Gadis KecilKu Misterius

Gadis KecilKu Misterius
part14


__ADS_3

...Skip Malam...


Sudah siap semua " Tanya sang ayah pada ketiga Anak anak nya itu


Siap Ayah " Ujar mereka bertiga serentak


Ya sudah kalian masuk kedalam mobil dulu, Ayah membantu Bunda membawakan barang barang Kalian


" Ujar Ronald


Ke tiga anak itu pun mengangguk dan berjalan keluar Menuju Mobilnya


Mas, perasaan ku tak enak seperti Akan terjadi Sesuatu " Ujar Nana gelisah


Ronald yang mendengar kegelisahan sang Istri pun Menelpon Orang orangnya untuk mengawal Mereka


Tenang, Mas sudah mengurus semuanya Mereka, Insyaallah Tak kan terjadi apa apa" Ujar Ronald Meyakinkan istrinya


Nana pun mengangguk dengan berat hati


Mereka berdua berjalan kearah Mobil dan masuk Kedalam mobil


Loh Dede tumben Duduk didepan Tak duduk bareng Dàgē dan Koko dibelakang " tanya Nana


Tak lah Bund, bunda saja Dede ingin didepan " Ujar Syaci


Ya sudah biarin sayang, Pakai sabuk pengamannya Nak" Ujar Ronald membantu memasangkan Sabuk Pengaman kepada sang putri, Nana pun mengangguk Masuk ke pintu belakang


Syaci menengok ke Belakang dan tersenyum Sumringah


Let's go Ayah " teriak Syaci dan Raffi dengan semangat


Ayah bunda dan Dàgē terkekeh melihat Mereka Berdua Kompak


Mobil pun melaju keluar dari Mansion besar itu


Namun baru beberapa Kilo Meter Mobil mereka Di Cegah oleh beberapa gerombolan orang


Mereka ternyata sudah mengintai " Gumam Ronald ia pun memencet tombol merahnya tak lama dari arah Belakang datang para anggota Ronald


Siapa mereka yah " Ujar Raffi


Mungkin suruhan dari lawan Ayah " Balas Raffa


Sedangkan Ronald Nana dan Syaci diam


Mas sebaiknya kita lewat jalan lain saja " Ujar Nana


Mereka sudah mengepung di berbagai Arah jalan sayang, Kalian tunggu sini jangan ada yang keluar Ayah ingin membantu Para anggota kita Sayang Jaga Anak anak " Ujar Ronald diangguki oleh Nana


Ronald pun keluar dengan membawa senjata namun Sebelum itu Iya menutup Kaca Mobil Menjadi gelap dan Kedap suara agar Para anak anak tak melihat atau Mendengar pertempuran mereka


Syaci membuka dasbort mobil depannya Dan melihat Ada pistol disana


Syaci jangan lakukan apapun nak " Peringatan Sang Bunda


Iya bunda, " Balas Syaci


Dorr suara tembakan terdengar di telinga Syaci dengan Sangat jelas ditelinga ya walaupun Mobil itu sudah Kedap suara Tapi Syaci bisa mendengar nya


Ayah " Teriak Syaci ia memencet tombol Hijau untuk Membuka pintu mobil itu menggenggam pistol yang ada di depannya dan keluar dari sana Melihat Ayahnya tertembak di bagian lengannya


Ia pun menembak orang itu kembali


Syaci " Teriak Bunda Dan kedua Abang nya


Kalian membuat Ayahku terluka maka kalian pun harus terluka " Ujar Syaci tajam nan dingin


Syaci, / Nona Syaci " Teriak Ayah dan para Anggota Ronald


Syaci tak mendengar kan panggilan mereka ia Masih dengan Posisi nya yang menembak musuh dengan Cepat nan lincah Tak lama Bantuan Datang


Dan Syaci ambruk pingsan Ronald berlari Menangkap Sang putri


Nak Bangun nak " Ujar Ronald Panik Bunda pun keluar Dengan Panik


Sayang, bangun " Ujar Nana tak kalah Khawatir


Pergilah bawa Syaci Pergi Biar Aku yang membereskan nya " Ujar Laki laki Tak Lain Yozzi yang Datang Dengan Bala Bantuannya


Dia baru saja dapat Panggilan dari Keponakan nya Jika ada Perkelahian disekitar Areanya Saat Ia dan Para anggota nya datang ternyata Yang di serang Adalah sahabat serta keluarga nya


