
Sesampainya Di Mansion Abizhar
Istrahat lah aku pulang " Ujar Raffi setelah Mobil miliknya terparkir di depan Mansion
Koko tidak mampir dulu " Tanya Zaffran
Tidak Zeo, Aku ingin berkumpul dengan Adikku yang sebentar lagi mungkin akan lebih Susah untuk meluangkan waktunya " Ujar Raffi tersenyum lembut menatap Ke arah Zaffran
Zaffran terpaku melihat senyuman Raffi, Seolah tersirat akan hal sesuatu
Aku berharap Kau tak kan Memisahkan kami dengan nya kelak Apa lagi dengan ku" Ujar Raffi sendu, walaupun mereka tak sekandung tapi Raffi Sangat menyayangi nya
Ko, Kalian adalah Keluarga nya bagaimana bisa aku memisahkan dia dengan kalian " Ujar Zaffran Tersenyum
Zeo, jujur Sejak hari dimana aku tau adikku Menyelipkan nama mu didoanya, disitu ada rasa tak rela untuk melepaskan nya, " Ujar Raffi lirih
Aku Sangat menyayangi nya bahkan Nyawaku pun Akan ku taruhkan untuk dia, 10 tahun Kami berjarak, tak pernah aku Bisa tidur dengan nyenyak, Ada rasa Yang hampa ketika Dia tak ada dirumah, Ada rasa yang kurang saat aku tak Berada disampingnya,. " Ujar Raffi dengan mata yang berkaca-kaca
Zeo, Mungkin kau berfikir aku adalah sosok laki laki yang lebay, proktektif , Atau fikiran negatif yang lainnya, tapi aku tak rela jika harus berjarak dengannya, " Ujar Raffi
Bahkan ayah pun Sama, Tak kan bisa tidur tenang Selama Adikku tak dirumah, Zeo apakah kamu bisa menerima Hal itu " Ujar Raffi menatap Zaffran dengan dalam
Zaffran yang ditatap tersenyum lembut
Ko, Dia memang Akan mendampingi hidupku, tapi bagaimana pun itu, Dia tetap Putri dari Keluarga Salamon Adelard Dan Syarief, aku tak bisa mengelak hal itu, aku akan menerima hal itu, " Ujar Zaffran tersenyum
Tapi kedua orang tua mu bagaimana, Kau anak Satu satunya pasti akan sulit bagi mereka Untuk membiarkan mu pergi " Ujar Raffi
Insyaallah kedua orang tua ku akan mengerti toh mereka tak mempermasalahkan nya apapun Keputusan yang ku pilih mereka akan terima " Ujar Zaffran
Raffi pun mengangguk, Setidaknya ia bisa mempertahankan adiknya di Jerman dan menjauhi para musuh
Ya sudah istrahat lah aku tak mau membuang waktu ku yang singkat ini karena besok Sore aku sudah akan kembali ke Paris " Ujar Raffi
Zaffran pun mengangguk dan keluar Dari Mobil Raffi, Setelah Zaffran keluar baru Raffi menjalankan mobilnya
Tak masalah, toh jika dia berada disini itu akan membuat nya dalam bahaya, lebih baik aku yang mengalah " Batin Zaffran
Dia pun masuk kedalam Rumahnya ternyata Keluarga nya sudah Berkumpul
Assalamualaikum " Ujar Zaffran
WaAlaikum salam " Ujar mereka
Zaffran menghampiri mereka dan menyalami satu persatu Keluarga nya
Nak Duduk lah " Ujar Zelly
Zaffran pun duduk di sofa yang sama dengan Yozza
__ADS_1
Semua persiapan sudah selesai, Umma Ingin bertanya dengan mu , Apa Benar Kamu sudah yakin Karena setelah ini tanggung jawab mu bukan hanya dirimu sendiri tapi Ada seorang wanita yang harus kamu jaga Martabat dan Kehormatan nya sayang " Tanya Zelly meyakinkan putranya
Insya Allah Zeo Yakin Umma, Zeo Akan mempertanggungjawabkan Dia Dan menjaga martabat dan kehormatan serta akan mendampingi dalam hal apapun itu " Ujar Zaffran yakin
Raffi, Tidak setuju jika adiknya harus pergi dari rumah dan menetap diluar, " Ujar Yozza yang mengatakan ketidak setujuan Raffi
Aku tau Bang, Baba Umma, Apa boleh aku Wara Wiri Indonesia Jerman " Ujar Zaffran
Zen tersenyum menatap kearah istrinya ia tahu istrinya tidak akan rela juga jika Sang anak satu satunya akan pergi dari rumah ini
Kamu anak Umma Satu satunya, Umma Tak mau Kamu pergi dari Rumah ini Zeo, tapi Sekarang kamu Sudah punya Tanggung jawab sendiri jadi semua keputusan ada dikamu, " Ujar Zelly Dengan suara lirih
Lebih baik nanti kamu rundingkan dulu dengan Syaci Zeo, Jangan mengambil keputusan secara sepihak,. " Ujar Liana diangguki oleh Yora
Ya bang, bisa marah lagi dia dan masalah baru lagi , " Ujar Yora
Marah kenapa, terus masalah baru apa " tanya Zelly
emb, Syaci tak mau semua orang tau jika mereka akan menikah eh malah Kemaren diajak meeting bareng di perusahaan pakek di perjelas lagi kalau perusahaan pindah alih namanya jadinya banyak orang yang Nyinyirin " Ujar Yora dia ampir saja keceplosan
