Gadis KecilKu Misterius

Gadis KecilKu Misterius
Part26


__ADS_3

...


Jenazah Zahfri pun di bawa ke Indonesia Mereka Berempat tetap berada di samping Zahfri


Sesampainya di mansion Keluarga Abizhar


Zahfri langsung di Mandikan


mereka berempat masuk keruangan pemandian Jenazah


Assalamu'alaikum, Pak Maaf apakah boleh kami ikut memandikan Saudara kami " Ujar Novan berbicara dengan petugas Yang memandikan jenazah Zahfri


WaAlaikum Silahkan Nak,. " Ujar Bapak itu dengan memberikan Gayung kepada Novan dan yang lain


Mereka berempat pun mulai memandikan Jenazah Zahfri dan membersihkan tubuhnya nya setelah Memakai kan kain kafan


Sesudah memandikan Jenazah pun dibawa ke Masjid untuk disholatkan


Raffa yang melihat sudah ada Ustadz di dalam masjid ia pun berjalan Mendekati nya


Assalamualaikum Ustadz bolehkah saya yang mengimami Jenazah Saudara Saya " Ujar Raffa Berbicara dengan Ustadz


Silahkan Nak,. " Ujar Ustadz itu mempersilahkan Raffa Untuk menjadi imam


Raffa pun mengangguk Ia pun berdirinya disampingnya Jenazah


Ku penuhi semua permintaan Mu Le,. " Ujar batin Raffa


Jenazah pun disholatkan


Setelah itu jenazah di gotong menggunakan keranda


Pak, maaf bolehkah kami saja yang mengangkat keranda ini menuju ketempatnya " Ujar Yozza mencegah bapak bapak yang ingin Mengangkat keranda Itu


Bapak bapak itu pun menoleh kearah nya dan mengannguk


Silahkan Nak, " Ujar Bapak itu


Mereka pun bersiap siap untuk mengangkat keranda itu


Bismillahirrahmanirrahim " Ujar Mereka berempat berbarengan


Suara Laillahaillah dari pelayat Serta tangisan dari keluarga pun menjadi iringan mereka


Sesampainya di Makam keranda pun diturunkan secara perlahan


Pak, biar kami berempat saja yang turun,. " Ujar Raffi


Tak usah nak, Ini sudah tugas nan kewajiban kami " Ujar situkang kuburan


Tapi maaf sebelumnya pak ini Adalah amanah dari Almarhum " Ujar Raffa lirih


Situkang kuburan pun menatap ketemuannya dan ke arah Ustadz dan diangguki oleh mereka


Baiklah, Silahkan tuan " Ujar Bapak itu


Raffa Raffi Novan dan Yozza pun turun ke lubang kuburan itu


Sudah siap " Ujar bapak bapak yang mengangkat Jenazah


Diangguki oleh mereka berempat dengan tangan yang sudah diatas untuk menyambut jenazah Zahfri


Jenazah pun di sambut oleh mereka berempat dan di taruh ditempat mana yang sudah di siapkan/ Ditentukan


Selamat beristirahat saudara ku " Ujar Lirih mereka berempat secara bersamaan


Raffa melihat Novan Raffi dan Yozza mereka bertiga menahan air mata agar tak jatuh


Jika tak kuat Naik saja Nak " Ujar Bapak bapak yang ada di atas Mereka berdua menggelengkan kepalanya


Raffa Mengumandangkan adzan di Dekat Kepala jenazah Setelah selesai Memasangkan Papan dan tanah pun di turunkan

__ADS_1


Leooooonnn " Hesteris Zelly dan Liana saat tanah sudah diturunkan


Ba, Anak kita ba,. hiks hiks leeeooon " hesteris Zelly yang ingin masuk Kelubang itu namun di tahan oleh Zen


Umma istighfar Um., " Ujar Lirih Zen memeluk sang istri nya


Abang Leooon " Isak Yora di dekapan Zaffran


.


...----------------...


...----------------...


Setelah pemakaman Selesai mereka pun Pergi Dari sana Hanya tersisah Liana Yozzi Yozza Raffa Raffi Dan Novan yang masih tetap Disana


Fran, Yang iklas bro, Abang kau udah tenang disana " Ujar Diego yang berada disampingnya


Aku tak menyangka Go, Dia cepat sekali pergi, " Ujar Zaffran lirih


Semua Makhluk hidup akan kembali ke sang penciptanya Termasuk Dia dan kita Nantinya Fran " Ujar Diego


Tak lama Ada beberapa Mobil yang baru saja datang


Dan keluar dari sana


...


Hati hati Sayang " Ujar Novia membantu Putri nya keluar dari Mobil


Novia Memegang tubuh Sang putri dan memapah nya berjalan memasuki pemakaman


Sesampainya di tempat tujuan Syaci langsung duduk menangis Dengan memeluk Batu nisan


Bang, Maaf maaf kan aku,. hiks " Isak Syaci Novan langsung mendekap sang adik sepupu nya itu


Jangan menangis Sya,. Jangan membuat nya tak tenang " Ujar lirih Novan dengan air mata yang mengalir di pipinya karena sudah tak kuat lagi menahannya


Sttttt Jangan menyalahkan dirimu ini sudah diatur oleh pencipta " Ujar Novan mencoba menenangkan Hati sang adik


Kau sudah tenang disana nak, Maafkan bunda yang tak bisa berbuat apa apa " Lirih Nana


Flashback beberapa Bulan lalu


Nana masuk kekamar Yang ditempati oleh Zahfri


Leon, Kamu sudah siap nak ,. " panggil Nana


Iya Bun, Leon sudah siap " Ujar Leon lirih


Kamu kenapa, kamu sakit, Kalau sakit pending aja dulu Ke Yaman nya " Ujar Bunda khawatir


