
Keesokan paginya Di kediaman Ronaldo
Dimana adik kalian,. " Tanya Ronald kepada kedua Anak Laki-laki nya
Tak tau yah, dikamar nya dia tak ada Raffi kira Dia Sudah kebawah duluan " Ujar Raffi
Sarapan sudah siap " Ujar Nana
Loh, Dàgē Koko dimana adik kalian " Tanya Nana Karena tak melihat putri nya
Kami pun tak tau Bun, dia tak ada dikamar " Ujar Raffa
Assalamualaikum " teriak Anak kecil berlari ke arah Mereka
WaAlaikum salam darimana dek, " Tanya Ronald Kepada putri nya
Adik dari joging Yah, Sama anty Ela " Ujar Syaci Dengan wajah yang masih berkeringat
Oalah, Ya sudah sarapan pagi dulu setelah itu bersiap Siap untuk sekolah, Hari ini Ayah dan Bunda yang Antar dan jemput kalian " Ujar Ronald
Oke, siap Komandan " Ujar Mereka bertiga
Mereka pun duduk di meja makan dan menyantap Sarapan
Setelah Makan mereka berpamitan untuk bersiap siap
Syaci yang memandang dirinya dikaca tersenyum
Semuanya Udah siap udah rapih,. " Ujar nya tersenyum Dan turun kebawah
Udah siap Sayang, " Tanya Nana kepada ketiga Anaknya yang sudah tiba dibawah
Siap Ratu " Ujar mereka Kompak setelah itu Tersenyum
Nana menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ketiga Anaknya
Ya sudah ayo nanti kalian terlambat " Ujar Ronald Diangguki oleh mereka
Mereka berlima pun masuk kedalam mobil dan Melesat meninggalkan perkaranga Rumah
Kalau Ayah dan Bunda belum jemput jangan keluar Gerbang ya " Ujar Ronald berbicara kepada Ketiga Anaknya
Iya Ayah " Balas mereka
Tak beberapa lama mereka sampai Disekolah
Raffi dan Syaci satu sekolah dan satu kelas Sedangkan Raffa ia sudah kelas 1 SMP dan jarak sekolah Mereka hanya Sebrang Jalan
Mereka bertiga Turun dari mobil Tak lupa Menyalami tangan kedua orang tuanya
Koko Jaga Adiknya " Perintah Ronald
Siap Ayah, Kami Masuk dulu Assalamualaikum " Ujar Raffi masih menggandeng tangan adik perempuan nya Masuk ke dalam sekolah
WaAlaikum salam " Ujar Mereka bertiga
Yah, Bun Raffa Masuk ke dalam juga ya Assalamualaikum " Ujar Raffa
WaAlaikum salam, Hati hati nyebrang nya nak " Ujar Nana Diangguki oleh Raffa
Di sekolah Raffi dan Syaci
__ADS_1
Ko, lepasin adik bisa jalan sendiri, " Ujar Syaci Melepaskan genggaman tangan Raffi
Kamu dengarkan kata Ayah Koko harus jagain kamu " Ujar Raffi ia ingin memegang tangan Syafi namun Dengan cepat Syafi menepisnya
No, sesuai perjanjian Koko ku, jadi sekarang Koko Masuk duluan " Ujar Syaci
Raffi yang ingin membantah perkataan Syaci terpotong Oleh suara teriakan seseorang
Zivaaaa " Teriak Tiga anak perempuan berlari ke arah Mereka berdua
Lepasin, tuh udah ada mereka jadi silahkan pergi Duluan " Ujar Syaci tersenyum lembut kepada sang Abang
Mereka bertiga menatap Raffi sekilas
Yok, Syaci kita duluan " Ujar Thea menarik tangan Syaci
Eh, tunggu " Ujar Raffi menghadang Mereka
Titip Adik ku jangan sampai terluka " Ujar Rafi Memperingati mereka bertiga
Kau fikir kami sahabat macam apa Yang tega Membuat Sahabatnya terluka " Ujar Selvi tajam
Eh ya maksudnya tak begitu " Ujar Raffi bingung
Mereka Berempat pergi begitu saja tak Menggubris Perkataan Raffi
Saya ngomong tak digubris " Ujar Raffi kesal
Raff, warum hast du überhaupt mitten auf dem Way to Speak Alone angehalten "
(Raff,Kau ngapain berhenti ditengah Jalan Bicara Sendiri pula) " Ujar teman nya Raffi bernama Gerry
Ach nein, ich war nur genervt von den Schülern, die hier zur Schule gehen "
Raffi sengaja tak menceritakan tentang Adik nya Karena Sesuai dengan perjanjian Yang di Buat Oleh sang Adik, jika di sekolah dia dan Syaci pura pura tak Mengenal
Huh, perjanjian macam apa ini " Batin Raffi kesal
Warum stören sie dich? " Tanya Gerry
(Kenapa memang apa mereka mengganggu mu )
Nein, darüber brauchen wir nicht zu reden. Kommen wir zum Unterricht. Es ist Zeit, gleich einzutreten" Ujar Raffi Mengalihkan pembicaraannya
( Tidak, Sudah tak perlu dibahas Ayo kita Masuk ke Kelas sebentar lagi sudah waktunya masuk )
Ja, komm schon " ujar Gerry mengagguk
( Ya sudah Ayo )
