
Sesampainya di rumah sakit Mereka berdua keluar dari Mobil ..
Selamat malam Tuan dan Nona " Ujar laki laki yang sejak tadi menunggu mereka di halaman rumah sakit
Selamat malam kembali, Tolong bantu saya Mengambil barang-barang yang ada di jok belakang " perintah Raffa
Diangguki oleh laki laki
Raffa mengambil Koper serta Tas ransel milik sang adik
Sini Om, biar Saya bantu " Ujar Syaci yang ingin membantu bodyguard itu, yang kesusahan
Tak usah Non biar saya saja, ini banyak soalnya kasian nonanya " ujar laki laki itu menolak bantuan Syaci
Udah, biar Dàgē yang membantu nya nih Bawa aja Tas Cece " Ujar Raffa
Syaci pun mengangguk dan mengambil tas yang berada digenggaman sang Abang
Sudah Om, sisahnya biar saya saja " Ujar Raffa tegas tak menerima bantahan Laki laki itu mengangguk..
Mereka berjalan masuk kedalam Rumah sakit dengan Raffa yang menggandeng tangan adiknya sedang kan tangan satunya membawa koper dan makanan
Mereka bertiga memasuki Lift privat Menuju Ruangan VVIPP( VVIP pemilik )
Selamat malam Tuan dan Nona " ujar 3 orang yang ada di depan Lift
Selamat malam juga,. " ujar Raffa dan Syaci berbarengan
Mereka pun masuk kedalam Ruangan itu
Ceklek (Bunyi pintu terbuka)
Assalamualaikum " Ujar mereka berdua
WaAlaikum salam" Ujar Orang yang berada didalam ruangan itu
Bantu saya membawakan Barang barang ini Kesana om " Perintah Raffa diangguki oleh Laki laki itu
Sedangkan Syaci ia berjalan kearah Wanita yang membalas salamnya tadi
Syaci menyalami Wanita itu dan laki laki yang berada disampingnya
Bukankah seharusnya Kamu istrahat nak " Ujar Wanita itu menatap Syaci
Saya ingin menjaga papa, Apa Nyonya keberatan ," Ujar Syaci
Tidak nak, bukan begitu maksud Tante, " Ujar Wanita itu yang tak lain adalah Sisi
Ya, Nyonya saya Paham, Alhamdulillah Saya sudah membaik,. " ujar Syaci ia pun menuju kearah Ranjang/ Brangkar dimana Sang papa nya terbaring
Assalamualaikum pa, Ziva datang menemui Papa " Ujar nya lirih dan mencium tangan Sang papa
Raffa yang baru saja keluar dari ruangan yang ada di pojok sana menatap Syaci dengan senyuman
Ia pun berjalan kearah Sisi dan menyalami tangan Wanita itu
Maaf Nyonya jika Kedatangan kami mengganggu " ujar Raffa setelah selesai menyalami Sisi
Tidak nak, sama sekali tak menganggu Justru saya Senang Kalian kesini " Ujar Sisi Tersenyum
Krucuk krucuk ( Bunyi perut Syaci )
Ketika ia menyengir di balik Niqabnya
Sana masak gih, " Ujar Raffa menggelengkan kepalanya Memang adiknya itu selalu jarang untuk ikut makan Malam apalagi jika ia sudah sibuk dengan I-pad dan Laptopnya
Syaci pun mengangguk ia berjalan Kearah Ruangan yang dipojok pintu yang terhubung dengan Dapur kecil yang sudah tersedia ..
