
Didalam mobil
Siapa sebenarnya mereka, Papa mu sama sekali tak terlibat hal apapun dengan mereka Sya,. " Ujar Selvi
Coba kau teliti lagi Vi, jangan hanya Di bisnis saja, Apa Kau lupa Kalau papaku dulunya adalah seorang ketua Agent, Pasti saat dulu papa terlibat dalam masalah mereka, Tak Ada Api jika tak dimulai dengan asap " Ujar Syaci tenang
Iya aku tau Sya, aku tak melupakan hal itu, tapi tetap saja papamu tak terlibat apapun dengan mereka walaupun Dalam Agentsi sekali pun " Ujar Selvi yang sudah memeriksa nya
Apa kau yakin, Apa kau sudah meretas semua data data Misi Agent Saat papa ku baru masuk diagent " Ujar Syaci
Aku melupakan hal itu I,m sorry Queen " Ujar Selvi, ia melupakan satu hal itu
Syaci hanya mengangguk, dengan fokus menyetir,.
Aku yakin Dia juga terlibat, dan pastinya ada kejadian yang membuat ia dan semua orang terlibat,. " batin Syaci
Kau tetap didalam mobil saja biar aku masuk kedalam Fokuslah dengan tugas mu " Ujar Syaci berkata kepada Selvi
terus bagaimana dengan mu, Kau tak ada yang mengawasi, jika terjadi apa apa didalam nanti " Ujar Selvi
Apa kau meragukan aku Selvi, dan ini ada diperusahaan, tak mungkin dia akan bertindak Aku hanya memantau nya saja " Ujar Syaci
Baiklah berhati hati lah jika ada apa apa, Beri sinyal " Ujar Selvi
yang dibalas anggukan oleh Syaci
ia pun keluar dari mobil tak lupa memakai Kacamata nya dan masuk ke dalam Perusahaan tujuan nya hanya ingin memancing
Sedangkan di tempat yang berbeda
Tangkap Yang menjadi dalang saja jangan membuat keributan " Ujar seorang laki-laki yang memakai Masker hitam
Queen kalian hanya meminta orang orang itu jadi pastikan mereka dalam keadaan baik baik saja, jangan sampai membuat Queen marah " Ujar Wanita yang berada disamping laki laki itu
Mereka pun mengangguk dan pamit pergi dari sana
Apa Dirimu tau, Apa tujuan Angel " Ujar Laki laki tadi
Sang wanita hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban
Aku sama sekali tak tau, apa tujuannya, bahkan Kemarin ia hanya berkata, Lepaskan biarkan mereka bebas tapi semalam dia memberikan perintah untuk menangkap mereka dengan Tersembunyi tanpa ada Keributan atau seorang pun yang tau, Aneh bukan Adikmu itu " Ujar Wanita itu sambil meninggalkan tempat itu
Di dalam mobil sudah ada Seseorang yang menunggu mereka,.
Bagaimana Rev" Ujar Wanita yang didalam mobil itu
Sudah selesai, " Ujar Wanita itu yang tak lain adalah Reva, ia pun masuk kedalam mobil
Kami duluan Fi,. " Ujar Reva, berkata pada laki laki yang memakai masker tadi yang ternyata itu adalah Raffi
Raffi mengagguk membalas perkataan Reva,
Sejujurnya aku tak paham dengan Tujuan Syaci, kak, " Ujar Reva bertanya dengan wanita yang disamping nya
sedang mengemudi
Ikuti saja jalan nya, Pasti kita akan tau apa tujuannya " Ujar Zoya
Huft, selalu begitu selalu dengan teka teki, kenapa dia tak memberi tahu saja kepada kita " keluh Reva
Jika kau berani tanyakan lah " Ujar Zoya, yang membuat Reva diam
Sedangkan di dalam perusahaan Syaci dengan santai masuk kedalam
Apakah Tuan Ali Ada " Tanya nya kepada salah satu resepsionis
ia dia Ada diperusahaan Sang papa, Saat 2hari terjadi penembakan dan Sekarang perusahaan pun Aktif kembali
__ADS_1
Tuan Ali sedang tak ada dikantor Nona, Beliau sedang Berada Diluar negri, Apa ada keperluan " Ujar Resepsionis menatap Kearah Syaci dengan pandangan yang bingung itu Ya mereka disana menutupi semua kejadian beberapa hari lalu
Syaci tersenyum Seringai dibalik niqabnya,.
