
Diruang operasi
Pasang semua alat Thea " Ujar Syaci diangguki oleh Thea
Dok, anda bantu saya untuk mengambil peluru ditubuhnya Cukup ambil saja nanti yang akan Menjahit dan mengobati nya biar saya dan teman saya jangan lupa setiap sebelum mengambil peluru suntikan dulu Cairan ini di sisi luka itu agar darah nya tak ikut keluar " Ujar Syaci
Baik Dok, " Ujar dokter itu ..
Mereka pun melakukan tugasnya masing-masing tatkala di bagian punggung tepat mendekati Jantung
Dok, stop jangan dialnjutkan, ujung peluru yang patah di dalam itu bisa mengenai Jantung " Ujar Syaci yang melihat kearah dokter yang berusaha mengambil peluru yang ujung nya patah
Jika, peluru seperti ini jangan menggunakan alat berbahan logam ia akan mendorong masuk " Ujar syaci ia pun merobek bagian sisi dari lubang itu setelah itu memasukkan alat seperti pancing yang sudah di berikan magnet untuk mengangkat Patahan Peluru itu
Sya Awas, seperti nya Patahan itu memiliki cukup banyak racun " Ujar Thea ketika ia melihat layar di I-padnya yang sudah tersambung di titik setiap bagian
Syaci mengangguk tepat disaat patahan peluru itu berhasil diambil saat itu juga darah hitam keluar
Thea yang melihat itu langsung sigap menyedotnya dengan alat yang ia pegang untuk menyedot racun itu
Sus, Alat tranfusi darah mana, Ambil darah saya sekarang cepat " Ujar Syaci panik ketika melihat racun itu cukup banyak yang bercampur oleh darah
Suster itu pun langsung berlari mengambil apa yang di pinta oleh Syaci, setelah itu memasang nya dititik yang Syaci pinta
Tak berselang lama Bunyi alat Monitor detak jantung
Detak jantungnya melemah " Ujar Dokter itu dengan panik
Thea yang tadi sedang fokus pun menatap layar monitor dengan khawatir
Siapkan alat pengejut " Teriak syaci
Thea yang mendengar teriakkan Syaci langsung tersadar
Thea fokus jangan panik " Ujar Syaci lirih
Tubuhnya melemah karena darah yang diambil cukup banyak
Are you oke " Ujar Thea khawatir ketika Mendengar Suara syaci melemah
I,m oke " Ujar Syaci mengangguk
Syaci, ayo kamu pasti bisa,. " ujar Batin syaci menguatkan dirinya
Dok, mulai setrumkan " Lirih syaci ia membantu Thea mencabut alat penyedot itu dan langsung menjahit nya
Tak lama Detak jantungnya normal
__ADS_1
Syaci langsung sujud syukur, Thea matanya berkaca-kaca melihat perjuangan Sahabatnya itu
Terimakasih " Lirih nya tersenyum menatap sahabatnya dan menatap kearah Dokter dan 2 suster yang ada dihadapannya
Pindahkan keruangan VVIP, " Ujar Syaci
Diangguki oleh mereka..
Tunggu, selain kalian dan teman saya yang disini, jangan Ada orang lain atau suster lain yang memeriksanya " Ujar Syaci diangguki lagi oleh mereka
Dokter itu Keluar dari ruangan itu dimana semua orang disana menunggu
Bagaimana dok, keadaan suami saya apa dia baik baik saja " Ujar Sisi dengan suara serak abis menangis
Alhamdulillah Nyonya, tuan baik baik saja, Anda sangat lah beruntung memiliki Putri yang pintar kuat nan tangguh seperti dia, mungkin jika tak ada dia Kami tak bisa membantu menyelamatkan tuan " Ujar Dokter itu tersenyum membayangkan bagaimana cekatan Nya Syaci
Ia benar itu Dokter itu sangat pintar cekatan dan tangguh, disaat Operasi berjalan ia juga mendonorkan darah detik itu juga, dan disaat semua orang didalam panik karena Detak jantung tuan sangat melemah dia dengan sigap mengambil Langkah yang tepat dengan menyuruh untuk menyetrum Alat pengejut jantung " Ujar Suster itu dengan bangga
Baru kali ini kami operasi namun keadaan tenang tak menegang kan " Ujar suster satu lagi
Terus bagaimana keadaan dia apa dia baik baik saja, " Ujar Selvi khawatir karena ia tau jika Syaci baru saja Mendonorkan darahnya beberapa Minggu lalu
Kenapa ia tak keluar bersama kalian , Dimana adikku " Ujar Raffi tajam
Bisa santai tuan Raffi adikmu ini baik baik saja " Ujar lirih Syaci yang di papah oleh Thea
Raffi langsung memeluk sang Adik nya
I,m oke Koko, " Ujar Syaci meyakinkan Koko nya
Sedangkan tak jauh dari mereka Ada 4 pasang mata yang melihat dengan ekspresi wajah yang khawatir
Kau membuat kami spot jantung Queen " Ujar lirih salah satu diantara mereka
Syaci melangkah kearah mereka dengan sempoyongan
Cece baik baik saja Dàgē, i,m oke " Ujarnya ..
