Gadis KecilKu Misterius

Gadis KecilKu Misterius
Part5


__ADS_3

Pukul 6: 45 Pagi


Bandar Udara Stuttgart


Seorang pemuda menggeret kopernya keluar dari Bandara menuju Parkiran


Hallo , ich bin schon auf dem Parkplatz "Ujar Ronald menelpon seseorang


( Hallo, saya sudah diparkiran )


OK Sir, ich bin gleich da " ujar orang itu


(Oke Tuan, saya segera kesana ).


Tak lama sebuah mobil datang berhenti tepat Didepannya


Bitte kommen Sie herein, mein Herr " Ujar orang itu Membukakan Pintu belakang Mobil


( Silahkan masuk Tuan )


Ronald hanya mengangguk sebagai balasan nya


Zum Krankenhaus Agfa " perintah Ronald


Diangguki Olehnya


(Ke rumah sakit Agfa )


20 menit Mereka berdua sudah sampai di depan RS


Ronald membuka pintu mobil nya


Du, kommst nach hause zurück " perintah Ronald


( Kamu kembali lah kerumah )


Jawohl " Ujar orang itu mengangguk


( Baik Tuan )


Ronald pun melangkah kedalam Rumah Sakit


Sesampainya di depan resepsionis


Wo ist Miss Natasya Salamons Zimmer? " Tanya Ronald


(Dimana ruangan Nona Natasya Salamon ? )


VVIP-Raum 1 A " Ujar Resepsionis


(Ruangan VVIP 1 A)


Ronald mengagguk dan melangkah masuk kedalam


Sampai nya di Lobby, ia melihat semua orang yang Berada di Depan ruangan itu Menangis Ia pun Berlari


Ada apa Nath ? " tanya nya kepada Nathan yang Tatapan nya kosong namun tak Ada tanggapan


ia pun menoleh ke dokter itu dan bertanya


Was ist passiert, geht es ihm gut? Tanya Ronald


( Apa Yang terjadi, Apa Dia baik baik saja )


Tut mir leid, Sir, Miss liegt im Koma " Ujar Dokter itu


(Maaf Tuan, Nona keadaan nya Koma )


Perkataan Dokter bagaikan disambar petir


Ronald diam mematung pikiran nya kosong


Hiks hiks Putri ku " hesteris sang bunda dan jatuh pinsan Membuat Mereka Sadar


Nathan menonjok dinding hingga tangannya berdarah


Sedangkan Kedua Sahabatnya pun ikut pinsan di pelukan para suami nya


Hiks hiks, Abang Macam apa aku ini Ya Allah " teriak Nathan frustasi


Kann ich mich anmelden, um einen Blick darauf zu werfen " Tanya Ronald


(Apa saya bisa masuk untuk melihatnya)


Ja, Sir, aber nur für einen Moment " ujar Dokter itu


(Boleh Tuan, Tapi hanya sebentar )


Ronald mengagguk dia pun masuk kedalam tak lupa memakai baju RS


Assalamualaikum Na, Bang Zyan Dateng " ujarnya


Ia terkejut melihat perubahan Wanita itu yang lebih Berisi dan bagian perut sedikit membuncit


Na, banyak perubahan ya di kamu bahkan aku pun Baru menyadari sekarang, (menghela nafasnya)


Bang Zyan Kangen kamu Na, Bahkan Raffa pun Kangen Sama Bundanya,


Na, lekas lah sadar, setelah bagi semua keluh kesah Mu ke Abang seperti dulu lagi " ujarnya lirih


Ronald pun tak kuat menahan sesak didada nya pun Terisak-isak


Ab.. ang t.. ak sa..ngg..up Na, me..li..hat Ka..mu Se..pe..rti in..i " Ujarnya terisak Isak


Ronald menggegam tangan lembut itu dan mencium Nya dengan masih menangis


30 menit Ronald masih dengan posisinya


Sampai suster masuk untuk memberikan suntikan Ke Nana


Entschuldigung, Sir, die Besuchszeit ist vorbei.


