Gadis KecilKu Misterius

Gadis KecilKu Misterius
part33


__ADS_3

Bandara Soekarno-Hatta,


4 orang gadis berjalan terburu buru dengan membawa Koper nya masing masing ( Syaci, Thea Yora dan Selvi )


Assalamualaikum nona " ujar 2 orang berbaju hitam itu menyapa mereka ber 4


WaAlaikum salam mana kunci mobilku " Ujar salah satu dari mereka yaitu Selvi


Tolong bawa koper koper ini ke apartemen " Ujar Gadis yang disebelahnya diangguki oleh mereka berdua


Tanpa bebabibu Ke 4 Gadis itu pun langsung pergi meninggalkan Mereka berdua begitu saja


Sya, Sarlock lokasinya " perintah Selvi


Yang diperintahkan pun langsung mensarlock lokasinya setelah itu mereka bersiap-siap dengan Setelan Pakaian serba hitam tak lupa memakai topi


Pakai masker saja Jangan pakai topeng " Ujar Syaci diangguki oleh Mereka bertiga


Tak butuh waktu lama Mobil mereka sudah terparkir di lokasi yang ternyata sudah sangat ramai


Mereka ber empat masuk menerobos keramaian


Jangan masuk, Didalam para mafia belum bisa di amankan oleh Para Agent " Ujar polisi yang menghadang mereka


Thea yang sudah kehabisan kesabaran pun meninju perut polisi itu Dan melemparkannya Sebuah kartu Pengenal mereka , Seketika polisi itu bungkam


Rossi kau dimana " Tanya syaci lewat earphonenya yang sudah tersambung dengan para agentsi


Di atas Nona " Ujar nya Mereka ber4 pun keatas dan melihat para agent serta polisi sudah banyak yang terluka


Dor dor dor


Mundur " Ujar Yora memerintahkan Anggota Agent serta Polisi untuk mundur


Mereka yang mendengar perintah itu pun mundur


Saat itu juga ada bala bantuan datang


Uncle Ronny " Ujar Syafi yang tau salah satu dari mereka


Tuan Ali ada diatas Nona, ia bersama Diego dan Zaffran " Ujar Ronny, Syaci yang mendengar perkataan Ronny pun mengangguk


Aku keatas,. " ujar nya pamit ke pada 3 sahabatnya


Hati hati " Ujar mereka serentak


Kalian juga hati hati " Ujar Syaci


Ia pun berjalan keatas dengan menembak para musuh yang ia lewati


Papa " Teriak seseorang dari atas Syafi dan Ronny saling bertatapan mereka pun langsung berlari ke atas sesampainya di sana ia sudah melihat para anggota sudah terluka parah


Syaci menembaki semuanya tanpa ampun ia melihat Laki laki diujung Lobby kewalahan menghadapi para musuh ia pun membantu nya

__ADS_1


Ughuk ughuk cukup jangan lukai putra ku " Ujar suara serak kesakitan yang berada di dalam ruangan


Dor suara tembakan terdengar lagi diruangan itu


Papa... " teriakan laki laki itu menggema


Sya, Papamu tertembak " Ujar selvi disebrang sana


Membuat syaci naik pitam


Ia pun Langsung mendobrak pintu itu dengan kakinya membuat pintu itu hancur


Ada laki laki yang mengintai di luar gedung tepat kau berdiri " Ujar Selvi memberikan informasi


Syaci melihat kearah luar, dan benar saja jika ada seorang laki-laki yang sedang mengintai mereka


Siapa kau, " Ujar Orang yang menembak Ali terkejut


Aku adalah putri yang kau tembak barusan tuan " Ujar Syaci menendang laki laki itu sampai terpental tak sampai disitu ia juga melempar kan pisau kecil yang digenggam tangan kiri ke orang yang tak jauh darinya dan tangan kirinya menembak kearah luar tepat dimana seseorang sedang mengintai


Uncle Bawa papa dan dia pergi " perintah Syaci tegas


Baik " Ujar Ronny berjalan kearah Ali


Tuan sebaiknya kita pergi dari sini tuan Ali terluka parah " Ujar Ronny Diego pun mengangguk ia berdiri dan membantu menggendong ayahnya


Tak semudah itu ka" Ujar orang itu terpotong dengan suara teriakan kesakitan


Apa yang tak semudah itu tuan " Ujar Seorang gadis yang baru saja tiba dan menembak tepat di kakinya


Pergilah biar aku dan yang lain yang mengurus " Ujar gadis itu diangguki oleh Syaci iapun turun kebawah


Thea kau ikut dengan syaci " Ujar gadis itu Thea yang mendapatkan perintah oleh gadis itu menurutinya


Yora , Reva , Selvi kita tuntaskan sekarang " Ujarnya dengan senyuman manis


Ya Orang itu adalah Zoya ( Masih ingatkan teman Agent syaci yang ada di Yaman ) mereka juga datang ke Indonesia untuk membantu Syaci


