Gadis KecilKu Misterius

Gadis KecilKu Misterius
part 9


__ADS_3

Setelah mengadzani dan melantunkan doa doa Ronald Tersenyum lembut menatap sang bayi itu Dengan Mata yang berkaca-kaca


Kau Putri ku, Dan Aku adalah Ayahmu Cantik " Ujar Ronald tersenyum mencium pipi bayi itu,


Ia pun membalikkan tubuhnya ke hadapan Nana yang Sudah menangis terisak


Ronald pun mendekati wanita itu dan memeluk nya Dengan satu tangan untuk menggendong bayi mungil Itu


Menangis Lah karena Kebahagiaan, Aku tak akan Membiarkan Kau dan Baby grils ini sedih, Aku Akan Menjadi garda terdepan untuk kalian Berdua Wanita Istimewah ku " Ujar Ronald membuat tangisan Nana pecah


Sttt sudah, lihat lah baby juga ikut merasakan nya, Sudah ya " ujar Ronald lembut mencium kepala Nana Yang ditutupi oleh Hijabnya


Isakan Nana pun berangsur mereda,.


Dan ternyata ia tertidur karena kelelahan


Dokter serta suster yang masih berada didalam Ruangan itu pamit keluar


Saat keluar dari ruangan setiap pertanyaan itu keluar Menyerbu mereka


Bagaimana Dok, Apa Putri saya baik baik saja " Tanya Bunda serta Ayah bersamaan


Dok, temen saya dan bayinya selamatkan " Ujar Liana Khawatir


Kenapa lama sekali dok, mereka Baik baik saja kan " Ujar Nathan


Dokter, Suster jawab ! kenapa diam aja sih " Tanya Evi Kesal dengan dokter itu


Ya , gimana dokter itu mau jawab Kalian saja Nanya Bertubi tubi " Ujar Novia dengan menggelengkan Kepalanya


Dokter itu pun tersenyum..


Nona baik baik saja, tuan nyonya "Ujar Dokter itu


Terus gimana Ponakan saya Dia baik baik saja kan " Ujar Evi yang memegang Bahu Dokter itu dengan Kencang


sehingga dokter itu meringis kesakitan


Vi kau ingin membuat nya patah tangan )


"Ujar Novia Menepis tangan Evi dari Bahu dokter itu


Hehehe, Maaf Dok, Abis Dokter Lama jawab Pertanyaan saya nya, Maaf ya dok " Ujar Evi Meminta maaf dengan Dokter


Ya Nona tak papa, Saya paham jika Tuan nyonya, serta Nona khawatir Dengan Nona Nana dan bayinya )


" Ujar Dokter


Mereka berdua selamat bayinya pun sehat, saya Salut Dengan Tuan Ronald yang memberikan support Kepada Nona Nana " Ujar Dokter itu tersenyum


Perlakuan Tuan sangat lah Romantis, Sebagai Seorang Suami dan Ayah Yang baik " Puji Suster itu tersenyum


Mereka semua yang mendengar pun tersenyum


Apa boleh kami menjenguk nya" Tanya Bunda


Boleh Nyonya, setelah Nona Nana dipindahkan ke Ruangan nya " Ujar suster itu


Dokter dan suster itu pun Pamit pergi


Ronald sudah membuktikan perkataan nya " Ujar Ayah Nana


Sedari dulu pun dia membuktikannya Hanya saja Ayah Yang tak mau melihat sedikit pun kearahnya " Ujar Novia sinis,


Ya Novia Ardhana adalah Sahabat sekaligus Sepupu Ronald dia juga yang tau perasaan Ronald Maupun Nana


Bunda Harap Ayah tak melakukan Hal apapun lagi Kepada Nana " Ujar Sang Bunda


Ayah melakukan nya dulu demi kebaikan nya, Ayah Tak ingin dia Kenapa-kenapa jika dengan Ronald Yang Notabene nya Berandalan " Ujar Ayah membela Diri


Ronald mungkin memang Berandalan Yah, Tapi Dia tak Pernah Menunjukkan ke Nakallan nya dengan Nana, Bahkan Nana pun tak tau bahwa dulu Ronald menjadi Ketua Mafia jika Ayah tak mengungkit masalalu nya " Ujar Ratih tegas Yang berada di belakang mereka


Nana dan Ronald sama sama saling mencintai namun Ayah Malah membuat mereka berpisah dengan Cara Sarah hadir diantara mereka " Ujar Ratih lagi


