
Bandara Soekarno-Hatta,
4 orang gadis berjalan terburu buru dengan membawa Koper nya masing masing ( Syaci, Thea Yora dan Selvi )
Assalamualaikum nona " ujar 2 orang berbaju hitam itu menyapa mereka ber 4
WaAlaikum salam mana kunci mobilku " Ujar salah satu dari mereka yaitu Selvi
Tolong bawa koper koper ini ke apartemen " Ujar Gadis yang disebelahnya diangguki oleh mereka berdua
Tanpa bebabibu Ke 4 Gadis itu pun langsung pergi meninggalkan Mereka berdua begitu saja
Sya, Sarlock lokasinya " perintah Selvi
Yang diperintahkan pun langsung mensarlock lokasinya setelah itu mereka bersiap-siap dengan Setelan Pakaian serba hitam tak lupa memakai topi
Pakai masker saja Jangan pakai topeng " Ujar Syaci diangguki oleh Mereka bertiga
Tak butuh waktu lama Mobil mereka sudah terparkir di lokasi yang ternyata sudah sangat ramai
Mereka ber empat masuk menerobos keramaian
Jangan masuk, Didalam para mafia belum bisa di amankan oleh Para Agent " Ujar polisi yang menghadang mereka
Thea yang sudah kehabisan kesabaran pun meninju perut polisi itu Dan melemparkannya Sebuah kartu Pengenal mereka , Seketika polisi itu bungkam
Rossi kau dimana " Tanya syaci lewat earphonenya yang sudah tersambung dengan para agentsi
Di atas Nona " Ujar nya Mereka ber4 pun keatas dan melihat para agent serta polisi sudah banyak yang terluka
Dor dor dor
Mundur " Ujar Yora memerintahkan Anggota Agent serta Polisi untuk mundur
Mereka yang mendengar perintah itu pun mundur
Saat itu juga ada bala bantuan datang
Uncle Ronny " Ujar Syafi yang tau salah satu dari mereka
Tuan Ali ada diatas Nona, ia bersama Diego dan Zaffran " Ujar Ronny, Syaci yang mendengar perkataan Ronny pun mengangguk
Aku keatas,. " ujar nya pamit ke pada 3 sahabatnya
Hati hati " Ujar mereka serentak
Kalian juga hati hati " Ujar Syaci
Ia pun berjalan keatas dengan menembak para musuh yang ia lewati
Papa " Teriak seseorang dari atas Syafi dan Ronny saling bertatapan mereka pun langsung berlari ke atas sesampainya di sana ia sudah melihat para anggota sudah terluka parah
Syaci menembaki semuanya tanpa ampun ia melihat Laki laki diujung Lobby kewalahan menghadapi para musuh ia pun membantu nya
__ADS_1
Ughuk ughuk cukup jangan lukai putra ku " Ujar suara serak kesakitan yang berada di dalam ruangan
Dor suara tembakan terdengar lagi diruangan itu
Papa... " teriakan laki laki itu menggema
Sya, Papamu tertembak " Ujar selvi disebrang sana
Membuat syaci naik pitam
Ia pun Langsung mendobrak pintu itu dengan kakinya membuat pintu itu hancur
Ada laki laki yang mengintai di luar gedung tepat kau berdiri " Ujar Selvi memberikan informasi
Syaci melihat kearah luar, dan benar saja jika ada seorang laki-laki yang sedang mengintai mereka
Siapa kau, " Ujar Orang yang menembak Ali terkejut
Aku adalah putri yang kau tembak barusan tuan " Ujar Syaci menendang laki laki itu sampai terpental tak sampai disitu ia juga melempar kan pisau kecil yang digenggam tangan kiri ke orang yang tak jauh darinya dan tangan kirinya menembak kearah luar tepat dimana seseorang sedang mengintai
Uncle Bawa papa dan dia pergi " perintah Syaci tegas
Baik " Ujar Ronny berjalan kearah Ali
Tuan sebaiknya kita pergi dari sini tuan Ali terluka parah " Ujar Ronny Diego pun mengangguk ia berdiri dan membantu menggendong ayahnya
Tak semudah itu ka" Ujar orang itu terpotong dengan suara teriakan kesakitan
Apa yang tak semudah itu tuan " Ujar Seorang gadis yang baru saja tiba dan menembak tepat di kakinya
Pergilah biar aku dan yang lain yang mengurus " Ujar gadis itu diangguki oleh Syaci iapun turun kebawah
Thea kau ikut dengan syaci " Ujar gadis itu Thea yang mendapatkan perintah oleh gadis itu menurutinya
Yora , Reva , Selvi kita tuntaskan sekarang " Ujarnya dengan senyuman manis
Ya Orang itu adalah Zoya ( Masih ingatkan teman Agent syaci yang ada di Yaman ) mereka juga datang ke Indonesia untuk membantu Syaci
