
...Skip Malam...
Sudah siap semua " Tanya sang ayah pada ketiga Anak anak nya itu
Siap Ayah " Ujar mereka bertiga serentak
Ya sudah kalian masuk kedalam mobil dulu, Ayah membantu Bunda membawakan barang barang Kalian
" Ujar Ronald
Ke tiga anak itu pun mengangguk dan berjalan keluar Menuju Mobilnya
Mas, perasaan ku tak enak seperti Akan terjadi Sesuatu " Ujar Nana gelisah
Ronald yang mendengar kegelisahan sang Istri pun Menelpon Orang orangnya untuk mengawal Mereka
Tenang, Mas sudah mengurus semuanya Mereka, Insyaallah Tak kan terjadi apa apa" Ujar Ronald Meyakinkan istrinya
Nana pun mengangguk dengan berat hati
Mereka berdua berjalan kearah Mobil dan masuk Kedalam mobil
Loh Dede tumben Duduk didepan Tak duduk bareng Dàgē dan Koko dibelakang " tanya Nana
Tak lah Bund, bunda saja Dede ingin didepan " Ujar Syaci
Ya sudah biarin sayang, Pakai sabuk pengamannya Nak" Ujar Ronald membantu memasangkan Sabuk Pengaman kepada sang putri, Nana pun mengangguk Masuk ke pintu belakang
Syaci menengok ke Belakang dan tersenyum Sumringah
Let's go Ayah " teriak Syaci dan Raffi dengan semangat
Ayah bunda dan Dàgē terkekeh melihat Mereka Berdua Kompak
Mobil pun melaju keluar dari Mansion besar itu
Namun baru beberapa Kilo Meter Mobil mereka Di Cegah oleh beberapa gerombolan orang
Mereka ternyata sudah mengintai " Gumam Ronald ia pun memencet tombol merahnya tak lama dari arah Belakang datang para anggota Ronald
Siapa mereka yah " Ujar Raffi
Mungkin suruhan dari lawan Ayah " Balas Raffa
Sedangkan Ronald Nana dan Syaci diam
Mas sebaiknya kita lewat jalan lain saja " Ujar Nana
Mereka sudah mengepung di berbagai Arah jalan sayang, Kalian tunggu sini jangan ada yang keluar Ayah ingin membantu Para anggota kita Sayang Jaga Anak anak " Ujar Ronald diangguki oleh Nana
Ronald pun keluar dengan membawa senjata namun Sebelum itu Iya menutup Kaca Mobil Menjadi gelap dan Kedap suara agar Para anak anak tak melihat atau Mendengar pertempuran mereka
Syaci membuka dasbort mobil depannya Dan melihat Ada pistol disana
Syaci jangan lakukan apapun nak " Peringatan Sang Bunda
Iya bunda, " Balas Syaci
Dorr suara tembakan terdengar di telinga Syaci dengan Sangat jelas ditelinga ya walaupun Mobil itu sudah Kedap suara Tapi Syaci bisa mendengar nya
Ayah " Teriak Syaci ia memencet tombol Hijau untuk Membuka pintu mobil itu menggenggam pistol yang ada di depannya dan keluar dari sana Melihat Ayahnya tertembak di bagian lengannya
Ia pun menembak orang itu kembali
Syaci " Teriak Bunda Dan kedua Abang nya
Kalian membuat Ayahku terluka maka kalian pun harus terluka " Ujar Syaci tajam nan dingin
Syaci, / Nona Syaci " Teriak Ayah dan para Anggota Ronald
Syaci tak mendengar kan panggilan mereka ia Masih dengan Posisi nya yang menembak musuh dengan Cepat nan lincah Tak lama Bantuan Datang
Dan Syaci ambruk pingsan Ronald berlari Menangkap Sang putri
Nak Bangun nak " Ujar Ronald Panik Bunda pun keluar Dengan Panik
Sayang, bangun " Ujar Nana tak kalah Khawatir
Pergilah bawa Syaci Pergi Biar Aku yang membereskan nya " Ujar Laki laki Tak Lain Yozzi yang Datang Dengan Bala Bantuannya