Jadi ini semua karena taktik mu yah " Ujar Bunda Menatap sang suami tak percaya


Hadirnya Sarah Ayah tak tau menahu " Ujar Ayah Mengelak


Apa Ayah yakin, Saya punya buktinya yah " Ujar Ratih Tajam ia pun mengeluarkan ponselnya dan Memainkan rekaman suara


Jika bukan karena Tuan Arfan Salamon Yang Mengancam ku aku tidak Akan berpaling Dengan mu Sayang Bahkan Aku tak sama sekali mencintai Ronald " Ujar suara wanita yang berada direkaman itu


Untuk apa Kau takut dengan Ancamannya Sarah " Ujar Lelaki itu


Aku tak takut dengannya yang aku takuti jika Dia Ingin Menghancurkan mu serta Aku dan Membunuhmu apa Kau lupa Siapa dia, Kekuasaannya itu sangat Berbahaya " Ujar Wanita itu


Baiklah aku akan berusaha mengerti kita akan Bersama sama suatu saat nanti sayang, Apa Rencananya " Ujar lelaki itu


Dia menyuruh ku untuk berpura pura Mencintai Ronald Agar putri kesayangannya itu mau menerima Perjodohan itu, " Ujar Sarah


Apa kau yakin jika rencana itu bisa berjalan mulus, Aku takut jika Ronald tau hal ini Maka dia akan Mencelakai mu " Ujar Lelaki itu


Kau tenang saja sayang, Ronald tak akan mengetahui Hal ini, Karena Aku akan bermain lewat Nana Si gadis Polos Itu dengan merayu sedikit memelas dia Sudah Terperangkap buktinya sekarang dia lebih memilih Ali Dari pada Ronald, " Ujar Sarah tersenyum smriknya


Baiklah, Setelah sandiwara itu selesai cepat kau Tinggalkan dia " Ujar lelaki itu


Rekaman pun selesai


Ratih pun masih punya satu lagi ini terbaru "Ujar Ratih Tersenyum dan memutar rekaman itu


Aku sudah melakukan apa yang anda mau, mana Yang Anda janjikan " Ujar seorang Wanita itu (Sarah)


Nih, jangan hubungi saya lagi " Ujar laki laki itu Arfan


Baiklah, anda pun sebaliknya jangan ganggu saya lagi " Ujarnya Sambungan terputus*

__ADS_1


Prok prok prok


Apa ini suamiku dan ayah dari anak anakku " ujar Bunda berkaca-kaca menatap sang suami


Sesosok Ayah yang menjadi panutan ku ternyata Menghalalkan segala cara agar Adikku menderita " Ujar Nathan Dingin


Ayah bisa jelaskan semuanya, " Ujar Arfan panik


Jelaskan apa yah, jika adikku tau pasti dia sangat Sangat kecewa " Ujar Nathan dingin


Ayah melakukan nya untuk kebaikan adikmu saat itu " Ujar Arfan


Jika itu memang kebaikannya seharusnya kau tak Melakukan hal yang membuat Anakmu terluka" ujar Bunda dengan tajam


Sayang maafkan aku " Ujar Arfan lirih


Ronald yang mendengar ada keributan ia pun keluar tak lupa menaruh sang bayi di inkubator


Saya keluar sebentar tolong jaga mereka )" Ujar Ronald dengan suster yang masih stay disana untuk membersihkan bekas Operasi tadi


Baik tuan " Ujar suster


Ada Apa ini " Ujar Ronald setelah keluar dari ruangan Oprasi


Bunda kenapa " tanya Ronald bingung melihat Bunda nya menangis


Maafkan Ayah Nald maaf " Ujarnya lirih


Memang Ayah salah apa Bun " Ujar Ronald tambah Bingung


Ayah ku yang membuat hidupmu berantakan seperti Ini " Ujar Nathan membalikkan wajahnya tak ingin Melihat sahabatnya karena merasa malu dengan Apa Yang dibuat oleh Sang Ayah


Ronald yang masih belum mengerti pun menengok Kearah Ratih yang ada di sebelahnya Ratih yang mengerti pun menggoyang goyangkan Hpnya


Ronald yang tau itu hanya menghela nafas panjang Nya


Sudah lah Bun ini juga bukan salah Ayah sepenuhnya Ini sudah takdir untuk ku agar lebih mendekatkan diri Toh sewajarnya Juga Ayah melakukan hal itu saat itu " Ujar Ronald tersenyum


Liana Yozzi Ratih Rendi Evan dan Evi hanya diam Mendengarkan perkataan bijak dari Ronald ..