(Maaf tuan waktu jenguk sudah habis,. )


" Ujar Suster itu Memberikan peringatan


Ronald mengagguk dan melepaskan tangan Nana dengan perlahan


Bang Zyan nunggu diluar ya Na, Assalamualaikum " Ujar Ronald tersenyum lirih


ia pun keluar saat di luar sudah sepi hanya tersisa Nathan Yang duduk seperti orang tak bernyawa


Ronald mendekati nya dan duduk disampingnya


Nath , sebenarnya apa yang terjadi dengannya sampai Ia harus melakukan hal yang tak masuk akal itu " Tanya Ronald


Huft, Dia Hamil Nald " Ujar Nathan lirih

__ADS_1


Apa Nana hamil... " ujar Ronald terkejut


Iya dia hamil, anaknya Ali " Ujar Nathan


membuat Ronald frustasi dan fikiran nya sudah ntah Kemana


Kami baru tau kemarin saat mengecek keadaan nya Dan Hasil nya positif dia hamil anak Ali sudah 5 bulan " Ujar Nathan


Dia senang nya luar biasa Nald, senyuman itu sama Sekali tak luntur saat tidur pun Ia masih tersenyum namun Saat kami bertiga sampai rumah Aku menceritakan Semuanya kepada Ayah dan Bunda tapi hasilnya Ayah Memaksa Nana harus kembali dengan Ali, karena tak Ingin nama baik tercoreng dan Tak ingin Nana dihina,


Tapi Nana menolak permintaan itu dengan mentah Mentah terjadilah perdebatan sampai dimana Nana Membanting Gucci itu sampai pecah dan serpihan itu Ambi untuk menekan urat nadi ditangan nya


Kau pasti tau watak Ayah ku bukan Nald, jika apa Yang Dia katakan adalah mutlak tak bisa ditarik lagi dan Pada akhirnya Nana melakukan itu " Ujarnya lirih


Ronald hanya diam mendengarkan cerita Nathan


Tak perlu memaksa nya untuk kembali dengan lelaki itu jika dia tak mau,. "Ujar Ronald dingin


Tapi bagaimana tanggapan orang orang Nald Nana Hamil tanpa seorang suami " Ujar sang Ayah yang baru saja datang


Ayah, Ayah hanya memikirkan apa kata orang, Ayah Tak memikirkan perasaan Nana, bahkan sampai Nana Seperti ini Ayah masih memikirkan nama baik Ayah " Teriak Nathan menatap Tajam ke Sang Ayah


Saya Yang Akan bertanggung jawab Atas Nana Dan Kandungan nya, Tanpa harus Nana kembali ke lelaki Itu " Ujarnya tajam


Maksud kau apa Nald" Ujar Nathan bingung


Saya akan menikahinya dan bertanggung jawab atas Dirinya dan kandungan nya " Ujar Ronald tegas


Plakkk


Jangan bermain-main Ronald, Putri ku bukan ajang Untuk bermain " Ujar Sang Bunda tajam


Saya tak pernah main main Bunda, Dari dulu sampai Saat ini Nana Adalah wanita yang namanya selalu ku Selipkan dalam doa ku "Ujarnya tegas


Bukan nya Bunda tau hal itu jika selama ini Saya Yang Ada di belakang nya dalam keadaan apapun itu,. dan Bunda pun tau bukan, sedari dulu wanita yang aku Cintai hanya putri Bunda " Ujar Ronald tersenyum


Apa jaminan jika suatu saat kau menyakiti Adik iparku seperti yang sebelumnya " Ujar Novia tajam


Bukan nya kau tau bagaimana cara menghancurkan Aku Novia Ardhana " Ujar Ronald tersenyum


Apa kau rela jika suatu saat nanti jika kau menyakiti Nya kau akan ku hancurkan " Ujar Novia menantang


Silahkan Nona Ardanha kau pun juga tau bukan jika Sedari dulu aku mencintai nya" Ujar Ronald dingin


Tapi kenapa kau malah memilih Sarah "Ujar Evi yang Berjalan kearah mereka dengan dituntun oleh sang Suaminya


Terus aku harus bagaimana jika dia saja memilih Lelaki itu dibandingkan aku "Ujar Ronald dingin


...****************...


