
Parents and younger brother of Mr. Zahfri
" Ujar Dokter yang baru saja keluar dari ruangan oprasi
(Orang tua serta Adik dari tuan Zahfri)
We are both his parents and this is his younger brother, doc. How is my son, doc "Ujar Umma khawatir
(Kami berdua orang tua nya dan ini adiknya dok, Gimana keadaan putra saya dok )"
Excuse me madam, please madam and sir just come in Mr Zahfri wants to talk" Ujar Dokter itu
(Maaf nyonya , silahkan Nyonya dan Tuan masuk saja Tuan Zahfri ingin bicara )
Mereka pun langsung masuk kedalam tanpa ada pertanyaan lagi
Doc, did the operation go well? " Tanya sang kakek
(Dok, Apa operasi nya lancar)
Sorry sir, we have tried our best, the operation to remove all the bullets and so on was successful. However, the poison in the bullets caused Mr. Zahfri's cancer to spread" Ujar Dokter itu lirih
(Maaf Tuan, Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, Operasi Pengangkatan Semua peluru dan sebagainya berhasil Namun racun yang ada dalam Peluru menyebabkan Kangker yang diderita Tuan Zahfri Menyebar)
Doc, Cancer" Ujar Liana terkejut pasalnya ia sama sekali tak tau jika Zahfri mengidap kangker
(Kangker dok)
"Yes, Master's blood cancer is in the final stage, it makes all the toxins that enter accelerate the process of cancer "Ujar Dokter
(Ya, Kangker darah yang diidap Tuan sudah di stadium Akhir , hal itu membuat seluruh racun yang masuk mempercepat proses nya kangker)
Is there no other way, like a surgical operation to remove the cancer " Ujar Yora dengan suara tercekat
(Apa tidak ada jalan Lain dok, Seperti Oprasi bedah untuk Mengambil kangker itu)
I'm sorry miss, that's not the right advice, what else is there? No doctor has the courage to operate when the first operation is over " Ujar Dokter itu membuat mereka hanya diam menatap ruangan itu sendu
(Maaf nona itu bukan saran yang tepat apa lagi disini Belum ada dokter yang berani membedah saat operasi pertama sudah selesai)
Sedangkan Didalam Ruangan
Nak hiks hiks " Isak Zelly melihat keadaan sang putra pertama nya
Zahfri mendengar suara sang umma Membuka matanya
Ja..Ng..an Na..Ng..is Um...ma " Ujar Zahfri terbata bata
Dia melihat kearah sang Baba
Ba, Ab...ang Pa..mit Ja..ga Um..ma " Ujar Zahfri
Bang, jangan gitu, Abang pasti Sembuh " Ujar Zaffran Yang menangis melihat sang abangnya
Zahfri tersenyum mendengar perkataan Zaffran ia menggerakkan jarinya untuk memegang tangan Zaffran Zaffran yang paham pun menggegam tangan sang Abang nya
Ja..di An..ak ber..bak..ti Ze..o Jan..gan.. Bu..at Um..ma Me..na..ngis "Ujar Zahfri
Ya, Bang Zeo janji, tak bakal membuat Umma menangis Zeo akan berubah,." Ujar Zeo
__ADS_1
Zahfri tersenyum lembut menatap sang Adik
Ab..ang pe..ga..Ng ja..nji mu,. Ab..ang Mi..nta Ja..Ngan Ter..us Mem..ban..Tah Per..Kat..an Ka..kek, Ji..ka.. sua..tu Sa..at Nan..ti " Ujar Zahfri
Iya bang, Zeo tak kan membantah permintaan kakek Zeo akan menuruti Perintah nya Tapi Abang Harus sembuh ya ,hiks hiks " Ujar Zeo tak lagi kuat menangis Tangisnya
Zahfri Menarik nafas panjang nya menatap wajah sang Umma
Leooonn " Ujar Sang umma panik
Um., Sa..ya..ngi.. dia, Ji..ka Na..ntu dia Da..tang, " Ujar Zahfri
Zahfri menarik nafas lagi
Zen yang melihat sang putra langsung mendekati nya dan menuntun nya membaca Syahadat
Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah " Ujar Zen membimbing Zahfri
Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah " ujar Zahfri terbata bata dan Tarikan nafas terakhir membuat nya Sudah tak Bernyawa
Tiiiiiiiiiiiiiiiiitttttt... Suara Elektrokardiograf
Abaaaaaaaang " Histeris Zaffran
Leooooooonn "Teriak Zelly hesteris dan jatuh pinsan
Zen yang melihat sang istri pinsan mengangkat tubuh nya dan membawa nya keluar
Sister help my wife " Teriak Zen dengan air mata yang masih mengalir
(Suster tolong istri saya)
Tak lama Suster datang membawa Brangkar Zen meletakkan
Putra pertama ku sudah pergi Pa " Ujar Lirih Zen
Innalilahi wa innailaihi rojiun " Ujar Mereka sedangkan Liana Dan Yora histeris Dan pinsan
...----------------...