Tapi udah kamu beresin kan zeo, kasian Syaci " Ujar Zelly yang merasa tak enak dengan calon menantu nya itu
Syaci sendiri yang membereskan nya umma, Bahkan Dia menunjukkan jika dia Lebih dari yang orang orang itu fikirkan " Ujar Yozza tersenyum lembut
Bang, dia akan menjadi calon istriku " Sewot Zaffran Mendorong bahu yozza
Baru calon belum sah, Ingat kau salah Satu kalimat saja Nanti malam Batal semuanya " Ujar Yozza Meledek
Abang kok tau pesan itu " Tanya Yorra bingung
Kan Hp mu tadi Abang pinjem jadi abng tau pesan Syaci " ujar Yozza terkekeh
mereka para orang tua menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka bertiga
Ya sudah sana istrahat biar nanti malam Fress, Dan lancar ngucapin ijab qobul nya ntar kalau salah gagal kan Gak jadi umma punya menantu kayak Syaci " Ujar Umma Sambil tersenyum
Zaffran Yang sudah salah tingkah hanya mengangguk dan pergi dari sana
Sedangkan di Kediaman Ali Syarief
Syaci yang sedang Memeluk Sisi dan kepalanya disenderkan kebahu Sisi, menatap Para laki laki yang ada dihadapannya menatap dengan intens apa lagi Sang ayah Serta Koko nya itu
Kenapa Ayah dengan Koko menatap ku seperti itu sih, Berasa aku melakukan kesalahan yang begitu berat " Ujar Syaci Bingung
Lah emang iya kamu kan baru ngelakuinnya menutupi nya Sampai 5 Tahun lamanya " Ujar Novan terkekeh
Ya iya sih tapi kan udah dibicarakan Jho, udah dong Jangan natap Cece begitu yah ko " Ujar Syaci pelan
Nana Tertawa kecil melihat sang Putri yang sudah ketakutan di tatap oleh suami dengan putra nya
__ADS_1
Bun, memang Kakak kenapa " Bisik Diega yang memeluk Nana sama seperti Syaci
Biasa kakakmu itu membuat ulah " Ujar Nana
Ayah Tanya sekali lagi Ce, Apa kamu yakin dengan keputusan mu kali ini " Ujar Ronald tegas nan tajam Seketika tangan yang memeluk Sisi terlepas dan duduk dengan Santai Menatap Ronald
Insyaallah yah, Aku menikah ingin menyempurnakan ibadah ku dan belajar Hal yang baru " Ujar Syaci tenang
Tidak ada sangkut-pautnya dengan musuh mereka kan, ataupun Balas Budi " Ujar Raffa kali ini Menatap adiknya itu dengan tangan yang satu mengelus pucuk kepala Si bungsu yang tertidur pulas di pangkuan nya
Tidak ada " Ujar Syaci tersenyum dibalik niqabnya
Yakin ZivaAlisya Angelicia Zayna " Ujar Raffi menatap sang adik nya itu dengan tatapan menusuk
Syaci mengangguk
Bukan kah kamu masih ingin menggapai cita citamu " Ujar Novan
Kan bisa sambil Jho, " Ujar Syaci
Kamu itu akan menjadi seorang istri minta pendapat suami mu dulu jangan asal memutuskan, " Ujar Nathan
Iya Dad, aku tau itu, toh Mas Zaffran tau kok, kalau aku akan ke Jerman mengurus sertifikat ku," Ujar Syaci
Ah ngomong-ngomong soal Bimbingan mu, sepertinya Suamimu Harus ikut saat kamu melakukan pertemuan " Ujar Nathan
Aku sudah memikirkan nya, dan sepertinya aku sedikit bantuan Daddy agar Proff itu tak selalu mempersulit jalan ku terus, waktuku sedikit terbuang hanya karena sertifikat " ujar Syaci
Kenapa tidak ayah saja, ayah juga bisa " ujar Ronald yang tak terima jika Putri nya lebih memilih Nathan
Oh nooo, Cukup Aku dikenal sebagai Anak dari Salamon " ujar Syaci menolak permintaan sang ayah
Sudah sudah, kenapa kau masih saja jeleous sih Nald, putri ku itu hanya ingin dia tak terekspos " Ujar Novia melerai pertikaian antara anak dan ayah itu
Ya Sudah sebaiknya cucu Omamy ini istrahat nanti malam biar Fresh " ujar Rissa Farukh
Siap Omamy , Syaci pamit keatas dulu ya, Assalamualaikum " ujar Syaci setelah itu dia keatas dan diikuti oleh Raffi, dan Novan
Mau kemana kalian" tanya Raffa
Keatas mau tidur untuk perpisahan " ujar Novan dan Raffi bersamaan
Lah lebay " ujar Raffa terkekeh namun mereka berdua tak perduli masih saja melangkah ke atas
Setelah adikmu selesai siap siap kamu Fa, mau kapan kamu menggantung Yorra , dan membuat hubungan kalian lama lama menjadi hubungan dosa" ujar Omamy
aku tau omamy aku sudah memikirkannya " Ujar Raffa tersenyum lembut
Oke, sekali dua kita akan menikahkan anak anak kita " Ujar Novia senang
__ADS_1