
Maksud Bunda peristirahatan terakhir nya apa Bun,. " Ujar Syaci lirih
Nana diam tak menjawab pertanyaan sang putri nya Ia mencoba menguatkan dirinya dulu
Bun, maksudnya apa, " Ujar Syaci dengan suara yang parau
Dia sudah pergi dipanggil sang pencipta Sayang " Ujar Nana lirih menatap putrinya dengan air mata yang mengalir
Maksudnya apa, dia siapa Bun " Ujar Syaci bingung Hitungan detik ia baru sadar apa yang dimaksud oleh sang bunda
Bunda, bunda bohong kan, Bang Leon , baik baik Saja kan Bun, Hiks hiks Bunda bohong ,Ayah bunda bohong Ayah, Mana mungkin Seorang king Leon pergi, Bunda Bohong kan Ayah.. " Ujar Syaci menatap wajah sang Ayah nya meminta jawaban
Itu benar Sayang, Dia sudah pergi " Ujar Lirih Ronald
Syaci diam membeku
Sya, nak " Ujar Nana memanggil putrinya yang bengong
Syaci menatap wajah Bundanya mencari kebohongan Dimata sang ibunya tapi tak ada hanya ada kesedihan yang teramat ditatapan nya itu
Syaci memeluk bundanya dengan sangat erat sampai pada akhirnya tangisan yang ia tahan pun pecah
Ini salah Syaci, dia pergi karena ulah Syaci yang tak bisa Menjaga diri Syaci, hiks hiks seharusnya syaci Bisa menjaga diri Syaci, Agar Dia baik baik Saja Bunda Ini salah Syaci " Ujar Syaci menyalahkan dirinya sendiri
Tak Syaci, ini bukan salah kamu ini sudah takdir, Ia melakukan itu karena tak ingin kau terluka " Ujar Laki laki
Ia , tak ingin wanita miliknya terluka sedikitpun Maka dari itu ia melindungi kamu dari orang orang yang Ingin mencelakai mu " Ujarny lagi
Cucuku Tau, jika para musuh Keluarga kami mengincar Kamu karena itu lah dia melindungi mu " Ujar Laki laki itu
Hiks hiks tapi setidaknya aku, bisa menjaga diriku Sendiri kek, tak membuat dia harus pergi seperti ini " Ujar Syaci terbata bata
Sudah takdir nya Sayang,. ini bukan murni kesalahan mu, Saat itu juga dia mengidap kanker dan penyebab itu juga Racun dan kangker itu menyebar dengan cepat, Jangan salahkan dirimu " Ujar Laki laki itu yang tak lain Adalah Abizhar
Ia laki laki itu adalah kakeknya Leon, Saat Raffa Raffi dan Novan keruangan Zahfri ia sempat bertanya keadaan Syaci dan Raffa menceritakan dengan singkat keadaan sang adik Maka dari itu Abizhar datang keruangan Syaci, Ia Sudah menduga bahwa Gadis ini akan menyalahkan dirinya dan ternyata benar
Ikhlaskan kepergian nya, Agar dia tenang disana, Na, Terima kasih kau telah menyayangi Dia selayaknya Putramu Sendiri " Ujar Abizhar
Dia memang putraku Pah, sampai kapan pun ia Adalah Putraku " Ujar Nana lirih
Hari ini, jenazah nya akan di bawa ke Indonesia, Dan akan di makamkan di sana,. " Ujar Abizhar
Mereka pun mengangguk
Kami Akan menyusul " Ujar Ronald, Ia Mereka akan Mengantarkan Leon Ke tempat terakhirnya bagaimana pun Leon adalah bagian dari keluarganya
__ADS_1
Baiklah Aku pamit Assalamualaikum " Ujar Abizhar
WaAlaikum salam " Jawab mereka semua
Syaci, Dede mau ikut apa tetap disini " Tanya Ronald setelah kepergian Abizhar
Aku ikut Ayah,. " Ujar Syaci lirih
Tapi Nald keadaannya " Ujar Regan
Syaci baik baik saja, Deba , Syaci ingin ikut " Ujar Lirih Syaci
Regan ingin menjawab perkataan Syaci namun di potong oleh Sang Istri
Biarkan mas " Ujar Regina menggelengkan kepalanya
Regan pun mengangguk pasrah
Daddy Akan mengurus keberangkatan kita " Ujar Nathan Dan berlalu pergi ke luar di ikuti oleh Ronald
Siapa Mereka Than, apa kau sudah mencari tau " Ujar Ronald
