
Rumah Sakit
Bagaimana Tante keadaan Cia" Ujar Zaffran yang langsung berdiri Saat Ratih Sudah keluar dari ruangan ICU
Tak apa Zaff, Syaci hanya kelelahan saja dan kurang istrahat " Ujar Ratih tersenyum kearah laki laki itu
Alhamdulillah, apa kami boleh menjenguk nya Tih " Tanya Nana
Boleh sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang Rawat " Ujar Ratih
Kalian berlima bisa ikut Mama " ujar Ratih menatap ke 5 gadis yang berada tak jauh dari mereka
Ke 5 gadis itu mengangguk dan berjalan ke arah ruangan yang biasanya ditempati oleh Ratih selama dia Berkerja di RS itu
...----------------...
...----------------...
Ruangan Ratih
Apa Syaci tidak pernah bercerita tentang apapun yang dia Rasa atau pendam selama ini " Tanya Ratih menatap serius ke 5 Anak gadis itu
Ma, hanya satu, Jawaban nya " Ujar Zoya menatap Ratih
Apa " tanya Ratih Dan 4 Gadis itu menatap Zoya bingung
Kejadian 5 Tahun lalu, itu masih membekas ma , sampai saat ini hal itu yang dipendam oleh Syaci, " Ujar Zoya
Mungkin selama ini, kita kira dia sudah baik baik saja tapi tidak ma, Hal itu membuat nya berfikir dan terus berfikir sampai pada akhirnya untuk tidur dengan waktu yang lama baginya itu sulit " Ujar Zoya dengan kepala yang sangat dah di senderkan ke sofa dan mata terpejam
Dia takut jika dia terpejam terlalu lama, musuh akan kembali menyerang, Kau tau kejadian saat kau ampir saja terbunuh Yor, Betapa Emosinya Syaci saat tau kau Ampir saja celaka ," Ujar Zoya diangguki oleh Reva
Saat itu kami sedang ada di Prancis, Syaci yang mendapatkan kabar Dari Reva saat kau ampir saja celaka, dia langsung terbang Mengendarai Jet sendrian, Dan mengamuk di markas karena Anggota sampai kecolongan " Ujar Zoya terkekeh
Dia sangat takut kau dan Ami kenapa-kenapa bahkan dia meninggal kan ku tak mengabari ku sama sekali, " ujar Zoya menatap Yora
Musuh Keluarga mu, terlalu licik nan tragis Sampai Syaci harus sigap melindungi kalian " Ujar Zoya lagi
Yora terpaku mendengar perkataan Zoya, Mereka pun yang mendengar nya diam kecuali Reva yang santai memakan Cemilan yang ada di atas meja
Musuh mengincar Keluarga mu, Keluarga Abizhar, mereka tak kan berhenti sebelum kalian Celaka atau terbunuh, " Timpal Reva
Kejadian saat 5 tahun bukan semata-mata, karena Mafia tapi jebakan musuh untuk memancing Zahfri melalui Syaci, Syaci menjadi umpan Agar Zahfri keluar , dan nyata nya pancingan itu tepat Zahfri tak mungkin mengorbankan Syaci lebih jauh lagi " Ujar Ujar Zoya
membuat mereka membisu mendengar nya
Ke.. kenapa mereka mengincar Keluarga ku " Ujar Yora lirih
Zoya menggelengkan kepalanya
Kami tidak tau Yor, " ujar Reva
Sedangkan di ruang Rawat Syaci
Syaci, apa yang Cece rasain sayang " Ujar Nana lirih dengan mata yang berkaca-kaca , melihat sang putri Nya terbaring di brangkar
Syaci baik baik saja Bunda, mungkin Syaci kurang beristirahat, " Ujar Syaci tersenyum meyakinkan sang bunda
Nak, " Panggil Ronald dengan suara yang pelan
I' m oke Ayah, tak perlu khawatir " Ujar Syaci menatap sang ayahnya