Mereka berdua pun masuk kedalam kelas Mata Raffi Menatap kearah sang adik dengan Tersenyum Sedangkan Syaci yang Ditatap oleh Koko nya menatap Tajam dengan Wajah yang menggemaskan Membuat Raffi terkekkeh Gerry yang disamping nya Menengok Kearah Raffi bingung
Warum " Tanya Gerry dengan mengangkat sebelah Alisnya
( kenapa )
Oh das ist okay " Ujar Raffi dengan menggelengkan kepalanya masih dengan senyuman nya
(Ah tidak apa apa )
Membuat Gerry mengangkat bahunya Acuh
__ADS_1
Mereka berdua pun duduk di bangku yang Bersampingan dengan Syaci, Raffi yang Masih ingin Menjaili Adik nya ia mengangkat jempol dan Telunjuknya Berbentuk hati, hal itu membuat Syaci Tambah jengkel dengan sang Koko
Ku adukan dengan Ayah jika Koko menjaili ku Disekolah " Desis Syaci dengan nada yang kesal
Raffi yang mendengar penuturan sang adik langsung Menatap nya
Dasar pengaduan " Gumam nya dan dibalas oleh Syaci Dengan kedua bahu terangkat sebagai Jawaban Tak Perduli nya
Raffi yang melihat hal itu memanyunkan bibirnya dan Menatap kedepan
Warum geht es dir, Raff, geht es dir gut? " Ujar Gerry yang merasa Aneh Dengan tingkah teman nya sedari tadi
( kau ini kenapa Raff, Apa kau baik baik saja )
Ja, mir geht es gut, was ist los mit mir? " Tanya Raffi Dengan menatap Gerry bingung
( Ya aku baik baik saja , memang aku kenapa )
Sicher, dir geht es gut, heute Morgen bist du sehr seltsam, wie ein Verrückter, der mit sich selbst , spricht
" Ujar Gerry menatap Raffi dengan pandangan yang Aneh
( Yakin, Kau baik baik saja, pagi ini kau aneh sekali, seperti orang tak waras bicara, Sendiri )
Das ist nur dein Gefühl, mir geht es gut und ich bin immer noch hundertprozentig bei Verstand " Ujar Raffi Menatap Tajam kearah temannya itu Bisa bisanya ia Berkata bahwa dirinya tak waras
( Itu Perasaan mu saja, Aku baik Baik Saja dan aku Masih Seratus persen waras )
Syaci yang mendengar percakapan antara Koko dan Teman sebangku nya cekikikan
Raffi mendengar suara cekikikan dari arah sampingnya
Menatap adiknya jengkel
Kenapa jadi aku yang kena karmanya " Batin Raffi Kesal tadinya ia yang membuat adiknya kesal Sekarang dirinya malah yang dibuat kesal Dikatakan Tak waras
Tak lama Guru masuk Mereka pun menatap Ke Depan Dengan fokus memperhatikan sang guru
Sedangkan di tempat yang berbeda
Zaffran sedang menunggu seseorang di tepi danau Dengan kepala yang celingak-celinguk
Kemana Gadis kecil itu " Gumam Zaffran
Ekhem " deheman seseorang yang berada dibelakang Nya membuat Zaffran menengok
Dia terkejut ketika melihat Seseorang yang semalam Ada ditempat kejadian itu bersama Gadis kecil yang Keluar dari mobil untuk menolong Orang itu
Sedang Apa kau disini Tuan muda Abizhar Nugraha " Ujar suara tegas nan dingin
Ak aku sedang menunggu seseorang " Ujar Zaffran Gugup tatkala mata lelaki itu menatap nya dengan Tajam
Menunggu seorang Gadis kecil " Ujar Ronald dingin
Eh " Ujar nya terkejut darimana ia tahu jika dia sedang Menunggu gadis kecil
Jangan terkejut seperti itu, aku adalah Ayah dari Gadis Kecil yang kau tunggu, ada perlu apa kau mencari Putriku sampai sampai kau ingin mencari Identitas Putri ku dengan cara menerobos keamanan yang Cukup tinggi yang ku buat " Ujar Ronald dingin menatap lurus kedepan
Eh em maafkan saya tuan Saya hanya penasaran Dengan putri tuan " Ujar Zaffran gugup
Hentikan rasa penasaran mu dan ku harap kau Mendengarkan perkataan ku ini, " Ujar Ronald Tegas Menepuk pundak Zaffran setelah itu ia membalikkan Tubuhnya dan pergi meninggalkan Zaffran begitu saja
__ADS_1
Menakjubkan sekali, bahkan ia tau jika aku Mencari Informasi terkait putrinya, Pantas saja putri nya Hebat, Ayahnya saja tak kalah hebat Aku semakin penasaran Siapa mereka dari keluarga mana Mereka tingkat keamanan nya juga cukup sulit walaupun Aku sudah Mencoba mencari celah masih saja Aku tak bisa Mendapatkan nya biasanya aku dengan mudah Mengakses data atau menorobos Masuk dengan Memasukan Virus mereka akan terkecoh ini sama Sekali Nihil " Gumam Zaffran