
Bisa dijelaskan Aziva " Ujar Diego
Aku belajar untuk melindungi diriku sendiri " Ujar Ziva
Tapi itu berbahaya nak " Ujar sisi khawatir
Ma, kita tidak tau bagaimana diluar sana, apalagi dalam persaingan bisnis, yang pasti banyak musuh yang menginginkan diri kita maka dari itu aku belajar untuk melindungi diriku sendiri,. Aku tak meragukan Kemampuan Anggota Ayah Bunda kakek atau pun Daddy Nathan serta para abang Tapi setidaknya aku punya pegangan Sendiri untuk melindungi diriku " Ujar Aziva Menggenggam tangan Sisi
Apa Ayah dan bunda mu mengizinkan mu " Ujar Zen bertanya kepada Aziva
Heum" Ujar Aziva mengangguk
Awalnya Ayah sama sekali tak mengizinkan ku tapi Aku memaksa setidaknya itu berguna untuk diriku " Ujar Aziva
Apa kamu ikut Tim ayah atau ibumu " Tanya Ali menatap putri nya
Tidak, aku tidak ikut siapapun, ayah juga sudah membubarkan Tim nya, aku hanya sekedar untuk Berjaga-jaga saja " Ujar Ziva yang tau maksud dari perkataan Sang papa , Dia pun tidak masuk dalam Agent yang Dipimpin oleh Bundanya Seperti Para Abang dan Sahabat nya.,
Karena tujuan nya saat ini hanya satu Untuk menangkap Orang itu dan tak melibatkan orang lain cukup dirinya dan Anggota nya saja yang ada dalam kejadian itu
Terus saat kejadian kemarin " Ujar Ali tajam Sejak tadi dia menatap kearah putrinya itu yang mengingat kejadian dirinya diserang dan dibantu oleh putri nya itu
Itu Anggota Dàgē, yang diperintahkan untuk membantu, Ayolah papa aku hanya belajar untuk menjaga diriku sendiri " Ujar Aziva memeluk Sisi karena takut melihat tatapan sang papa,
Sudah mas, Putri ku jadi takut ini " Ujar Sisi mengelus pucuk kepala Ziva karena takut dengan tatapan tajam Ali
Ali pun menghela nafasnya untuk mengontrol emosi nya
Sini sama papa" Ujar Ali menyuruh Ziva mendekati nya
Aziva menggelengkan kepalanya yang masih memeluk Sisi
Papa, tidak akan marah, sini " Ujar Ali dan Ziva melepaskan pelukannya dan menatap sisi
Sisi mengangguk, Ziva pun berdiri dan menghampiri Papanya
Ali, yang melihat mata sang Putri nya sudah berkaca-kaca mengelus pipi Syaci dengan lembut
Maafkan papa, papa khawatir kamu kenapa kenapa, " Ujar Ali lirih dan menarik tangan putri nya untuk ia peluk
Abangmu bercerita jika kamu datang dan menembaki semua orang dengan brutal, papa takut nak, papa takut nanti nya kamu juga yang akan terlibat dan membuat kamu terluka " Ujar lirih Ali khawatir dengan putri yang baru saja ia bertemu
Tenang lah papa, papa tidak perlu khawatir, Ada 2 pengawal khususku yang selalu menjaga ku Kemana pun aku pergi" Ujar Ziva meyakinkan Ali
Pengawal khusus, dimana dia " Ujar Ali menatap sang putri
Kami Om " Ujar Reva tersenyum menatap Ali
Aku seperti mengenal kalian " Ujar Ali yang memang sedari tadi seperti pernah mengenal mereka
Pasti om mengenal kami, kami Putri dari Rulli dan Zakiya " Ujar Zoya
__ADS_1
Pengawal Khusus Nana " Celetuk Zen, yang tau kedua nama itu
Ya, " Ujar Mereka berdua mengagguk
Mereka semua pun berbincang bincang
Zoya menatap jam ditangannya menunjukkan pukul 9
iya menyenggol Reva
Kenapa kak" Tanya Reva
Sudah malam sebaiknya kita Pulang " Ujar Zoya ,
Reva melihat jam ditangannya pun mengangguk
Maaf Tante, om ,tuan Nyonya , Kami berdua pamit dulu ," Ujar Zoya tersenyum lembut
Zelly menatap jam dinding
Ah, iya tak terasa ya kalau ini sudah malam, sebaiknya kita juga pamit pulang mas " Ujar Zelly yang diangguki oleh Zen
Rev Kak Zoy, Aku mintak tolong Anter mama dan Vira Pulang sekalian ya, kasian Mereka, apalagi esok Vira harus sekolah " Ujar Syaci menatap adiknya yang tidur dipangkuan nya
Tak perlu nak, Mama disini saja menemani Papa " Ujar Sisi
Ma, Biar papa Ziva yang jagain , Mama pasti capek, mama butuh istirahat toh Lusa Jika papa Sudah boleh pulang " Ujar Ziva
