
Setelah mengadzani dan melantunkan doa doa Ronald Tersenyum lembut menatap sang bayi itu Dengan Mata yang berkaca-kaca
Kau Putri ku, Dan Aku adalah Ayahmu Cantik " Ujar Ronald tersenyum mencium pipi bayi itu,
Ia pun membalikkan tubuhnya ke hadapan Nana yang Sudah menangis terisak
Ronald pun mendekati wanita itu dan memeluk nya Dengan satu tangan untuk menggendong bayi mungil Itu
Menangis Lah karena Kebahagiaan, Aku tak akan Membiarkan Kau dan Baby grils ini sedih, Aku Akan Menjadi garda terdepan untuk kalian Berdua Wanita Istimewah ku " Ujar Ronald membuat tangisan Nana pecah
Sttt sudah, lihat lah baby juga ikut merasakan nya, Sudah ya " ujar Ronald lembut mencium kepala Nana Yang ditutupi oleh Hijabnya
Isakan Nana pun berangsur mereda,.
Dan ternyata ia tertidur karena kelelahan
Dokter serta suster yang masih berada didalam Ruangan itu pamit keluar
Saat keluar dari ruangan setiap pertanyaan itu keluar Menyerbu mereka
Bagaimana Dok, Apa Putri saya baik baik saja " Tanya Bunda serta Ayah bersamaan
Dok, temen saya dan bayinya selamatkan " Ujar Liana Khawatir
Kenapa lama sekali dok, mereka Baik baik saja kan " Ujar Nathan
Dokter, Suster jawab ! kenapa diam aja sih " Tanya Evi Kesal dengan dokter itu
Ya , gimana dokter itu mau jawab Kalian saja Nanya Bertubi tubi " Ujar Novia dengan menggelengkan Kepalanya
Dokter itu pun tersenyum..
Nona baik baik saja, tuan nyonya "Ujar Dokter itu
Terus gimana Ponakan saya Dia baik baik saja kan " Ujar Evi yang memegang Bahu Dokter itu dengan Kencang
sehingga dokter itu meringis kesakitan
Vi kau ingin membuat nya patah tangan )
"Ujar Novia Menepis tangan Evi dari Bahu dokter itu
Hehehe, Maaf Dok, Abis Dokter Lama jawab Pertanyaan saya nya, Maaf ya dok " Ujar Evi Meminta maaf dengan Dokter
Ya Nona tak papa, Saya paham jika Tuan nyonya, serta Nona khawatir Dengan Nona Nana dan bayinya )
" Ujar Dokter
Mereka berdua selamat bayinya pun sehat, saya Salut Dengan Tuan Ronald yang memberikan support Kepada Nona Nana " Ujar Dokter itu tersenyum
Perlakuan Tuan sangat lah Romantis, Sebagai Seorang Suami dan Ayah Yang baik " Puji Suster itu tersenyum
Mereka semua yang mendengar pun tersenyum
Apa boleh kami menjenguk nya" Tanya Bunda
Boleh Nyonya, setelah Nona Nana dipindahkan ke Ruangan nya " Ujar suster itu
Dokter dan suster itu pun Pamit pergi
Ronald sudah membuktikan perkataan nya " Ujar Ayah Nana
Sedari dulu pun dia membuktikannya Hanya saja Ayah Yang tak mau melihat sedikit pun kearahnya " Ujar Novia sinis,
Ya Novia Ardhana adalah Sahabat sekaligus Sepupu Ronald dia juga yang tau perasaan Ronald Maupun Nana
Bunda Harap Ayah tak melakukan Hal apapun lagi Kepada Nana " Ujar Sang Bunda
Ayah melakukan nya dulu demi kebaikan nya, Ayah Tak ingin dia Kenapa-kenapa jika dengan Ronald Yang Notabene nya Berandalan " Ujar Ayah membela Diri
Ronald mungkin memang Berandalan Yah, Tapi Dia tak Pernah Menunjukkan ke Nakallan nya dengan Nana, Bahkan Nana pun tak tau bahwa dulu Ronald menjadi Ketua Mafia jika Ayah tak mengungkit masalalu nya " Ujar Ratih tegas Yang berada di belakang mereka
Nana dan Ronald sama sama saling mencintai namun Ayah Malah membuat mereka berpisah dengan Cara Sarah hadir diantara mereka " Ujar Ratih lagi
Jadi ini semua karena taktik mu yah " Ujar Bunda Menatap sang suami tak percaya
