Gadis KecilKu Misterius

Gadis KecilKu Misterius
part 35


__ADS_3

Part35


Jam menunjukkan pukul 11 00 Malam


Syaci keluar dari kamar nya dengan menggegam Koper dan menyandang Tas ransel


Ia pun berjalan kearah pintu keluar...


Cece, mau kemana Malam Malam begini " Tanya Seseorang yang tak jauh dari nya membuat ia terkejut, karena ia sama sekali tak menyadari jika ada Abang pertamanya disana


Mau kerumah sakit Dàgē " Ujar Syaci pelan


Ini sudah larut malam Ce, esok saja " Ujar Dàgē membujuk sang adik perempuannya itu


Dàgē " lirih syaci dengan mata yang sendu membuat sang Abang itu tak tega


Baiklah, Dàgē antar, Tunggu disini sebentar,. " Ujar Raffa


Ia pun berjalan kearah kamar nya


Mengambil kunci mobil serta Dua Jaket dilemari nya untuk dirinya dan sang adik, karena Syaci tak memakai jaket


Setelah mengambil 2 barang itu ia menuju ke laci samping tempat tidur untuk mengambil dompet, berjaga-jaga jika sang adik ingin sesuatu di luar nanti..


Raffa keluar dari kamar nya berjalan kearah sang adik, dan memakai kan jaket yang ia bawa tadi


Pakai jaketnya, angin malam tak baik untuk kesehatan Cece yang belum pulih ,. " ujar Raffa tersenyum lembut


Syaci mengagguk dan menurut apa yang dilakukan oleh sang Abang


Terimakasih Dàgē " Ujar Syaci tersenyum manis dibalik niqabnya


Tak perlu berterimakasih Queen, itu sudah menjadi tanggung jawab Dàgē untuk menjaga Cece melindungi serta memperlakukan Cece dengan sangat baik,. Ayo, sebaik nya kita pergi, sebelum Koko keluar dan Melihat Cece,. " ujar Raffa Mengambil Alih koper dan ransel Syaci


Ya Dàgē, Ayo bisa bisa Koko, mengomel ngomel, dan tak mengizinkan Cece pergi " Ujar Syaci memegang tangan sang Abang pertamanya keluar dari rumah


Tit ( Suara mobil )


Raffa membuka pintu mobil untuk sang adik nya Setelah itu ia melangkah kearah belakang mobil untuk menaruh Koper dan tas Sang adik di bagasi mobil


Saat Raffa masuk ia melihat Adiknya tersenyum menatap nya dengan Mata yang lucu


Cece, kenapa Senyum senyum gitu " Tanya Raffa Kepada sang adik


Cece serasa jadi Queen beneran Kalau sama Ayah,Daddy,Dàgē Ajho, Koko, bahkan Bang Yozza juga ikut ikutan terkadang " Ujar Syaci terkekeh


Loh memang Cece Queen Salamon , Adelard, Dan Ardhana kan, Putri Serta Adik perempuan satu satunya dikeluarga " Ujar Raffa tersenyum


Ia mulai menjalankan mobilnya keluar dari halaman Rumah


Sekarang bukan lagi Putri atau Adik perempuan satu satunya ya, Tapi Adik perempuan pertama " Ujar Syaci mengoreksi perkataan Sang Abang


Adik perempuan pertama, Memang Selain Cece siapa lagi, Perasaan Keluarga kita tak ada lagi deh anak perempuan Ce" Ujar Raffa bingung


Di keluarga kita memang Tak Ada Tapi kan Syaci punya Adik tiri Perempuan Dàgē apa Dàgē lupa, itu juga adik Dàgē Serta Putri Dikeluarga kita, Ingat kata Ayah Salamon Adelard dan Syarief itu satu keluarga, Jadi saling lah menghormati saling lah menghargai saling menyayangi " Ujar Syaci


Raffa Yang mendengar penuturan sang adik pun mengangguk tangan kirinya mengelus kepala sang adik yang tertutupi hijab


