Gadis KecilKu Misterius

Gadis KecilKu Misterius
Part41


__ADS_3

Semua orang disana terlihat sangat bahagia.,


Loh Nak Zaffran Sejak kapan kemari " Tanya Sisi yang baru sadar jika Ada Zaffran di dalam ruangan itu


Astaghfirullah maaf Bro, aku melupakan mu " Ujar Diego yang baru sadar jika ia tadi bersama Zaffran Kesini, jika bukan Mama nya yang bertanya


Sudah dari tadi Tante bersama Diego," Ujar Zaffran menyalami mereka para orang tua


Tak masalah Go, Setidaknya aku menjadi saksi Untuk perdamaian Kalian " Ujar Zaffran tersenyum menepuk bahu Diego


Emang disangkanya lagi berperang gitu " cetus Syaci Yang berjalan kearah Sang papa, dan naik keatas brangkar


Ali melihat Putri yang ia nantikan pun tersenyum haru


Papa sangat merindukan mu Nak " Ujar Ali Memeluk sang Putri


Aku pun merindukan Papa " Ujar Syaci membalas pelukan sang papa


Maafkan kesalahan papa " Ujar Ali tercekat


Sudah lah pa, Semua Sudah berlalu, yang penting sekarang Papa sudah berubah " Ujar Syaci lembut


Ali mencium pucuk kepala sang anak dengan Sayang


Mereka yang melihat itu tersenyum manis


Tak lama hujan deras Mengguyur Kota


Hoaam... " syaci menguap Matanya sudah mengantuk tapi perut nya keroncong


Tidurlah nak,. " Ujar Ali mengusap kepala sang Anak


Ziva Lapar papa, " Rengek Syaci dengan mata yang terpejam


Sebentar lagi de, Makanan nya sampai Driver nya Sudah Ada di lobby " Ujar Raffi


Syaci hanya mengangguk saja tak membuka matanya


Pandangan itu tak luput dari Penglihatan Zaffran


Dia gadis yang hebat, Bahkan sifat nan tingkahnya sangat Cepat berubah " Batin Zaffran memandang Syaci dengan tersenyum


Hal itu tak luput dari perhatian Thea Dan Diego


Ekhem, Awas Sya matamu jatuh nanti " Sindir Thea


Syaci membuka matanya dan menatap kearah Zaffran,.


Ya Syaci tau bahwa sejak tadi Zaffran memperhatikan nya


Zaffran yang ketahuan langsung menatap kearah lain yang membuat Diego dan Thea tersenyum


Tak selang lama pintu Ruangan itu diketuk muncul lah 3 Anggota yang membawa makanan

__ADS_1


Taruh disini om " Ujar Thea menunjukkan Meja yang ada di hadapannya 3 orang itu mengangguk dan menaruh beberapa Plastik yang mereka bawa


Tunggu, ini untuk kalian " Ujar Thea memberikan 2 kantong Plastik berisi makanan untuk mereka


Terimakasih Nona Tuan " Ujar Orang itu dan mereka pun pamit pergi


Nak, makan lah dulu katanya tadi lapar " Ujar Ali mengelus kepala Syaci yang terpejam lagi


Hemm,. " Gumam Syaci


Raffi yang sudah paham dengan tingkah adiknya melangkah kearah Syaci dan mengangkat tubuh nya ke sofa Hal itu tak luput dari mata mereka


Makan dulu, katanya lapar, setelah itu tidur lah, Sebentar lagi Dàgē akan datang jika dia tau Cece belum makan, Koko akan dimarahi " Omel Raffi dengan menyiapkan makanan


Syaci membuka matanya yang sangat berat dan menatap Raffi dengan Bibir yang merengut dibalik niqabnya


Sisi Maju kearah mereka berdua


Biarkan Tante saja Fi, kamu makan lah saja " Ujar Sisi tersenyum


Tak papa Tante, Tante makan saja duluan, Biar Bocil ini makan sendiri " Ujar Raffi mengejek sang adik


Hey,. umurku dan umur mu itu Hanya terpaut 3bulan setengah, Bagaimana bisa Koko mengatakan aku bocil " Ujar Syaci tak terima


Kalau begitu makan sendiri jika tak mau dipanggil Bocil " Ujar Raffi mengejek adiknya lagu


Syaci langsung mengambil makanan nya dan makan dengan diam dengan mata yang menahan kantuk


Zaffran yang sadar akan penekanan Kata sahabat dari Raffi langsung mengalihkan pandangannya


Diego menerima makanan dari Raffi dan memberikan nya kepada Zaffran


Jaga pandangan mu, Dia adikku " Bisik Diego kepada Zaffran , yang membuat Zaffran menoleh kearah sahabatnya itu


Aku tau itu " Ujar Zaffran tersenyum dengan perkataan Diego


...----------------...