...Di Indonesia...


...****************...


Di Rumah sakit


Kau bisa pulang hari ini, keadaan mu sudah membaik, Dan ingat, jangan pernah kau tampakkan wajah mu lagi "Ujar Ratih Tajam


Baik, aku pun tak akan ingin melihat wajah wajah Kalian , "Ujar Sarah dan pergi dari sana


Terbuat dari apa hati dan otak nya wanita itu, Kenapa Juga Aku dan mereka dulu percaya sekali dengan Wanita itu bahkan Nana rela mengalah demi nya "Omel Ratih dan pergi dari ruangan itu menuju ruang Bayi


Assalamualaikum Tante " ujar Ratih


WaAlaikum salam ,eh Ratih , masuk Tih " Ujar Mommy Rissa


Boleh saya menggendong nya Tante " Pintanya Diangguki oleh Mommy Rissa


Masya Allah, Ganteng nya , Coba saja Nana baik baik Saja, pastinya ia Akan langsung datang ke sini untuk Menemui mu Jagoan " lirih nya dengan tangan yang satu mengelus elus pipi bayi itu


Iya benar itu Tih, dulu saja saat Raffa Lahir dia Yang Paling senang " Ujar Mommy Rissa


Iya Tante, " Ujar Ratih tersenyum lembut menatap sang Bayi itu


oh iya Tan, Dia bisa dibawa pulang hari ini " Ujar Ratih


Serius Tih " Ujar Mommy senang


Iya Tante, nanti saya akan datang setiap hari untuk mengecek keadaan nya " Ujar Ratih


Terimakasih ya Nak, sudah ingin merawat Raffi " Ujar Mommy terharu


Tante tak perlu berterimakasih, kita kan keluarga " Ujar Ratih


mereka pun berbincang bincang sampai hp Ratih bunyi, dan Ratih pamit untuk pergi dari sana


......................


Sedangkan di Kediaman Aliando


Bagaimana apa kalian mendapatkan informasi nya "Ujar Lelaki itu menelpon seseorang


Tidak Tuan, kami pun sudah mencari alamat yang dikirim kan oleh Tuan tapi tak ada hasilnya" Ujar nya


Cari di kediaman Salamons " perintah Aliando


Baik Tuan" Ujar lelaki itu setelah itu sambungan dimatikan


Bagaimana keadaannya apa dia Baik baik saja " Gumam Aliando


Dibalik pintu


Mau apa lagi orang ini belum puas Tah dia , Tak kan Kubiarkan kau mengetahui apapun lagi tentang nya " Batin Nya


Ia pun pergi untuk menelpon seseorang


Hallo assalamualaikum Tuan Rendi ada yang bisa Saya bantu " Ujar lelaki disebrang telpon


Tutup semua Akses tentang Keluarga Salamons Jangan biarkan siapapun mengorek informasi sedikit Pun termasuk Ali "Perintah Rendi (Suami Ratih ) Kerjanya Sebagai sekertaris Perusahaan Aliando


Baik tuan " Ujar lelaki itu setelah itu ia pamit telpon Pun dimatikan


"Kau yang telah mencampakkan Permata itu jadi Jangan Harap kau bisa mendapatkan nya atau Bertemu dengan nya " Ujar nya


Rendi kembali ke ruangan nya Tak lama Ali datang


Ren, Apa kau tau jika Ronald Ke Jerman " Tanya nya


Mana ku tau aku saja baru Sampai pagi ini dari Semarang bahkan pulang saja belum, dan sekarang aku berkerja jadi aku tak tau Tentang nya " Ujar ketus Rendi