Hadirnya Sarah Ayah tak tau menahu " Ujar Ayah Mengelak
Apa Ayah yakin, Saya punya buktinya yah " Ujar Ratih Tajam ia pun mengeluarkan ponselnya dan Memainkan rekaman suara
Jika bukan karena Tuan Arfan Salamon Yang Mengancam ku aku tidak Akan berpaling Dengan mu Sayang Bahkan Aku tak sama sekali mencintai Ronald " Ujar suara wanita yang berada direkaman itu
Untuk apa Kau takut dengan Ancamannya Sarah " Ujar Lelaki itu
Aku tak takut dengannya yang aku takuti jika Dia Ingin Menghancurkan mu serta Aku dan Membunuhmu apa Kau lupa Siapa dia, Kekuasaannya itu sangat Berbahaya " Ujar Wanita itu
Baiklah aku akan berusaha mengerti kita akan Bersama sama suatu saat nanti sayang, Apa Rencananya " Ujar lelaki itu
Dia menyuruh ku untuk berpura pura Mencintai Ronald Agar putri kesayangannya itu mau menerima Perjodohan itu, " Ujar Sarah
Apa kau yakin jika rencana itu bisa berjalan mulus, Aku takut jika Ronald tau hal ini Maka dia akan Mencelakai mu " Ujar Lelaki itu
Kau tenang saja sayang, Ronald tak akan mengetahui Hal ini, Karena Aku akan bermain lewat Nana Si gadis Polos Itu dengan merayu sedikit memelas dia Sudah Terperangkap buktinya sekarang dia lebih memilih Ali Dari pada Ronald, " Ujar Sarah tersenyum smriknya
Baiklah, Setelah sandiwara itu selesai cepat kau Tinggalkan dia " Ujar lelaki itu
Rekaman pun selesai
Ratih pun masih punya satu lagi ini terbaru "Ujar Ratih Tersenyum dan memutar rekaman itu
Aku sudah melakukan apa yang anda mau, mana Yang Anda janjikan " Ujar seorang Wanita itu (Sarah)
Nih, jangan hubungi saya lagi " Ujar laki laki itu Arfan
Baiklah, anda pun sebaliknya jangan ganggu saya lagi " Ujarnya Sambungan terputus*
__ADS_1
Prok prok prok
Apa ini suamiku dan ayah dari anak anakku " ujar Bunda berkaca-kaca menatap sang suami
Sesosok Ayah yang menjadi panutan ku ternyata Menghalalkan segala cara agar Adikku menderita " Ujar Nathan Dingin
Ayah bisa jelaskan semuanya, " Ujar Arfan panik
Jelaskan apa yah, jika adikku tau pasti dia sangat Sangat kecewa " Ujar Nathan dingin
Ayah melakukan nya untuk kebaikan adikmu saat itu " Ujar Arfan
Jika itu memang kebaikannya seharusnya kau tak Melakukan hal yang membuat Anakmu terluka" ujar Bunda dengan tajam
Sayang maafkan aku " Ujar Arfan lirih
Ronald yang mendengar ada keributan ia pun keluar tak lupa menaruh sang bayi di inkubator
Saya keluar sebentar tolong jaga mereka )" Ujar Ronald dengan suster yang masih stay disana untuk membersihkan bekas Operasi tadi
Baik tuan " Ujar suster
Ada Apa ini " Ujar Ronald setelah keluar dari ruangan Oprasi
Bunda kenapa " tanya Ronald bingung melihat Bunda nya menangis
Maafkan Ayah Nald maaf " Ujarnya lirih
Memang Ayah salah apa Bun " Ujar Ronald tambah Bingung
Ayah ku yang membuat hidupmu berantakan seperti Ini " Ujar Nathan membalikkan wajahnya tak ingin Melihat sahabatnya karena merasa malu dengan Apa Yang dibuat oleh Sang Ayah
Ronald yang masih belum mengerti pun menengok Kearah Ratih yang ada di sebelahnya Ratih yang mengerti pun menggoyang goyangkan Hpnya
Ronald yang tau itu hanya menghela nafas panjang Nya
Sudah lah Bun ini juga bukan salah Ayah sepenuhnya Ini sudah takdir untuk ku agar lebih mendekatkan diri Toh sewajarnya Juga Ayah melakukan hal itu saat itu " Ujar Ronald tersenyum
Liana Yozzi Ratih Rendi Evan dan Evi hanya diam Mendengarkan perkataan bijak dari Ronald ..
