
Setelah selesai sholat Syaci duduk di emperan masjid dengan mata yang terpejam
Nak " Panggil Seseorang laki laki yang baru saja keluar dan ingin menutup pintu masjid itu namun matanya tak sengaja melihat seorang gadis yang duduk di dekat pintu
ah iya, " Ujar Syaci terkejut tatkala ia membuka mata
maaf Pak, jika saya terlalu lama duduk disini" Ujar Syaci lagi menundukkan kepalanya
tak papa nak, bapak yang seharusnya minta maaf membuat mu terkejut " Ujar Orang itu
kamu bukan kah yang ada di rumah alm bu sumi tadi dengan 3 orang lainnya " Ujar Bapak itu diangguki oleh Syaci
iya Pak, saya dan 3 sahabat saya yang ada di sana * Ujar Syaci
Apa kalian kerabat Ibu sumi, karena setau saya Ibu sumi tidak memiliki kerabat Selain Ibu isni " Ujar bapak itu
Kebetulan saya kerabat jauh alm pak kodir pak, " Ujar Syaci, karena menurut dia dan keluarga nya siapapun yang berkerja dengan mereka sudah dianggap seperti keluarga apalagi kodir adalah tukang kebun Sang nenek
Oalah, " Ujar Bapak itu
pak apa saya boleh tanya " Ujar Syaci
boleh nak, kamu ingin tanya apa " Ujar Bapak itu
Kata bapak tadi ibu sumi punya saudara yang bernama ibu isni " Ujar Syaci diangguki oleh bapak itu
iya nak, hanya dia keluarga atau saudara ibu sumi tapi karena keserakahan yang membutakan Nya " Ujar Bapak itu
maksud bapak gimana ya " Ujar Syaci bingung
Pak kodir dulu berkerja di Jakarta, gajinya sangat lumayan ia pun membeli sawah dan perkarangan namun saat dimana pak kodir meninggal semua aset yang dimiliki oleh pak kodir yang seharusnya milik ibu sumi diambil paksa oleh Ibu isni " Ujar Bapak itu
Bagaimana bisa dia mengambil nya pak, bukan kah ada sertifikat nya " Ujar Syaci
Memang ada sertifikat nya nak tapi namanya saja orang serakah pastinya akan melakukan apapun walapun harus menipu adiknya sendiri, ia memanipulasi pemindahan sertifikat saat ibu Sumi sedang sakit dengan alibi ibu isni akan membantu nya dengan syarat dia harus menandatangani kontrak yang ternyata pengalihan sertifikat dan ia juga meminjamkan uang kepada ibu sumi dengan Bunga yang cukup besar " Ujar Bapak itu membuat Syaci mengepalkan tangannya
Dengan begitu semua yang harusnya dimiliki oleh ibu sumi di ambil oleh ibu isni belum lagi uang uang dipinjam nya " Ujar Bapak itu
Syaci memejamkan matanya untuk mengontrol emosi
Emb, terimakasih ya pak, maaf saya harus kembali " Ujar Syaci diangguki oleh Bapak itu
Zaffran yang sedari tak jauh dari mereka berdua pun menghampiri Syaci
Va, " Panggil Zaffran, Syaci menengok kebelakang
__ADS_1
mari pak, Assalamu'alaikum " Ujar zaffran pamitan dengan sopan
Kira saya, anda sudah kembali " Ujar Syaci
setelah sholat tadi saya ke toilet sebentar " Ujar Zaffran
mereka pun kembali kerumah itu dengan berjalan iring iringan
Syaci hanya mengangguk saat mereka sudah sampai ada suara ribut yang ia tau salah satu teriakan adalah suara sahabat nya reva
Apa ibu tidak punya hati nurani, disini sedang berduka dan anda dengan kurang ajar nya Mengambil yang bukan hak anda " teriak reva kesal
Anak Kaya yang sombong asal kau tau Sumi memiliki utang yang cukup banyak dan Sekarang ia mati ini uang belum ada seperapatnya untuk melunasi nya " Ujar wanita paruh baya yang dengan dandanan menor
Saya yang akan membayar semua hutang Alm, " Ujar Zaffran mengambil Kotak yang berisi Amplop untuk para pelayat
Cih belaga sekali anda, hutang dia itu buka satu dua juta Anak tampan tapi 1 Meliar " Ujar wanita itu
bukde bohong, ibu meninjam uang hanya sedikit " Ujar Zakiya dengan suara isakannya
benar itu, Alm ibu sumi hanya meninjam uang 5 juta saat itu, saya juga ada disaat ibu sumi meninjam uang kepada Anda " ujar ibu ibu yang saat tadi berbicara dengan reva