Ow " Ujar Ali


Lah kau tau dari mana jika Dia ke Jerman " tanya Rendi


Kemarin aku sempat mendengar percakapan dia Dengan Istri mu jika ia ke Jerman ingin menemui Nana "Ujar Ali


Ow, ya biar lah toh kau saja bukan suaminya Nana lagi, Jadi bebas siapapun yang ingin menemui nya Sekarang " Ujar Rendi

__ADS_1


Ya, tapi tidak Ronald juga " Ujar Ali menahan emosinya


Loh kenapa memang, bebas kali jika mereka saling Bertemu mereka sekarang sama sama Sendiri apa permasalahan nya , toh sebelum Kau dengan Nana Menikah Ronald selalu bersama Nana, jadi sekarang Terserah dia Jika ingin bertemu " Ujar Rendi menatap Remeh Ali


Ali yang sudah tak bisa menahan dirinya ia pun pergi Dari ruangan itu dengan menutup pintu dengan Sangat kencang


Lah kok malah dia yang Ngamuk ckckck" Ujar Rendi terkekeh


Pak Rendi bisa saya masuk " Tanya seseorang yang berada di luar ruangan itu


Silahkan " Ujar Rendi


masuklah Seorang wanita yang tak lain adalah Sisi


Sisi, ada apa kau kemari suami mu baru sja keluar dari ruangan nya " Ujar Rendi


Ya pak saya tau , Tapi ada yang saya ingin tanyakan "Ujar Sisi serius


Apa yang ingin kau tanyakan " Ujar Rendi


Apa benar Mbak Nana sedang Hamil Pak " tanya Sisi


Kenapa kau bertanya kepada ku " Ujar Rendi bingung


Tak ada orang yang bisa ku tanyakan selain anda Yang Pada dasarnya Anda mengenal Mbak Nana dan suami Saya "Ujar Sisi


Tapi aku tak tau apa apa Sisi, "Ujar Rendi mengelak


Ia sebenarnya juga kasian dengan Wanita ini Yang dibohongi oleh Ali


Bapak jangan Bohongi Saya pak Bapak pasti tau " Ujar Sisi terisak


Saya tak membohongi mu Si, karena memang Saya Tak tau Hal itu, saya baru saja datang tadi dari luar kota, Tapi jika kau ingin mengetahui nya Temui Saja Istri ku Ratih Di RS xxxxx Dia pasti tau tentang Nana Karena Ia Sahabat dekatnya "Ujar Rendi


Sebenarnya ia tau semua hal itu namun ia tak ada Hak untuk memberi tahu tentang Nana, tapi ia lebih memilih menyuruh Sisi bertanya langsung kepada Ratih istrinya karena bagaimanapun Ratih sahabat nya


Dokter Ratih Maksudnya Pak Rendi " Ujar Sisi


Ia, dia istri ku Dia tau semua tentang Nana, kau temui Saja dia." Ujar Rendi setelah ia berkata itu ia pun pamit pergi


Sisi pun keluar dari ruangan itu dan bergegas pergi ke RS Ia harus bertanya untuk memastikan Instingnya


30 menit ia sudah sampai di RS itu ia pun turun dari taksi dan melangkah masuk namun Saat di lobby Ia berpas-pasan dengan Ratih


Dokter Ratih " Panggil nya


Sisi " Ujar Ratih


Bisa saya bicara sebentar dengan dokter " Tanya Sisi


Baik, tolong kau persiapkan kepulangan Bayi dari Tuan Ronald " ujar Ratih berkata kepada Suster yang berada di Samping nya


Baik Dok, saya permisi " pamit Suster itu


Kita Ke Restoran depan itu saja " ujar Ratih diangguki oleh Sisi


Ia sudah tau kenapa Ratih tiba tiba berada disini dan Mencari nya karena sang suami nya sudah Menceritakan semuanya tadi


