
...Setelah Makan Siang...
Bun, Dede kenapa ? "Tanya Koko yang melihat adik Perempuan nya pergi begitu saja tanpa bicara sepatah Kata pun
Sang Bunda menatap suaminya sebentar
Mungkin pancing nya rusak biasanya juga begitukan " Ujar Bunda memberikan alesan kepada putra Keduanya
Sedangkan Sang suami yang mendengar perkataan itu Menghembuskan nafas nya berat, Ia harus berbicara Serius dengan putrinya
Setelah selesai makan Kalian beristirahat nanti malam kita akan pergi keluar " Ujar Ronald mereka pun Mengangguk Raffa dan Raffi berdiri dari tempat Duduknya dan pergi kekamar masing masing
Dari mana Syaci menemukan Plasdisk itu sayang" Ujar Ronald
Plasdisk apa " Tanya Nana
Plasdisk 6 tahun lalu "ujar Ronald lesu
Aku tak tau, plasdisk itu kamu sendiri yang Menyimpannya mas,. " ujar Nana
Astaghfirullah, " ujar Ronald ketika iya baru ingat Jika beberapa hari lalu Syaci bermain di ruangan nya
Ada Apa memang " Ujar Nana bingung
Dia melihat isi plasdisk 6 tahun lalu " ujar Ronald lirih
Nana yang mendengar perkataan sang suami Bungkam, bagaimana cara nya dia menjelaskan kepada Putri kecilnya itu
Nana terduduk lemas,
Aku harus mengatakan nya mas, dari pada dia lebih kecewa lagi jika kita tutupi semuanya " Ujar Nana ia berdiri tapi ditahan oleh Suaminya
Dia masih terlalu kecil sayang" ujar Ronald
Mas jika tidak sekarang terus sampai kapan, bahkan Sekarang Dia tau bahwa Kamu bukan Ayah kandungnya mas,. " Ujar Nana ia melepaskan tangannya dari sang suami dan pergi kekamar Putri Nya
...----------------...
Tok tok tok..
Syaci Bunda ingin masuk apa boleh " Ujar Nana dengan mengetuk pintu kamar putri nya
Masuk Saja Bun, tak di kunci " teriak Syaci dari dalam
Nana membuka pintu dan melihat sang putri sedang berdiri bersender di jendela
Nana berjalan kearah putrinya langsung memeluk Sang putri yang ia lahir kan beberapa tahun lalu
Ceritakan semua keluh mu nak, Ada bunda disini " Ujar Nana lembut
Syaci memeluk sang Bunda nya dengan erat tak lama Ia terisak
Kenapa Bun, kenapa bunda dan ayah tak jujur dengan Syaci, hiks hiks hiks " Isak sang putri
Nana membawa putri nya duduk dengan masih Memeluk nya
Adek tau bagaimana Ayah menyayangi Adek " Ujar Nana
Ayah tak menyayangi aku Bun, Ayah hanya memanjakan Aku, Ayah tak pernah mengizinkan aku untuk melakukan apapun yang aku mau Bun, Ayah Tak Adil denganku, Ayah mengizinkan Dàgē dan Koko jika Mereka berdua ingin sesuatu atau pergi ke Markas, latihan dan lainnya tapi tidak dengan ku, Aku ingin Seperti Dàgē dan Koko Bun, Aku juga ingin bebas Bermain Seperti mereka Bun, " Ujar Syaci Terisak
Liat bunda sayang, " Ujar Nana menangkup wajah Sang putri yang sudah merah dan basah karena air matanya
Ayah tak mau adik Kenapa kenapa nak, Ayah juga tak ingin jauh dari adik, musuh ayah banyak Diluar sana Ayah hanya takut jika adik yang jadi Korban ayah tak Mau hal itu terjadi, Ayah dan Bunda Bukan tak mau Jujur dengan adik, tapi adik masih Kecil Masih awam Sayang adik tak tau masalah nya dulu Bagaimana, Takut nya jika Ayah dan bunda bicara, Takut adik salah Paham dengan Papa kandung mu Dan Ayah tak ingin Kamu membenci papamu, Karena Menurut Ayah Bagaimana pun Papa Syaci dia tetap Papamu darah Papa ada di dalam tubuh mu ., " Ujar Nana menjelaskan Secara perlahan nan lembut
