
Jika kalian berdua masih kekeh tak menerima mereka, Saya pun kekeh tak kan menerima Kalian " Ujar Syaci Saat ia sudah merasa tenang Di peluk sang Koko
Sayang Kami ini Oma opa mu, sedangkan Mereka Hanya lah Parasit " Ujar Oma menatap Cucu nya itu tak percaya
Syaci tak menanggapi perkataan Mereka berdua , Ia melepaskan pelukannya dan berjalan kearah Sisi saat sudah Didepan Sisi ia lirih kelantai duduk dengan memegang kaki Sisi
Sisi yang sedari tadi diam menjadi terkejut
Mama, Maafkan Papa, ma, Jangan tinggalkan Papa, Tetap lah berada disampingnya ma, " Lirih Syaci memohon
Nak, bangun jangan seperti ini " Ujar Sisi yang memegang Bahu Syaci agar bangun dari duduknya
Sayang Bangun, Kamu tak pantas Merendah Seperti itu dengannya " Ujar Oma Tak terima Syaci melakukan itu
Pantas Atau tidak itu terserah Saya, yang saya inginkan Mama Saya tetap berada Di samping Papa saya, " Ujar Syaci dingin
Ziva bangun " Ujar Ari tegas, namun Syaci sama sekali tak Menghiraukan perkataan Opanya
Ma, Ziva Mohon ma, Jangan tinggalkan Papa, tetap berada disamping Papa ma, Dulu sekarang dan nanti ma " Ujar Syaci memohon matanya sudah berkaca-kaca lagi
Sisi menatap Lekat kearah Syaci ia mengangguk tersenyum
Ziva " Teriak Ari emosi dengan Perkataan Sang cucu
Bawa mereka pergi " Ujar Syaci yang ditunjukan oleh Thea Dan Raffi
Apa apa.n kamu nak kami ini Opa Omamu , yang seharusnya pergi adalah mereka semua " Ujar Opa tak terima
Maaf Tuan, demi kebaikan dan kenyamanan sebaiknya kalian pergi dari sini sebelum Orang orangku yang melakukan nya dengan Kasar " Ujar Raffi
__ADS_1
Tidak Apa apa.n Ini Ziva, " Teriak Ari
Syaci sama sekali tak menghiraukan perkataan Sang Opa ia bangun dari duduknya dan memeluk Sisi
Mama, Maafkan Opa Oma, maafkan Orang tua Papa, Hiks hiks, maafkan perlakuan nya ma, Hiks hiks, " Isak Syaci di pelukan Sisi membuat Ari yang tadinya Tak terima dengan Apa yang dilakukan Sang cucu menjadi diam mendengar cucu nya meminta maaf kepada Wanita itu
Ma, Ziva Minta maaf ma, Atas nama mereka ma, Apa yang mereka lakukan selama ini, Ziva Tau ma, Ziva Coba Halangi semua yang dilakukan oleh Opa, Untuk mencelakai Mama Ega Dan Bang igo, Ziva berusaha Semaksimal mungkin untuk menjaga kalian, Ziva Baru tau ini ma, Kalau sebenarnya Opa yang melakukan nya, Ma, Maafin Opa Oma ma hiks hiks " Ujar Syaci terisak
Semua orang disana terkejut mendengar ucapan Syaci kecuali Raffi yang memang sudah tau tadi
Apa benar itu pa, jadi selama ini Papa yang melakukan itu " Ujar Ali tajam tak terima
Papa melakukan nya untuk kamu papa dan Cucu papa, Mereka tak pantas Dan papa juga melakukan itu untuk menebus rasa sakit Nana" Ujar Ari
Sebenci bencinya anda pada mereka Bagaimana pun Mereka Adalah cucu anda juga tuan bagian dari anda, Bahkan Bunda kami pun menyuruh kami untuk menghormati Dia menjaga mereka selayaknya Keluarga ,. " Ujar Raffi menunjuk kearah sisi
Bunda tak pernah mengatakan satu hal buruk pun Mengenai mereka atau pun Kesalahan papanya Ziva, Bunda Nana selalu mengatakan Hal itu sudah takdir jangan Ada yang menyalahkan Apa Lagi menyalahkan mereka " Ujar Raffi dingin menatap Lurus kearah Ari