Sedangkan di tempat yang tak jauh dari tempat itu Seorang anak laki-laki sedang melihat kejadian Itu Ya Saat itu dia sedang Bermain Skateboard Dan Beristirahat disalahkan satu pohon Sambil Memandangi Langit yang Terang Namun tak lama Kemudian ia mendengar ada keributan dan Ada Penembakan dengan cepat ia Menelpon Pamannya Dan Menyuruh kesana membawa Pengawal karena Ada perkelahian


Anak kecil itu, Bukannya Anak perempuan Yang tadi Siang ya, Berani juga dia megang pistol dan Menembak Ke orang orang itu " Gumam Zaffran


Zaffran masih dengan setia melihat kejadian itu Sampai para gerombolan itu sudah diringkus Oleh Pamannya


Zeo dimana kau" teriak Yozzi memanggil keponakan nya itu


Zeo disini Uncle " Ujar Zaffran dan berlari ke arah Pamannya


Apa kau baik-baik saja " Tanya Yozzi kepada Keponakannya itu


Aku baik baik saja Uncle, Apa Uncle mengenal Orang Yang diserang tadi " Tanya Zaffran


Sebaiknya kita kembali ke rumah, Umma mu khawatir Dengan mu ketika kamu menelpon Jika ada Perkelahian " Ujar Yozzi mengalihkan pembicaraan


Maafkan Uncle, Uncle tak mungkin mengatakan nya Kepadamu Karena Baba mu mencari mereka atas perintah Orang Tua Ali " Batin Yozzi


Mereka pun Masuk kedalam mobil Dan melesat Rumah

__ADS_1


Sesampainya di rumah


Zaffran langsung di peluk oleh sang Umma nya ketika Ia sudah keluar dari mobil Yozzi


Apa kamu baik baik saja boy " Tanya Umma khawatir


Aku baik baik saja Umma, umma tenang saja " Ujar Zaffran meyakinkan sang ummanya


Sebenarnya Apa yang terjadi zi, dan siapa yang berkelahi di daerah kita " Ujar Umma Zeo dan Leo


Aku pun tak Tau kak, Apa tujuan gerombolan itu mencegah Satu keluarga yang kebetulan lewat di daerah ini " Alibi Yozzi


Namun Zaffran yang merasa aneh dengan Sang Paman menaruh curiga karena Saat di tempat Kejadian pamannya seperti kenal dengan Orang Yang Ada Dimobil itu, Namun Saat ia dan bundanya Bertanya Dijawab dengan alasan


Ya sudah, sudah selesai juga, Toh Zeo juga tak apa Apa, mana lagi ini sudah malam sebaiknya kita Beristirahat saja kak, " Ujar Liana yang tau Dengan Kode Dari sang suami agar membawa Kakaknya ini pergi Dan tak bertanya yang aneh aneh lagi


Iya sudah, Ayo nak Masuk " Ujar Umma Mereka pun Masuk kedalam rumah menuju kamar nya masing Masing


Didalam Kamar Yozzi dan Liana


Ada apa Sebenarnya mas " Tanya Liana kepada Sang Suami nya


Ronald Nana dan Anak-anak diserang " Ujar Yozzi


Siapa yang menyerang mereka di daerah sekitar kita Mas " Ujar Liana


Orang suruhan dari xxx " Ujar Yozzi


Mereka lagi, mereka lagi tak ada jeranya " Ujar Liana,


Sekarang cepat bersiap siap kita akan kerumah Sakit " Ujar Yozzi meminta sang istri untuk bersiap-siap


Kerumah sakit Siapa yang terluka mas " Ujar Liana Khawatir


Syaci, tadi dia pingsan " Ujar Yozzi


Apa Syaci pingsan, kenapa dengannya apa dia terluka Mas " Ujar Liana panik


Mas, pun tak tau saat mas sampai mas melihat Syaci Sudah pingsan dengan Menggegam pistol ditangan, Sudah cepat lah bersiap siap sayang " ujar Yozzi Menyuruh istrinya untuk cepat


...----------------...


......Didalam mobil ......


Ronald menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi


Sayang bangun nak " Lirih Nana


Dek, bangun hiks hiks Dàgē Dede Kenapa " ujar Raffi Terisak di pelukan sang Dàgē namun matanya Menatap sang adik yang berada di pangkuan Bundanya


Sesampainya di Rumah sakit Ronald keluar dari mobil Nya berlari ke arah samping menggendong Sang putri dan berlari teriak memanggil Suster


Tak lama Ratih Evi evan dan Rendi pun datang


Kau harus kuat Syaci pasti baik baik saja " ujar Evi Memeluk sahabatnya memberikan kekuatan


