
10Tahun kemudian
Siapa sebenarnya dia kenapa selalu mengintaiku " Gumam Seorang Gadis yang berumur 17 tahun
Ziv, hari ini kamu ada jam tidak " Tanya seorang Gadis Yang baru saja masuk kedalam kamar Gadis itu
Tak ada, tapi aku ada urusan diluar " Ujar gadis itu Menatap Mobil yang terpakir di sebrang jalan
Dengan Anty Ela " Tanya Nya lagi
Hem, " Ujar Gadis itu mengangguk, Sebenarnya dia tak Ada janji dengan Ela hanya saja agar temannya ini Tak banyak bertanya lebih baik dia iyakan, Lagi pula Ia Sudah pernah mempertanyakan siapa orang yang Mengikuti nya beberapa tahun ini kepada Ela Mau pun Suaminya Elang Namun Hasilnya nihil mereka sama sekali tak Menjawabnya
Ela dan Elang sudah menikah 5 Tahun yang lalu dan Sekarang mereka dikaruniai seorang anak laki-laki Dan tinggal di Yaman untuk menjaga Syaci
Ya sudah kalau gitu aku berangkat kampus dulu " Ujar Gadis itu
Hati hati Nay " Ujar Syaci
Dibalas dengan acungan jempol
Tak lama dia keluar dari Apartemen nya itu dan pergi
Kesebuah restoran yang tak jauh dari apartemen nya
VIP atas Nama Zoya Amira Latief " Ujarnya kepada Pelayan yang menghampiri nya
Pelayan itu mengangguk dan menunjukkan arah Ruangan Yang dimaksud
Syaci pun masuk Keruangan itu ternyata Mereka Sudah disana
Ada apa kau menghubungi kami Dan bertemu Diestoran Bukan di markas " Ujar Gadis berhijab Cremm
Aku sangat malas ke markas, apalagi ketemu ketua " Ujarnya
Memang kenapa bukan kah dia pamanmu " Tanya Gadis Yang berhijab hitam
Sudahlah aku meminta kalian berdua kesini bukan Untuk membahas permarkasan atau pamanku " Ujar Syaci dan dia duduk di sofa dekat mereka
Terus kau ingin membahas apa " Ujar gadis Berjilbab Crem
Aku ingin mencari tau tentang siapa orang selalu mengintai ku " Ujarnya
Maksudmu " Ujar Gadis berjilbab Hitam
Apa kalian tak merasa jika selama kita bertiga menjalankan Misi pasti ada yang membantu kita " Ujar Syaci
Kurasa bukan membantu kita bertiga Sya tapi Dia Hanya menolong mu dan menjagamu saja " Ujar Gadis Berhijab Hitam tersenyum
__ADS_1
Benar kata Kak Zoya, dia juga selalu mengintai mu Setiap Saat bukan " Ujar Gadis berhijab Crem
Ya sepertinya " Gumam Syaci
Kemungkinan dia orang suruhan orang tua mu " Ujar Refa
Itu tidak mungkin Sya, Ayah sudah mengutus Uncle Dan Anty itu sudah sesuai perjanjian kami " Ujar Syaci
Apalagi aku tak memiliki alat komunikasi sama sekali Hanya mengandalkan Laptop saja jika mereka ingin Mengintai ku pastinya akan kesulitan " Ujar Syaci lagi
Iya juga ya, " Ujar Reva
Saat ini itu juga ia masih mengintai ku " Ujar Syaci
Bagaimana jika kita menjebaknya " Ujar Zoya
Menjebaknya dengan cara " Tanya Reva
Kau menyamar menjadi syaci Postur tubuh kalian kan Sama jika kau menyamar menjadi syaci dia tak curiga Apalagi Syaci memakai Niqabnya " Ujar Zoya
Usul mu boleh juga " Ujar Syaci tersenyum
Ya sudah aku akan menyuruh Orang ku untuk membelikan satu set baju muslimah dan Niqabnya, Untuk syaci dan kamu va nanti pakai lah baju syaci yang ia pakai sekarang " Ujar Zoya diangguki mereka Berdua tak lama pesanan pun datang Mereka berdua berganti pakaian di toilet yang ada diruangan itu
Sekarang kau pergi bersama ku Va, dan syaci Mengikuti kami dari belakang " Ujar Zoya
