
Sesampainya di kediaman Syarief,
kak ayo, " ujar Ega menggenggam tangan Syaci untuk masuk kedalam Mansion
Masuk lah terlebih dulu , Kakak nunggu kak Reva dan Zoya " Ujar Syaci
Baiklah " Ujar Diega lalu iya masuk kedalam meninggalkan Syaci diluar
Saat Dipastikan Diega sudah masuk Syaci berjalan kearah Samping
Nona " Panggil seseorang dengan suara pelan
Syaci menengok ke asal suara itu dan berjalan kearah nya
Ini nona, semuanya sudah di sini " Ujar Orang itu dengan memberikan Memori ke Syaci
Syaci mengangguk sebagai Jawaban nya setelah itu orang itu pamit pergi,
Syaci menekan Tombol earphonenya di balik hijabnya
Assalamualaikum " Ujar otw disbrang telpon
waAlaikum salam " Ujar Syaci pelan
Pastikan Sore ini mereka pergi keluar " Ujar Syaci pelan
Baik Queen, " Ujar Orang disebrang sana setelah itu Sambungan mati
Syaci berjalan kearah Depan kembali dan bertepatan dengan Zoya Dan Reva datang
Assalamualaikum " Ujar Mereka bersamaan
WaAlaikum salam , dimana Zakia " Tanya Syaci
Dia bersama Kakek Dan Nena " Ujar Reva Di angguki oleh Syaci tanda ia mengerti, mereka pun masuk namun saat Syaci ingin membuka pintu
Pastikan Berita ini tidak didengar mereka dan aku sudah meminta RA membawa mereka pergi " Ujar Syaci pelan
Terus 2 Orang tua itu bagaimana " Ujar Reva pelan
Itu urusan kau,. " Ujar Syaci dan membuka pintu besar itu
Selamat berfikir adikku " Ujar Zoya dan masuk kedalam
Aelah, otak ku mari kita berkerja sama " gumam Reva sambil mendengus kesal
----------------
----------------
Diruangan Tamu
Perkenalkan gadis yang disamping saya ini adalah putri Kedua saya ZivaAlisya Angelecia Zayna, dan mereka adalah saudara saudari Nya yang berarti Putra serta putri saya juga dan mereka, Wanita itu pasti diantara kalian sudah tau, dia adalah mantan istri pertama saya yang berarti ibu kandung Dari ziva Dan laki laki itu Suami nya dan ayah putri ku, saya harap kalian menerima nya dan memperlakukan mereka dengan baik karena mereka adalah keluarga saya " Ujar Ali lantang menatap kearah Para pelayan dan yang berkerja di mansion itu
__ADS_1
Baik Tuan " Ujar Mereka serentak
Tak perlu bersikap seperti itu pah, Mereka juga bagian dari keluarga Kita " Ujar Syaci dengan suara lembutnya menatap mereka yang menunduk
Ali tersenyum dan mengelus pucuk kepala sang putri nya dengan sayang
Ya sudah Kalian boleh pergi, tolong siapkan Makan malam karena nanti malam akan ada tamu yang ingin berkunjung kemari " Ujar Ali tersenyum lembut
Para pelayan pun mengangguk dan pamit pergi
Papa duduk lah jangan terlalu lama berdiri " Ujar Syaci Menuntun sang papa agar duduk disofa
Syaci akan membantu Bibik dulu didapur " Ujar nya
Tak perlu nak, biar mereka saja kamu duduk disini kita ngobrol ngobrol dulu papa juga belum Puas Ngobrol dengan mu " Ujar Ali menahan tangan sang putri
Pah, Bukan kah aku akan tetap di sini jadi kita bisa mengobrol setiap saat, lagi pula Syaci sudah terbiasa didapur untuk memasak jadi rasanya jika syaci makan bukan Campur tangan Syaci rasa nya ada yang kurang pah " Ujar Syaci membujuk Sang papa
Tapi nak, " Ujar Ali
Pah, Syaci ini akan menjadi seorang istri nantinya jadi jika tidak dimulai dari sekarang terus Syaci akan mulai dari kapan, " Ujar Syaci tersenyum lembut
Baiklah " Ujar Ali menghela nafasnya, Syaci tersenyum dibalik niqabnya dan berjalan kearah dapur
Om Tante, kami berdua ikut Syaci kedapur ya " Ujar Zoya dengan wajah tersenyum
Silahkan " Ujar Sisi
Dirga juga " Ujar Diega
.......