Kalian berdua fikir jaman sekarang ada yang meminjamkan uang dengan suka rela pasti ada bunganya " Ujar Wanita itu
kau bocah kau tak tau apa apa diam kau " Ujar Wanita itu ingin Memukul Zakiya namun dengan gesit Syaci menahan tangan wanita itu yang membuat Syaci terdorong kebelakang hampir saja ia terjungkal jika Zaffran tidak memegangi tubuhnya
Cih, sok menjadi pelindung " Ujar ibu yang ada disamping wanita itu ( ibu ibu yang tadi mengatakan Mereka sombong )
Catat Nomor rekening anda disini setelah itu pergi dari sini " Ujar Zaffran dingin dengan aura yang berbeda
ia sudah geram saat Melihat Syaci hampir terjungkal
Wanita itu yang bernama isni langsung tersenyum dan mencatat nomor rekening nya di HP Zaffran
anak muda yang tampan tapi sombong memang kau mampu " Ujar Isni dengan Senyum sinisnya
Aku sangat mampu, Hanya 1M tidak membuat perusahaan Abizhar atau Nugraha bangkrut " Ujar Zaffran tajam, mengetik Ponselnya
ting
ck, saya menambahkannya Untuk anda agar tak mengganggu Zakiya lagi " Ujar Zaffran Dingin
Bawa mereka pergi " Ujar Zaffran menatap anggota Syaci
Orang orang itu pun mengangguk dan Menyeret 2orang wanita itu pergi
__ADS_1
Masih saja sama menyombongkan Nama keluarga " Ujar Syaci masuk kedalam rumah dengan menggenggam tangan Zakiya di ikuti Zoya dan Reva dibelakang
Apa kata Nona kalian barusan tadi " Ujar Zaffran bertanya dengan anggota Syaci yang masih ada disana untuk mengulangi perkataan Syaci yang sebenarnya ia Mendengar dengan jelas namun ntah kenapa rasanya perkataan itu seperti Alarm yang selama ini ia ingat
Jika saya tak salah nona berkata, masih saja sama menyombongkan nama keluarga tuan " Ujar anggota Syaci
Dia " Gumam Zaffran ketika sudah menyadari siapa Syaci
Zaffran tersenyum dia duduk di teras itu dan menelpon Diego
Hallo Assalamu'alaikum " Ujar Diego
Wa'alaikumussalam go aku sudah menemukan nya " ujar Zaffran to the point
menemukan menemukan apa. an " Ujar Diego bingung
Gadis kecil yang selama ini aku cari " Ujar Zaffran masih dengan senyuman yang sama
.
Serius, eh Adik ku mana apa kau tinggal dia " Ujar Diego yang baru ingat jika adiknya bersama Zaffran
Dia ada bersama ku " Ujar Zaffran
Dan dia adalah orangnya " Ujar Zaffran lagi
Dia adalah orangnya gimana, kalian dimana Sherlock, aku akan menyusul " Ujar Diego
Adikmu adalah gadis kecil itu, Dia adalah orangnya" Ujar Zaffran matanya menatap gelang yang selama ini ia pakai sejujurnya saat ia bertemu awal dengan Syaci dan melihat Syaci memakai gelang dengan bandul Bintang sama persis seperti yang dipakai olehnya dia penasaran namun dia tepis mungkin itu hanya kebetulan
Tapi saat ia mendengar perkataan Syaci tadi ia langsung sadar jika gadis yang dicari adalah Syaci
Seriusan kau, Mana mungkin adikku " Ujar Diego yang tidak percaya
Aku tanya adikmu berasal dari mana " Ujar Zaffran
Jerman " Ujar Diego
Aku bertemu dengannya saat itu saat aku berlibur di Jerman dan mengantarkan Alm Bang leon untuk pindah kesana, aku bertemu dengannya saat dihutan dia memakai gelang yang saat ini aku pakai dan saat ini juga dia memakai gelang dan bandul yang sama persis dengan yang aku pakai go " Ujar Zaffran
Masa iya sih, Zaffran Dunia sempit sekali " Ujar Diego bingung karena pasalnya ia tau bahwa sejak dulu Zaffran menyukai gadis kecil itu bahkan ia rela mengganti laptop nya yang tiba tiba rusak karena mencari Identitas Gadis itu
Sudah kau kesini saja aku akan menjelaskannya sedetail mungkin setelah mengurus jenazah ibu sumi " Ujar Zaffran
hah, mengurus jenazah ibu sumi siapa lagi dia " Ujar Diego tambah bingung
__ADS_1
Dia orang yang dibantu oleh adikmu udah cepat kesini belikan aku pakaian juga dan adik serta 2 sahabat nya itu " Ujar Zaffran
Baiklah " Ujar Diego setelah itu mereka mematikan telpon nya setelah mengucapkan salam