Aku sudah menyuruh orang orang ku untuk menyerang Nanti dan pasti nya ia akan membantu kita dari jarak Jauh seperti biasanya, " Ujar Zoya
Baiklah aku akan mengintai kalian pun dari jarak jauh " Ujar Syaci
Zoya keluar dari Restoran dengan Reva yang menggunakan Style Syaci
Syaci Berdiri di depan jendela Melihat kearah Mobil Yang ditumpangi Zoya dan Reva sudah pergi dan tak lama di ikuti Mobil yang tadi terpakir di sebrang Apartemen nya
Syaci tersenyum melihat itu ia pun melangkah pergi meninggalkan Restoran itu mengikuti Zoya dari jarak Yang jauh menggunakan Mobil yang disiapkan oleh Zoya
Sedangkan di Mobil Zoya
Apa dia mengikuti kita kak " Ujar Reva
Iya, Pasti " Ujar Zoya
Saat melajukan mobilnya di tengah perhutanan Mereka berdua Di hadang Oleh Orang orang Zoya
Zoya memberikan Sinyal kepada Syaci dengan memencet bell nya
Setelah itu mereka keluar dari mobil Melawan Orang orang itu
__ADS_1
Di tempat yang Tak jauh Syaci yang mendengar Klakson Dari mobil Zoya memberhentikan mobilnya Dan keluar ia masuk kedalam hutan itu dan saat ia melihat seorang laki-laki yang berdiri di balik pohon Dengan mengangkat pistol kearah jalan dimana Reva dan Zoya Ada disana
Syaci pun mengeluarkan pistol yang isinya sudah iya Berikan obat bius dengan dosis yang sangat tinggi
Saat Laki laki itu menembak kearah depan Syaci pun Menembakkan peluru nya
Dor Dor
Argh " Ringis laki laki itu dan seketika ambruk
Syaci pun berlari kearah laki laki itu Zoya dan Reva pun Ikut berlari kearah asal suara itu
Saat mereka sudah sampai ditempat lelaki itu
Seperti tak asing " Gumam Zoya
Reva membuka masker dan Topi laki laki itu seketika Mereka berdua Terkejut
Dia bukankah Ketua Alfa Leon " Ujar Mereka berdua
Sedangkan syaci masih mengamati Wajah laki laki Ini yang tak asing
Aish, Dia sahabat nya Abangku " Ujar Syaci yang baru Mengingat nya
Dia ketua Alfa, Berarti dia tim kita " Tanya Syaci Kepada Dua orang temannya
Yach " Ujar Mereka berdua
Syaci memijat pangkal hidung nya
Dia masih mengingat perkataan Laki laki ini Beberapa tahun Lalu ketika iya kembali
Flayback
Aku akan menjagamu dan melindungi mu " ujar laki laki itu
*Memangnya kau siapa, Kau bukan siapa siapa ku, Jangan menganggu hidupku dan mengusik ketentraman ku, Aku bisa melindungi diriku sendiri dan Menjaga diriku " Ujar Syaci dengan tajam setelah itu ia pergi dari sana
Terserah apa katamu tapi aku akan tetap melakukan nya,Karena kau milikku " Ujar Laki laki itu menyusul Gadis itu masuk kedalam Rumah
Ayah, Aku ingin kembali ke Yaman, dan aku minta tak Ada orang yang mengintai ku apa lagi mengganggu Ketenangan ku cukup Uncle Elang dan Anty Ela saja Yang menjaga ku " Ujar Syaci
Sang ayah menatap Anak laki laki yang berada di belakang nya menyeringit bingung kenapa putri nya datang bersama dengan anak laki laki itu dan tiba tiba berkata seperti itu dengannya
Baiklah, Asal jika terjadi Apa apa langsung cepat Hubungi Ayah " Ujar Ronald
Syaci mengangguk mengiyakan ucapan sang ayah ia pun berjalan ke arah kamarnya ia menengok kearah belakang menatap tajam ke anak laki laki itu
__ADS_1
Sedangkan yang ditatap tersenyum lembut*