Ratih berlari ke dalam menyusul Ronald


Syaci dibawa ke Ruangan UGD


Tunggu diluar Nald biar aku yang memeriksa Syafi " Ujar Ratih menahan Ronald


Tap " ujar Ronald Terpotong oleh perkataan Novia Yang Baru saja datang bersama suami dan kedua Mertuanya


Ronald, jangan memperlambat proses pemeriksaan, Serahkan kepada Ratih, kita disini bantu doa " Ujar Novia, Ronald pun mengangguk ia menengok kearah Sang istri yang sudah menangis terisak-isak


Ronald mendekati Nana Evi yang paham pun Melepaskan pelukannya bergantian dengan Ronald Yang mendekap sang istri


Mas, Syaci mas hiks hiks " Ujar Nana terisak


Putri kita itu putri yang kuat ia pasti baik baik saja " Ujar Ronald menguatkan Sang istri


Yozzi dan Liana pun tiba


Bagaimana keadaannya " Tanya Yozzi


Masih diperiksa oleh Ratih " jawab Evan


Tak lama Ratih keluar dengan senyuman manis


Bagaimana keadaan Syaci tih " Ujar mereka serentak Ketika Ratih keluar dari UGD


Dia tak papa Hanya kelelahan saja, Kurang istrahat Makanya dia pingsan " Ujar Ratih tersenyum


Kau serius Ratih putri ku tak kenapa-kenapa " Ujar Ronald


Aku serius, Nald Syaci hanya kelelahan saja " Ujar Ratih


Alhamdulillah " Ujar mereka serentak


Jika kalian ingin menjenguk nya silahkan dirumah Saja, Karena bocah nya sudah bangun dan merengek Ingin pulang " Ujar Ratih lagi tak lama Keluar Lah Gadis kecil itu dari ruangan UGD


Bunda Dede, Tak mau disini, Dede mau tidur dirumah Aja Disini bau nya Tak enak " Celoteh Anak perempuan Yang membuat Mereka semua panik beberapa menit Yang lalu


Sayang Ujar Nana dan Ronald langsung memeluk Putrinya


Jangan membuat Ayah Takut Nak " Ujar Ronald lirih


Maaf Ayah, Dede tadi kepalanya muter muter jadi Dede Pingsan " Ujar Syaci polos


Kamu ini ya, Lihat Dàgē dan Koko mu menangis di gendongan Daddy Dan Opa " Ujar Nana mencubit Pipi sang anak yang gembul

__ADS_1


Hihihi, Dàgē Koko, tak malu Udah Besar nangis terus Mintak Gendong " Ujar Syafi meledek para Abang nya


Jika bukan karena kamu, Koko dan Dàgē tak kan Menangis " Sungut Raffi ia pun turun ketika melihat Dàgē nya menghampiri Sang Adik


Jangan seperti tadi dik , Dàgē tak suka " Ujar Raffa lirih Memeluk sang adik perempuannya itu diikuti Oleh Raffa


Dàgē, Koko, Syaci Engap " Ujar Syaci lirih keabisan Nafas


Mereka berdua pun melepaskan pelukannya dari Sang Adik


Yah, berarti ke bukit nya Tak jadi dong " Celetuk Syaci


Lain kali saja, kita pulang dan beristirahat saja Dirumah " Ujar Ronald


Ya, Ayah, Kan bentar lagi Syaci mau sekolah di Yaman " Ujar Syaci membuat mereka semua terkejut


Yaman, Syaci sekolah di Yaman Apa maksudnya " Ujar Oma


Ya, Oma, Ayah udah Izinin Syaci sekolah di Yaman Sesuai dengan keinginan Syaci, kata ayah Akhir tahun Pelajaran ini Syaci mau pindah sekolah " Ujar Syaci Polos,


Mereka menatap Ronald dengan mata yang Tajam


Aku akan menjelaskan nya dirumah nanti " Ujar Ronald Menggaruk tengkuknya yang tak gatal ketika Mendapatkan tatapan yang Horor dari sahabat Mertua Dan kakaknya


Mereka pun Kembali keDiaman Ronald karena ingin Mendengar penjelasan Ronald


Sesampainya di rumah Mereka sudah duduk dan Menatap Ronald


Kau tau, Syafi masih kecil Nald, kenapa Kau malah Mengizinkan dia Pergi jauh " Ujar Yozzi menatap sang Sahabat nya


Jangan salahkan Ayah, Abi, Ini kemauan Syaci, Syaci Membujuk Ayah, Syaci mohon jangan salahin Atau Marahin Ayah, Syaci pengen sekolah disana, Biar Bisa Belajar Ilmu Pengetahuan Agama, Syaci juga Ingin Jadi Dokter Bedah, " Ujar Syaci


