
Semua orang disana terlihat sangat bahagia.,
Loh Nak Zaffran Sejak kapan kemari " Tanya Sisi yang baru sadar jika Ada Zaffran di dalam ruangan itu
Astaghfirullah maaf Bro, aku melupakan mu " Ujar Diego yang baru sadar jika ia tadi bersama Zaffran Kesini, jika bukan Mama nya yang bertanya
Sudah dari tadi Tante bersama Diego," Ujar Zaffran menyalami mereka para orang tua
Tak masalah Go, Setidaknya aku menjadi saksi Untuk perdamaian Kalian " Ujar Zaffran tersenyum menepuk bahu Diego
Emang disangkanya lagi berperang gitu " cetus Syaci Yang berjalan kearah Sang papa, dan naik keatas brangkar
Ali melihat Putri yang ia nantikan pun tersenyum haru
Papa sangat merindukan mu Nak " Ujar Ali Memeluk sang Putri
Aku pun merindukan Papa " Ujar Syaci membalas pelukan sang papa
Maafkan kesalahan papa " Ujar Ali tercekat
Sudah lah pa, Semua Sudah berlalu, yang penting sekarang Papa sudah berubah " Ujar Syaci lembut
Ali mencium pucuk kepala sang anak dengan Sayang
Mereka yang melihat itu tersenyum manis
Tak lama hujan deras Mengguyur Kota
Hoaam... " syaci menguap Matanya sudah mengantuk tapi perut nya keroncong
Tidurlah nak,. " Ujar Ali mengusap kepala sang Anak
Ziva Lapar papa, " Rengek Syaci dengan mata yang terpejam
Sebentar lagi de, Makanan nya sampai Driver nya Sudah Ada di lobby " Ujar Raffi
Syaci hanya mengangguk saja tak membuka matanya
Pandangan itu tak luput dari Penglihatan Zaffran
Dia gadis yang hebat, Bahkan sifat nan tingkahnya sangat Cepat berubah " Batin Zaffran memandang Syaci dengan tersenyum
Hal itu tak luput dari perhatian Thea Dan Diego
Ekhem, Awas Sya matamu jatuh nanti " Sindir Thea
Syaci membuka matanya dan menatap kearah Zaffran,.
Ya Syaci tau bahwa sejak tadi Zaffran memperhatikan nya
Zaffran yang ketahuan langsung menatap kearah lain yang membuat Diego dan Thea tersenyum
Tak selang lama pintu Ruangan itu diketuk muncul lah 3 Anggota yang membawa makanan
__ADS_1
Taruh disini om " Ujar Thea menunjukkan Meja yang ada di hadapannya 3 orang itu mengangguk dan menaruh beberapa Plastik yang mereka bawa
Tunggu, ini untuk kalian " Ujar Thea memberikan 2 kantong Plastik berisi makanan untuk mereka
Terimakasih Nona Tuan " Ujar Orang itu dan mereka pun pamit pergi
Nak, makan lah dulu katanya tadi lapar " Ujar Ali mengelus kepala Syaci yang terpejam lagi
Hemm,. " Gumam Syaci
Raffi yang sudah paham dengan tingkah adiknya melangkah kearah Syaci dan mengangkat tubuh nya ke sofa Hal itu tak luput dari mata mereka
Makan dulu, katanya lapar, setelah itu tidur lah, Sebentar lagi Dàgē akan datang jika dia tau Cece belum makan, Koko akan dimarahi " Omel Raffi dengan menyiapkan makanan
Syaci membuka matanya yang sangat berat dan menatap Raffi dengan Bibir yang merengut dibalik niqabnya
Sisi Maju kearah mereka berdua
Biarkan Tante saja Fi, kamu makan lah saja " Ujar Sisi tersenyum
Tak papa Tante, Tante makan saja duluan, Biar Bocil ini makan sendiri " Ujar Raffi mengejek sang adik
Hey,. umurku dan umur mu itu Hanya terpaut 3bulan setengah, Bagaimana bisa Koko mengatakan aku bocil " Ujar Syaci tak terima
Kalau begitu makan sendiri jika tak mau dipanggil Bocil " Ujar Raffi mengejek adiknya lagu
Syaci langsung mengambil makanan nya dan makan dengan diam dengan mata yang menahan kantuk
Zaffran yang sadar akan penekanan Kata sahabat dari Raffi langsung mengalihkan pandangannya
Diego menerima makanan dari Raffi dan memberikan nya kepada Zaffran
Jaga pandangan mu, Dia adikku " Bisik Diego kepada Zaffran , yang membuat Zaffran menoleh kearah sahabatnya itu
Aku tau itu " Ujar Zaffran tersenyum dengan perkataan Diego
...----------------...