__ADS_1
Hiks hiks hiks " Isakan Syaci
Syaci " Ujar suara lembut masuk dari kamar nya
Syaci melihat sang ayah dan memeluk nya dengan Erat Maafin syaci Ayah maafin syaci "Ujar Syaci Meminta maaf
Syaci tak salah nak, Ayah yang memang keterlaluan Mengekang Syaci, Sekarang Ayah akan menuruti Permintaan Putri Ayah ini, Kecuali Ke Indonesia, " Ujar Ronald
Kenapa yah, Kenapa Syaci tak boleh ke Indonesia," tanya Syaci
Nak, Bukan Ayah melarang Syaci untuk ke Indonesia Menemui papa Syaci, Tapi Syaci masih kecil, Ayah dan Papa juga sedang tak baik baik saja Ayah hanya Khawatir jika terjadi sesuatu dengan mu jika Disana Nantinya, " Ujar Ronald
Kenapa Ayah dan Papa tak baik baik saja yah, Kalian Bertengkar " Ujar Syaci
Suatu saat nanti kamu akan tau nak, Hanya saja Jangan Membenci Papa dan keluarga mu disana " Ujar Bunda menyela perkataan putrinya
Syaci menatap sang Bunda nya yang tersenyum Lembut iya pun mengangguk
Ayah, Ayah benerankan iziniin Syaci " Ujar Syaci menengok sang Ayah nya lagi
Iya, sayang, Kamu akan berlatih dengan Bundamu, dan Ayah akan mengizinkan kamu sekolah di Yaman Akhir tahun ini " Ujar Ronald tersenyum
Syaci tersenyum bahagia langsung memeluk Ayah nya Dan menghujani ciuman
I love so much Ayah " Ujar Syaci tersenyum
I love you tou Princess " Ujar Ronald terkekeh kecil
Sekarang, Adik tidur siang dulu nanti malam kita akan pergi " Ujar Ronald, Ya tiap Malam Minggu dan Minggunya ia selalu mengajak keluarga nya jalan Jalan
Oke Ayah " Ujar Syaci ia pun naik ke atas ranjang nya menidurkan badannya tak lama ia tidur
Terimakasih mas " Ujar Nana tersenyum lembut Menatap sang suami
Untuk kebahagiaan nya selama ini " Ujar Nana tersenyum bahagia
Itu sudah kewajiban ku sayang " Ujar Ronald langsung Memeluk sang istri
...Sedangkan di kamar berbeda...
Raffa menyalakan komputer nya dan memasukkan Plasdisk yang iya temukan di meja tadi
Ini Vidio 6 Tahun yang lalu " Gumam Raffa melihat Semua Vidio setiap kejadian 6 Tahun lalu
Iya pun mengecek Cctv Tadi, melihat Sang bunda Berdebat dengan sang Ayah tak lama Pergi, Disusul Oleh Syaci yang Datang, Raffa Melihat sang adik Mengeluarkan plasdisk dari saku nya dan di letakkan Di meja setelah itu ia menangis
Jadi Syaci sudah tau jika Ayah bukan Ayah Kandungnya " Gumam Raffa
Raffa diam beberapa saat ketika ia mendengar suara Langkah kaki dari luar ia dengan cepat menutup Laptopnya dan membereskan nya
Aku harus mengembalikan Plasdisk ini sebelum Ayah Curiga " Batin Raffa
Iya keluar dari kamar berpas Pasan dengan Ayah dan Bundanya ..
Loh Nak, kok belum tidur " Tanya Nana
Air ku habis Bunda aku ingin mengambil air terlebih dulu " Alibi Raffa Iya tadi menumpahkan air dikamar mandi nya Agar bisa Menjadi alasan untuk keluar
Oh ya sudah " Ujar Nana tersenyum Raffa dengan cepat melangkah ke bawah sesampainya di Ruang keluarga ia Menaruh Plasdisk itu dimeja tadi dan berlari kedapur
Sayang Aku kebawah dulu, Plasdisk itu masih ada dibawah tadi " Ujar Ronald diangguki oleh Nana
Ronald pun kebawah mengambil Plasdisk itu Saat itu Juga berpas Pasan dengan Raffa yang keluar dari dapur
__ADS_1
Untung Aku cepat langsung menaruhnya kembali jika Tidak Ayah akan curiga dengan ku " Ujar Raffa
Ayah sedang apa, Ayah tak kembali kekantor " Tanya Raffa alibi..