Langsung memeluk Abang tirinya itu
Raffa langsung membalas pelukan sang adik,
Mereka semua langsung datang saat mendengar kabar jika syaci mendonorkan darah nya saat melakukan operasi, sedangkan mereka juga tau Bahwa Syaci barusan saja melakukan pendonoran darah
..
Pasien akan kami pindahkan keruangan VVIP " Ujar suster itu diangguki oleh mereka
__ADS_1
Sus, ingat pesan saya tadi " Ujar syaci
Iya, Nona, kami akan mengingatkan nya " Ujar Suster itu mengangguk tersenyum
Novan memberikan 3 lembar cek untuk mereka
Tulis lah berapa nominal yang ingin kalian butuhkan, " Ujar Novan
Tapi tuan" Ujar dokter itu ingin menolak pemberian itu
Anggap saja itu bonus kalian sudah membantu kami berdua Dok, sus, " ujar Thea tersenyum
Kalian berdua istrahat dulu, jangan membantah " Ujar Novan, Thea mengangguk karena memang tubuhnya sangat lah lelah
Maaf, Nyonya kami pamit dulu karena Ziva butuh istirahat " Pamit Thea menatap kearah Sisi
Iya, terimakasih atas " Ujar Sisi terpotong
Tak perlu berterimakasih, itu sudah tugasnya sebagai Anak " Ujar Raffi Tajam Memotong perkataan Sisi
Selvi yang disebelah nya menyenggol Raffi
Koko perkataan mu" ujar Syaci dingin menatap Sang Abang
Maaf Kami permisi dulu Nyonya " Ujar Raffa menengahi Agar tak ada keributan diantara mereka Berdua
Baiklah hati hati dijalan, dan untukmu lekas lah membaik, papa mu pasti senang jika dia tau kamu disini " Ujar Sisi tersenyum lembut menatap nya
Mereka pun mengangguk sebagai jawaban, Syaci menatap sang ibu tirinya
Saya , akan segera kembali, " Ujar Syaci tersenyum dibalik niqabnya
Mereka pun pergi meninggalkan ruangan ICU
Ko, jangan gitu gimana pun juga, dia Istri Papa Ali, jika Ayah dan Bunda tau pasti marah dengan sikap Koko Itu " Ujar syaci yang di papah oleh Raffa
Raffi menatap sang adiknya itu
Ya maaf, lain kali Koko tak akan begitu " Ujar Raffi menyesal
Dia tak bersalah dia juga korban Ko, Dan itu sudah Berlalu lagi pula itu bukan urusan kita, sebagai anak " Ujar Syaci yang masuk kedalam mobil
Raffa menatap Adik Keduanya, dia menghembuskan nafasnya perlahan-lahan
Hargai Wanita Fi, jaga tutur katamu, Tak semua Wanita Itu seperti ibu kita, Ingat kita juga Ada Bunda " ujar Raffa ia pun masuk kedalam mobil duduk di pengemudi
Raffi pun ikut masuk kedalam mobil yang dinaiki Syaci dan Raffa
__ADS_1
Ajho naik dengan kalian saja, mana kunci Mobilnya " Ujar Novan,
Selvi memberikan Kunci mobilnya kepada Novan setelah itu mereka semua masuk kedalam mobil dan pergi dari halaman rumah sakit