...----------------...


Setelah selesai makan Syaci berjalan kearah papanya


Tunggu 15 menit de, baru kamu tidur lagi " Ujar Raffi mengingatkan sang adik


Syaci mengagguk ,


Ko, minjam Hp, Cece mau nelpon Ayah " Ujar Syaci meminjam hp raffi, Raffi memberikan hpnya ke sang adik


Syaci pun mengetik Nama sang ayah setelah itu iya menelpon nya


tak lama Telpon itu diangkat dan berubah menjadi vc


Hallo assalamualaikum Baby " Ujar Seseorang disebrang sana

__ADS_1


WaAlaikum salam , Ayah sedang apa " tanya Syaci


Ayah sedang di perusahaan Mu Sayang, " Ujar Orang itu yang tak lain adalah Ronald


Apa ada masalah Ayah, kenapa Kak Nandia tidak menghubungi ku " Ujar Syaci


Tidak ce, ayah hanya mengecek saja , bagaimana keadaan disana " Ujar Ronald


Alhamdulillah membaik Yah, Papa juga sudah sadar " Ujar Syaci tersenyum dibalik niqabnya


Syukur Alhamdulillah kalau begitu, Jaga diri baik baik Disana, Jangan tinggal ibadah dan kesehatan serta Makan nya " Ujar Ronald mempringati sang putri


Iya ayah " Ujar Syaci


Turuti perkataan Papa mama dan abangmu disana jangan membantah mereka " Ujar Ronald lagi


Siap kapten laksanakan " Ujar syaci mengangkat tangannya dengan hormat membuat mereka yang menatap Syaci tersenyum


Ya sudah Tidurlah Sana Mata Cece sudah Merah, Hp nya berikan kepada Papamu Ayah ingin bicara " Ujar Ronald Syaci pun mengangguk dan memberikan Hp nya kepada Ali dan ia langsung merebahkan tubuhnya dengan memeluk sang Papa


Assalamualaikum bro " Ujar Ronald tersenyum lembut menatap Ali


WaAlaikum salam " Ujar Ali membalas senyuman Ronald


Ku penuhi Permintaan mu, tapi maaf aku tak bisa mengantarkan nya kepadamu langsung Karena Adik Nya ziva, Tak bisa ditinggal " Ujar Ronald


Tak masalah Kamu mengizinkan dia kesini saja sudah sangat berterimakasih bagi ku Nald " Ujar Ali matanya berkaca-kaca


Dia juga putri mu , aku tak kan bisa melarang nya, Kau pun berhak atasnya, Jaga dia Li sekarang itu tugas mu , Aku hanya bisa Mengawasi Dia dari jauh,. " Ujar Ronald


Pasti nald, pasti akan ku jaga dia, " Ujar Ali


tak lama terdengar suara anak kecil yang memanggil Ronald dengan sebutan Ayah


Ayaaahhh... "


Oh, good, Maaf Li, kita sudahi dulu percakapan ini sebelum bocil itu tau jika aku sedang bertelponan Dengan kalian, Bisa bisa dia merajuk nanti " Ujar Ronald terkekeh


Oh, baiklah lain kali bawa bocil itu ke Indonesia aku pun ingin Bertemu dengannya " Ujar Ali terkekeh


Ya, nanti jangan sekarang , Cece nya sedang sibuk jika aku membawanya ke Indonesia sekarang adanya ziva tak bisa kemana mana, harus mengurusi Si bocil yang merajuk itu, Aduh Li Maaf aku matikan anaknya sudah sampai assalamualaikum " Ujar Ronald langsung mematikan telponnya


Hahaha waAlaikum salam " Ujar Ali terkekeh Ia menatap Ke arah Raffi


Raffi yang sadar akan tatapan itu menghampiri Ali


Terimakasih telah menjadi Abang yang terbaik untuk nya " Ujar Ali tersenyum lembut menatap Raffi


Itu sudah tugasku om , Dia adikku " Ujar Raffi membalas senyuman Ali


Jangan panggil om, Panggil saja Papa Sama Seperti adikmu, " Ujar Ali Dibalas anggukan oleh Raffi


Baiklah papa " Ujar Raffi tersenyum

__ADS_1


__ADS_2