuhmu demam lagi dek, tinggalkan biar Dàgē yang menyelesaikan nya " Ujar Raffa pelan
Syaci yang mendengar suara Raffa yang pelan namun Berat ia pun menghela nafas nya dan meletakkan laptop nya ke samping
Baiklah " Ujar Syaci namun saat berdiri tiba tiba dia sempoyongan
Zoya sigap langsung memegang tubuh Syaci
Fi, Bawa Syaci kekamar " Ujar Raffa,
Kenapa bukan Raffa, padahal Raffa disana ( Raffa Abang tiri nya sedangkan Raffi Walaupun tiri dia kan sepersusuan baca di bab Awal ya )
Raffi mengangguk dan bergegas menggendong sang adiknya
Istrahat lah " Ujar Raffi saat membaringkan tubuh Syaci ke kasur
Rev, aku mintak tolong ambilkan Air untuk mengompres " Ujar Raffi yang melihat Reva baru saja ikut masuk kedalam
Baiklah " Ujar Reva ia pun langsung bergegas pergi
Raffi menyelimuti tubuh adiknya
Jangan difikirkan , Cece tak sendiri Ada kami , cup " Ujar Raffi sambil mencium telapak tangan sang Adik dengan lembut
Cece takut ko, Jika kalian yang akan jadi korbannya " ujar Syaci lirih airmatanya mengalir
Bismillah dek, insyaallah Jika kita semua akan baik baik saja " Ujar Lirih Raffi
tapi jika adek, melakukan nya semua sendrian itu malah akan membuat adek yang terluka Sendiri " Ujar Raffi lagi
Tak berselang lama Reva datang membawa baskom lap dan air putih
Ajho bilang Syaci minum dulu obatnya lagi setelah itu baru istirahat " Ujar Reva diangguki oleh Raffi
Terimakasih Va " Ujar Raffi mengambil baskom lap dan Air putih
Syaci pun bangun dibantu oleh Raffi untuk minum obat setelah itu ia tidur kembali dengan Raffi yang telaten Mengompres Kening Syaci
Kau juga istrahat lah, jangan sampai kau ikutan sakit juga " Ujar Raffi menatap Reva disaat itu juga Reva menatap Raffi
Eghem, " Deheman Novan membuat mereka saling Berpaling
Rev, istrahat lah dengan Zoya, biar Syaci kami yang jaga" Ujar Novan diangguki oleh Reva dengan Kepala yang menunduk,
Ia pun pamit keluar
Jaga Matamu Raffi Dia belum halal bagimu " Ujar Novan menatap Raffi
__ADS_1
Astaghfirullah, Ya ajho " Ujar Raffi lirih
Novan, mendekati Syaci di sentuh wajah Syaci yang panas
Demamnya semakin tinggi, " Ujar Novan Khawatir,
Bagaimana Apa Syaci lebih baik " Tanya Raffa yang baru saja ikut bergabung dengan mereka
Demamnya Semakin tinggi " Ujar Novan
Raffa menatap jam di pergelangan tangan nya masih 2 Setengah Jam lagi mereka akan sampai
Kita Mendarat saja dulu di Bandara terdekat " Ujar Raffa
Gak mau, Syaci mau pulang mau sama bunda Dàgē " Lirih Syaci yang perlahan membuka matanya yang sendu
mereka bertiga pun menghela nafas dan mengangguk
Baiklah, tapi apa adek yakin, adek kuat Sayang " Tanya Raffa khawatir dengan adiknya
Insyaallah, " Ujar Syaci lirih
Ya sudah pejamkan mata nya Ajho akan berselawat " Ujar Novan naik ke ranjang kasur
Ya sejak kecil jika Syaci sakit Mereka bertiga dan sang ayah akan di kamar menjaga Syaci dan berselawat Sampai Syaci benar benar tertidur pulas
...----------------...
...----------------...
