
Malam pun sudah berganti pagi dan pagi pun sudah beranjak siang Mereka masih mencari sosok gadis yang menghilang begitu saja sejak Sore kemarin
Ziva, kamu kemana sih, dek " Lirih Seorang laki laki yang mengemudi mobilnya menyusuri jalan yang iya lewati
GO, go berhenti deh " Ujar Orang yang ada disamping nya
Mobil itu langsung di berhenti kan oleh si pengemudi
Kenapa " Tanya sangat pengemudi yang tak lain adalah diego
Sebentar " jawab Zaffran yang berada disamping nya ,
Ia keluar dari mobil dan berjalan menuju seseorang yang sedang telponan berdiri disamping Mobil tak jauh dari mereka berhenti
Aku menemukan mobilnya, tapi aku tidak menemukan Orangnya " Ujar Orang itu mengobrol di telpon
Bang Yozza " Panggil Zaffran ketika sudah didekat laki laki yang sedang telponan itu..
Laki laki itu menoleh dan menatap Zaffran dengan terkejut namun seketika wajahnya datar nan tajam
Abang kenapa disini bang " Ujar Zaffran dengan menyalami tangan laki laki itu
Assalamu'alaikum " Ujar Sinis Yozza menatap Zaffran dengan tajam
Eh, maaf Assalamu'alaikum bang " Ujar Zaffran mengucapkan salam
Wa'alaikumussalam " Ujar Laki laki itu yang tak lain adalah Yozza
Bang Yozza kenapa ada disini, bukankah abang di Singapura" Ulang Zaffran bertanya
Seharusnya Aku yang bertanya kepada mu, apa yang kamu lakukan Zaffran " Ujar Yozza tajam
Apa yang aku lakukan maksud abang apa " Tanya Zaffran bingung dengan pertanyaan dan Tatapan sangat abang yang tiba tiba saja tajam nan dingin kepadanya
__ADS_1
Huft, Apa yang kamu lakukan pada gadis itu sampai dia menghilang seperti ini Zaffran " Tanya Zaffran dengan meredakan emosinya yang sudah memuncak,
Dia yang sedang di Singapura dengan sahabat nya tiba tiba di beri kabar jika Syaci menghilang dan belum ditemukan jadi mereka berdua pun terbang ke Indonesia untuk mencari nya juga namun saat tau apa yang terjadi sebelum nya dia semakin kesal dengan
orang yang ada di depan nya itu yang tak lain adalah adik sepupunya itu
Aku, Aku tak melakukan apa-apa dengannya Bang " ujar Zaffran bingung
Dia tak mungkin menghilang seperti ini Jika kau tak teledor tiba tiba memeluknya Zaffran " Sentak Yozza kesal
Zaffran menatap Yozza
Dia menghilang karena aku memeluknya " Ulangi Zaffran
Iya, Terus menurut mu karena masalah apa dia pergi menghilang seperti ini, semua orang mencarinya Dan dia tak bisa ditemukan jika bukan masalah Kau memeluk nya dengan tiba tiba sehingga dia Bersalah dengan pencipta " Ujar Yozza, Tak berselang lama HP nya berdering Ia pun segera mengangkat nya...
Hallo assalamu'alaikum Van " Ujar Yozza mengangkat telpon
............
..........