Ini plasdisk perkerjaan Ayah tertinggal, Hari ini Ayah Tak kembali kekantor, beristirahat lah Raffa, ini sudah Lewat waktunya tidur siang " Ujar Ronald Ya Nana Selalu membiasakan Anak-anak nya untuk beristirahat Disiang hari
Iya Ayah " Ujar Raffa Mengagguk dan bergegas ke atas menuju kamarnya
Sedangkan di kediaman keluarga Abizhar Nugraha
Gadis Kecil itu benar, Aku selalu membanggakan Marga ku agar semua orang takut dan tunduk kepada Ku " Gumam bocah lelaki itu
Bahkan hanya sekedar melawan anak jalanan itu aku Harus memanggil Pengawal sedangkan Gadis kecil itu
Dia bisa melawannya " ujar nya lagi
Woy Melamun aja " ujar anak perempuan yang tiba tiba datang mengagetkan Dia
Kau mengagetkan ku " Ujar Anak laki laki itu kesal
Salahnya sendiri kau melamun, melamun kan apa kau " Ujar anak perempuan itu
Aku baru saja kena mental dengan perkataan bocah Perempuan yang angkuh " Ujar Zaffran
maksud mu apa, ngomong tuh yang jelas " Ujar Lyora Bingung dengan sepupunya itu
Aku tadi Bertemu dengan Anak perempuan di dekat Danau dia diganggu oleh Anak jalanan disekitar itu, Aku dia sempat melawan salah satu Tapi karena aku kasihan melihat anak itu aku berteriak untuk Membantu nya dan Berucap Bahwa aku Anak keluar Abizhar Nugraha, Anak jalanan itu takut Mendengar Nama marga keluarga kita dan pergi Tapi Bocah kecil Itu bukan berterimakasih malah mengatai ku " Ujar Zaffran kesal
Mengatai mu apa ? " Tanya Lyora
Jangan gunakan nama keluarga mu untuk melindungi Dirimu atau menjadikan tameng bagimu, dan dia pun Mengatai ku pecundang dibawah ketiak marga Keluarga, Dia sama sekali tak berterimakasih kepada Ku, yang telah membantu nya " Ujar Zaffran
Lyora yang mendengar perkataan sepupunya itu diam Pasalnya apa yang dikatakan oleh sepupunya itu Sama Persis dengan perkataan sahabatnya
Berdirilah dikaki kita sendiri jangan berdiri bertameng Keluarga sama saja pecundang dibawah ketiak Marga Keluarga mu sendiri
lah malah dia yang bengong " Ujar Zaffran
Kau bertemu dengan nya dimana tadi " Tanya Lyora
Di danau samping mansion , Dia seperti nya baru saja Selesai memancing, karena aku melihat dia membawa Alat pancing dan Ikan " Ujar Zaffran
Apa dia masih disana " Tanya Lyora
Dia sudah pergi dengan Satu perempuan dan satu laki Laki " Ujar Zaffran
Pasti itu Aunty Mirna/ Atau aunty Ela dan pengawalnya " Batin Lyora
Kenapa, kau mengenal nya " Ujar Zaffran
Ah tidak, aku tidak mengenal nya kau saja tak Menyebut kan namanya bagaimana aku bisa Mengenalnya " Ujar Lyora, tapi sebenarnya ia tau siapa Orang itu karena dia adalah sahabat nya dia pun Sering menemani sahabat nya memancing di danau
Bagaimana aku menyebutkan namanya dia saja tak Memperkenalkan dirinya bahkan berterimakasih saja Tidak " sungut Zaffran kesal, membuat Lyora terkekeh
Makanya Berlatih seperti bang leo dan Yozza agar kau Bisa menolong orang tanpa harus membanggakan Nama Marga " Ujar Lyora dan pergi dari sana
...----------------...
Lyora masuk kekamar nya dan membuka Laptop nya
Menampilkan sebuah foto dia bersama ke 3 Sahabatnya
Sejak kecil kita bersama Tapi dirimu yang berbeda Sya
__ADS_1
Kau tak pernah memamerkan yang Kau punya Bahkan Marga mu saja kau tak pernah memakai nya Olimpiade kemarin pun kau tak ingin orang tuamu Ter Ekspos di Media bahkan yang maju bukan orang tuamu Melainkan Orang yang menjagamu, kau tak ingin di Anggap berprestasi di bawah kekuasaan Orang tuamu, " Gumam Lyora menatap foto sahabat"nya