2 Jam Setengah
mereka sudah landing
ternyata diluar sudah ada Mobil untuk membawa sang adik Ke RS Disana juga sudah ada Ratih dan Thea
Zaffran yang juga disana pun langsung ikut masuk mobil Ambulance
Zaff " Ujar Raffa terkejut melihat Zaffran yang masuk Terlebih dulu
Aku ingin disini Dàgē " ujar lirih Zaffran Khawatir
Raffa mengangguk mengerti Ia langsung menutup pintu belakang ambulance itu
Lah Dàgē kok Gak masuk katanya Dàgē yang mau didalam " Ujar Raffi yang Baru saja turun dari Pesawat
Sudah Ada Novan dan Zaffran, Kita mengikuti saja dari belakang " Ujar Raffa
Raffi menatap sang Abang bingung namun mengikuti langkah sang Abang
Zaffran, ikut ambulans " Tanya Raffi
iya, " Ujar Raffa mengangguk
Zoya dan Reva yang ada dibelakang mereka berdua hanya diam saja mendengar kan
Kok Dàgē izinkan " Tanya Raffi
Lah, wong dia bentar lagi jadi Suaminya, biarkan ayah juga sudah memberikan izinkan " Ujar Raffa santai
Ya tapikan mereka belum Sah Dàgē " Ujar Raffi protes
__ADS_1
Didalam sana bukan hanya ada Zaffran Saja, Raffi tapi ada mama Ratih Thea serta Novan " Ujar Raffa menatap sang adiknya tajam
Iya tapi kan " Ujar Raffi ingin protes namun di potong oleh Reva
fi, diam deh tuh liat orang orang pada liat ke kita karena suara kau yang berisik " Ujar Reva
Lah sih mulut mulutku kenapa kau yang protes
Raffi " Tegur Raffa
Hehehe maaf Va, maaf Dàgē Raffi diem deh " Ujarnya nyengir
...----------------...
...----------------...
Flashback Satu jam sebelum nya
Mau kemana Kau Thea " Tanya Yora yang kebetulan mereka sedang makan siang bareng
Kebandara mereka hari ini kembali " Ujar Thea
Ikut dong " Ujar Selvi
Mending Kalian beresin kerjaan kalian dulu biar beres, biar nanti bisa gantian jagain Syaci " Ujar Thea
Lah memang " Ucap Selvi namun terpotong oleh Suara seseorang yang berada di belakang Thea
Cia kenapa " Tanya Zaffran yang kebetulan ia yang sedang makan siang bersama sean di tempat yang sama dengan mereka bertiga mendengar percakapan mereka ia pun langsung menghampiri ketiga gadis itu saat nama Gadisnya di bahas
Thea menengok kearah Zaffran
Demam, " Ujar Thea
Kemarin bukannya sudah turun " Tanya Yora
Ia, tadi tiba tiba dia demam lagi, dan ini demamnya lebih tinggi , " Ujar Thea Seketika Wajah Zaffran panik
Terus sekarang dimana dia " Tanya Zaffran dengan nada Khawatir
Masih dipesawat, Satu jam lagi mereka akan landing , " Ujar Thea
Tanpa aba aba Zaffran langsung melangkah dengan cepat keluar dari restoran itu
Arthea Ayo " teriak Zaffran tatkala menengok kearah Thea dia masih diam di tempat nya, dan membuat orang yang sedang makan disana seketika menengok kearah Zaffran yang berteriak
Eh, Sepupu Kau malu maluin" Umpat Thea ia pun ikut keluar Dari Restoran itu
Eh tungguin " Ujar Sean Yang ikut keluar dari restoran itu
Kau bawa mobilnya Sean Cepat , " Ujar Zaffran dingin Namun wajahnya terlihat panik
Thea dia langsung masuk ke kursi belakang tangannya Sibuk mengotak ngatik ponselnya
Hallo Assalamualaikum ma, dimana " Ujar Thea tar kala Ponselnya berdering
Oh, ya udah, Thea ini langsung kebandara " Ujar Thea
Kita langsung kebandara aja, mama ku sudah mengurus nya " Ujar Thea
Hanya dibalas dengan deheman oleh Zaffran
__ADS_1
Fikiran nya tak karuan
Apalagi saat dia tau dari cerita Yora, jika Syaci jarang namanya sakit tapi jika sakit bisa berhari hari bahkan sampai tak sadar kan diri