Tapi nak umurmu masih kecil sayang, Syaci juga kan Bisa belajar nanti kalau sudah dewasa Bersama Para Sahabat syaci " Ujar Evi


Mami belajar ilmu agama itu sebaik-baiknya di Ajarkan Dari kita masih kecil Mami, dan atas dasar niat kita Masing masing bukan paksaan Mami, Selvi Thea dan Lyora, Syaci sudah mengajaknya tapi mereka belum Mau dan masih ingin disini, Sedangkan Syaci, syaci Ingin belajar ilmu itu dari sekarang mumpung Syaci Masih banyak waktu untuk belajar " Ujar Syaci


Mereka semua Bungkam mendengar perkataan Syaci


Baiklah Opa dan Oma, mengizinkan kamu " Ujar Oma


Tapi sayang " Ujar Opa ingin membantah namun di tahan oleh sang istri


Dengan Syarat kamu akan pergi dengan Anty Ela Dia Yang menjagamu disana " Ujar Oma


Loh kan Syaci sekolah seperti diasrama Oma Bagaiman Anty Ela bisa Menjaga Syaci " Ujar Syaci


Itu urusan Oma, intinya kamu akan dijaga oleh Anty Ela, jika Syaaci mau jika tidak Oma tak meng izinkan " Ujar Oma


Baiklah " Ujar Syaci mengangguk pasrah


Ya sudah istrahat lah sana , kalian berdua juga istrahat Esok masih ada Ujian bukan " Ujar Novia diangguki oleh Mereka bertiga


Tunggu Syaci Ayah ingin bertanya Dengan adik Dàgē dan Koko duluan keatas " Ujar Ronald


Tanya Apa Ayah " Ujar Syaci


Adik belajar dari mana Menembak " Ujar Ronald Yang Penasaran dengan putrinya kejadian Tadi


Menembak, maksudnya " Ujar Nathan bingung


Tadi saat kami dihadang dan berkelahi, Syaci keluar menembak Musuh yang menembak ku dan musuh Yang belum Tumbang " Ujar Ronald membuat mereka Terkejut


Syaci jawab pertanyaan Ayah nak " Ujar Nana lembut


Syaci melihat Anty Ela dan anty Mirna Latihan Menembak dan latihan beladiri dengan Uncle Elang dan Uncle Marko Yah " ujar Syaci menunduk takut dengan sang Ayahnya


Kapan " ujar Evan


Setiap hari dihalaman belakang Pi " Ujar Syaci


Si Ela yang mendengar perkataan Nona nya terkejut Ia kira Anak majikan nya ini hanya Membaca buku setiap Mereka latihan ternyata ia melihat dan belajar Menghafalkan setiap Gerakan yang di ajarkan oleh Mereka


Ronald mengusap wajah nya tak menyangka jika Putrinya Yang selama ini ia fikir hanya Membaca buku Dihalaman belakang ternyata menghapal semua Ajaran Marko Dan Elang


Jadi selama ini Adik baca buku dibelakang itu cuman Alasan " Tanya Nana


Syaci mengangguk polos


Abis Syafi ingin ikut belajar tak di izinkan oleh Ayah " Ujar Syaci matanya berkaca-kaca saat dia ditatap oleh Mereka semua


Novia berdiri dari tempat duduknya menghampiri Sang Keponakan yang sudah seperti putrinya itu


Ia menunduk agar setara dengan Syaci dan memeluk Nya


Ternyata putri nya Mommy sudah besar ya," Ujar Novia mencium pucuk kepalanya


Syaci yang dipeluk oleh Novia terisak Isak menangis


Dipelukan Novia


Ssstt sudah tak papa tak ada yang akan memarahi Syaci, besok kita akan latihan setelah Syafi pulang Sekolah " Ujar Novia


Serius Mom, " Ujar Syaci


Serius dong, Apa Mommy pernah bohong dengan Putri Mommy yang cantik ini " Ujar Novia


Yeyh " Teriak syaci semangat membuat mereka Menggelengkan kepala melihat perilaku Syaci


Sekarang istrahat lah ini sudah malam " Ujar Novia Diangguki oleh Syaci


ia pun berpamitan kepada para orang tua dan berlari ke atas menuju kamarnya

__ADS_1


Apa ini tidak berbahaya sayang, Syaci masih terlalu Kecil " Ujar Nathan khawatir


Jika kita tidak ajarkan ia akan belajar dengan tak Teratur malah membahayakan dirinya sendiri " Ujar Novia diangguki oleh mereka


__ADS_2