Ronald langsung memeluk sang putri sambungnya itu dengan erat
__ADS_1
Ceritakan Sayang jangan dipendam " Bisik Ronald , Syaci mengangguk sebagai jawaban
Syaci hanya kelelahan Bun mom, mam, ma, tak perlu cemas " Ujar Syaci meyakinkan para ibu ibu yang ada disana
Ini sudah larut sebaiknya kalian Kembali Nov antarkan Para ibu Pulang " Ujar Nathan
Tapi bang aku mau disini " protes Nana
Bunda mau pilih bunda sama yang lain yang pulang , Apa Cece yang pulang " Ujar Syaci dengan ancaman
Kamu itu ya, pengancam " Ujar Novia terkekeh
Abis kalau gak gitu gak bakal selesai , " Ujar Syaci tersenyum
Ya sudah, bunda pulang tapi mas kalau ada apa apa " Ujar Nana terpotong oleh perkataan Sang suami
Siap Ratu aku akan mengabari Ratu jadi istrahat lah dirumah, besok Kemari lagi pagi pagi bawakan Aku dan putri serta orang orang disini Sarapan " Ujar Ronald
Di balas Anggukan
Para ibu ibu itu pun keluar meninggalkan ruangan Syaci
Loh Zaff, Kok disini Masuk gih " Ujar Nana
Tidak Bun, Zaffran Disini saja, gak baik juga jika Zaffran didalam Cia pasti kurang nyaman " Ujar Zaffran, yang pasti tau jika syaci tidak akan nyaman jika ada dirinya apalagi sekarang Syaci tidak menggunakan Niqabnya
Bunda, sama yang lain mau pulang " Tanya Raffa yang baru saja datang bersama Raffi serta Yozza
Iya, Ayahmu nyuruh kami pulang " Ujar Nana dengan kesal
Ya udah Bunda sama yang lain pulang aja, besok pagi baru gantian " Ujar Yozza Diangguki oleh Para ibu
Mereka pun pergi meninggalkan Rumah sakit itu
Gak bang, Saya disini saja, Cia pasti kurang nyaman jika ada Saya didalam, apalagi dia tidak memakai Penutup Wajahnya " Ujar Zaffran diangguki oleh Raffa
Ya juga ya, ya sudah kami masuk dulu " Ujar Raffa
Aku disini saja Kalian berdua saja yang masuk " Ujar Yozza diangguki oleh Kedua kakak beradik itu
Raffa dan Raffi masuk kedalam tak lupa mengucapkan salam
Assalamualaikum warahmatullahi wa barra katu " Ujar Mereka Berdua dijawan serentak oleh 5 orang yang ada di dalam ( Syaci Ronald Nathan Ali Dan Diego )
Raffa mendekati adiknya yang berada dipelukan sang ayah
Apa kepalanya masih pusing Babby " Tanya Raffa dengan mengelus pucuk kepala Syaci yang ditutupi oleh hijab
Gak Dàgē udah mendingan " Ujar Syaci lembut
Raffa mengangguk mengerti
Jadi bisa dijelaskan sekarang Sweety " Ujar Ali menatap Sang putri kandungnya itu
Saat itu, Saat dimana aku bertemu dengan Mas Zaffran Pertama kali, Aku Em " Ujar Syaci gugup
Mereka Mengangguk mengerti
Kamu menyukainya saat pertama kali bertemu bukan, Ah maksud Daddy, Putri Daddy kagum dengan Laki laki itu , " Ujar Nathan tersenyum menatap Sang putri
Dad " Rengut Syaci kesal membuat mereka terkekeh
Lanjutkan, " Ujar Ronald tersenyum
__ADS_1
Sehari setelah kami bertemu, Aku tak sengaja mendengar perbincangan Abi Yozzi dengan Baba Zen Dikantor Abi, saat itu Ayah Dan Daddy Sedang temu klien di depan perusahaan Abi, " Ujar Syaci
Eh, kamu menguping " Tanya Raffi di balas pelototan mata dari Syaci
Kan Cece bilang Gak sengaja Koko " Ujar Syaci Kesal