Di dapur
Duh Non, biar kami saja yang nyiapin, non duduk aja di ruang tamu " Ujar bibik yang sudah lama menjadi pembantu disana
Bi, saya sudah terbiasa didapur jadi jika ada yang masak saya gak ikut masak rasanya ada yang aneh, toh lagi pula biar memperingan kerjaan bibik, " Ujar Syaci dengan suara lembutnya
Tapi non, " Ujar bibik itu ingin membantah tapi di potong oleh Reva
Sudah bik, bibik kerjain aja yang lain biar urusan memasak kami saja " Ujar Zoya tersenyum menatap mereka
Baiklah lah non " Ujar Pembantu rumah tangga itu
Syaci Reva Zoya dan Diega pun mulai berkutat dengan Bahan bahan yang akan dimasak
Mau masak apa kak " Tanya Diega
Em, Sop Iga, Ayam Bakar Sayur asem Adek sama kalian berdua mau Request masakan apa " Tanya Syaci menatap sang adik perempuannya itu
Em Apa aja kak, " Ujar Diega Tersenyum lembut menatap sang kakak
Cumi Sambal balado Kali enak Sya, " Ujar Reva
__ADS_1
Tapi Bang Yozza gak makan seafood " Ujar Zoya, mengingat jika Yozza alergi seafood
Syaci tersenyum dibalik niqabnya menatap Sang Sahabat yang hafal dengan alergi Sahabat Abangnya itu
Ya juga ya, ya udah terserah Kau saja kami terima suruh " Ujar Reva Yang diangguki oleh Diega
Ya udah kita masak masakan Nusantara aja , kalian siapin aja bahan masakan nya aku nyiapin perbumbuan " Ujar Syaci Diangguki oleh Mereka bertiga
Mereka pun sibuk dengan tugas masing masing
Syaci yang sibuk menyiapkan bumbu didekat jendela Tak sadar jika sedari tadi ia diperhatikan oleh Seseorang dari arah Luar jendela
Jaga matamu " Tegur seseorang yang ada dibelakang nya
Orang itu pun menengok kebelakang tersenyum lembut kepada orang yang menegurnya
Bagaimana aku harus menjaga mataku Jika sejak dulu aku paling suka melihat nya seperti itu van " Ujar Laki laki itu
CK, kau menyukai nya kan, " Ujar Laki laki itu yang tak lain adalah Novan
Kau selalu memojokkan ku tentang pernyataan itu " Ujar Yozza ya laki laki yang sedari tadi menatap Syaci adalah Yozza
dan pernyataan ku itu benar " Ujar Novan Tersenyum Bibirnya terangkat keatas dikit
Ya, aku tak kan bisa menyangkal hal itu apa lagi saat ini dia ingin di lamar oleh Sepupu ku sendiri , Aku tak rela " Ujar yozza Dingin
Semuanya sudah ada jalan takdirnya bro, jika adikku tak berjodoh denganmu mungkin kau berjodoh dengan Sahabatnya " Ujar Raffa yang baru saja datang Menghampiri mereka berdua
Maksud mu apa fa " Ujar Yozza menatap sahabatnya yang baru saja datang itu
Ada seorang wanita yang memperhatikan mu dalam diamnya ada seorang Wanita yang selalu menyelipkan namamu di setiap Doanya Bang, adikku adalah adikmu sejak dulu pun begitu jika kau menyukai Adikku itu hanya sekedar kagum semata " Ujar Raffi berdiri disamping Sang Abang
FLASHBACK
Dek, Cece sadar tidak jika ada laki laki yang menyukai mu " Ujar Raffi mengelus pucuk kepala sang adik
syaci menatap sang Abang tirinya yang mengelus
Sadar Ko, ada 1 laki laki yang menyukaiku dalam diamnya , Sahabat karib Dàgē dan ajho bang Yozza " Ujar Syaci
Kamu sadar jika Yozza menyukai mu," Ujar Raffa menatap sang adiknya yang duduk di depannya
Ya, aku sadar, tapi bang Yozza menyukai ku hanya sekedar kagum Dàgē, " Ujar Syaci tersenyum dibalik niqabnya
Kenapa kamu bisa beranggapan hanya sekedar kagum, " Tanya Raffi
Cece dan bang yozza sudah kenal lama Cara pandang bang Yozza sama dengan cara pandang Kalian, dan lagi pula Ada seorang wanita yang menyukai nya dalam diam bahkan wanita itu selalu menyelipkan nama bang Yozza Di Doanya " Ujar Syaci
Siapa dek " Tanya Raffi kepo
Kak Zoya, Aku pernah tak sengaja mendengar Doanya Saat ia sedang sholat Sendiri, dia menyelipkan nama Bang Yozza , bahkan cara pandangnya Kak Zoya saja sudah terlihat, malah aku sering menegurnya " Ujar Syaci
Cece tak mau kak Zoya Sakit hati Ko, Dàgē , maka dari itu Cece lebih memilih untuk tidak berkomunikasi dengan Bang yozza, dan lagi pula Cece belum terpikir untuk masalah perasaan " ujar Syaci
__ADS_1
Karena saat ini aku ingin bermain-main dulu " ujar batinnya