Oke Queen, terimakasih sudah mengingatkan " Ujar Raffa tersenyum dengan fokus menatap kearah Jalan


Cece mau itu " Tanya Raffa saat dia menengok kearah sang adik yang diam, ternyata sang adik tengah asik melihat Gerobak Mie ayam


Iya Dàgē " Ujar Syaci mengangguk

__ADS_1


Makannya dirumah sakit Aja ya, Udah malam soalnya " Ujar Raffa dibalas anggukan oleh syaci dengan antusias


Raffa pun menepikan mobilnya


Jangan keluar dari mobil, biar Dàgē Aja yang membelikan " Ujar Raffa Lagi lagi Syaci membalasnya dengan anggukan


Dàgē tunggu, " Tahan Syaci


Raffa pun Menengok ke arah adiknya itu


Mereka juga dibelikan Ya, 20 Yang dimasak 4 Aja buat Para penjaga Sisahnya mentah aja, Syaci pen masak sendiri toh kalo dimasak sekarang bonyok mereka tak bisa makannya besok " Ujar syaci dianggu oleh Raffa


Adalagi " Tanya Raffa


Gorengan sama kerupuknya boleh deh Dage " Ujar Syaci


Siap, tunggu disini oke " Ujar Raffa diangguki oleh Syaci


Raffa keluar dari mobil nya, berjalan kearah gerobak Mie ayam


Pak buk Mie ayamnya 30 Bungkus " Ujar Raffa


Membuat bapak dan ibu yang berjualan mie ayam itu yang tadinya Lesu, karena dagangan nya masih banyak menjadi terkejut tatkala mendengar perkataan Raffa


30 Bungkus nak " Ujar Ibu itu dengan wajah terkejut nya


Ia Buk 30 Bungkus 4 dimasak tapi yang 26 Tak usah dimasak saya ingin mentahnya saja Dengan perbumbuan yang lengkap ya pak Dengan baksonya Juga Serta gorengan nya itu juga saya mau tapi di pisahkan Jadi 3 bagian Kerupuk nya Saya minta 30 bungkus juga yang kecil kecil itu campur " Ujar Raffa


Bapak dan ibuk mie ayam itu mengangguk mengerti


Silahkan duduk den " ujar Bapak itu memberikan Kursi kepada Raffa


Tak perlu Pak saya nunggu saja di dalam mobil itu Jika sudah Selesai bapak Panggil saja, kasian adik saya sendiri disana " Ujar Raffa


Ce, Nih dompet nya pegang, Dàgē mau kesana dulu beli minuman sama nasi Buat Cece " Ujar Raffa memberikan Dompetnya sebelumnya ia sudah mengambil Kartu ATM nya


Syaci mengangguk mengambil Dompet sang Abang


Cece mau minuman apa " Ujar Raffa menatap sang Adik


Coklat panas saja " Ujar Syaci


Baiklah, tunggu sini jangan kemana " Ujar Raffa tersenyum lembut menatap sang adik


Iya Dàgē, " Ujar syaci


Raffa pun berjalan kearah Restoran itu


Tak butuh waktu lama Mie ayam pesanan nya selesai


Tok tok( Bunyi suara ketukan kaca mobil )


Syaci menengok kearah samping ternya bapak Penjualan mie ayam Ia pun keluar dari mobil nya


Maaf pak jadi ngerepotin " Ujar Syaci tak enak


tak apa apa neng ini pesenan Abangnya tadi Yang ini 4 yang sudah dimasak " Ujar Bapak itu dengan memberikan Bungkus plastik pesenan nya


Dan ini neng Kerupuk dengan Gorengan nya " Ujar Ibuk ibuk itu menyusul


Sini neng biar bapak bantu bawain, taro dimana neng " Ujar Sang bapak itu


Duh malah nambah ngerepotin pak buk " Ujar Syaci tak enak hati..