Dia baru saja dapat Panggilan dari Keponakan nya Jika ada Perkelahian disekitar Areanya Saat Ia dan Para anggota nya datang ternyata Yang di serang Adalah sahabat serta keluarga nya
Sedangkan di tempat yang tak jauh dari tempat itu Seorang anak laki-laki sedang melihat kejadian Itu Ya Saat itu dia sedang Bermain Skateboard Dan Beristirahat disalahkan satu pohon Sambil Memandangi Langit yang Terang Namun tak lama Kemudian ia mendengar ada keributan dan Ada Penembakan dengan cepat ia Menelpon Pamannya Dan Menyuruh kesana membawa Pengawal karena Ada perkelahian
Anak kecil itu, Bukannya Anak perempuan Yang tadi Siang ya, Berani juga dia megang pistol dan Menembak Ke orang orang itu " Gumam Zaffran
Zaffran masih dengan setia melihat kejadian itu Sampai para gerombolan itu sudah diringkus Oleh Pamannya
Zeo dimana kau" teriak Yozzi memanggil keponakan nya itu
Zeo disini Uncle " Ujar Zaffran dan berlari ke arah Pamannya
Apa kau baik-baik saja " Tanya Yozzi kepada Keponakannya itu
Aku baik baik saja Uncle, Apa Uncle mengenal Orang Yang diserang tadi " Tanya Zaffran
Sebaiknya kita kembali ke rumah, Umma mu khawatir Dengan mu ketika kamu menelpon Jika ada Perkelahian " Ujar Yozzi mengalihkan pembicaraan
Maafkan Uncle, Uncle tak mungkin mengatakan nya Kepadamu Karena Baba mu mencari mereka atas perintah Orang Tua Ali " Batin Yozzi
Mereka pun Masuk kedalam mobil Dan melesat Rumah
__ADS_1
Sesampainya di rumah
Zaffran langsung di peluk oleh sang Umma nya ketika Ia sudah keluar dari mobil Yozzi
Apa kamu baik baik saja boy " Tanya Umma khawatir
Aku baik baik saja Umma, umma tenang saja " Ujar Zaffran meyakinkan sang ummanya
Sebenarnya Apa yang terjadi zi, dan siapa yang berkelahi di daerah kita " Ujar Umma Zeo dan Leo
Aku pun tak Tau kak, Apa tujuan gerombolan itu mencegah Satu keluarga yang kebetulan lewat di daerah ini " Alibi Yozzi
Namun Zaffran yang merasa aneh dengan Sang Paman menaruh curiga karena Saat di tempat Kejadian pamannya seperti kenal dengan Orang Yang Ada Dimobil itu, Namun Saat ia dan bundanya Bertanya Dijawab dengan alasan
Ya sudah, sudah selesai juga, Toh Zeo juga tak apa Apa, mana lagi ini sudah malam sebaiknya kita Beristirahat saja kak, " Ujar Liana yang tau Dengan Kode Dari sang suami agar membawa Kakaknya ini pergi Dan tak bertanya yang aneh aneh lagi
Iya sudah, Ayo nak Masuk " Ujar Umma Mereka pun Masuk kedalam rumah menuju kamar nya masing Masing
Didalam Kamar Yozzi dan Liana
Ada apa Sebenarnya mas " Tanya Liana kepada Sang Suami nya
Ronald Nana dan Anak-anak diserang " Ujar Yozzi
Siapa yang menyerang mereka di daerah sekitar kita Mas " Ujar Liana
Orang suruhan dari xxx " Ujar Yozzi
Mereka lagi, mereka lagi tak ada jeranya " Ujar Liana,
Sekarang cepat bersiap siap kita akan kerumah Sakit " Ujar Yozzi meminta sang istri untuk bersiap-siap
Kerumah sakit Siapa yang terluka mas " Ujar Liana Khawatir
Syaci, tadi dia pingsan " Ujar Yozzi
Apa Syaci pingsan, kenapa dengannya apa dia terluka Mas " Ujar Liana panik
Mas, pun tak tau saat mas sampai mas melihat Syaci Sudah pingsan dengan Menggegam pistol ditangan, Sudah cepat lah bersiap siap sayang " ujar Yozzi Menyuruh istrinya untuk cepat
...----------------...
......Didalam mobil ......