Baiklah aku akan kesana membawa mobil Syaci , kebetulan aku masih di sekitar sini " Ujar Yozza setelah mengucapkan salam Sambungan terputus
Ia menatap sang adik sepupunya dengan tajam
Apa Ziva sudah ketemu bang " Tanya Zaffran menatap sang abang sepupunya itu
hem, Bawa mobil ini, dan ikuti aku " Ujar Yozza tajam dan melangkah kearah mobilnya
Zaffran yang diperintah oleh Yozza pun menurut saja tapi ia melangkah ke arah mobil diego
Go, Ziva sudah ketemu kita ikuti saja mobil Bang Yozza " Ujar Zaffran ketika sudah sampai di mobil Diego ia berbicara lewat kaca
__ADS_1
alhamdulillah, ya sudah ayo masuk " Ujar Diego
Kau duluan saja, ikuti mobil bang Yozza aku disuruh membawa mobil itu " Ujar Zaffran menunjuk kearah mobil Syaci
Oh, yasudah baiklah " Ujar Diego mengangguk
setelah itu Diego pun menyalakan mesinnya dan pergi dari sana disusul Zaffran yang membawa mobil Syaci pergi dari sana
Harum Mobil ini menenangkan, seperti saat dengan mu " Gumam Zaffran dengan mengelus Setir mobil dan mencium harum yang Ada di dalam mobil itu
Matanya tak sengaja melihat sebuah foto di dasbor ia pun mengambil Foto itu dan menatap nya
ini foto Yora dan para sahabat nya dan ini foto gadis kecil itu, berarti Mereka saling kenal, " Gumam Zaffran
****, Yora membohongi ku berarti dulu " Ujar Zaffran yang ingat ketika ia bertanya kepada Yora dulu dan di jawab tidak mengenal Syaci
Sedangkan di tempat yang berbeda, Sepasang suami istri dan Seorang gadis berhijab sedang Duduk dengan aura Yang mencekam, dan tepat saat itu juga mereka Semua sudah datang
Jika Cece tau perbuatan cece itu bersalah kenapa harus menghilang dan membuat semua orang khawatir, Apa bunda pernah mengajarimu seperti itu AzivaAlisya Angelecia Zayna, " Ujar Seorang wanita berhijab yang duduk disebelah sang suami
Sayang " Tegur sang suami, Agar sang istri tak terlalu emosi dengan sang putri
Mas, jangan membelanya, Sudah berapa kali kita hanya diam dengan tindakan nya karena kamu tak ingin terlalu mengekang putri mu ini tapi lihat selalu setiap masalah dia hindari tak berkata satu katapun, apa masalah akan selesai secara baik baik saja jika seperti itu, 5 tahun lalu juga seperti itu, kau malah membelanya, Aku cukup paham dengan kekhawatiran mu sebagai seorang ayah tapi sekarang dia sudah cukup dewasa sudah cukup mengerti akan hal tanggung jawabnya dengan masalahnya sendiri , Ujar Wanita itu menatap sang suaminya
Sedang kan sang suami hanya menghela nafas nya Kali ini istrinya sudah tak bisa di bujuk lagi
Sekarang Cece sudah dewasa Cece seharusnya mengerti jika memang salah bukan menghilang dan membuat semua orang khawatir, Papa Ali Mama Sisi Abang mu Diego dengan abang abang mu yang lain serta para sahabat mu dan orang lain juga khawatir Syaci,
Semalaman mereka mencarimu apa kamu berfikir tentang itu, " Ujar Nana menatap tajam kearah outrinya itu ya sepasang suami istri itu adalah Ronaldo dan Natasya mereka yang mengetahui jika putri nya Pergi begitu saja langsung Terbang kesana
Maaf Bun yah, Syaci salah makanya syaci pergi untuk menyendiri dan meminta pengampunan karena perbuatan syaci " Ujar Gadis yang sedari tadi diam menunduk
Bunda paham bunda mengerti kamu menyesali perbuatan kamu, Tapi cobalah menelaah dari kesalahan mu bukan pergi dan Jangan minta maaf kepada Ayah atau bunda, karena ayah dan bunda sudah tau watak mu, Tapi Papa mama mu syaci, mereka khawatir tak henti hentinya menelponi Abang mu Diego untuk mengetahui kabarmu bahkan Abang dan Sahabat nya mencarimu semalaman belum ada yang istrahat atau pun sekedar mengisi perut mereka saja belum, karena mereka merasa bersalah dan khawatir dengan kamu yang pergi dengan tiba tiba nak " Ujar Nana Menatap sang Putri nya itu
__ADS_1
Jika kamu seperti ini terus bunda merasa gagal nak mendidik anak bunda " Ujar lirih Nana
Tidak, bunda tidak gagal Syaci yang salah tidak berfikir panjang dulu malah pergi begitu saja, Bunda, bunda jangan menyalahkan diri bunda sendiri " Ujar Syaci dengan suara tercekat menatap sang bunda dengan air mata yang sudah mengalir