__ADS_1


Tak papa neng, neng nya kasian bawain nya sendiri, siabang nya kemana neng, tadi katanya mau nemenin adiknya " Ujar sang ibu itu tersenyum


Abang saya lagi ke restoran itu Buk, Tak tau mau beli apa lagi itu aja kayaknya banyak bener Tak sesuai dengan permintaan " Ujar Syaci terkekeh


Hehehe iya neng tadi si abang nya mesennya 30bungkus " Ujar Sang ibuk membuat Syaci menepuk jidat nya


Kenapa neng " tanya si ibuk itu melihat syaci menepuk jidatnya


Ah tak papa buk, berapa semua jadinya pak buk " Tanya syaci saat melihat bapak itu sudah beres menaruh semua pesanan nya di mobil


Tunggu bentar neng saya ambil kakulator dulu sebentar " Ujar ibuk itu ia pun berlari kearah gerobaknya dan membawa kakulator dan satu plasik Kerupuk pangsit


Tadi Mie Ayam sama Baksonya 1jt terus Gorengan 250 kerupuknya 150 jadi Semuanya 1400 neng dan Ini saya kasih aja buat neng Ngabisin " Ujar Ibuk itu


Buk tak usah, " Ujar Syaci menolak


Tak papa neng ibaratnya Bonusannya gitu free buat neng sama si Abang yang udah ngeborong " Ujar si bapak itu tersenyum


Lah malah jadi ngerepotin " Ujar Syaci ia pun mengambil plastik itu dan ia taruh ke dalam mobilnya


Tadi 1400 rb ya buk pak " Ujar Syaci ia membuka dompet sang Abang nya


Wih tumben uang cash nya banyak " Gumam Syaci tersenyum karena yang ia tau Sang Abang pertamanya itu paling jarang ada uang Cash


ia pun mengambil uang itu separuh dan di itung


Ini Uang pesenan nya Dan Ini bonus gratisan nya " Ujar Syaci memberikan sisahan Uang yang ia cabut tadi


Neng ini kebanyakan " Ujar Ibuk itu


Udah buk tak papa ambil aja rezekinya bapak sama ibuk " Ujar Seseorang dari belakang mereka


Tolong taruh kan di jok belakang mobil saya ya mas " Ujar Raffa berbicara dengan Seseorang pelayan yang membawa makanan yang entah apa apa itu


Syaci hanya menggaruk keningnya


Nih mas tip buat mas " ujar Raffa


Tak usah Mas " Ujar Pelayan itu


Udah sini dikasih Rezki kok pada nolak " Ujar Raffa


Mana dompet Abang yang ada uang Cashnya " Ujar Raffa Syaci memberikan Uang itu kepada pelayan itu .


Makasih mas makasih " ujar pelayan itu dan pamit pergi


Oh ya ini buat pak buk buat makan ibuk bapak tapi kebetulan Nasinya tinggal 2bungkus lagi untuk adik saya jadi saya cuman beli Ayam dan sopnya saja tak apa kan ya " Ujar Raffi memberikan satu keresek untuk mereka


Tak usah Nak, ini saja udah terimakasih di lebihkan banyak gini " Ujar si bapak itu


Tak papa pak ambil saja, buat anak anak bapak dirumah " Ujar Raffa, syaci yang melihat ibuk dan bapak itu hanya menolak ia pun mengambil bingkisan yang ingin di berikan oleh mereka dan berjalan kearah gerobaknya


Raffa yang melihat kelakuan sang adik nya menggelengkan kepalanya


Tuh pak buk tak bisa menolak barang udah digerobak " Ujar Syaci tersenyum dibalik niqabnya


Hahaha sip memang pinter adik Dàgē ini, Ya sudah ya pak buk kami pamit assalamualaikum " ujar mereka berdua dan menyalami bapak ibu itu yang masih terkejut


WaAlaikum salam terimakasih nak " ujar ibu terharu


Sama sama ibuk, nanti kapan kapan kita jumpa lagi ya " Ujar Syaci dan masuk kedalam mobil itu


Mari pak buk " Ujar Raffa menjalankan mobilnya tak lupa mengklakson mereka sebagai tanda perpamitan

__ADS_1


__ADS_2