Ronald menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi
Sayang bangun nak " Lirih Nana
Dek, bangun hiks hiks Dàgē Dede Kenapa " ujar Raffi Terisak di pelukan sang Dàgē namun matanya Menatap sang adik yang berada di pangkuan Bundanya
Sesampainya di Rumah sakit Ronald keluar dari mobil Nya berlari ke arah samping menggendong Sang putri dan berlari teriak memanggil Suster
Tak lama Ratih Evi evan dan Rendi pun datang
Kau harus kuat Syaci pasti baik baik saja " ujar Evi Memeluk sahabatnya memberikan kekuatan
Ratih berlari ke dalam menyusul Ronald
Syaci dibawa ke Ruangan UGD
Tunggu diluar Nald biar aku yang memeriksa Syafi " Ujar Ratih menahan Ronald
Tap " ujar Ronald Terpotong oleh perkataan Novia Yang Baru saja datang bersama suami dan kedua Mertuanya
Ronald, jangan memperlambat proses pemeriksaan, Serahkan kepada Ratih, kita disini bantu doa " Ujar Novia, Ronald pun mengangguk ia menengok kearah Sang istri yang sudah menangis terisak-isak
Ronald mendekati Nana Evi yang paham pun Melepaskan pelukannya bergantian dengan Ronald Yang mendekap sang istri
Mas, Syaci mas hiks hiks " Ujar Nana terisak
Putri kita itu putri yang kuat ia pasti baik baik saja " Ujar Ronald menguatkan Sang istri
Yozzi dan Liana pun tiba
Bagaimana keadaannya " Tanya Yozzi
Masih diperiksa oleh Ratih " jawab Evan
Tak lama Ratih keluar dengan senyuman manis
Bagaimana keadaan Syaci tih " Ujar mereka serentak Ketika Ratih keluar dari UGD
Dia tak papa Hanya kelelahan saja, Kurang istrahat Makanya dia pingsan " Ujar Ratih tersenyum
Kau serius Ratih putri ku tak kenapa-kenapa " Ujar Ronald
Aku serius, Nald Syaci hanya kelelahan saja " Ujar Ratih
Alhamdulillah " Ujar mereka serentak
Jika kalian ingin menjenguk nya silahkan dirumah Saja, Karena bocah nya sudah bangun dan merengek Ingin pulang " Ujar Ratih lagi tak lama Keluar Lah Gadis kecil itu dari ruangan UGD
Bunda Dede, Tak mau disini, Dede mau tidur dirumah Aja Disini bau nya Tak enak " Celoteh Anak perempuan Yang membuat Mereka semua panik beberapa menit Yang lalu
Sayang Ujar Nana dan Ronald langsung memeluk Putrinya
Jangan membuat Ayah Takut Nak " Ujar Ronald lirih
Maaf Ayah, Dede tadi kepalanya muter muter jadi Dede Pingsan " Ujar Syaci polos
Kamu ini ya, Lihat Dàgē dan Koko mu menangis di gendongan Daddy Dan Opa " Ujar Nana mencubit Pipi sang anak yang gembul
__ADS_1
Hihihi, Dàgē Koko, tak malu Udah Besar nangis terus Mintak Gendong " Ujar Syafi meledek para Abang nya
Jika bukan karena kamu, Koko dan Dàgē tak kan Menangis " Sungut Raffi ia pun turun ketika melihat Dàgē nya menghampiri Sang Adik
Jangan seperti tadi dik , Dàgē tak suka " Ujar Raffa lirih Memeluk sang adik perempuannya itu diikuti Oleh Raffa
Dàgē, Koko, Syaci Engap " Ujar Syaci lirih keabisan Nafas
Mereka berdua pun melepaskan pelukannya dari Sang Adik
Yah, berarti ke bukit nya Tak jadi dong " Celetuk Syaci
Lain kali saja, kita pulang dan beristirahat saja Dirumah " Ujar Ronald
Ya, Ayah, Kan bentar lagi Syaci mau sekolah di Yaman " Ujar Syaci membuat mereka semua terkejut
Yaman, Syaci sekolah di Yaman Apa maksudnya " Ujar Oma
Ya, Oma, Ayah udah Izinin Syaci sekolah di Yaman Sesuai dengan keinginan Syaci, kata ayah Akhir tahun Pelajaran ini Syaci mau pindah sekolah " Ujar Syaci Polos,
Mereka menatap Ronald dengan mata yang Tajam
Aku akan menjelaskan nya dirumah nanti " Ujar Ronald Menggaruk tengkuknya yang tak gatal ketika Mendapatkan tatapan yang Horor dari sahabat Mertua Dan kakaknya
Mereka pun Kembali keDiaman Ronald karena ingin Mendengar penjelasan Ronald
Sesampainya di rumah Mereka sudah duduk dan Menatap Ronald
Kau tau, Syafi masih kecil Nald, kenapa Kau malah Mengizinkan dia Pergi jauh " Ujar Yozzi menatap sang Sahabat nya
