
Tunggu sebentar Le,. " ujar Elang menahan Zahfri yang ingin menjalankan mobilnya
Kenapa uncle, Mereka berdua sudah datang " Ujar Elang ketika melihat Mobil Reva dan Zoya sudah ada Dibelakang mereka
Tak lama dari Arah belakang Melaju mobil Lamborghini Aventador hitam melewati mereka dan Membunyikan klakson nya
Zoya dan Reva yang berada dibelakang Zahfri langsung menjalankan mobilnya menyalip mobil Zahfri
Loh kok, bukannya Syaci menjemput Keluarga nya " Ujar Zahfri bingung ia pun mengikuti Ke dua mobil tadi Yang menyalipnya dengan pikiran yang Bingung
Syaci menyuruh temannya " Ujar Uncle Elang singkat Ia masih ingat bagaimana gadis itu mengomel tadi Siang sampai menganggu ia dan istrinya tidur
Apa ada masalah " Ujar Zahfri yang merasakan Ada yang tak beres karena ia tahu bagaimana Syaci jika keluarga nya datang menemui nya
Hemm " ujar Elang berdehem
Dan masalah ada di kamu " Ujar Elang lagi
Kenapa dengan ku Uncle " Ujar Zahfri bingung
Dia tau jika kamu yang selama ini mengawasinya, tadi Siang dia datang ke rumah mengomel ngomel " Ujar Elang
Sebegitu nya dia " Gumam Zahfri lirih
Sebigitu enggannya ia jika aku masuk kehidupannya " Batin Zahfri
Sesampainya di tengah hutan mereka semua berhenti dan turun dari mobil mereka masing masing
Kita berpencar, Rev tugasmu retas semua Cctv dan GPS mereka " Ujar Syaci dingin
Reva mengangguk dan masuk kembali ke mobilnya untuk menjalankan tugas nya
Sedangkan mereka ber 4 berjalan masuk kedalam hutan
Jangan mengikuti aku " Ujar Syaci dingin
Kenapa, kenapa kau tak mengizinkan ku untuk mendekati mu " Ujar Zahfri menarik tangan Syaci sampai dia menabrak dada bidang Zahfri
Aku, aku tak ingin saja " Ujar Syaci gugup
Tak ingin saja bagaimana " Ujar Zahri tersenyum lembut menatap Syaci yang gugup
Syaci yang melihat senyum Zahfri membuat dirinya membeku sesaat setelah itu ia sadar langsung mendorong Zahfri kebelakang, dan membalikkan badannya pergi dari sana
Huft, Ayo lah Sya ingat jangan memikirkan hal yang Akan menyebabkan dirimu terjerumus dari Zina " lirihnya dengan wajah memerah
Sedangkan Zahfri ia terkekeh melihat tingkah laku Syaci yang salting
...----------------...
Mereka semua masuk kedalam tengah tengah hutan.
Sepertinya ini jebakan " gumam Syaci yang dapat Didengar oleh telinga Mereka BER4
Benar kata Syaci, ini jebakan " Ujar Reva yang berada Didepan layar Laptop karena ia tak melihat ada yang mencurigakan
__ADS_1
Berhati hatilah firasat ku tak baik " Ujar Zoya
Tak lama terdengar Suara granat yang jatuh dari atas
****, Awas ada granat " desis Zahfri ia pun berlari ke arah Syaci untuk melindungi gadis itu
Sedangkan Zoya ia berlari kearah pohon dan naik keatas pohon itu menembaki Helikopter yang berada di atas..
suara helikopter itu sama sekali tak didengar oleh mereka karena adanya suara gonggongan serigala dan Helikopter itu jg transparan
Apa kerja Reva , sampai adanya helli kau tak tau " Ujar Zhafri kesal
Hey, jangan salakan aku mereka menggunakan mode transparan dan ini malam kamera ku tak bisa melihat dengan jelas" Ujar Reva
Stop, jangan saling menyalahkan, Fokus " Ujar Elang
Sedangkan Syaci yang ada di pelukan Zahfri dia diam tanpa pergerakan
Kau, kenapa sya, Apa ada yang terluka " Ujar Zahfri khawatir tatkala melihat syaci yang diam tanpa ada pergerakan
Bisa kau menjauh dariku,. " Ujar Syafi dingin
Zahfri pun melepaskan pelukannya dan berdiri disampingnya
Jaga batasannya bang, Aku dan kau kita bukan Muhrim, untuk sedekat itu " Ujar Syaci dingin ia pun Pergi meninggalkan Zahfri
Zahfri yang mendengar perkataan Syaci hanya menghela nafas panjang
Seharusnya aku tau posisi " batin Zahfri
..