Siap " Ujar Mereka serentak
sedangkan di dalam mobil
Sya, kau tenang oke, Papa mu pasti baik baik saja " Ujar Thea yang melihat ekspresi wajah Sahabatnya itu
Bagaimana aku bisa tenang thea, aku bertemu dengan beliau dengan kondisi dia seperti ini " Ujar Syaci lirih dengan mata yang berkaca-kaca
Sel hubungi rumah sakit " Ujar Syaci loroh lewat earphonenya yang masih tersambung dengan Selvi
Oke " Ujar Selvi ia pun langsung menghubungi rumah sakit yang dituju Oleh Ronny
, ketika melihat I-pad nya ada panggilan masuk dari sang ayah, Ia pun langsung menghubungi ayahnya
Hallo assalamualaikum kau sudah sampai baby " Ujar Ronald disebrang sana
__ADS_1
WaAlaikum salam Ayah, Syaci sudah sampai, tapi Syaci telat ayah, hiks hiks papa terluka parah " isak Syaci
Astaghfirullah terus gimana sekarang keadaan nya nak " Ujar Ronald
Syaci tak tau, beliau baru saja dibawa Uncle Ronny Ayah " Isak Syaci dengan suara terputus putus
Kamu tenang ya sayang, para Abang mu sudah menyusul,cece jangan menangis, jika kamu seperti itu bagaimana dengan kondisi Papamu, Papa butuh kamu nak, Obati dia rawat dia urusan yang lain biar para Abang dan sahabat mu yang mengurus nya " Ujar Ronald memberikan support kepada sang putri
ia ayah, ya sudah ini sudah sampai dirumah sakit Syafi matikan telepon nya dulu Assalamualaikum " pamit syaci
waAlaikum salam " Ujar Ronald setelah itu telpon dimatikan
Saat mobil sudah masuk ke pekarangan rumah sakit syaci langsung keluar tanpa menunggu Thea memarkir mobilnya
Anak itu, bagaimana jika dia terluka " Ujar Thea yang terkejut ketika syaci keluar dari mobil saat mobil belum ter
Syaci berlari masuk kedalam Saat di lobby ia melihat Papa nya ia pun berlari mengikuti sampai keruang ICU
Kita akan Mengoperasi pasien siapkan semua alatnya, dan siapkan alat tranfusi darah juga " Ujar Syaci dingin
Baik dok " Ujar Mereka yang tau siapa wanita, karena sebelumnya Slevi sudah menghubungi pihak rumah sakit
Golongan Beliau A+, Apa golongan mu atau Keluarga yang lain " Tanya Syaci menatap Deigo
Saya dan Mama O, adik saya A+ Sama dengan Papa " Ujar Diego tak lama Sisi serta Ega datang
Bagaimana keadaan papamu go " tanya Sisi kepada Deigo
Aku tak tau ma, " Ujar Diego lesu
Beliau akan dioperasi, dan ia membutuhkan donor Darah yang sama dengannya " Ujar Syaci menatap Ega yang menegang seketika mendengar syaci bicara
Ega, hanya kamu yang darahnya sama dengan Papa " Ujar Diego menatap Ega
Bang, aku " Ujar Ega gemetaran karena memang ia takut dengan jarum suntik atau sejenisnya
Jangan dipaksa biar saya yang akan mendonorkan darahnya, Saya juga anak beliau " Ujar Syaci
Jangan Ngawur kamu Sya, bagaimana dengan mu, kamu baru saja mendonorkan darah Minggu lalu untuk amal dan sekarang kau ingin mendonorkan darah mu lagi aku tak setuju " Teriak Thea protes yang tak setuju akan perkataan Syaci karena memang Minggu lalu ia dan para sahabat nya mendonorkan darah untuk amal disebuah rumah sakit
Setuju atau tidak dengan mu aku akan melakukannya Thea, jika bukan aku siapa lagi yang akan mendonorkan darah nya, disaat waktu yang mepet seperti ini " Ujar syaci dingin
Tapi Sya" protes Thea di potong oleh perkataan Syaci
Jika kau mau protes dan tidak mau membantu ku silahkan kau pergi Thea " Ujarnya tegas nan tajam
Membuat Thea menghela nafasnya ketika Syaci sudah bicara seperti itu
Syaci menatap mereka bertiga
Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk beliau, berhentilah menangis karena saat ini yang dibutuhkan bukan tangisan tapi doa " Ujar syaci mendekati Sisi dan menghapus air matanya
Setelah itu ia berbalik badan masuk kedalam bersamaan dengan suster yang juga sudah masuk membawa alat alat yang dia minta tadi
__ADS_1
Thea pun berjalan menuju keruangan itu juga namun saat ia sudah memegang gagang pintu dia menghela nafasnya lagi
Bismillah, semoga semua lancar ya Allah,. " Gumamnya