Jangan salahkan Ayah, Abi, Ini kemauan Syaci, Syaci Membujuk Ayah, Syaci mohon jangan salahin Atau Marahin Ayah, Syaci pengen sekolah disana, Biar Bisa Belajar Ilmu Pengetahuan Agama, Syaci juga Ingin Jadi Dokter Bedah, " Ujar Syaci
Tapi nak umurmu masih kecil sayang, Syaci juga kan Bisa belajar nanti kalau sudah dewasa Bersama Para Sahabat syaci " Ujar Evi
Mami belajar ilmu agama itu sebaik-baiknya di Ajarkan Dari kita masih kecil Mami, dan atas dasar niat kita Masing masing bukan paksaan Mami, Selvi Thea dan Lyora, Syaci sudah mengajaknya tapi mereka belum Mau dan masih ingin disini, Sedangkan Syaci, syaci Ingin belajar ilmu itu dari sekarang mumpung Syaci Masih banyak waktu untuk belajar " Ujar Syaci
Mereka semua Bungkam mendengar perkataan Syaci
Baiklah Opa dan Oma, mengizinkan kamu " Ujar Oma
Tapi sayang " Ujar Opa ingin membantah namun di tahan oleh sang istri
Dengan Syarat kamu akan pergi dengan Anty Ela Dia Yang menjagamu disana " Ujar Oma
Loh kan Syaci sekolah seperti diasrama Oma Bagaiman Anty Ela bisa Menjaga Syaci " Ujar Syaci
Itu urusan Oma, intinya kamu akan dijaga oleh Anty Ela, jika Syaaci mau jika tidak Oma tak meng izinkan " Ujar Oma
Baiklah " Ujar Syaci mengangguk pasrah
Ya sudah istrahat lah sana , kalian berdua juga istrahat Esok masih ada Ujian bukan " Ujar Novia diangguki oleh Mereka bertiga
Tunggu Syaci Ayah ingin bertanya Dengan adik Dàgē dan Koko duluan keatas " Ujar Ronald
Tanya Apa Ayah " Ujar Syaci
Adik belajar dari mana Menembak " Ujar Ronald Yang Penasaran dengan putrinya kejadian Tadi
Menembak, maksudnya " Ujar Nathan bingung
Tadi saat kami dihadang dan berkelahi, Syaci keluar menembak Musuh yang menembak ku dan musuh Yang belum Tumbang " Ujar Ronald membuat mereka Terkejut
Syaci jawab pertanyaan Ayah nak " Ujar Nana lembut
Syaci melihat Anty Ela dan anty Mirna Latihan Menembak dan latihan beladiri dengan Uncle Elang dan Uncle Marko Yah " ujar Syaci menunduk takut dengan sang Ayahnya
Kapan " ujar Evan
Setiap hari dihalaman belakang Pi " Ujar Syaci
Si Ela yang mendengar perkataan Nona nya terkejut Ia kira Anak majikan nya ini hanya Membaca buku setiap Mereka latihan ternyata ia melihat dan belajar Menghafalkan setiap Gerakan yang di ajarkan oleh Mereka
Ronald mengusap wajah nya tak menyangka jika Putrinya Yang selama ini ia fikir hanya Membaca buku Dihalaman belakang ternyata menghapal semua Ajaran Marko Dan Elang
Jadi selama ini Adik baca buku dibelakang itu cuman Alasan " Tanya Nana
Syaci mengangguk polos
Abis Syafi ingin ikut belajar tak di izinkan oleh Ayah " Ujar Syaci matanya berkaca-kaca saat dia ditatap oleh Mereka semua
Novia berdiri dari tempat duduknya menghampiri Sang Keponakan yang sudah seperti putrinya itu
Ia menunduk agar setara dengan Syaci dan memeluk Nya
Ternyata putri nya Mommy sudah besar ya," Ujar Novia mencium pucuk kepalanya
Syaci yang dipeluk oleh Novia terisak Isak menangis
Dipelukan Novia
Ssstt sudah tak papa tak ada yang akan memarahi Syaci, besok kita akan latihan setelah Syafi pulang Sekolah " Ujar Novia
Serius Mom, " Ujar Syaci
Serius dong, Apa Mommy pernah bohong dengan Putri Mommy yang cantik ini " Ujar Novia
Yeyh " Teriak syaci semangat membuat mereka Menggelengkan kepala melihat perilaku Syaci
Sekarang istrahat lah ini sudah malam " Ujar Novia Diangguki oleh Syaci
ia pun berpamitan kepada para orang tua dan berlari ke atas menuju kamarnya
__ADS_1
Apa ini tidak berbahaya sayang, Syaci masih terlalu Kecil " Ujar Nathan khawatir
Jika kita tidak ajarkan ia akan belajar dengan tak Teratur malah membahayakan dirinya sendiri " Ujar Novia diangguki oleh mereka