Sesampainya di Restoran mereka duduk di pojok kanan,


Ingin pesan Apa Dokter Ratih " ujar pelayan itu yang Sudah tau dengan Ratih


Jus alpukat dan kentang krispi , Kau apa Si " Ujar Ratih


Sama kan saja dengan Dokter Ratih " Ujar nya Pelayan itu mengangguk dan pamit pergi


mereka berdua dia untuk beberapa menit


Ada apa Kau menemui ku apa masih ada keluhan Dengan sang suamimu itu " Ujar Ratih berbasa-basi


Tidak ada Dok dia sudah lebih baik, dari kemarin " Ujar Sisi


Terus untuk apa kau mencariku Nona Sisi " Ujar Ratih


Aku ingin Bertanya tentang Mbak Nana " Ujar nya lirih Tak lama Pesenan mereka datang


Maaf Dok, Nona Ini pesanannya " Ujar Pelayan itu diangguki oleh Sisi


Terimakasih Mbak " Ujar Ratih tersenyum


Sama sama dok, mari " Ujarnya pamit diangguki oleh Ratih


Ratih Meminum minuman nya


Kau ingin bertanya apa tentang Nana " Ujar Ratih


Apa Mbak Nana sedang Hamil sekarang Dok " Tanya Sisi


Ratih tersenyum menyeringai


Kenapa kau Bertanya tentang Nana hamil, bukan kah Suami mu sendiri yang berbicara bahwa hal mustahil Jika sahabat ku itu hamil maka dari itu ia lebih Memilih mu dari pada dia " Ujar Ratih


Dok, tolong jawab saja pertanyaan saya. " Ujar Sisi Tegas membuat Ratih tersenyum penuh arti


Oke, iya benar Nana hamil dan sudah 5bulan dan itu Anak dari suami mu , "Ujar Ratih membuat Sisi bungkam


Sekarang apa yang mau kau lakukan hemm, " Ujar Ratih lagi


Aku, aku " ujar Sisi terbata bata


Aku apa, " Ujar Ratih mengangkat satu alisnya


Dia Mengandung Anak dari suamimu, itu bukan Kesalahan dia atau siapapun karena bayi itu murni Dengan status pernikahan saat itu tapi kau tau hal itu Menjadi masalah yang besar sampai sahabat ku Kritis


Ampir Meregang nyawa Gara gara dia hamil tanpa seorang Suami " Ujar emosi Ratih


membuat Sisi diam


15 menit Sisi masih diam tanpa bicara satu Apapun


Kenapa diam Sisi, apa lagi yang ingin kau tanyakan Aku tak banyak waktu untuk bersantai santai disini


" Ujar Ratih kesal


Aku akan melepaskan Mas Ali untuk Mbak Nana " Ujar Sisi


Seketika tawa Ratih pecah


Apa yang kamu katakan melepas Ali untuk Nana, Agar Apa, Agar Ali bisa kembali ke Nana ,itu Hal yang Sangat mustahil " Ujar Ratih


Kau tau karena apa " Ujar Ratih Sisi menggelengkan kepalanya


Karena Nana sudah tak Sudi lagi kembali lagi ke Suamimu itu bahkan dia sampai melakukan bunuh Diri Agar tak kembali dengan suami mu " Ujar Ratih


Tapi bayi yang dikandung Mbak Nana harus memiliki Ayah " Ujar Sisi


Ya dia memang Harus memiliki Ayah tapi tak Harus Lelaki yang berada dibelakang mu itu, saya pamit " Ujar Ratih dan pergi dari sana menatap nyalang ke arah Ali

__ADS_1


Sedangkan Sisi Menengok ke arah belakang nya Ternyata suaminya ada di belakang nya sedari tadi


Iya Saat dikantor tadi Ali melihat sang istri keluar dari ruangan Rendi ia pun mengikuti nya sampai Ia melihat bahwa Sisi menemui Ratih


__ADS_2