Sudah Tante, ikuti saja permintaan Putri Pertama Tante ini dari pada nanti dia ngambek malah tambah berabe " Ujar Reva memotong perkataan Sisi
Tapi Tante malah ngerepotin kalian, Tante telpon Supir Atau naik taxi aja " Ujar Sisi
Tak boleh, ini sudah malam ma, biar mereka yang Mengantarkan mama, Aku tak menerima bantahan " Ujar Ziva yang tak ingin dibantah
Tuh, Tante udah jangan Sungkan, anggap aja Kami berdua Ini anak Tante, toh Apartemen sama Arah kerumah Juga Searah, tak ada yang namanya merepotkan " Ujar Zoya
Ya sudah baiklah kalau begitu " Ujar Sisi pasrah
Bang Angkat Adiknya kemobil " Ujar Syaci meminta Diego mengangkat Diega kemobil
Diego mengagguk
Ya sudah kami pamit dulu ya sayang Jagain Papamu " Ujar Zelly lembut mengelus pipi Syaci yang tertutup dengan niqabnya
Baik Tante " Ujar Syaci tersenyum dibalik niqabnya
Ayo Zaff " Ujar Zen mengajak Putranya
Ba, aku disini saja Menemani Diego, Aku sudah meminta Pak firman Menjemput Baba Dan Umma, Beliau sudah diparkiran " Ujar Zaffran, Ia sudah memberikan pesan kepada supir rumahnya untuk menjemput orang tuanya karena memang ia sudah ada janji dengan Diego untuk menemani nya malam ini dan membahas sesuatu
Ya sudah kalau gitu, " Ujar Zen diangguki oleh Zaffran
__ADS_1
Hati hati Ba Umma,/ Om Tante " Ujar mereka berdua serentak
Mereka semua yang mendengar tersenyum Kecuali Reva Dan Zoya
Eghem, Ayo tante, Sya, kami balik " Ujar Zoya menatap Syaci
Ya, Hati hati, " Ujar Syaci diangguki oleh Mereka berdua
Cie Cie barengan " Bisik Reva dikuping Syaci membuat tangan Syaci memukul Bahu Reva
Aduh Sya, sakit, " Ujar Reva Meringis kesakitan
Mau, Dijotos " Ujar Syaci dingin membuat Reva langsung Ngaprit pergi dari sana
Zoya mengedipkan matanya dan menyeringai kearah Syaci, sedangkan Syaci membalas dengan memutar bola matanya
Pergi Zoya " Ujar Syaci tegas Zoya terkekeh dan pergi dari ruangan itu
Syaci berjalan kearah sofa dan mendudukkan tubuhnya dengan mata terpejam tangan kanan nya memegang kepalanya dan memijat pelan pelan
Sebaiknya kau juga istrahat, Biar Om Ali aku dan Diego yang menjaga " Ujar Zaffran yang melihat Jika Syaci kelelahan dan pasti kepalanya Pusing
Syaci membuka matanya dan menatap kearah Papanya yang sudah tertidur dari jam 8 Tadi, Ia berdiri berjalan kearah Brangkar naik di sisi samping Papanya dan tidur disana dengan memeluk Ali
Zaffran yang melihat tingkah Syaci hanya tersenyum, Ia duduk ditempat Syaci duduki tadi
tak lama Diego datang
Diego yang melihat Adik tiri nya sudah tidur disamping Sang papa tersenyum lembut, ia masuk kedalam kamar dan mengambil selimut untuk Adiknya itu
Selamat tidur dek, semoga mimpi indah,. " Bisik Diego yang Sudah ada disamping brangkar
ia mencium pucuk kepala Syaci setelah itu Menyelimuti adiknya
Apa kau menyukai Adikku Zeo " Ujar Diego yang sudah duduk di samping Zaffran
Ntahlah Adikmu, menarik dan mengagumkan " Ujar Zaffran tersenyum menatap Punggung Syaci
Oh ya, kau tadi mau bicara apa " Tanya Zaffran yang ingat jika Diego ingin bicara dengannya namun tadi ia harus terburu-buru untuk menjemput Orang tuanya
Jangan katakan kepada siapapun tentang Ziva " Ujar Diego
Maksud mu, " Ujar Zaffran bingung
Disini yang tau bahwa Ziva Adalah adik tiri ku Hanya kau dan keluarga mu, Dan aku minta Jangan beri tau akan hal itu, Dàgē meminta ku Papa Dan Mama, Agar Merahasiakan identitas Ziva Sebenarnya, " Ujar Diego
Baiklah " Ujar Zaffran
Ziva Akan dikenalkan dipublik sebagai Putri kedua Papa dan Mama,. Yang selama ini dirahasiakan " Ujar Diego
yang sebenarnya ia juga bingung Namun Raffa Mengatakan untuk menjaga nama Baik papa
__ADS_1
Zaffran hanya mengangguk saja karena memang itu bukan urusan nya