...----------------...
Sedangkan diruangan Berbeda
Bagaimana keadaan Leon, Apa oprasi nya berhasil " Tanya Nana yang duduk di samping brangkar sang putri
Dia Sudah dipanggil Bun, " ujar Raffa Tercekat
Nana Yang mendengar perkataan Raffa pun membeku
Air matanya Mengalir diwajahnya
Sayang " Ujar Ronald Yang baru saja datang dari luar
Sayang,hey " Ujar Ronald memeluk sang istri
Dia pergi mas dia sudah pergi Hiks Hiks " Isak Nana
Ronald hanya diam dan memeluk sang istri
__ADS_1
Putra ku sudah pergi mas hiks, hiks., " Ujar Nana Histeris
Nana sudah menganggap Leon seperti anaknya sendiri Sama seperti Raffa Raffi dan Syaci Ia tak pernah membedakan Antara Mereka BER4 dan yang lain
Semua makhluk hidup Akan pergi ke pencipta nya Sayang " Ujar Ronald
Tapi setidaknya aku bisa mencegah semua yang terjadi Mas, Aku juga bisa memaksanya untuk Segera Oprasi saat aku tau Apa penyakit yang diderita nya " Ujar Nana Histeris dan pingsan di pelukan Ronald
Sayang " Lirih Ronald ia pun menggendong Istrinya dan keluar dari ruangan itu membawanya keruangan yang berada disebelah
Jaga Adik kalian, Jangan katakan Apapun tentang nya " Ujar Ronald sebelum ia keluar
Mereka hanya diam saja
Satu Jam kemudian Syaci sadar
Egh... " Gumamnya Raffi dengan cepat mendekati Sang adik
Kamu sudah sadar, Ada yang sakit " Tanya Raffi sedangkan Raffa ia memencet tombol Di dekat brangkar Adiknya
Tidak Ko, Hanya linu saja, " Ujar Syaci ia melihat Wajah Dàgē dan Ajho Novan Mereka berdua yang ditatap oleh Syaci memalingkan wajahnya
Ada apa dengan kalian " Tanya Syaci ketika Kedua Abangnya tak ingin menengok kearah nya
Tak papa, Sebaiknya Syaci istrahat Saja dulu " Ujar Raffa Dengan Suara yang serak
Ada apa Dàgē, Apa yang terjadi " Ujar Syaci menatap Mereka tajam Seketika ia baru mengingat kejadian Saat sebelum ia pinsan
Bang Leon, Bagaimana keadaannya apa dia baik baik saja " Tanya Syaci seketika Wajah mereka bertiga menjadi sendu Raffi yang berada didekatnya diam mematung
Ko, Ada Apa, kenapa dengan kalian bertiga, " Tanya Syaci dengan suara lirihnya
Aku bertanya, Bagaimana keadaannya nya " Ujar Syaci dengan nada yang sedikit berbeda
Koko, jawab pertanyaan ku, " Teriak Syaci kepada Raffi
Ada apa dengannya tolong Jawab Syaci hiks hiks " Ujar Syaci terisak-isak
Novan mendekati sang sepupunya dan memeluk nya
Ajho, Jawab pertanyaan Dede, Kenapa kalian diam saja hiks hiks " Ujar Syaci terisak tak lama Nathan dan Novia datang
Mommy , " Ujar Syaci ketika melihat Novia datang
Novia pun memeluk nya dengan sangat erat
Mom, Apa yang terjadi, Bagaimana keadaan Bang Leon Mom " Ujar Syaci lirih
Dia sudah baik baik saja" Ujar Novia Tercekat
Bohong, Mommy bohong,. jika dia baik baik saja mereka bertiga pasti menjawab pertanyaan ku " Ujar Syaci terisak
Sesaat kemudian Nana datang di papah oleh Ronald
Bunda, Bunda kenapa " Ujar Syaci Ketika melihat Wajah sang bunda pucat
Nana hanya diam dan menuju ke arah putri nya
Kalian bertiga pergilah, Antar Dia sampai ke peristirahatan terakhir nya " Lirih Bunda menatap ketiga Anak laki laki itu mereka bertiga pun mengangguk dan Pergi dari sana
__ADS_1