Si Arogan sudah berubah drastis " Batin Yozzi


Ini beneran Mantan ketua Mafia**** " Batin Evan


Mimpi Apa Aku semalam mendengar perkataan nya Yang bijak dan tak memakai Emosi ketika tau semua Itu " Batin Rendi


Ya mereka sangat lah tau bagaimana sikap dan Sifat


Ronald apalagi Ronald Adalah siketua Mafia Yang Bisa Dikatakan sangat lah Kejam Bahkan kesalahan Sedikit Pun Apalagi masalah menyinggung nya dia tak kan Memaafkan nya


Sudah jangan diperpanjang lagi sudah berlalu juga, Dan Aku minta tolong jangan bahas tentang hal ini Dengan Nana " Ujar Ronald tersenyum


Mereka pun mengangguk


Ayah sudah oke, Itu adalah takdir ku, sudah Ayah Jangan seperti ini, " Ujar Ronald


saat itu Beberapa suster datang


Maaf Tuan tuan , Nyonya, dan para nona kami permisi, Kami ingin memindahkan Nona Nana Dan Bayinya ke Ruangannya


Baik, silahkan " Ujar Ronald mempersilahkan


Para Suster itu masuk kedalam


Van, apa yang ku pinta waktu itu sudah kau lakukan " Ujar Ronald


Sudah beres semua, sudah Aku urus " Ujar Evan


Baiklah, Terimakasih " Ujar Ronald tersenyum


Bunda sudah, Jangan menangis lagi Nana nanti curiga " Ujar Ronald menatap Sang ibu dari Wanitanya masih terisak di Pelukan Sepupunya


Kau sungguh sangat baik maafkan Bunda yang dulu Tak melakukan apapun untuk kalian " Lirihnya


Tak apa Bun, sudah jangan dibahas Itu sudah berlalu " Ujar Ronald tersenyum


Tak lama Nana keluar dengan bayi nya didorong oleh Para suster


...----------------...


...Satu Jam kemudian...


...----------------...


Nana terbangun dari tidurnya dan melihat sekitar Dimana orang tua nya Abang dan Para Sahabatnya sedang mengelilingi Putrinya


Kamu sudah bangun Na " Tanya Ronald tersenyum lembut


Nana pun mengangguk dengan senyuman


Dimana Raffi Bang, bukannya aku meminta ruangan ku Dengannya di satu kan " Ujar Nana


Dia sedang dibawa Oleh Novia, Raffi rewel takutnya Nanti Kamu bangun " Ujar Ronald


Dia rewel karena lapar mungkin bang, coba Nana beri ASI " Ujar Nana


Dia sudah diberi ASI oleh Novia Na, tak perlu kau Pikirkan seharusnya kau memberikan ASI kepada PutriKu itu " Ujar Ronald tersenyum


Bang lihat dia saja masih betah di gendongan Bunda, Ayolah aku Ingin memberikan Asi ku yang pertama Untuk Raffi " Ujar Nana memohon


Na, Abang tak setuju seharusnya Bayi mu yang Kau Utamakan " Ujar Ronald tegas


Raffi pun Bayi ku bang apa bedanya, Dia sama sama Anakku " ujar Nana bergetar menahan air matanya Yang ingin jatuh


Ronald pun yang melihat ekspresi wajah Nana yang Ingin menangis pun dengan cepat memeluk wanitanya Itu Evi yang kebetulan melihat mereka hanya berlalu tak ingin ikut campur

__ADS_1


Vi telpon Ela suruh Novia bawa Raffi kembali " Ujar Ronald tegas


Evi yang mendapat perintah pun langsung Menelpon Ela


Hello Assalamualaikum La " Ujar Evi yang sudah Tersambung dengan Ela


WaAlaikum salam Nona, Ada apa " Tanya Ela


Suruh Kak Novi kembali bawa Raffi keruangan Nana Sekarang " Ujar Evi


Baik Nona " Setelah itu telpon dimatikan


Sudah " Ujar Evi berbicara dengan Ronald yang di balas Deheman


Sudah Na, Novia akan membawa nya kembali " Ujar Ronald mengelus kepala Nana dengan lembut


