
Jam Sudah menunjukkan pukul 1 malam
Syaci terbangun dari tidurnya menatap jam ditangannya
Aku telat Setengah jam "Lirihnya
Ia pun turun dari kasur sang papa, menatap 2 Orang laki laki yang tidur di sofa
ia berjalan kearah mereka yang tidur dengan posisi kaki dengan kaki berhadapan
Syaci memberikan selimut yang ia pakai tadi ke kaki mereka , ia pun membereskan meja yang dsana setelah itu ia Menuju pintu keluar
Zaffran yang merasakan ada pergerakan pun langsung bangun dan melihat Sosok gadis yang sedang membersihkan meja dan melangkah kearah luar
Mau kemana dia " Gumam Zaffran,
ia pun bangun dari tidurnya dan melangkah keluar untuk mengikuti Syaci
Saat diluar
Tuan " Ujar penjaga
Zaffran mengangguk tersenyum
Boleh saya bertanya ingin kemana Nona mu " Ujar Zaffran ya Syaci sempat berbincang bincang dengan para penjaga itu
Biasanya Nona jam segini akan sholat tahajud tuan " Ujar penjaga itu diangguki oleh Zaffran
Seperti nya kalian sangat hafal dengan kebiasaannya " Ujar Zaffran
Di keluarga Nona, setiap tengah malam seperti ini Mereka pasti melakukan Sholat tahajud tuan, jadi hal itu sudah Kami ketahui, bahkan Mereka juga mengingatkan kami, seperti Nona Tadi " Ujar Salah satu penjaga
Emb begitu, apa kalian sudah lama berkerja dengan mereka " Tanya Zaffran penasaran karena mereka bisa tau kebiasaan Keluarga Syaci
Bisa dibilang cukup lama Saat Nona Masih kecil " Ujar Penjaga itu diangguki oleh Zaffran setelah itu iya berpamitan untuk ke mushola melakukan sholat tahajud juga sama seperti Syaci
Saat di lobby Zaffran berhenti ketika melihat syaci sedang memeluk seorang Anak Wanita yang seperti nya sedang menangis
Sudah jangan menangis lebih baik serahkan kepada Allah, minta lah petunjuk padanNYA karena IA yang menciptakan segala permasalahan namun IA juga Yang memiliki segala Kunci jawaban, IA menciptakan sebuah penyakit IA juga yang menciptakan Obat untuk menyembuhkan " Ujar Syaci dengan lembut dan perkataan itu didengar jelas oleh Zaffran
Ibumu sedang ditangani, dan dia butuh Doa, bukan tangisan mu, Ayo, kita ke mushola minta kesembuhan Beliau pada Pencipta " Ujar Syaci diangguki oleh anak wanita yang ada dipelukan nya
Syaci pun merangkul Anak perempuan itu untuk pergi Kemusola Untuk sholat
......
__ADS_1
selesai sholat mereka pun kembali ke RS,
Syaci masih mendampingi Anak perempuan itu
Sampai tiba dokter itu keluar dengan Wajah Yang tak bisa diartikan
Bagaimana keadaan Ibu saya Dok " Ujar Anak perempuan itu dengan Mata yang sudah bengkak
Maaf, " Ujar Dokter itu Menunduk ia tak berani menatap Syaci
Maaf, Maksud Dokter apa " Teriak Anak perempuan itu Syaci yang mengerti Akan maksud Dokter itu langsung memeluk Anak perempuan itu dengan erat
Nona, Kami sudah melakukan semaksimal mungkin tapi Beliau tak bisa terselamatkan Kangker yang dia Derita sudah menyebar keseluruh tubuh, dan Ada Komplikasi juga di paru parunya " Ujar Lirih dokter itu yang menatap Syaci
Tidak, dokter bohong, ibu ku itu baik baik saja, Aku selalu memberikan ia obat , dan ibu juga bilang kalau dia sudah sembuh " histeris anak perempuan itu Membuat Syaci kewalahan menghadapi nya
Syaci Menotok tubuh bagian belakang Agar anak itu Pingsan tak sadarkan diri
Sus tolong bawa dia keruang rawat, " Ujar Syaci diangguki oleh suster itu dan membawa Anak perempuan itu ke ruangan rawat
Maafkan Kami Nona " Ujar lirih Dua Dokter itu