Si Arogan sudah berubah drastis " Batin Yozzi
Ini beneran Mantan ketua Mafia**** " Batin Evan
Mimpi Apa Aku semalam mendengar perkataan nya Yang bijak dan tak memakai Emosi ketika tau semua Itu " Batin Rendi
Ya mereka sangat lah tau bagaimana sikap dan Sifat
Ronald apalagi Ronald Adalah siketua Mafia Yang Bisa Dikatakan sangat lah Kejam Bahkan kesalahan Sedikit Pun Apalagi masalah menyinggung nya dia tak kan Memaafkan nya
Sudah jangan diperpanjang lagi sudah berlalu juga, Dan Aku minta tolong jangan bahas tentang hal ini Dengan Nana " Ujar Ronald tersenyum
Mereka pun mengangguk
Ayah sudah oke, Itu adalah takdir ku, sudah Ayah Jangan seperti ini, " Ujar Ronald
saat itu Beberapa suster datang
Maaf Tuan tuan , Nyonya, dan para nona kami permisi, Kami ingin memindahkan Nona Nana Dan Bayinya ke Ruangannya
Baik, silahkan " Ujar Ronald mempersilahkan
Para Suster itu masuk kedalam
Van, apa yang ku pinta waktu itu sudah kau lakukan " Ujar Ronald
Sudah beres semua, sudah Aku urus " Ujar Evan
Baiklah, Terimakasih " Ujar Ronald tersenyum
Bunda sudah, Jangan menangis lagi Nana nanti curiga " Ujar Ronald menatap Sang ibu dari Wanitanya masih terisak di Pelukan Sepupunya
Kau sungguh sangat baik maafkan Bunda yang dulu Tak melakukan apapun untuk kalian " Lirihnya
Tak apa Bun, sudah jangan dibahas Itu sudah berlalu " Ujar Ronald tersenyum
Tak lama Nana keluar dengan bayi nya didorong oleh Para suster
...----------------...
...Satu Jam kemudian...
...----------------...
Nana terbangun dari tidurnya dan melihat sekitar Dimana orang tua nya Abang dan Para Sahabatnya sedang mengelilingi Putrinya
Kamu sudah bangun Na " Tanya Ronald tersenyum lembut
Nana pun mengangguk dengan senyuman
Dimana Raffi Bang, bukannya aku meminta ruangan ku Dengannya di satu kan " Ujar Nana
Dia sedang dibawa Oleh Novia, Raffi rewel takutnya Nanti Kamu bangun " Ujar Ronald
Dia rewel karena lapar mungkin bang, coba Nana beri ASI " Ujar Nana
Dia sudah diberi ASI oleh Novia Na, tak perlu kau Pikirkan seharusnya kau memberikan ASI kepada PutriKu itu " Ujar Ronald tersenyum
Bang lihat dia saja masih betah di gendongan Bunda, Ayolah aku Ingin memberikan Asi ku yang pertama Untuk Raffi " Ujar Nana memohon
Na, Abang tak setuju seharusnya Bayi mu yang Kau Utamakan " Ujar Ronald tegas
Raffi pun Bayi ku bang apa bedanya, Dia sama sama Anakku " ujar Nana bergetar menahan air matanya Yang ingin jatuh
Ronald pun yang melihat ekspresi wajah Nana yang Ingin menangis pun dengan cepat memeluk wanitanya Itu Evi yang kebetulan melihat mereka hanya berlalu tak ingin ikut campur
__ADS_1
Vi telpon Ela suruh Novia bawa Raffi kembali " Ujar Ronald tegas
Evi yang mendapat perintah pun langsung Menelpon Ela
Hello Assalamualaikum La " Ujar Evi yang sudah Tersambung dengan Ela
WaAlaikum salam Nona, Ada apa " Tanya Ela
Suruh Kak Novi kembali bawa Raffi keruangan Nana Sekarang " Ujar Evi
Baik Nona " Setelah itu telpon dimatikan
Sudah " Ujar Evi berbicara dengan Ronald yang di balas Deheman
Sudah Na, Novia akan membawa nya kembali " Ujar Ronald mengelus kepala Nana dengan lembut