saat Syaci sudah masuk ke ruangan Yang di tuju Raffa tadi
__ADS_1
Raffa pun melangkah ke arah brangkar Ali
Om, Ayah menepati janjinya, dan saya membawa putri Om untuk menemui anda " Ujar Raffa menatap wajah Ali yang terlelap
Saya Harap Kalian bisa menerima nya " Ujar Raffa yang ditujukan kepada Sisi dan Diego
Sisi yang mendengar perkataan Raffa tersenyum lembut
Dia adalah putri Suami saya, Darah suami Saya ada ditubuh nya, bagaimana bisa saya Tak menganggap dan menerima Nya sebagai putri saya juga " Ujar Sisi lembut ya memang dia sudah lama menerima nya Sejak ia tau bahwa Nana Hamil anak dari suaminya itu
Terimakasih Nona, setidaknya saya dan Keluarga sedikit tenang meninggalkan nya disini bersama kalian " Ujar Raffa tersenyum menatap Sisi yang ada didepannya, ia pun menatap Kearah Diego
Tak perlu khawatir, saya yang akan menggantikan Posisi Dirimu disini, karena dia adikku juga, " Ujar Diego tersenyum menatap Raffa yang menatapnya
Kau, menerima nya " Ujar Raffa bertanya kepada Diego Yang memang sejak kemarin dia diam tak menunjukkan Sesuatu Ekpresinya sekalipun
Kenapa aku tidak bisa menerima nya jika dia dan aku Memiliki Satu Papa yang sama, Dia Adikku juga, Bukan dan itu sudah jadi tugas seorang Abang yang menjaga adik nya " Ujar Diego tersenyum
Raffa mengagguk Perkataan Diego, ia fikir Adiknya Tidak Akan Diterima oleh Keluarga Mereka Tapi Fikiran Salah,.
Flashback beberapa hari lalu
Apa yang Dàgē fikirkan " Ujar Nana menatap sang *Putra nya yang sedang melamun di balkon kamarnya
Dàgē hanya takut istri serta Anak om Ali tak menerima Syaci Bun " Ujar Raffa yang memang sedari kemarin yang ia fikirkan tatkala adiknya meminta Izin kepada Sang ayah Untuk Tinggal bersama papanya , karena Permintaan sang Kakek ( Papa nya Ali)
Mereka orang baik nak, adikmu akan diterima oleh Mereka tak perlu kau khawatirkan, Sisi Seorang Wanita Yang baik Dan bijak dalam mendidik anak-anak nya Percaya lah, Jika adikmu takkan Terlantar ataupun Kekurangan Kasih sayang ,Diego akan menjaga Syaci Selayaknya dia menjaga adiknya " Ujar Nana tersenyum Memberikan pengertian kepada sang anak*
Back topik
Raffa tersenyum menatap mereka berdua Bertepatan dengan Syaci yang sudah keluar Dengan membawa Napan berisi Mangkok mie ayam
Untuk mereka dan dirinya
Sudah matang " Ujar Syaci senang ia pun menaruh mangkuk itu di meja itu
Ada 5 Porsi yang ia Buat
Syaci yang mendengar Omelan sang abangnya merengut
Cece tau Dàgē, Satunya untuk dia ," Ujar syaci menatap Gadis kecil yang tidur di Brangkar samping Papanya itu
Tak lama gadis itu pun bangun karena Mencium harum Makanan
emm, Wangi Ma, mama masak apa " Ujar gadis itu yang terbangun dari tidurnya namun masih dengan mata yang terpejam
Soal makanan Aja cepet kau bangun ega " Ujar Diego menggelengkan kepalanya
Syaci tersenyum dibalik niqabnya ia sudah mengetahui kebiasaan kebiasaan mereka yang ia dapatkan dari Seorang pelayan yang ia suruh berkerja Di mansion Papanya itu Sejak dulu
Gadis itu membuka Matanya perlahan
Ya, harum nya wangi banget Bang, wajar lah EGa Kebangun " Ujar Diega menatap mereka dengan pandangan bingung
Sudah sudah jangan berdebat, Ega bangun lah, Kakak mu sudah Membuat makanan Untuk kita,. " Ujar Mama Tersenyum menatap Sang putri nya itu
Diega mengagguk walaupun ia masih bingung, ia pun turun dari brangkar menu
Syaci Berjalan lagi kearah ruangan tadi untuk membawakan Nasi yang tadi Abangnya beli
Stop, jangan makan mie nya dulu, Makan lah Nasi dulu Bareng Kakakmu " Ujar Raffa menahan tangan Diega
Eh " Ujar Diega terkejut
Nih nasinya, Makan lah dulu sebelum ada yang mengomeli mu lebih panjang lagi " Ujar Syaci memberikan Sepiring nasi untuknya