...----------------...
Setelah selesai makan Syaci berjalan kearah papanya
Tunggu 15 menit de, baru kamu tidur lagi " Ujar Raffi mengingatkan sang adik
Syaci mengagguk ,
Ko, minjam Hp, Cece mau nelpon Ayah " Ujar Syaci meminjam hp raffi, Raffi memberikan hpnya ke sang adik
Syaci pun mengetik Nama sang ayah setelah itu iya menelpon nya
tak lama Telpon itu diangkat dan berubah menjadi vc
Hallo assalamualaikum Baby " Ujar Seseorang disebrang sana
__ADS_1
WaAlaikum salam , Ayah sedang apa " tanya Syaci
Ayah sedang di perusahaan Mu Sayang, " Ujar Orang itu yang tak lain adalah Ronald
Apa ada masalah Ayah, kenapa Kak Nandia tidak menghubungi ku " Ujar Syaci
Tidak ce, ayah hanya mengecek saja , bagaimana keadaan disana " Ujar Ronald
Alhamdulillah membaik Yah, Papa juga sudah sadar " Ujar Syaci tersenyum dibalik niqabnya
Syukur Alhamdulillah kalau begitu, Jaga diri baik baik Disana, Jangan tinggal ibadah dan kesehatan serta Makan nya " Ujar Ronald mempringati sang putri
Iya ayah " Ujar Syaci
Turuti perkataan Papa mama dan abangmu disana jangan membantah mereka " Ujar Ronald lagi
Siap kapten laksanakan " Ujar syaci mengangkat tangannya dengan hormat membuat mereka yang menatap Syaci tersenyum
Ya sudah Tidurlah Sana Mata Cece sudah Merah, Hp nya berikan kepada Papamu Ayah ingin bicara " Ujar Ronald Syaci pun mengangguk dan memberikan Hp nya kepada Ali dan ia langsung merebahkan tubuhnya dengan memeluk sang Papa
Assalamualaikum bro " Ujar Ronald tersenyum lembut menatap Ali
WaAlaikum salam " Ujar Ali membalas senyuman Ronald
Ku penuhi Permintaan mu, tapi maaf aku tak bisa mengantarkan nya kepadamu langsung Karena Adik Nya ziva, Tak bisa ditinggal " Ujar Ronald
Tak masalah Kamu mengizinkan dia kesini saja sudah sangat berterimakasih bagi ku Nald " Ujar Ali matanya berkaca-kaca
Dia juga putri mu , aku tak kan bisa melarang nya, Kau pun berhak atasnya, Jaga dia Li sekarang itu tugas mu , Aku hanya bisa Mengawasi Dia dari jauh,. " Ujar Ronald
Pasti nald, pasti akan ku jaga dia, " Ujar Ali
tak lama terdengar suara anak kecil yang memanggil Ronald dengan sebutan Ayah
Ayaaahhh... "
Oh, good, Maaf Li, kita sudahi dulu percakapan ini sebelum bocil itu tau jika aku sedang bertelponan Dengan kalian, Bisa bisa dia merajuk nanti " Ujar Ronald terkekeh
Oh, baiklah lain kali bawa bocil itu ke Indonesia aku pun ingin Bertemu dengannya " Ujar Ali terkekeh
Ya, nanti jangan sekarang , Cece nya sedang sibuk jika aku membawanya ke Indonesia sekarang adanya ziva tak bisa kemana mana, harus mengurusi Si bocil yang merajuk itu, Aduh Li Maaf aku matikan anaknya sudah sampai assalamualaikum " Ujar Ronald langsung mematikan telponnya
Hahaha waAlaikum salam " Ujar Ali terkekeh Ia menatap Ke arah Raffi
Raffi yang sadar akan tatapan itu menghampiri Ali
Terimakasih telah menjadi Abang yang terbaik untuk nya " Ujar Ali tersenyum lembut menatap Raffi
Itu sudah tugasku om , Dia adikku " Ujar Raffi membalas senyuman Ali
Jangan panggil om, Panggil saja Papa Sama Seperti adikmu, " Ujar Ali Dibalas anggukan oleh Raffi
Baiklah papa " Ujar Raffi tersenyum
__ADS_1