Mereka tak dianggap mereka dihina mereka dicaci tapi mereka tetap diam Opa, Karena mereka mengakui kesalahannya, padahal itu sama sekali bukan kesalahan nya dia juga korban sama seperti bunda, Dia juga dibohongi sama seperti bunda, Dia juga Ingin pergi meninggalkan Papa sama seperti bunda, tapi dia bertahan karena papa yang meminta nya untuk bertahan, Papa mengakui kesalahannya Maka dari itu papa Tak mau Mama Juga pergi, Papa ingin menebus kesalahannya itu dengan Tetap memperjuangkan Mama Sisi " Ujar Syaci
Ali yang mendengar perkataan Syaci terkejut ternyata Putri nya itu tau semua hal
Apa yang dikatakan putri ku itu Benar Pa, Selama ini Dia yang menyuruh ku untuk menuruti permintaan papa, dia rela tak dianggap oleh papa, dia rela Anak anaknya tak diaku oleh papa, yang penting aku, aku masih di terima dianggap oleh papa itu sudah cukup baginya, dia tak pernah menuntut ku dalam segi hal apapun bahkan Harta yang ku miliki dari hasil diperusahaan dia tak pernah memakai nya pa, dia berkerja sendiri tanpa memakai uang hasilku " Ujar Ali membuat Ari dan istrinya diam
Jika kalian berdua ingin menyalahkan ku salah kan saja aku, Jika kalian ingin mencaci menghina dan mencelakai Aku saja jangan mereka pa ma " Ujar Ali dengan air matanya mengalir di pipi
Cukup selama ini aku sabar melihat istri serta Kedua anakku di perlakukan seperti ini pa ma cukup, Jika kalian ingin mengambil Apa yang ku miliki ambillah tapi tolong jangan ganggu mereka " Ujar Ali lagi
Sedangkan mereka berdua hanya diam membisu
__ADS_1
Opa , Mereka sangat menyayangi opa oma, coba bukalah Hati kalian dan rasakan ketulusan mereka, Dia Ada lah wanita yang sangat baik yang sangat mulia yang sangat tulus , Mereka juga Cucu kalian juga sama seperti ku , Cobalah Opa Oma, Jangan biarkan dendam dan kebencian itu menyelimuti diri kalian, " Ujar Syaci, ia memegang tangan Ega dan berjalan kearah Diego memegang tangan Diego
Kami ini cucu Kalian Bukan hanya aku, Darah kami juga ada darah kalian,. " Ujar Syaci lirih menatap wajah Opa dan Omanya itu
Oma menitikkan air matanya dan merentangkan tangannya seakan ingin memeluk mereka bertiga sedangkan Ega dan Diego saling bertatapan ke Syaci Syaci pun mengangguk dan memeluk Sang Oma bersama Sama
Sedangkan Ari iya berjalan kearah Sisi dan langsung memeluk Sisi
Maafkan Papa Nak, Maafkan papa, Selama ini sangat kejam dan jahat dengan mu " Ujar Ari menitikkan air matanya
Pa, papa tidak perlu meminta maaf papa tak bersalah sewajarnya papa melakukan itu " Ujar Sisi terisak
Papa bersalah sayang maafkan papa, maafkan Papa sisi " Ujar Ari mengeratkan pelukannya
Krucuk krucuk ( suara perut Syaci )
Kebiasaan Ce, merusak suasana perutmu " Ujar Raffi terkekeh
Mereka yang mendengar itu juga ikut tertawa
Ya maklum, Ziva belum makan dari pagi Ya wajar kalau cacing nya bunyi " Ujar Syaci nyengir
Perasaan tadi pagi ada yang bawa pembekalan Ayam Goreng, ya Tante , " Ujar Thea meledek Syaci
Sisi yang mendengar itu hanya tersenyum
Eh Itukan sebagai pengganjal perut bukan makan orang Tak pakai nasi ya mana kenyang " Ujar Syaci membela diri
Ya deh iya, Sekarang dirimu mau makan Apa tuan putri dari pada mengomel marah marah dan emosi saja " Ujar Raffi
__ADS_1
Apa aja makanan yang cepet tapi Cece sudah sangat lapar Ko " Ujar Syaci diangguki oleh Raffi, Raffi pun meminta Dikirimkan makanan