Ini bukan salah kalian, kalian sudah berusaha , Namun Pencipta bekehendak lain " Ujar Syaci lirih kepalanya tiba tiba pusing ia hampir saja ingin jatuh jika tak ada yang memegang tubuhnya
Syaci menatap keorang yang memegang nya,
saat sudah duduk Syaci memejamkan matanya tak terasa Air mata nya keluar begitu saja
Astaghfirullah " Lirihnya menggegam kuat kuat tangan orang itu
Fikiranya Mengingat akan kejadian beberapa Tahun lalu
Maaf " Ujar Syaci lirih melepaskan tang orang itu saat ia sudah mulai bisa mengontrol dirinya dan fikiran nya
Tak masalah, apa kau baik baik saja " Ujar Orang itu yang tak lain adalah Zaffran
Diangguki pelan
Dok, urus semuanya Aku yang bertanggung jawab " Ujar Zaffran
Baik Tuan, " Ujar Dokter itu dan pergi dari sana
Tak lama Ada 2 orang Berlari ke arah mereka
Sya, Apa yang terjadi " Tanya Salah satu dari mereka
__ADS_1
Ibu itu tidak terselamatkan Rev, dia sudah pergi sama seperti Alm, " Ujar Syaci lirih
ibu, ibu yang mana " Tanya Zoya bingung
Ibu, yang ku ceritakan tadi, di dapur " Ujarnya tercekat
membuat mereka berdua diam
Aku hanya diam tak membantu, aku aku pengecut karena aku masih takut, padahal aku seorang dokter " Isak Syaci Zoya duduk disebelah Syaci dan memeluk Syaci
ini bukan salah mu, kamu sudah semaksimal mungkin membantu nya dengan cara Memanggil dokter yang memang seharusnya menangani penyakit itu " Ujar Zoya lirih
Jangan menyalahkan dirimu, ini sudah Takdir Yang ditentukan oleh NYA " Bisik Zaffran
Reva Hanya diam tak bicara disatu sisi ia juga sedih dan disatu sisi juga ia bingung kenapa ada Zaffran disini
Tuan Semua nya sudah diurus, jenazah tinggal di bawa pulang " Ujar Suster itu
Baik lah Sus, tunggu sebentar " Ujar Zaffran diangguki oleh Suster itu
Zoya masih berusaha menenangkan Syaci sampai tiba Anak perempuan datang dengan terisak Isak
Kakak, Diaman ibuku , ibuku baik baik saja kan " Ujar Anak itu
Reva yang memang masih berdiri disana langsung menghampiri Anak itu dan mendekapnya karena Syaci masih menenangkan diri jadi dirinya yang menenangkan Anak itu
Kamu harus iklas, sayang " Ujar Reva lirih
Ibu, baik baik aja kak, apanya yang iklas " Ujar Anak itu menatap Reva dengan air mata yang mengalir
Iya, ibu mu udah baik baik aja, udah tak sakit lagi, Jadi kamu harus iklas Sayang " Ujar Syaci melepaskan pelukannya dan berdiri menatap sang anak itu
Kakak, bohong kata kakak Ibu akan sembuh, kita sudah minta doa ke Allah untuk obat ibu, tapi mana, " Ujar Anak itu tatkala Suster sudah membawa Jenazah ibu itu keluar
ibu ibu bangun ibu, Zakiya sama siapa ibu kalau ibu ninggalin Zakiya, ibu bangun hiks hiks " Isak Anak itu menggoyang goyangkan jenazah
Zaffran dengan sigap memeluk anak itu
Cepat urus semuanya " Ujar Zaffran menatap para suster itu
Heii liat Abang, ibu udah tenang ibu udah gak ngerasa sakit lagi, " ujar Zaffran menatap anak itu dengan tatapan yg tajam
Kau membuat nya takut " ujar Syaci iya menjongkok menatap anak itu
Zakiya, zakiya jangan sedih jika Zakiya sedih ibu mu pasti sedih, Zakiya ingin ibu sedih dan sakit " Ujar Syaci dengan suara yang lirih
__ADS_1
Anak itu hanya menggelengkan kepalanya
Zakiya harus kuat, zakiya tunjukkin ke ibu kalau zakiya tak bakal buat ibu sedih , Ada Kakak Ziva, Ada kak Reva Ada kak Zoya, dan Ada bang Zaffran disini Zakiya tak sendiri dek, " Ujar Syaci mengelus pipi anak itu dengan lembut