Gadis KecilKu Misterius

Gadis KecilKu Misterius
Part45


__ADS_3

Bisa dijelaskan Aziva " Ujar Diego


Aku belajar untuk melindungi diriku sendiri " Ujar Ziva


Tapi itu berbahaya nak " Ujar sisi khawatir


Ma, kita tidak tau bagaimana diluar sana, apalagi dalam persaingan bisnis, yang pasti banyak musuh yang menginginkan diri kita maka dari itu aku belajar untuk melindungi diriku sendiri,. Aku tak meragukan Kemampuan Anggota Ayah Bunda kakek atau pun Daddy Nathan serta para abang Tapi setidaknya aku punya pegangan Sendiri untuk melindungi diriku " Ujar Aziva Menggenggam tangan Sisi


Apa Ayah dan bunda mu mengizinkan mu " Ujar Zen bertanya kepada Aziva


Heum" Ujar Aziva mengangguk


Awalnya Ayah sama sekali tak mengizinkan ku tapi Aku memaksa setidaknya itu berguna untuk diriku " Ujar Aziva


Apa kamu ikut Tim ayah atau ibumu " Tanya Ali menatap putri nya


Tidak, aku tidak ikut siapapun, ayah juga sudah membubarkan Tim nya, aku hanya sekedar untuk Berjaga-jaga saja " Ujar Ziva yang tau maksud dari perkataan Sang papa , Dia pun tidak masuk dalam Agent yang Dipimpin oleh Bundanya Seperti Para Abang dan Sahabat nya.,


Karena tujuan nya saat ini hanya satu Untuk menangkap Orang itu dan tak melibatkan orang lain cukup dirinya dan Anggota nya saja yang ada dalam kejadian itu


Terus saat kejadian kemarin " Ujar Ali tajam Sejak tadi dia menatap kearah putrinya itu yang mengingat kejadian dirinya diserang dan dibantu oleh putri nya itu


Itu Anggota Dàgē, yang diperintahkan untuk membantu, Ayolah papa aku hanya belajar untuk menjaga diriku sendiri " Ujar Aziva memeluk Sisi karena takut melihat tatapan sang papa,


Sudah mas, Putri ku jadi takut ini " Ujar Sisi mengelus pucuk kepala Ziva karena takut dengan tatapan tajam Ali


Ali pun menghela nafasnya untuk mengontrol emosi nya


Sini sama papa" Ujar Ali menyuruh Ziva mendekati nya


Aziva menggelengkan kepalanya yang masih memeluk Sisi


Papa, tidak akan marah, sini " Ujar Ali dan Ziva melepaskan pelukannya dan menatap sisi


Sisi mengangguk, Ziva pun berdiri dan menghampiri Papanya


Ali, yang melihat mata sang Putri nya sudah berkaca-kaca mengelus pipi Syaci dengan lembut


Maafkan papa, papa khawatir kamu kenapa kenapa, " Ujar Ali lirih dan menarik tangan putri nya untuk ia peluk


Abangmu bercerita jika kamu datang dan menembaki semua orang dengan brutal, papa takut nak, papa takut nanti nya kamu juga yang akan terlibat dan membuat kamu terluka " Ujar lirih Ali khawatir dengan putri yang baru saja ia bertemu


Tenang lah papa, papa tidak perlu khawatir, Ada 2 pengawal khususku yang selalu menjaga ku Kemana pun aku pergi" Ujar Ziva meyakinkan Ali


Pengawal khusus, dimana dia " Ujar Ali menatap sang putri


Kami Om " Ujar Reva tersenyum menatap Ali


Aku seperti mengenal kalian " Ujar Ali yang memang sedari tadi seperti pernah mengenal mereka


Pasti om mengenal kami, kami Putri dari Rulli dan Zakiya " Ujar Zoya

__ADS_1


Pengawal Khusus Nana " Celetuk Zen, yang tau kedua nama itu


Ya, " Ujar Mereka berdua mengagguk


Mereka semua pun berbincang bincang


Zoya menatap jam ditangannya menunjukkan pukul 9


iya menyenggol Reva


Kenapa kak" Tanya Reva


Sudah malam sebaiknya kita Pulang " Ujar Zoya ,


Reva melihat jam ditangannya pun mengangguk


Maaf Tante, om ,tuan Nyonya , Kami berdua pamit dulu ," Ujar Zoya tersenyum lembut


Zelly menatap jam dinding


Ah, iya tak terasa ya kalau ini sudah malam, sebaiknya kita juga pamit pulang mas " Ujar Zelly yang diangguki oleh Zen


Rev Kak Zoy, Aku mintak tolong Anter mama dan Vira Pulang sekalian ya, kasian Mereka, apalagi esok Vira harus sekolah " Ujar Syaci menatap adiknya yang tidur dipangkuan nya


Tak perlu nak, Mama disini saja menemani Papa " Ujar Sisi


Ma, Biar papa Ziva yang jagain , Mama pasti capek, mama butuh istirahat toh Lusa Jika papa Sudah boleh pulang " Ujar Ziva