Tak lama Novia datang dengan menggendong Raffi Diikuti oleh Ela yang memegang infusan


Yang lain masih asik di balkon dengan Mengelilingi Bayi itu


Sebenarnya Mereka mendengar perdebatan antara Nana Dan Ronald tapi mereka lebih memilih diam Tak ikut campur


Assalamualaikum " Ujar Novia dan Ela


WaAlaikum salam " Ujar Ronald dan Nana


Kenapa dengan Nana Nald, Kau apakan adikku " Ujar Novia marah


Nana ingin memberikan ASI nya ke Raffi " Ujar Ronald


Novia yang mengerti pun membawa Raffi mendekati Mereka dan memberikan Raffi ke Nana,


Nana pun tersenyum saat Raffi sudah berada Digendongan


Balikan badan mu bang, Kak bantu aku ya " Ujar Nana Diangguki oleh Mereka berdua


Ronald pun Membalikkan badannya dan Novia Berjalan memutari brangkar dan berdiri tepat di samping Nana membelakangi Ronald


Saat ASI itu di isap oleh Raffi, Nana sedikit meringis


Aish "


Kena " Ujar Ronald panik ingin menoleh Namun Langsung di potong oleh Novia


Jangan membalikkan kepala mu atau ku tendang kau Ini hal yang awam Bagi ibu Yang baru saja Memberikan Asi pertamanya " Ujar Novia sarkas dengan Ronald


Ronald pun mengangguk pasrah


Memang Agak sakit tapi ini hanya awal awal Saja Na" Ujar Novia


I iya kak " Ujar Nana


Raffi pun tertidur dengan nyenyak dipangkuan Nana


Sudah tidur Nak Raffi nya " Tanya Bunda


Sudah Bun, " Ujar Nana


Kalau gitu gantian sama Adiknya ini kayaknya sekecil Lapar " Ujar Bunda


Raffi pun diambil Oleh Novia sedangkan Bayi Perempuan di berikan ke Nana


Setelah selesai memberikan Asi Bayi itu pun di Tidurkan di tempat yang sama dengan Raffi..


Sayang Apa kamu sudah memiliki Nama untuk Anak Perempuanmu itu " Tanya Bunda


Ayah sudah memberikan nama untuk cucu perempuan Ayah " Ujar Arfan


Aku bertanya pada Anakku karena dia Bundanya Jadi Biarkan Dia yang memberikan nama " Ujar Bunda sarkas


Bunda kenapa " Ujar Nana yang merasa berbeda Dengan sikap sang bunda kepada sang ayah


Eh tak papa Nak Bunda kesal saja dengan Ayah mu itu " Alesan Bunda


Ayah ingin memberikan Nama untuk bayi ku apa " Ujar Nana tersenyum menatap sang Ayah ..


Eh tak jadi nak, Benar kata Bundamu tadi, kamu saja Yang memberikan nama untuknya " Ujar Arfan


Tak papa yah, Ayah ingin cucu ayah diberikan nama Siapa " Ujar Nana tersenyum


Em Alisyaci Putri, " Ujar Arfan


Jika Abang Zyan " Ujar Nana tersenyum bertanya Kepada lelaki yang berada di samping nya itu tanpa Ingin pindah


Eh, Abang Zyan maksudnya " Ujar Ronald bingung


Ya nama apa yang Bagus untuk putri mu itu " Ujar Nana Tersenyum


Eh, Abang em " Ujar Ronald gugup


Ungkap kan lah tak apa nak " Ujar Bunda tersenyum


Aziva Angela putri " Ujar Ronald lirih


Bagus, Aziva/Ziva yang berasal dari bahasa Ibrani yang Artinya cerah,Cemerlang sedangkan Angela yang berasal dari bahasa latin yang berarti Bidadari Atau malaikat yang berasal Dari syurga, " Ujar Bunda


Nana tersenyum


Bagaimana kalau Azivaalisya Angelicia Zayna Putri Agfa " Ujar Nana tersenyum menatap Ayah dan Ronald


Lah diborong semua Nama " Ujar Evi


Ya biar adil Ada nama kedua Ayahnya kan yah dan Nama yang diberikan oleh sang Opa nya terus Nama Omanya juga ada " Ujar Nana tersenyum menatap mereka semua


Mereka pun ikut tersenyum mengangguk

__ADS_1


__ADS_2