Sudah, tapi Aku tidak tau siapa yang menembak Zahfri Karena bukan hanya satu Mafia saja saat kejadian Itu tapi Ada beberapa mafia yang ada di sana, Yang tau Siapa dia hanya Syaci, karena aku sempat bertanya Dengan Raffa, Raffa mengatakan jika saat itu ia tak Tau siapa pelakunya karena mereka hanya Fokus dengan Syaci dan Zahfri tapi Syaci menyebutkan nama Seseorang saat ia belum pinsan Sepertinya Syaci mengenal orang itu " Ujar Nathan
Pasti,. " Ujar Nathan
Huft, Untuk saat ini Kita fokus dulu dengan Keadaan ini, Dan berjaga jaga, Setelah semua nya reda, Dan Kondisi Syaci sudah membaik baru kita akan Membahas nya " Ujar Ronald
diangguki oleh Nathan
di ruangan yang berbeda
Semua orang yang ada disana sedang berduka Termasuk Ketiga Laki laki Yang ada di pojok Ruangan
Raffa Raffi dan Novan
Kau pergi terlalu cepat Le, bahkan aku belum sempat Mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya Kepadamu Atas Apa Yang kau Lakukan Untuk Adik ku " Batin Raffa
Sebegitu cepat nya Le, kau pergi bahkan Kau belum Mengutarakan isi hatimu kepada sepupuku itu, yang Nyatanya dia pun memiliki Rasa yang sama Hanya Saja adikku lebih memilih memendamnya " Batin Novan
Bang Le, Kau pergi begitu cepat, sampai sampai Luka Yang kau torehkan kepada wanita mu itu sangat Dalam, lihat lah bagaimana keadaannya sekarang, Pasti ia sedang menyalahkan dirinya sendiri dan ntah Sampai kapan ", Batin Raffi
Maaf Tuan tuan Nyonya Nona, Jenazah Akan kami bawa ke ruangan **** Agar bisa Dikirim ke Indonesia untuk dimakamkan disana " Ujar suster itu
Zen mengangguk sedangkan Zelly sudah Meraung Raung menangis di pelukan Sang suaminya
__ADS_1
Leoooooonnnnnn " teriak Zelly dengan tangisan
Sedangkan mereka bertiga Mengikuti Kemana Jenazah Zahfri akan dibawa
Saat sudah diruangan *****
Kalian siapa " Tanya suster itu terkejut saat ada 3 Laki laki yang Masuk
Kami rekannya biarkan kami membantu " Ujar Raffi
Tidak perlu tuan, ini tugas kami biarkan kami Yang melakukan nya, " Ujar Suster itu
Baiklah tunggu setelah kalian melakukan nya Kalian akan keluar dari perkerjaan kalian " Ujar Novan tajam
Ia pun membuka Masker yang menutupi nya Para Suster dan Dokter itu terkejut Pasalnya laki laki itu Adalah Anak pemilik Rumah sakit ini
Ba..ikk lah Tuan " Ujar gugup Dokter itu mengangguk
Mereka bertiga pun membantu para suster dan dokter itu untuk membersihkan jenazah Zahfri
Raffa membersihkan wajah Zahfri Dengan kapas
Seketika ia mengingat percakapan Mereka ber5 Saat Bocah
Ini kan kita berlima Nah nanti semisalkan Aku Pergi Duluan Kalian Berempat yang ngurusin aku, Yang Nyolatin aku dan antar aku ke tempat peristirahatan " Ujar Zahfri
Bang Le ini ngomong nya ngelantur loh " Ujar Raffi Sewot
Ye, dibilang semisalkan bukan ngelantur, Nanti kalau salah satu dari Kalian ya Kayak gitu, kita kan saudara " Ujar Zahfri
Udah bahas yang lain aja lah " Ujar Yozza
*Ntar dulu Za, Aku belum selesai ngomong, nanti Jangan ada yang nangis ya jika aku pergi duluan " Ujar Zahfri
Ke, stop bicaramu itu ngelantur tau tak " Ujar Raffa Kesal*
....
Tak berapa lama Ada seseorang yang masuk Dan ternyata Yozza
Ia mendekati mereka semua matanya memerah
Tak ku sangka perkataan nya saat itu menjadi permintaannya " Ujar Yozza lirih
Bang Le, Ganteng ya, Kenapa harus pergi sih bang,. Uuuhhh Aku pengen nangis tapi udah keburu Di Ultimatumin Tak boleh nangis " Ujar Raffi menggigit bibir bawahnya dan menatap Langit langit atap Agar Air matanya tak mengalir
__ADS_1