Saya Dari perwakilan AZ Crop " Ujar Syaci menunjukkan Kartu tanda pengenal nya
Oh, Maafkan saya Nona,. saya tak mengetahui hal itu, sebentar Saya akan menghubungi Nona Sekertaris Dulu " Ujar resepsionis itu membungkukkan badannya
Syaci mengagguk
Resepsionis itu langsung menghubungi Sekretaris Ali
dan berselang lama Sekertaris itu muncul
Maaf Nona, jika anda lama menunggu, Mari Nona " Ujar sekertaris itu menunjukkan arah keruangan pertemuan
Sesampainya di Ruangan itu
Silahkan duduk Nona, Saya akan mengambil berkas berkasnya sebentar " Ujar sekertaris itu dan pergi keluar ruangan
Syaci menatap Seluruh ruangan itu ia pun mengambil Sesuatu dari dalam tasnya, sebuah alat seperti nyamuk Yang sudah dirancang sedemikian
Pergilah Kerjakan tugas kalian " Ujar Syaci kepada Beberapa nyamuk itu yang sudah di rancang dan di beri GPS / kamera dan alat penyadap
saat Pintu itu terbuka oleh resepsionis Februari para nyamuk-nyamuk keluar
Ini berkas berkas kontrak nya bisa anda Periksa dulu " Ujar Resepsionis memberikan map berisi Hasil kerja sama
Syaci mengagguk Dan membaca Surat itu
Baiklah, " Ujar Syaci membaca kertas kertas yang ada di map itu
Setelah ia membacanya ia pun menutup kembali map itu
Saya sudah membaca keseluruhan isi kontrak ini, Dan ini Isi kontrak dari perusahaan AZ Crop, Tapi perlu diketahui Bahwa Perusahaan kami tidak mau Adanya perwakilan dalam tanda tangan, Harus Pemilik Perusahaan Yang Pertanda tangan" Ujar Syaci Tenang menatap Wanita itu
Maaf Nona, Kebetulan Pemilik Perusahaan Sedang berada diluar negeri sedang ada urusan, " Ujar Sekertaris itu
Emb, Maaf Nona Putra tuan Ali sama sekali tak mengerti bisnis, lagi pula dia bukan pewaris Sah Perusahaan Syarief Company " Ujar Sekertaris
Jadi memang benar jika papa tak ingin bang Diego berkecimpung di perusahaan miliknya, Apa alesannya, Bukan kah Bang Diego adalah putra papa yang pastinya menjadi pewaris Syarief Company" Batin Syaci
Baiklah kalau begitu, Kerja sama ini kita tunda sampai Tuan Ali kembali " Ujar Syaci dan ia berdiri dari sofa
Tapi Nona, Saya ini sekertaris Tuan Ali dan semua urusan Sudah di wakilkan Dengan saya jika tuan Ali Tak berada Diperusahaan " Ujar Sekertaris itu menahan Syaci
Apakah Nona mendengar perkataan saya barusan, Bahwa perusahaan kami tidak mau adanya perwakilan tanda tangan, walaupun anda Sekertaris tuan Ali sekalipun, Karena kami tak ingin adanya masalah Yang merugikan " Ujar Syaci melepaskan tangannya
Dan satu lagi Bukan hanya soal tanda tangan yang Saya Butuhkan tapi Kepercayaan seorang pemimpin, Yang bisa memegang peranan penting dalam perusahaan dan proyek ini " Ujar Syaci pergi dari sana
****, Dia sangat sulit sekali tatapan matanya dan aura nya seakan tak bisa di bantah " Gumam sekertaris itu
Syaci pergi dari ruangan papanya namun saat di lobby Iya yang sedang fokus dengan fikiran nya Matanya terpejam tak menyadari jika ada orang bersih bersih , dan mengakibatkan Dia ketumpahan air Pel
Astaghfirullah " Gumam nya
sedangkan seorang yang sedang bersih bersih pun terkejut melihat Embernya sudah tumpah dan mengenai wanita yang ada di depannya
Maaf No..na " Ujar Gadis itu takut takut
Sekertaris tadi mengejar Syaci
Apa yang kau lakukan ha... " Teriak Sekertaris itu kencang
Syaci menatap Gadis itu dengan diam ia mengangkat dagu wanita itu
