
...
Jenazah Zahfri pun di bawa ke Indonesia Mereka Berempat tetap berada di samping Zahfri
Sesampainya di mansion Keluarga Abizhar
Zahfri langsung di Mandikan
mereka berempat masuk keruangan pemandian Jenazah
Assalamu'alaikum, Pak Maaf apakah boleh kami ikut memandikan Saudara kami " Ujar Novan berbicara dengan petugas Yang memandikan jenazah Zahfri
WaAlaikum Silahkan Nak,. " Ujar Bapak itu dengan memberikan Gayung kepada Novan dan yang lain
Mereka berempat pun mulai memandikan Jenazah Zahfri dan membersihkan tubuhnya nya setelah Memakai kan kain kafan
Sesudah memandikan Jenazah pun dibawa ke Masjid untuk disholatkan
Raffa yang melihat sudah ada Ustadz di dalam masjid ia pun berjalan Mendekati nya
Assalamualaikum Ustadz bolehkah saya yang mengimami Jenazah Saudara Saya " Ujar Raffa Berbicara dengan Ustadz
Silahkan Nak,. " Ujar Ustadz itu mempersilahkan Raffa Untuk menjadi imam
Raffa pun mengangguk Ia pun berdirinya disampingnya Jenazah
Ku penuhi semua permintaan Mu Le,. " Ujar batin Raffa
Jenazah pun disholatkan
Setelah itu jenazah di gotong menggunakan keranda
Pak, maaf bolehkah kami saja yang mengangkat keranda ini menuju ketempatnya " Ujar Yozza mencegah bapak bapak yang ingin Mengangkat keranda Itu
Bapak bapak itu pun menoleh kearah nya dan mengannguk
Silahkan Nak, " Ujar Bapak itu
Mereka pun bersiap siap untuk mengangkat keranda itu
Bismillahirrahmanirrahim " Ujar Mereka berempat berbarengan
Suara Laillahaillah dari pelayat Serta tangisan dari keluarga pun menjadi iringan mereka
Sesampainya di Makam keranda pun diturunkan secara perlahan
Pak, biar kami berempat saja yang turun,. " Ujar Raffi
Tak usah nak, Ini sudah tugas nan kewajiban kami " Ujar situkang kuburan
Tapi maaf sebelumnya pak ini Adalah amanah dari Almarhum " Ujar Raffa lirih
Situkang kuburan pun menatap ketemuannya dan ke arah Ustadz dan diangguki oleh mereka
Baiklah, Silahkan tuan " Ujar Bapak itu
Raffa Raffi Novan dan Yozza pun turun ke lubang kuburan itu
Sudah siap " Ujar bapak bapak yang mengangkat Jenazah
Diangguki oleh mereka berempat dengan tangan yang sudah diatas untuk menyambut jenazah Zahfri
Jenazah pun di sambut oleh mereka berempat dan di taruh ditempat mana yang sudah di siapkan/ Ditentukan
Selamat beristirahat saudara ku " Ujar Lirih mereka berempat secara bersamaan
Raffa melihat Novan Raffi dan Yozza mereka bertiga menahan air mata agar tak jatuh
Jika tak kuat Naik saja Nak " Ujar Bapak bapak yang ada di atas Mereka berdua menggelengkan kepalanya
Raffa Mengumandangkan adzan di Dekat Kepala jenazah Setelah selesai Memasangkan Papan dan tanah pun di turunkan
__ADS_1
Leooooonnn " Hesteris Zelly dan Liana saat tanah sudah diturunkan
Ba, Anak kita ba,. hiks hiks leeeooon " hesteris Zelly yang ingin masuk Kelubang itu namun di tahan oleh Zen
Umma istighfar Um., " Ujar Lirih Zen memeluk sang istri nya
Abang Leooon " Isak Yora di dekapan Zaffran
.
...----------------...
...----------------...
Setelah pemakaman Selesai mereka pun Pergi Dari sana Hanya tersisah Liana Yozzi Yozza Raffa Raffi Dan Novan yang masih tetap Disana
Fran, Yang iklas bro, Abang kau udah tenang disana " Ujar Diego yang berada disampingnya
Aku tak menyangka Go, Dia cepat sekali pergi, " Ujar Zaffran lirih
Semua Makhluk hidup akan kembali ke sang penciptanya Termasuk Dia dan kita Nantinya Fran " Ujar Diego
Tak lama Ada beberapa Mobil yang baru saja datang
Dan keluar dari sana
...
