
Di Rumah sakit
Pa ma maafin Ziva " Lirih Syaci Menunduk di depan Kedua orangtuanya
Hemm nak lain kali jangan seperti itu ya sayang, Mama papa khawatir dengan mu " Ujar Sisi lembut mengusap pucuk kepala sang Putri
Ya Ma, " Ujar Ziva masih dengan menunduk kepalanya karena tatapan sang papa yang sedari tadi menatap nya
Apapun masalah mu jangan pergi, bukan menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah dan khawatir setiap orang nak " Ujar Ali menatap sang putri pertama nya itu
Maaf Pa, Ziva sadar ziva salah " Ujar Syaci tak berani menatap mata papanya
Sisi tersenyum dan langsung memeluk Syaci
Sudah pa, yang penting putri ku ini baik baik saja " Ujar Sisi,
Tak berapa lama ada suara ketukan pintu dan Salam dari depan pintu
Assalamualaikum papa Mama Cece " Teriak Anak kecil laki laki berlari Kearah Mereka dan Ikut memeluk Kaki sisi dan Syaci
Sisi yang mendengar pun terkejut langsung menatap Anak kecil itu
waAlaikum salam, bisakah mengucapkan salam tidak dengan berteriak teriak dan berlari dek " Ujar Syaci melepaskan pelukannya dan menatap kearah sang adik bungsunya itu
Hehe maaf Cece , abis Cece Pelukan sama mama, Akha Juga ya pengen " Ujar Anal kecil itu dengan suara Cedalnya
Assalamualaikum " di ikuti beberapa orang dibelakang
waAlaikum salam " Ujar Mereka dan menoleh ke asal suara itu
Novan Dan Yozza menyalami tangan Sisi dan Ali bergantian di ikuti Diego dan Zaffran
Mbak Nana " Lirih sisi menatap kearah wanita yang sedari tadi tersenyum lembut kearahnya nya
Yang dipanggil merentangkan tangannya Sisi langsung berhamburan kepelukan Nana
Maaf Mbk maaf hiks hiks " Ujar Sisi tercekat
Tak perlu meminta maaf itu semua sudah takdir, " Ujar Nana mengelus punggung Sisi
Tapi Mbak aku sudah merusak kebahagiaan mu " Ujar Sisi lirih
Nana melepaskan pelukannya dan menatap Kearah Sisi, tangannya menghapus air mata yang mengalir di pipi sisi
Jika kamu menjadi perusak kebahagiaan ku tak mungkin sekarang aku masih disini masih sehat walafiat dan bisa memeluk mu seperti ini Si " Ujar Nana lembut
Sudah jangan menangis, kita sudah sama sama bahagia dengan takdir yang kita jalani " Ujar Nana mengelus punggung Sisi
__ADS_1
Ronaldo mendekati brangkar Ali dan berjabat tangan seperti seorang sahabat yang tak bertemu lama
Bagaimana kondisi mu " Ujar Ronald
Alhamdulillah baik, aku ingin sekali pulang namun putri kita ini belum memberikan izin " Ujar Ali melirik Syaci yang menggendong adiknya
Papa boleh pulang kalau Infus papa sudah habis " Ujar Syaci menatap sang papa
yang bener nak " Ujar Ali memastikan, dibalas anggukan oleh Syaci
dengan syarat jangan melakukan hal hal yang berat atau perkejaan kantor dulu " Ujar Syaci
Alhamdulillah, akhirnya Aku bisa keluar juga nald, " Ujar Ali terkekeh ya pasalnya ia sangat tidak suka berada di RS jika bukan karena putri nya mungkin saat sudah sadar ia meminta untuk pulang dirawat dirumah
Ronald pun terkekeh
Kau masih sama Anti dengan RS " Ujar Ronald
Ayah dan papa apa bedanya, kalian itu anti dengan RS " Ujar Syaci
Benar Ce, 2 bapak itu sangat tak menyukai RS " Ujar Syakha dengan suara cedalnya membuat mereka tertawa
Hal itu tak luput dari pandangan Zaffran
Jaga pandangan mu dia bukan muhrim mu " Ujar Novan