Siap " Ujar Mereka serentak


sedangkan di dalam mobil


Sya, kau tenang oke, Papa mu pasti baik baik saja " Ujar Thea yang melihat ekspresi wajah Sahabatnya itu


Bagaimana aku bisa tenang thea, aku bertemu dengan beliau dengan kondisi dia seperti ini " Ujar Syaci lirih dengan mata yang berkaca-kaca


Sel hubungi rumah sakit " Ujar Syaci loroh lewat earphonenya yang masih tersambung dengan Selvi


Oke " Ujar Selvi ia pun langsung menghubungi rumah sakit yang dituju Oleh Ronny


, ketika melihat I-pad nya ada panggilan masuk dari sang ayah, Ia pun langsung menghubungi ayahnya


Hallo assalamualaikum kau sudah sampai baby " Ujar Ronald disebrang sana

__ADS_1


WaAlaikum salam Ayah, Syaci sudah sampai, tapi Syaci telat ayah, hiks hiks papa terluka parah " isak Syaci


Astaghfirullah terus gimana sekarang keadaan nya nak " Ujar Ronald


Syaci tak tau, beliau baru saja dibawa Uncle Ronny Ayah " Isak Syaci dengan suara terputus putus


Kamu tenang ya sayang, para Abang mu sudah menyusul,cece jangan menangis, jika kamu seperti itu bagaimana dengan kondisi Papamu, Papa butuh kamu nak, Obati dia rawat dia urusan yang lain biar para Abang dan sahabat mu yang mengurus nya " Ujar Ronald memberikan support kepada sang putri


ia ayah, ya sudah ini sudah sampai dirumah sakit Syafi matikan telepon nya dulu Assalamualaikum " pamit syaci


waAlaikum salam " Ujar Ronald setelah itu telpon dimatikan


Saat mobil sudah masuk ke pekarangan rumah sakit syaci langsung keluar tanpa menunggu Thea memarkir mobilnya


Anak itu, bagaimana jika dia terluka " Ujar Thea yang terkejut ketika syaci keluar dari mobil saat mobil belum ter


Syaci berlari masuk kedalam Saat di lobby ia melihat Papa nya ia pun berlari mengikuti sampai keruang ICU


Kita akan Mengoperasi pasien siapkan semua alatnya, dan siapkan alat tranfusi darah juga " Ujar Syaci dingin


Baik dok " Ujar Mereka yang tau siapa wanita, karena sebelumnya Slevi sudah menghubungi pihak rumah sakit


Golongan Beliau A+, Apa golongan mu atau Keluarga yang lain " Tanya Syaci menatap Deigo


Saya dan Mama O, adik saya A+ Sama dengan Papa " Ujar Diego tak lama Sisi serta Ega datang


Bagaimana keadaan papamu go " tanya Sisi kepada Deigo


Aku tak tau ma, " Ujar Diego lesu


Beliau akan dioperasi, dan ia membutuhkan donor Darah yang sama dengannya " Ujar Syaci menatap Ega yang menegang seketika mendengar syaci bicara


Ega, hanya kamu yang darahnya sama dengan Papa " Ujar Diego menatap Ega


Bang, aku " Ujar Ega gemetaran karena memang ia takut dengan jarum suntik atau sejenisnya


Jangan dipaksa biar saya yang akan mendonorkan darahnya, Saya juga anak beliau " Ujar Syaci


Jangan Ngawur kamu Sya, bagaimana dengan mu, kamu baru saja mendonorkan darah Minggu lalu untuk amal dan sekarang kau ingin mendonorkan darah mu lagi aku tak setuju " Teriak Thea protes yang tak setuju akan perkataan Syaci karena memang Minggu lalu ia dan para sahabat nya mendonorkan darah untuk amal disebuah rumah sakit


Setuju atau tidak dengan mu aku akan melakukannya Thea, jika bukan aku siapa lagi yang akan mendonorkan darah nya, disaat waktu yang mepet seperti ini " Ujar syaci dingin


Tapi Sya" protes Thea di potong oleh perkataan Syaci


Jika kau mau protes dan tidak mau membantu ku silahkan kau pergi Thea " Ujarnya tegas nan tajam


Membuat Thea menghela nafasnya ketika Syaci sudah bicara seperti itu


Syaci menatap mereka bertiga


Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk beliau, berhentilah menangis karena saat ini yang dibutuhkan bukan tangisan tapi doa " Ujar syaci mendekati Sisi dan menghapus air matanya


Setelah itu ia berbalik badan masuk kedalam bersamaan dengan suster yang juga sudah masuk membawa alat alat yang dia minta tadi

__ADS_1


Thea pun berjalan menuju keruangan itu juga namun saat ia sudah memegang gagang pintu dia menghela nafasnya lagi


Bismillah, semoga semua lancar ya Allah,. " Gumamnya


__ADS_2