Raffi diam, Lanjutkan Dek " Ujar Raffa
Syaci mendengus kesal
Mereka sedang berbincang soal Musuh Keluarga Abizhar yang mulai beraksi dan mengincar Anak anak Abizhar yaitu Alm Bang leon dan Mas Zaffran , Singkat cerita Baba Zen menitipkan Alm Bang Leon ke Abi , Awalnya aku sih Gak kepikiran percakapan itu, tapi saat Dimana mas Zaffran yang Terus mencari tau aku , itu membuat ku takut ," ujar Syaci menatap mereka dan berakhir ke sang ayah
Takut kenapa sayang " Ujar Ronald menatap sang putri
Takut aku terlibat, dan membuat kalian juga celaka yah, " Ujar Syaci tercekat
Makanya saat Alm Bang Leon kekeh banget pengen Deket sama aku begitu juga mas Zaffran yang gak berhenti mencari identitas ku, aku selalu menghindar tapi Malah kalian mengizinkan Nya terus mengintili ku mana saja, bahkan ke Yaman " Ujar Syaci
Makanya kamu selalu marah jika Leon ada dirumah " Ujar Raffa
Iya Dàgē, aku kesel, karena musuh mereka itu bukan orang yang sembarangan " Ujar Syaci
Kamu udah tau dari awal siapa musuh mereka " Tanya Ali
Dijawab anggukan oleh Syaci
Udah, Saat Itu aku gak sengaja denger Abi Lagi telponan ntah dengan siapa menyebutkan nama yang harus di hindari dan hati hati " Ujar Syaci
Siapa, siapa orang itu " Tanya Zaffran yang Masuk tiba tiba iya Zaffran menguping pembicaraan Mereka Syaci yang terkejut ada Zaffran disana langsung menyembunyikan wajahnya ketubuh sang ayah
Cia, katakan padaku siapa orangnya " Ujar Zaffran mendekati mereka
Jawab Pertanyaan Dàgē Apa Orang itu adalah orang yang sama yang membunuh Alm Bang Leon " Tanya Raffa diangguki Syaci
Ya orang itu adalah orang yang sama bahkan orang itu juga punya sekutu dan kelompok yang cukup besar Dàgē " Ujar Syaci pelan dengan posisi yang sama menutupi wajahnya ke dada sang ayah
Siapa mereka fa' " Tanya Yozza
Dia ada disekitar mu Zaffran, bahkan sangat dekat, " Ujar Novan Yang masuk kedalam ruangan itu
Orang terdekat ku " Ujar Zaffran bingung
Ya, dia adalah orang terdekat mu, dan orang terdekat itu Sangat berbahaya, bahkan lebih bahaya dari ular " Ujar Novan
Siapa Van " Tanya Yozza Penasaran
Novan menepuk bahu sahabatnya
Jika aku menyebutnya sama halnya aku membuat identitas Keluarga ku dalam bahaya, termasuk adikku" bisik Novan
Jangan disebutkan Ajho " Teriak Syaci menatap sang Abang
Tidak sweety, biarkan mereka mencari nya , aku minta kalian lebih waspada apalagi sekarang adikku akan menjadi bagian dari kalian, dan tanggung jawab mu sepenuhnya, " Ujar Novan menatap Zaffran dengan tajam
Cermati orang disekitar kalian, dia bisa saja menjadi saudara dan keluarga yang siap kapanpun menerkam kalian" Ujar Novan Lagi
Namun Sedetik kemudian Novan Mengarahkan pistol yang ada di dalam Sakunya kejendela
Dor dor dor
Mereka yang disana terkejut
Insting mu ajho akui tepat Ce " Ujar Novan terkekeh
__ADS_1
Ya saat ia ingin mengantar kan para ibu ibu Syaci memberikan kode kearah jendela Novan yang mengerti pun mengangguk dan menyuruh seseorang untuk mengintai orang itu namun saat dia sudah kembali ke ruangan Syaci orang itu masih disana