Em, iya,. " Ujar Diega mengagguk,
mereka pun makan dengan tenang walaupun Diega menatap kedua orang itu dengan bingung ia ingin bertanya tapi ia takut
__ADS_1
Raffa yang sudah selesai makan pun menatap Deiga
Selesai makan mu, setelah itu kembali lah tidur dengan Kakak serta Mama mu dikamar " Ujar Raffa tegas menatap Diega
Dàgē, jangan begitu,. " Ujar Syaci
Kenapa, bukankah dia juga adik Dàgē juga, Jadi dia juga harus mengikuti Perintah Dàgē sama seperti Mu " Ujar Raffa
Terserah Dàgē saja lah, Aku ingin kekamar mandi dulu " Ujar Syaci yang kesal mendengar Sang Dàgē jika Sudah Mode tegas
Sebaiknya Tante Beristirahat lah biar Om Ali, saya dan Diego yang menjaganya, masuk lah kedalam pintu itu ada kamar disana " Ujar Raffa tersenyum lembut
Baiklah, terimakasih nak,. " Ujar Sisi tersenyum menatap Raffa
Tak perlu berterimakasih Tante, kita adalah Keluarga, jadi beristirahat lah ini sudah tengah malam " Ujar Raffa tersenyum
Sisi mengagguk dan menarik tangan putri nya itu menuju ke Pintu yang ditujukan oleh Raffa
Sesampainya didalam
Ma, siapa sebenarnya mereka ma" Tanya Diega Yang sedari memendam kebingungan serta pertanyaan
Gadis yang berhijab itu adalah kakakmu, Anak Papa Yang pernah Mama ceritakan kepadamu dulu " Ujar Sisi Ya sisi menjelaskan semuanya kepada Diega Dulu, Agar putri bungsu itu mengerti dan paham Dan menerima Akan hal itu
Diega pun mengangguk mengerti
Terus laki laki itu siapa " Tanya Diega lagi kepada Mamanya
Dia, Adalah Abang atau bisa dibilang Dàgē dikeluarga ga, Dia memang seperti itu jika mode tegasnya sudah keluar, Dia Anak pertama Dari Ayah Ronald, Dia Abang tiriku " Ujar Syaci keluar dari kamar mandi
Eh ,kakak,. " Ujar Diega Terkejut
Syaci tersenyum melepaskan Niqabnya Memperlihatkan Wajah Cantiknya
Masya Allah nak, kamu cantik sekali " Puji Sisi terkejut
Apa Tidak ada penyambutan untuk ku " Ujar Syaci dengan merentangkan tangannya, Sisi yang mengerti Akan Hal itu langsung memeluk Putri tirinya itu dengan Tangisan
Maafkan Saya Ziva, hiks hiks " Ujar Sisi dengan terisak
Maaf untuk apa Tante, Tante tak bersalah, Bunda mengatakan itu Takdir dari Allah, adi tak perlu ada yang disalahkan " Ujar Syaci dengan suara yang lembut
Sudah jangan menangis, jika Ayah Atau bunda tau Tante menangis pastinya Ziva akan di hukum, dan Semua Alat alatku akan disita Oleh Mommy " Ujar Syaci menghapus air mata di wajah Sisi
Sisi pun mengangguk, Syaci tersenyum menatap nya,
Apa kau tak mau memeluk ku " Ujar Syaci mengalihkan Pandangannya ke Diega, Diega yang sedari tadi diam Dia pun berlari memeluk Syaci
Kakak, " Ujarnya lirih sesengguhnya iya ingin sekali bertemu dengan Syaci karena ia ingin memiliki Kaka perempuan
Syaci apa Kau belum tidur, ini sudah malam " ujar seseorang dibalik pintu itu dengan tegas
Merusak suasana " Gerutu Syaci kesal
Sisi Terkekeh melihat Syaci
ya sudah sebaiknya kita istrahat ini sudah sangat malam,. " Ujar Sisi diangguki Oleh mereka berdua mereka pun Menaiki ranjang Syaci ditengah Karena Diega ingin memeluk sang kakaknya itu
Huft jika syakha tau ini pasti ia akan merajuk " Batinnya tatkala melihat Diega yang memeluk nya
Sayang kenapa kamu belum memejamkan matamu, tidurlah Nak " Ujar Sisi menasehati
Iya Tante, Aku hanya berfikir jika Adik bungsuku melihat Ega seperti ini pasti ia akan merajuk,. ," Ujar Syaci lirih tersenyum
Sisi hanya tersenyum sebagai jawaban nya
Diega, harus mengalah jika ada dia " Ujar Sisi terkekeh Pasalnya putrinya itu tidak mau mengalah
Itu harus Tante jika tidak, Akan ada Manusia kecil yang merajuk dan mengamuk " Ujar nya pasrah
__ADS_1
setelah perbincang bincang akhirnya mereka tidur