Ah tidak Bun,. Leon cuman kelelahan saja Kurang tidur " Ujar Leon


*Ya sudah, cancel aja dulu penerbangan mu, ganti Hari lain " Ujar Nana


No,. Bun, Leon tak papa kok, kalau Leon Cancel nanti Siapa yang jagain Syaci disana Uncle Elang kan Lagi Fokus dengan Anty Ela yang bentar lagi mau lahiran, " Ujar Leon


Tapi sayang, keadaan mu aja begini nanti kalau ada apa Apa gimana , urusan Syaaci nanti biar Ayah Yang mengutus orang untuk mengawasinya " Ujar Nana


Tak lah Bunda, Biar Leon saja, percaya lah bunda, Leon tak papa " Ujar Leon tersenyum meyakinkan Nana


Ya sudah kalau begitu " Ujar Nana mengagguk


Ya, Leon berangkat dulu ya Bun, Bunda jaga kesehatan, Jangan banyak fikiran Apalagi mikirin Syaci, Syaci Sudah jadi tanggung jawab ku untuk menjaganya " Ujar Leon diangguki oleh Nana dengan senyuman nya


Aku pamit Assalamualaikum " Ujar Leon Namun saat Di depan pintu tiba tiba Leon pinsan


Astaghfirullah Leon " Teriak Nana


Ayah, Raffa " Teriak Nana memanggil Suami dan Anaknya yang sudah masuk kedalam mobil untuk mengantarkan Zahfri

__ADS_1


Ronald dan Raffa yang mendengar suara Nana memanggil mereka pun keluar dari mobil dan melihat Kedepan pintu.. Nana yang memangku kepala Leon


Mereka berdua pun berlari kearah Nana


Leon kenapa Bun " tanya Ronald


Bunda juga tau, Kita bawa aja ke RS " ujar Nana Khawatir Ronald dan Raffa pun mengangkat Tubuh Leon dibantu para penjaga


Dan membawa nya ke RS


Sesampainya di RS Zahfri di periksa oleh dokter pribadi Keluarga Mereka


Dok, Bagaimana keadaan Zahfri " Ujar Nana khawatir


Tuan Zahfri , dia " Ujar Dokter itu bingung menjelas kannya


Dia kenapa dok, jawab yang benar " Ujar Raffa kesal


Raffa " Ujar Ronald memperingati Raffa


Sebenarnya ini baru penerkaan saya Nyonya Tuan, Saya akan memastikannya lagi dengan Dokter Yang Ahli di bidang ini " Ujar Dokter itu*


Apa maksudmu Denis " Tanya Nana khawatir


Saya menduga jika Tuan Zahfri mengidap penyakit Kanker " Ujar Dokter itu


Kangker , jaga Ucapan mu Denis " Ujar Ronald Tajam


Maaf Tuan, Maaf ini baru penerkaan dalam saya memeriksa Tuan Zahfri Saya sudah menghubungi Dokter Spesialis Kanker ia akan segera datang " Ujar Dokter itu


Tak, berselang lama Dokter Spesialis kanker pun datang


Selamat Siang tuan Nyonya Adelard" Salam Dokter itu Diangguki oleh Mereka semua


Cepat periksa putraku Zahfri sekarang " Ujar Ronald Tajam


Tuan Zahfri, " Ujar Dokter itu


Iya, Ada apa, apa kau tau sesuatu " Ujar Raffa menatap tajam ke Arah Dokter itu membuat suasana mencekam


, *apa sebenarnya yang terjadi jawab, Jangan diam Saja " Ujar Ronald mencekam kerah baju Dokter itu


Mas,. tahan " Ujar Nana memegang Bahu sang Suaminya Ronal pun melepaskan Kerah baju itu


Katakan, Ada apa dengan Zahfri, " Ujar Nana


Maaf Tuan nyonya, Sebenarnya "Ujar dokter itu menggantung Ia bingung Ingin mengatakan nya atau Tidak karena zahfri melarang nya untuk mengatakan Keadaan Nya kepada siapapun


Sebenarnya apa, Jawab yang benar dok, apa yang terjadi dengan saudara ku " Teriak Raffa yang sudah kehabisan kesabaran nya


Membuat Dokter itu merinding


Sebenarnya, Tuan Zahfri mengidap penyakit kanker Darah Stadium lanjut " Ujar Dokter itu bagaikan Petir di siang bolong membuat mereka bertiga terkejut


Kangker darah, " Ujar Nana lirih ia pun duduk di bangku Lobby


Sejak kapan " Tanya Raffa


Saat Umurnya Baru 14 Tahun, Saat itu ia datang* **kerumah sakit ini untuk memeriksa keadaan nya karena dia selalu mengeluh sakit kepala dan mengeluarkan Darah dari hidung nya, " ujar Dokter


Aku sudah menyuruhnya untuk melakukan Operasi ataupun kemoterapi namun Tuan menolak nya " Ujar Dokter itu


Tak lama Zahfri keluar dari Ruangan UGD


Leon,. " Ujar mereka


Jangan menatap Leon seperti itu Bun, yah , Leon Baik baik saja " Ujar Zahfri tersenyum


Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa dirimu baik baik saja Le sedangkan Penyakit yang kau derita itu cukup bahaya nak " Ujar Bunda menghampiri Leon dan memeluk nya


Bunda jangan menangis, Aku baik baik saja ini hanya efek dari pengobatan dan kemoterapi ku di Yaman " Ujarnya tersenyum lembut

__ADS_1


Maafkan aku Bun, Aku berbohong agar kalian tak khawatir dengan keadaan ku , dan akan mempersulit Diriku menjaga Syaci yang aku tak tau sampai kapan waktunya itu " Batin Zahfri**


__ADS_2