Tak lama Novia datang dengan menggendong Raffi Diikuti oleh Ela yang memegang infusan
Yang lain masih asik di balkon dengan Mengelilingi Bayi itu
Sebenarnya Mereka mendengar perdebatan antara Nana Dan Ronald tapi mereka lebih memilih diam Tak ikut campur
Assalamualaikum " Ujar Novia dan Ela
WaAlaikum salam " Ujar Ronald dan Nana
Kenapa dengan Nana Nald, Kau apakan adikku " Ujar Novia marah
Nana ingin memberikan ASI nya ke Raffi " Ujar Ronald
Novia yang mengerti pun membawa Raffi mendekati Mereka dan memberikan Raffi ke Nana,
Nana pun tersenyum saat Raffi sudah berada Digendongan
Balikan badan mu bang, Kak bantu aku ya " Ujar Nana Diangguki oleh Mereka berdua
Ronald pun Membalikkan badannya dan Novia Berjalan memutari brangkar dan berdiri tepat di samping Nana membelakangi Ronald
Saat ASI itu di isap oleh Raffi, Nana sedikit meringis
Aish "
Kena " Ujar Ronald panik ingin menoleh Namun Langsung di potong oleh Novia
Jangan membalikkan kepala mu atau ku tendang kau Ini hal yang awam Bagi ibu Yang baru saja Memberikan Asi pertamanya " Ujar Novia sarkas dengan Ronald
Ronald pun mengangguk pasrah
Memang Agak sakit tapi ini hanya awal awal Saja Na" Ujar Novia
I iya kak " Ujar Nana
Raffi pun tertidur dengan nyenyak dipangkuan Nana
Sudah tidur Nak Raffi nya " Tanya Bunda
Sudah Bun, " Ujar Nana
Kalau gitu gantian sama Adiknya ini kayaknya sekecil Lapar " Ujar Bunda
Raffi pun diambil Oleh Novia sedangkan Bayi Perempuan di berikan ke Nana
Setelah selesai memberikan Asi Bayi itu pun di Tidurkan di tempat yang sama dengan Raffi..
Sayang Apa kamu sudah memiliki Nama untuk Anak Perempuanmu itu " Tanya Bunda
Ayah sudah memberikan nama untuk cucu perempuan Ayah " Ujar Arfan
Aku bertanya pada Anakku karena dia Bundanya Jadi Biarkan Dia yang memberikan nama " Ujar Bunda sarkas
Bunda kenapa " Ujar Nana yang merasa berbeda Dengan sikap sang bunda kepada sang ayah
Eh tak papa Nak Bunda kesal saja dengan Ayah mu itu " Alesan Bunda
Ayah ingin memberikan Nama untuk bayi ku apa " Ujar Nana tersenyum menatap sang Ayah ..
Eh tak jadi nak, Benar kata Bundamu tadi, kamu saja Yang memberikan nama untuknya " Ujar Arfan
Tak papa yah, Ayah ingin cucu ayah diberikan nama Siapa " Ujar Nana tersenyum
Em Alisyaci Putri, " Ujar Arfan
Jika Abang Zyan " Ujar Nana tersenyum bertanya Kepada lelaki yang berada di samping nya itu tanpa Ingin pindah
Eh, Abang Zyan maksudnya " Ujar Ronald bingung
Ya nama apa yang Bagus untuk putri mu itu " Ujar Nana Tersenyum
Eh, Abang em " Ujar Ronald gugup
Ungkap kan lah tak apa nak " Ujar Bunda tersenyum
Aziva Angela putri " Ujar Ronald lirih
Bagus, Aziva/Ziva yang berasal dari bahasa Ibrani yang Artinya cerah,Cemerlang sedangkan Angela yang berasal dari bahasa latin yang berarti Bidadari Atau malaikat yang berasal Dari syurga, " Ujar Bunda
Nana tersenyum
Bagaimana kalau Azivaalisya Angelicia Zayna Putri Agfa " Ujar Nana tersenyum menatap Ayah dan Ronald
Lah diborong semua Nama " Ujar Evi
Ya biar adil Ada nama kedua Ayahnya kan yah dan Nama yang diberikan oleh sang Opa nya terus Nama Omanya juga ada " Ujar Nana tersenyum menatap mereka semua
Mereka pun ikut tersenyum mengangguk
__ADS_1