Kau, " Ujar yozza menatap tajam ke arah Zaffran
Why, jalankan ku sudah ada tinggal aku memperbaiki nya agar menjadi lancar " Ujar Zaffran membuat Yozza kesal dan mengeplak kepala Zaffran
Hey yozza apa yang kamu lakukan kepada calon menantu ku " Ujar Ronald tersenyum
Ayah, dia belum mendapatkan restu dari kami " Ujar Novan tajam
Tapi ayah merestuinya " Ujar Ronald
Tapi kami tidak ayah " Ujar Yozza sengit
Kasih ayah alesan kenapa kalian tidak merestuinya " Ujar Ronald menatap mereka berdua
Syaci masih kecil yah masih perlu kami yang menjaganya " Ujar yozza diangguki oleh Novan
Ada Zaffran yang akan menjaganya tiap waktu " Ujar Ronald
Ayah, sudah ihh kenapa malah membahas yang tak jelas sih " Ujar Syaci
Memang kenapa bukankah kamu akan memberikan jawaban itu setelah papa sembuh bukan, dan Sekarang papa sudah sembuh sudah diperbolehkan pulang kan " Ujar Ali menggoda sang putri membuat putrinya salah tingkah
__ADS_1
Papa tau dari mana " Ujar Syaci seketika menatap sang papa
Ali hanya tersenyum tak menjawab
Tak lama suster datang, dan mencabut infusan dan yang lain lain karena ali sudah di perbolehkan pulang
Zaffran pulang lah dan datang kerumah om dengan keluarga mu " Ujar Ali
Baik om " Ujar Zaffran mengangguk
Pa" Ujar Syaci ingin protes namun ditahan oleh sang bunda
kenapa ingin protes bukan kah kamu yang memberikan janji itu kepada mereka kan, sekarang siapkan jawaban mu, tenang lah apapun keputusan mu kami mendukung mu " Ujar Bunda
termasuk jika kamu menerima nya " Ujar Ronald membuat Syaci memalingkan wajahnya kesamping karena malu sikap itu ditangkap jelas oleh Ronald dan Nana
Apa dia menyukai nya mas " Bisik Nana
Ntahlah sayang tapi setidaknya kita menghindari sina hati untuk mereka lebih cepat " Ujar Ronald
tapi mas aku takut malah mereka belum sama siap dan nanti di masa depan " Ujar Nana
Husst jangan berfikir negatif kita doakan untuk putri kita yang terbaik " Ujar Ronald diangguki oleh Nana sedangkan di belakang
Nov, gimana " ujar yozza
Gimana apanya " ujar Novan bingung
Kalau Syaci menerima nya karena terpaksa aku takut Zaffran malah tak bisa menjaganya " ujar yozza khawatir ha itu jelas ditangkap oleh Novan
aku tau Za, kau juga memiliki rasa kan pada adikku " ujar Novan membuat Yozza terkejut dan ekspresi wajah nya dapat dilihat oleh Novan
Aku itu khawatir dengan keadaan adikku apa apaan si kau ini bagaimana bisa aku memiliki rasa kepada adikku sendiri " Ujar yozza menyangkal
Apa kau yakin itu " Ujar Novan tersenyum mengejek
kau mengejek aku, " Ujar Yozza menatap Sang sahabat
Tidak hanya memastikan jika, kau tidak merasakan nya ya sudah biarlah takdir yang menentukan nya, jika adik ku disakiti olehnya maka aku akan turun tangan duluan dan memberikan dia hadiah yang tak terbayangkan " Ujar Novan menyeringai
Kau ini poin plan tadi kau tidak setuju sekarang jawabanmu seperti itu " Ujar Yozza kesal
Lah terus aku kongkon OPO " Ujar Novan memakai bahasa Jawa
Kongkon meneng orak usah bisik bisik merumpi kayak emak emak rempong " Ujar Syaci yang melihat Kedua abangnya yang sibuk berbisik bisik padahal mereka sudah sampai di parkiran
Hehehe " Ujar Yozza dan Novan nyengir dibalas dengan bola mata yang berputar
__ADS_1