Tak masalah, ini bukan kesalahan mu, saya juga yang teledor berjalan dengan mata terpejam " Ujar Syaci pelan
__ADS_1
Nona, maafkan OB kami yang tak becus berkerja " Ujar sekertaris itu dengan mata yang melirik kearah ob itu tajam
Bukan salah dia, saya yang teledor karena Berjalan dengan mata yang terpejam " Ujar Syaci menatap Sekertaris itu dengan pandangan tajam
Sya, mereka sudah membawa orang orang itu kemarkas " Ujar Selvi lewat earphonenya
Tapi Nona " Ujar Sekertaris itu
Maaf , saya terburu-buru dan sekali lagi saya tegaskan Dia tak bersalah jangan hukum dia " Ujar Syaci pergi dari sana
Sesaat kemudian setelah Syaci pergi
kau tau siapa dia ha... " Ujar Sekertaris itu membuat Ob itu hanya diam dan menggelengkan kepalanya
Dia Adalah Orang penting dan kau membuat masalah, Hari ini juga kau dipecat " Ujar sekertaris itu lantang
Seketika OB itu terkejut
Tapi Buk, " Ujar Ob itu menahan Sekertaris itu
Jangan sentuh Saya dasar menjijikkan pergi kau dari sini Atau kau ingin Ku laporkan kepolisi karena membuat keributan " Ujar Sekertaris itu tajam dan pergi kembali keruangannya
OB itu hanya pasrah ia pun pergi dari Sana..
Kamu kenapa membuat ulah sih Lena " Ujar Teman si OB
Aku tak membuat ulah Din, Nona itu juga sudah berkata bukan kesalahan ku tapi Ibuk sekertaris itu Malah memecatku " Ujarnya lirih
Ya wajar aja Kau dipecat ,Asal kau tau dia itu salah satu Perwakilan perusahaan terpenting Untuk perusahaan ini " Ujar teman nya yang lain
Lena, Hari ini hari terakhir mu berkerja dan kau juga tak mendapat gaji karena ulah mu yang merugikan perusahaan " Ujar HRD yang baru saja masuk
Tapi buk " Ujar Lena Ingin perotes
Apa, masih untung hanya Uang gajimu, itu juga belum cukup dengan ulah mu Lena, sekarang pergi sebelum Nona Sekertaris Lebih marah melihat mu masih disini " Ujar HRD Itu Lena pun Hanya pasrah mengagguk pasrah ia pun pergi meninggalkan perusahaan itu
Sesampainya di Parkiran
Heiii Lena Tunggu " Ujar seorang laki laki yang memanggil nya
Lena yang merasa namanya dipanggil pun langsung menoleh kearah asal suara itu ternyata Yang memanggil nya adalah Salah satu manager disana
Maaf pak, apa bapak memanggil saya " Ujar Lena
Ya, apa kau yang bernama Lena " Ujar Laki laki itu
Diangguki oleh Lena
Ya pak saya sendiri,. " Ujar Lena
Ini, " Ujar laki laki itu memberikan sebuah kartu alamat
Apa ini pak" Ujar Lena bingung
Pergilah ke alamat itu, dan katakan pada Orang yang berada di perusahaan itu, jika kau ingin Bertemu dengan Maria, atas perintah Saya Damar " Ujar Laki laki
Lena hanya diam bingung
Kau ingin berkerja tidak, jika kau ingin kesana jika tidak Bakar kartu itu " Ujar laki laki itu dan pergi meninggalkan Lena
Lena menatap Punggung laki laki itu yang sudah pergi ia pun menggegam Kartu itu dan pergi dari halaman Perusahaan untuk menuju ke Alamat kartu yang di berikan olehnya
sedangkan laki laki itu langsung menelpon Seseorang
Sudah saya kerjakan Nona " Ujar Laki laki itu
Baiklah., " Ujar Orang yang disebrang sana
__ADS_1
Sudah diurus, ternyata benar dugaan mu Sya gadis itu langsung dipecat " ujar Gadis yang menerima telpon tadi yang tak lain Adalah Selvi
Ya Saat sudah di mobil Syaci memerintahkan Selvi untuk menelpon Orangnya yang berkerja di perusahaan Papanya untuk membantu Gadis tadi karena dugaan nya pasti gadis itu dipecat dan ternyata benar