Dor dor dor
Zoya yang masih diatas ia menggunakan Alat teropong kecilnya untuk melihat sekitarnya
****, ini kita dijebak " Geram Zoya
karena yang iya tau misi kali ini adalah menangkap Kelompok mafia yang sedang barter
Reva, yang tau kondisi tak menentu ia pun meminta bantuan kepada agent nya namun saat itu juga Ada panggilan vc masuk di I-pad Syaci
ia pun mengangkat panggilan vc
Hallo assalamualaikum " Ujarnya yang masih sibuk menghubungi Agent di markas
WaAlaikum salam siapa kau, dimana adikku " Ujar lelaki disebrang sana tatkala melihat wajah gadis lain yang mengangkat vcnya
Bisa menghubungi nya nanti saja tuan, dia sedang ada diluar " Ujar Reva
Reva menelpon seseorang dihpnya
Hallo, bisa kirim kan anggota sekarang, Kami dijebak " Ujar Reva berbicara di telepon nya iya tak sadar jika Vc di iPad Syafi belum mati
Apa, Kalian dijebak, posisi kalian dimana " Teriak Laki laki
__ADS_1
Aduh, ini orang masih Hidup ternyata vcnya " Gumam Reva
Hello, Saya bertanya kalian dimana sekarang " Ujar Orang itu
Syaci awas dibelakang " teriak Reva tatkala melihat Syaci yang akan di serang oleh musuh lewat Laptop
Syaci, adik saya dimana woy " Ujarnya Reva yang pusing langsung mematikan sambungan vc nya
Argh, pasti dia Keluarga nya syaci, bodoh banget sih, mana dari tadi dia denger, duhhh " Ujar Reva panik
Ada apa Rev " Tanya Syaci lewat Earphone
Em, sepertinya abangmu tadi vc dan dia mendengar perkataan ku " Ujar Reva lirih
Kau ceroboh sekali Reva " Geram Syaci
Maaf " Ujar Reva
sedangkan di mansion Lelaki yang menelpon tadi terlihat panik
Dàgē, hubungi Yora lacak dimana syaci sekarang " Ujar Laki laki itu
Ada apa memangnya, fi " Tanya Novan
Mereka dijebak, dan tadi syaci hampir saja ada yang menyerang dari arah belakang " Ujar Raffi panik mereka yang mendengar pun kaget dan langsung panik
Raffa langsung menghubungi Yora setelah itu mereka pergi dari mansion
Bunda Mommy sebaiknya kalian dirumah saja tak perlu ikut " Ujar Novan
Ya kalian, dirumah saja biar syaci kami yang urus " Ujar sang ayah mereka yang awal ingin membantah tapi Raffa berkata
Percayalah Bun, mom " Ujar Raffa mereka berdua pun mengangguk pasrah
Sedangkan di apartemen
Selvi, Lacak dimana syaci sekarang " teriak Yora dari lantai atas ia pun berlari turun kebawah
Memang kenapa dengannya " Ujar Thea
Dia dijebak " Ujar Yora
Selvi pun mengangguk dan langsung mengetik di papan Kaybord
Aku menemukan nya " Ujar Selvi beberapa Detik setelah itu
kita kesana sharlock ke Mereka " Ujar Yora diangguki oleh mereka berdua
Loh kalian mau kemana " Tanya Nayla yang baru saja keluar dari kamarnya karena mendengar suara teriakan Yora
Kami ada urusan, Kau dirumah saja Nay, pastikan semua pintu terkunci dengan rapat " Ujar Yora mengingat kan Nayla setelah itu mereka masuk dalam kamar mengambil alat Alat dan memasukkan ke dalam tas dan pergi
Nay, jangan membuka pintu sebelum kami kembali " Ujar Thea didepan pintu menempel kan sesuatu di pintu itu dan menutup nya
Mau kemana sebenarnya mereka kenapa seperti panik sekali, dan kenapa juga aku tak boleh keluar Apartemen " Ujar Nayla bingung
__ADS_1