Hati hati Sayang " Ujar Novia membantu Putri nya keluar dari Mobil
Novia Memegang tubuh Sang putri dan memapah nya berjalan memasuki pemakaman
Sesampainya di tempat tujuan Syaci langsung duduk menangis Dengan memeluk Batu nisan
Bang, Maaf maaf kan aku,. hiks " Isak Syaci Novan langsung mendekap sang adik sepupu nya itu
Jangan menangis Sya,. Jangan membuat nya tak tenang " Ujar lirih Novan dengan air mata yang mengalir di pipinya karena sudah tak kuat lagi menahannya
Sttttt Jangan menyalahkan dirimu ini sudah diatur oleh pencipta " Ujar Novan mencoba menenangkan Hati sang adik
Kau sudah tenang disana nak, Maafkan bunda yang tak bisa berbuat apa apa " Lirih Nana
Flashback beberapa Bulan lalu
Nana masuk kekamar Yang ditempati oleh Zahfri
Leon, Kamu sudah siap nak ,. " panggil Nana
Iya Bun, Leon sudah siap " Ujar Leon lirih
Kamu kenapa, kamu sakit, Kalau sakit pending aja dulu Ke Yaman nya " Ujar Bunda khawatir
Ah tidak Bun,. Leon cuman kelelahan saja Kurang tidur " Ujar Leon
*Ya sudah, cancel aja dulu penerbangan mu, ganti Hari lain " Ujar Nana
No,. Bun, Leon tak papa kok, kalau Leon Cancel nanti Siapa yang jagain Syaci disana Uncle Elang kan Lagi Fokus dengan Anty Ela yang bentar lagi mau lahiran, " Ujar Leon
Tapi sayang, keadaan mu aja begini nanti kalau ada apa Apa gimana , urusan Syaaci nanti biar Ayah Yang mengutus orang untuk mengawasinya " Ujar Nana
Tak lah Bunda, Biar Leon saja, percaya lah bunda, Leon tak papa " Ujar Leon tersenyum meyakinkan Nana
Ya sudah kalau begitu " Ujar Nana mengagguk
Ya, Leon berangkat dulu ya Bun, Bunda jaga kesehatan, Jangan banyak fikiran Apalagi mikirin Syaci, Syaci Sudah jadi tanggung jawab ku untuk menjaganya " Ujar Leon diangguki oleh Nana dengan senyuman nya
Aku pamit Assalamualaikum " Ujar Leon Namun saat Di depan pintu tiba tiba Leon pinsan
Astaghfirullah Leon " Teriak Nana
Ayah, Raffa " Teriak Nana memanggil Suami dan Anaknya yang sudah masuk kedalam mobil untuk mengantarkan Zahfri
__ADS_1
Ronald dan Raffa yang mendengar suara Nana memanggil mereka pun keluar dari mobil dan melihat Kedepan pintu.. Nana yang memangku kepala Leon
Mereka berdua pun berlari kearah Nana
Leon kenapa Bun " tanya Ronald
Bunda juga tau, Kita bawa aja ke RS " ujar Nana Khawatir Ronald dan Raffa pun mengangkat Tubuh Leon dibantu para penjaga
Dan membawa nya ke RS
Sesampainya di RS Zahfri di periksa oleh dokter pribadi Keluarga Mereka
Dok, Bagaimana keadaan Zahfri " Ujar Nana khawatir
Tuan Zahfri , dia " Ujar Dokter itu bingung menjelas kannya
Dia kenapa dok, jawab yang benar " Ujar Raffa kesal
Raffa " Ujar Ronald memperingati Raffa
Sebenarnya ini baru penerkaan saya Nyonya Tuan, Saya akan memastikannya lagi dengan Dokter Yang Ahli di bidang ini " Ujar Dokter itu*
Apa maksudmu Denis " Tanya Nana khawatir
Saya menduga jika Tuan Zahfri mengidap penyakit Kanker " Ujar Dokter itu
Kangker , jaga Ucapan mu Denis " Ujar Ronald Tajam
Maaf Tuan, Maaf ini baru penerkaan dalam saya memeriksa Tuan Zahfri Saya sudah menghubungi Dokter Spesialis Kanker ia akan segera datang " Ujar Dokter itu
Tak, berselang lama Dokter Spesialis kanker pun datang
Selamat Siang tuan Nyonya Adelard" Salam Dokter itu Diangguki oleh Mereka semua
Cepat periksa putraku Zahfri sekarang " Ujar Ronald Tajam
Tuan Zahfri, " Ujar Dokter itu
Iya, Ada apa, apa kau tau sesuatu " Ujar Raffa menatap tajam ke Arah Dokter itu membuat suasana mencekam
, *apa sebenarnya yang terjadi jawab, Jangan diam Saja " Ujar Ronald mencekam kerah baju Dokter itu
Mas,. tahan " Ujar Nana memegang Bahu sang Suaminya Ronal pun melepaskan Kerah baju itu
Katakan, Ada apa dengan Zahfri, " Ujar Nana
Maaf Tuan nyonya, Sebenarnya "Ujar dokter itu menggantung Ia bingung Ingin mengatakan nya atau Tidak karena zahfri melarang nya untuk mengatakan Keadaan Nya kepada siapapun
Sebenarnya apa, Jawab yang benar dok, apa yang terjadi dengan saudara ku " Teriak Raffa yang sudah kehabisan kesabaran nya
Membuat Dokter itu merinding
Sebenarnya, Tuan Zahfri mengidap penyakit kanker Darah Stadium lanjut " Ujar Dokter itu bagaikan Petir di siang bolong membuat mereka bertiga terkejut
Kangker darah, " Ujar Nana lirih ia pun duduk di bangku Lobby
Sejak kapan " Tanya Raffa
Saat Umurnya Baru 14 Tahun, Saat itu ia datang* **kerumah sakit ini untuk memeriksa keadaan nya karena dia selalu mengeluh sakit kepala dan mengeluarkan Darah dari hidung nya, " ujar Dokter
Aku sudah menyuruhnya untuk melakukan Operasi ataupun kemoterapi namun Tuan menolak nya " Ujar Dokter itu
Tak lama Zahfri keluar dari Ruangan UGD
Leon,. " Ujar mereka
Jangan menatap Leon seperti itu Bun, yah , Leon Baik baik saja " Ujar Zahfri tersenyum
Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa dirimu baik baik saja Le sedangkan Penyakit yang kau derita itu cukup bahaya nak " Ujar Bunda menghampiri Leon dan memeluk nya
Bunda jangan menangis, Aku baik baik saja ini hanya efek dari pengobatan dan kemoterapi ku di Yaman " Ujarnya tersenyum lembut
__ADS_1
Maafkan aku Bun, Aku berbohong agar kalian tak khawatir dengan keadaan ku , dan akan mempersulit Diriku menjaga Syaci yang aku tak tau sampai kapan waktunya itu " Batin Zahfri**