Sudah Tante, ikuti saja permintaan Putri Pertama Tante ini dari pada nanti dia ngambek malah tambah berabe " Ujar Reva memotong perkataan Sisi


Tapi Tante malah ngerepotin kalian, Tante telpon Supir Atau naik taxi aja " Ujar Sisi


Tak boleh, ini sudah malam ma, biar mereka yang Mengantarkan mama, Aku tak menerima bantahan " Ujar Ziva yang tak ingin dibantah


Tuh, Tante udah jangan Sungkan, anggap aja Kami berdua Ini anak Tante, toh Apartemen sama Arah kerumah Juga Searah, tak ada yang namanya merepotkan " Ujar Zoya


Ya sudah baiklah kalau begitu " Ujar Sisi pasrah


Bang Angkat Adiknya kemobil " Ujar Syaci meminta Diego mengangkat Diega kemobil


Diego mengagguk


Ya sudah kami pamit dulu ya sayang Jagain Papamu " Ujar Zelly lembut mengelus pipi Syaci yang tertutup dengan niqabnya


Baik Tante " Ujar Syaci tersenyum dibalik niqabnya


Ayo Zaff " Ujar Zen mengajak Putranya


Ba, aku disini saja Menemani Diego, Aku sudah meminta Pak firman Menjemput Baba Dan Umma, Beliau sudah diparkiran " Ujar Zaffran, Ia sudah memberikan pesan kepada supir rumahnya untuk menjemput orang tuanya karena memang ia sudah ada janji dengan Diego untuk menemani nya malam ini dan membahas sesuatu


Ya sudah kalau gitu, " Ujar Zen diangguki oleh Zaffran

__ADS_1


Hati hati Ba Umma,/ Om Tante " Ujar mereka berdua serentak


Mereka semua yang mendengar tersenyum Kecuali Reva Dan Zoya


Eghem, Ayo tante, Sya, kami balik " Ujar Zoya menatap Syaci


Ya, Hati hati, " Ujar Syaci diangguki oleh Mereka berdua


Cie Cie barengan " Bisik Reva dikuping Syaci membuat tangan Syaci memukul Bahu Reva


Aduh Sya, sakit, " Ujar Reva Meringis kesakitan


Mau, Dijotos " Ujar Syaci dingin membuat Reva langsung Ngaprit pergi dari sana


Zoya mengedipkan matanya dan menyeringai kearah Syaci, sedangkan Syaci membalas dengan memutar bola matanya


Pergi Zoya " Ujar Syaci tegas Zoya terkekeh dan pergi dari ruangan itu


Syaci berjalan kearah sofa dan mendudukkan tubuhnya dengan mata terpejam tangan kanan nya memegang kepalanya dan memijat pelan pelan


Sebaiknya kau juga istrahat, Biar Om Ali aku dan Diego yang menjaga " Ujar Zaffran yang melihat Jika Syaci kelelahan dan pasti kepalanya Pusing


Syaci membuka matanya dan menatap kearah Papanya yang sudah tertidur dari jam 8 Tadi, Ia berdiri berjalan kearah Brangkar naik di sisi samping Papanya dan tidur disana dengan memeluk Ali


Zaffran yang melihat tingkah Syaci hanya tersenyum, Ia duduk ditempat Syaci duduki tadi


tak lama Diego datang


Diego yang melihat Adik tiri nya sudah tidur disamping Sang papa tersenyum lembut, ia masuk kedalam kamar dan mengambil selimut untuk Adiknya itu


Selamat tidur dek, semoga mimpi indah,. " Bisik Diego yang Sudah ada disamping brangkar


ia mencium pucuk kepala Syaci setelah itu Menyelimuti adiknya


Apa kau menyukai Adikku Zeo " Ujar Diego yang sudah duduk di samping Zaffran


Ntahlah Adikmu, menarik dan mengagumkan " Ujar Zaffran tersenyum menatap Punggung Syaci


Oh ya, kau tadi mau bicara apa " Tanya Zaffran yang ingat jika Diego ingin bicara dengannya namun tadi ia harus terburu-buru untuk menjemput Orang tuanya


Jangan katakan kepada siapapun tentang Ziva " Ujar Diego


Maksud mu, " Ujar Zaffran bingung


Disini yang tau bahwa Ziva Adalah adik tiri ku Hanya kau dan keluarga mu, Dan aku minta Jangan beri tau akan hal itu, Dàgē meminta ku Papa Dan Mama, Agar Merahasiakan identitas Ziva Sebenarnya, " Ujar Diego


Baiklah " Ujar Zaffran


Ziva Akan dikenalkan dipublik sebagai Putri kedua Papa dan Mama,. Yang selama ini dirahasiakan " Ujar Diego


yang sebenarnya ia juga bingung Namun Raffa Mengatakan untuk menjaga nama Baik papa

__ADS_1


Zaffran hanya mengangguk saja karena memang itu bukan urusan nya


__ADS_2